
Keesokan harinya Bei Erxi dan Yang Zhi sudah kembali bekerja, sedangkan Lu Shansan ada dirumah seorang diri.
Lu Shansan pun merasa bosan dirumah akhirnya dia mencari kesibukan untuk membereskan rumah supaya terlihat rapi dan indah.
Saat Lu Shansan sedang asyik membereskan rumahnya tiba-tiba ponselnya berdering rupanya itu telpon dari seseorang.
"Ya hallo"
"....."
"Apa harus sekarang?" Tanya Lu Shansan dengan nada penasaran.
"....."
"Baiklah, dimana tempatnya?"
"...."
"Ok, setengah jam lagi kita akan bertemu!" ucap Shansan setelah itu dia mengakhiri panggilannya dengan orang itu.
"Hufft....."
"Ada rahasia apa lagi yang dia dapatkan hari ini?" gumam Lu Shansan sambil menghela nafas panjang.
Lu Shansan pun kembali merapikan rumahnya dengan cepat dan setelah semuanya terlihat rapi dan bersih akhirnya Lu Shansan bersiap-siap untuk bertemu dengan seseorang yang menelponnya tadi.
**********
Di suatu cafe Lu Shansan sudah sepuluh menit menunggu orang yang ingin bertemu dengan dirinya tapi belum datang juga, Lu Shansan pun meminum kopi yang dia pesan dengan rasa bosan.
"Kebiasaan buruk" gerutu Lu Shansan sambil meminum kopinya.
"Apa maksud mu kebiasaan buruk?" kata seseorang yang mendengar gerutuan dari Lu Shansan.
Lu Shansan pun langsung melirik ke sumber suara yang bertanya kepada dirinya.
"Akhirnya kau datang juga" ucap Lu Shansan kepada orang itu sambil meletakkan cangkir kopinya.
"Pelayan!" Lu Shansan memanggil seorang pelayan untuk memesan minuman lagi.
Seorang pelayan pun menghampiri dirinya dan Lu Shansan langsung memesan satu gelas america latte dan satu gelas capuccino serta beberapa snack.
"Cepat katakan apa yang ingin kakak katakan kepada ku? dan beritahu aku harus berapa lama lagi aku berpura-pura seperti ini?" kata Lu Shansan dengan nada agak kesal kepada orang itu.
Orang itu hanya diam saja mendengar perkataan dari Lu Shansan tanpa bergeming sama sekali, melainkan orang orang itu menatap Lu Shansan dengan tatapan tajam.
"Weh... kak Andrew, jangan menatap ku dengan tatapan pisau mu itu. aku ini tidak suka dengan tatapan pisau itu!" ucap Lu Shansan dengan nada tidak senang.
"Apa kau bisa diam sekarang?" kata orang itu dengan nada datar kepada Lu Shansan.
"Ya tuhan baru dua minggu tidak bertemu tapi sikap dinginnya kembali lagi!" gumam Lu Shansan sambil memandang orang itu yang tidak lain Andrew, kakak angkatnya.
Selama satu menit tidak ada yang berbicara diantara mereka berdua dan akhirnya seorang pelayan mengantar pesanan yang tadi baru saja dipesan oleh Lu Shansan.
Lu Shansan pun langsung mengambil suatu camilan yang baru sampai untuk mengakhiri ketegangan dirinya kepada kakak angkatnya itu. Andrew pun menenggak America latte nya dengan sikap tenang.
"Kakak, apa yang ingin kau katakan kepada ku?" Lu Shansan mulai membuka suara.
Andrew pun memberikan sebuah amplop coklat yang didalamnya terisi beberapa dokumen yang dia selidiki belakangan ini.
"Apa ini?" Tanya Lu Shansan heran.
"Apa kau tidak bisa membukanya dan melihat isinya sendiri?" ucap Andrew.
"Aku ini kan hanya basa-basi, kenapa kau tidak senang seperti itu?" Ujar Lu Shansan dengan wajah cemberut sambil membuka amplop coklat itu.
Lu Shansan memperhatikan semua dokumen dengan teliti dan secara saksama, hingga ada suatu hal yang membuat dirinya terkejut bukan main.
"Kakak, apa ini? apa ibu dari Meng Yiran ada hubungannya dengan semua kecelakaan orang tuaku?" tanya Lu Shansan kepada Andrew dengan rasa yang sangat penasaran.
"Aku belum bisa memastikan semuanya, tapi jika kau benar-benar ingin membuka kedok dari Gao Zigang sebaiknya kau harus tetap berpura-pura seperti ini!" ujar Andrew dengan nada tenang.
"Kakak, apa aku tidak bisa bersikap normal saja untuk melakukan ini? aku ini lelah berpura-pura seperti ini!" kata Lu Shansan sambil menatap Andrew yang terlihat sangat tenang itu.
"Jika kau berpura-pura seperti ini, itu akan lebih memudahkan kita untuk membuka kedok dari Gao Zigang. kau ini masih bagus ada orang yang mendukung mu berpura-pura seperti ini, tapi kau malah ingin melepaskan kesempatan ini!" kata Andrew dengan rasa sungkan.
"Tapi kak--"
Belum selesai Lu Shansan berbicara dengan Andrew seseorang datang kepada mereka.
Lu Shansan pun menengok ke sumber suara itu, dan dia sangat terkejut ketika melihat orang itu.
"Long Hau? Sedang apa kau disini?" tanya Lu Shansan terkejut sekaligus merasa heran.
Pltakzzz...
"Auw... kak Andrew, kenapa kau menyentil dahiku?" ucap Lu Shansan sambil mengusap dahinya yang terasa sakit.
"Kau ini, apa kau lupa dengan ajaran ku? jika ada tamu persilahkan dia duduk dulu, baru kau ajak bicara" ucap Andrew.
"Iya.... iya... maaf" ucap Lu Shansan memanyunkan bibirnya sambil tetap mengusap dahinya.
Andrew pun mempersilahkan Long Hau untuk duduk disebelahnya dengan rasa akrab, sedangkan Lu Shansan merasa heran kenapa Andrew bisa akrab sekali dengan Long Hau, tapi tanpa banyak berpikir lagi Lu Shansan pun kembali meminum kopinya yang sudah hampir habis.
"Bagaimana, apa kau sudah menangani situasi di kediaman kakek Gao?" tanya Andrew kepada Long Hau.
"Aku sudah menanganinya, bahkan aku juga sudah bercerita kepada tuan besar Gao tentang nona muda Lu yang berpura-pura hilang ingatan!" kata Long Hau memberitahu Andrew.
"Uhuk... uhuk.. uhuk.."
Lu Shansan yang sedang meminum kopinya langsung tersedak ketika mendengar perkataan dari Long Hau.
"Weh... darimana kau tahu aku berpura-pura hilang ingatan?" kata Lu Shansan merasa agak heran sekaligus kesal.
Long Hau dan Andrew saling memandang satu sama lain, Lu Shansan pun menatap mereka berdua secara bergantian dengan rasa heran.
***************
*Kilas balik saat dirumah sakit*
[Kembali ke episode 11 akhir]
Saat semua orang sudah pulang dari rumah sakit, Gao Huang menatap kalung Lu Shansan yang diberikan oleh dokter Lee kepada dirinya, dan dia menyesali dirinya kenapa saat Lu Shansan kecelakaan dia tidak datang untuk menolongnya.
Dan disaat itu pula ada seseorang yang mengamati Gao Huang dari kejauhan, orang itu tidak lain adalah Andrew, saat Gao Huang sedang memejamkan matanya sekilas, Andrew pun masuk ke kamar perawatan Lu Shansan tanpa diketahui oleh dirinya.
"Haiyahhh... dasar anak nakal, kenapa kau menjadi seperti ini? baru satu minggu tidak bersama ku tapi orang itu benar-benar ingin melenyapkan dirimu" kata Andrew kepada Lu Shansan yang belum sadar.
"Baiklah, sepertinya aku harus benar-benar turun tangan sendiri sekarang. selama empat tahun ini aku diam saja, tapi sekarang rasanya aku ingin sekali menghabisi orang itu" kata Andrew lagi dengan nada kesal.
"Tapi tunggu dulu, sepertinya jika aku menjalankan rencana ini sendirian aku tidak akan berhasil. Bagaimana jika kau membantu ku saja Shansan? tapi jika hanya kau dan aku saja itu tidak akan berhasil juga, harusnya ada banyak orang yang ikut andil dalam rencana ini!" kata Andrew lagi seorang diri.
Andrew pun terdiam sejenak sambil memikirkan sesuatu, lalu dia menuliskan sepucuk surat untuk Lu Shansan. Andrew menceritakan semua tentang kejadian kecelakaan kedua orangtuanya yang disebabkan oleh Gao Zigang dan kecelakaan dirinya saat ini juga, belum selesai Andrew menuliskan untuk Lu Shansan dia mendengar suara langkah kaki yang mendekati ruang perawatan Lu Shansan, Andrew pun cepat-cepat menyelipkan kertas dan sesuatu di bawah bantal Lu Shansan, setelah itu dia bersembunyi dibalik pintu kamar.
Setelah Gao Huang masuk ke kamar perawatan Lu Shansan, Andrew langsung menyelinap keluar dari tempat itu.
Tujuh jam kemudian, Lu Shansan pun tersadar lebih cepat dari perkiraan para dokter, dan dia menyadari ada seseorang yang sedang menggenggam erat tangannya.
'Gao Huang? untuk apa dia ada disini, bukankah malam ini adalah pertunangannya dengan Meng Yiran?' batin Lu Shansan heran.
Lu Shansan pun mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Gao Huang dengan pelan-pelan, tapi saat Lu Shansan ingin melepaskan tangannya Gao Huang malah semakin mengeratkan tangannya.
"Untuk apa menggenggam tanganku lagi setelah lima tahun lalu kau tidak percaya pada kak Huang?" Gumam Lu Shansan dengan nada tidak senang.
Lu Shansan pun mencoba melepaskan tangannya lagi tapi kali ini dia berhasil melepaskan genggaman tangannya.
Saat Lu Shansan ingin berbalik membelakangi Gao Huang, tapi dia melihat ada sepucuk kertas dibawah bantalnya.
"Siapa lagi yang membuat surat tidak berguna di jaman sekarang ini?" Gerutu Lu Shansan sambil mengambil surat itu.
Lu Shansan pun membuka surat itu dan membacanya, dia terlihat sangat marah sekali ketika membacanya dan menatap Gao Huang yang sedang tertidur dengan perasaan marah, Lu Shansan pun melanjutkan surat itu lagi dan seketika dia teringat sesuatu sebelum dia masuk ke panti asuhan dan dia semakin marah, tapi seketika dia terdiam ketika mengetahui isi akhir surat yang belum selesai tertulis itu.
Lu Shansan pun menatap sesuatu yang dia pegang dengan perasaan bercampur aduk marah dan sekaligus dengan rasa penasaran.
"Obat tidur? dan saat aku bangun harus berpura-pura lupa ingatan?"
"Heeh.. permainan apa ini kak Andrew? Kau tahu mengetahui semua kejadian itu selama ini dan kau tidak memberitahukan kepada diriku?"
"Dan kau Gao Huang. apa kau mengetahui semua akal bulus ayah mu yang kejam itu?" ucap Lu Shansan seorang diri.
*Kilas balik berakhir*