About Us Together

About Us Together
Part 4



"Zizi, sudah dua tahun lamanya kita berpisah dari Shansan, aku sangat merindukannya!" Kata Erxi kepada sahabatnya sambil mengunyah sarapan paginya dengan rasa sungkan


"Memangnya hanya kau saja yang merindukan dirinya. Aku juga sangat merindukan dirinya tahu, bahkan lebih merindukan dirinya dari dirimu!" Ucap Yang Zhi sambil menuang segelas jus


"Dasar Shansan yang menyebalkan. Kenapa dia pergi meninggalkan kita? Dan kenapa dia tidak pernah menghubungi kita lagi? Apa dia sudah tidak ingat dengan kita lagi?" Kata Erxi dengan wajah cemberut


"Itu tidak mungkin, Erxi. Jika dia melupakan kita, untuk apa dia masih mengirim email kepada ku kemarin malam!" Kata Yang Zhi sambil menyantap sarapannya


"Benarkah? Jika dia masih mengirim email kepada mu kemarin malam, kenapa kau tidak memberitahu ku?" Ucap Yang Zhi dengan nada sedikit kecewa


"Sayang ku, Erxi. Kemarin aku ingin memberitahu dirimu, tapi kemarin kau sudah langsung tertidur pulas!" Jawab Yang Zhi dengan tersenyum


"Kalau begitu kenapa kau tidak membangunkan diriku?" Kata Erxi mulai kesal


"Di dalam email, Shansan berpesan jika kau sudah tertidur pulas lebih baik tidak usah membangunkan dirimu" Jawab Yang Zhi lagi sambil meminum jusnya


"Menyebalkan sekali!!" Gerutu Erxi sebal


"Baiklah, tidak usah dibahas lagi. Apa kau sudah selesai sarapan?" Tanya Yang Zhi


"Sudah" Jawab Erxi


"Kalau begitu cepat cuci piringnya" Perintah Yang Zhi sambil merapikan bekas makanan


"Kenapa harus aku?" Kata Erxi dengan nada tidak senang


"Aku kan sudah memasak dan merapikan rumah, jadi tugas mencuci piring seharusnya kau. Lagi pula hari ini adalah akhir pekan, jadi lebih baik kau melakukan pekerjaan sedikit" Kata Yang Zhi dengan nada menyudutkan Erxi


"Hufft.. menyebalkan sekali!" Erxi mendengus kesal, setelah itu dia membawa piring kotor ke tempat pencucian


Yang Zhi yang melihat tingkah Erxi langsung tersenyum puas, karena berhasil membuat Erxi kesal pagi-pagi.


*******


Di kediaman keluarga Gao


"Huang, kapan kau akan memutuskan untuk bertunangan dengan Meng Yiran?" Tanya tuan Gao, yaitu ayah Gao Huang


Gao Huang yang sedang sangat menikmati sarapan paginya langsung menghentikan aktivitasnya ketika mendengar pertanyaan dari ayahnya


"Pa, bukannya aku sudah pernah bilang, aku tidak ingin bertunangan dengan Meng Yiran!" Kata Gao Huang dengan nada sungkan


"Apa maksud perkataan mu, Huang? Kau dan Meng Yiran sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Bukankah seharusnya kau memberikan status yang jelas kepada hubungan kalian?" Kata tuan Gao sambil menatap putranya itu dengan perasaan kesal


"Bukankah aku sudah mengikuti keinginan papa untuk berpacaran dengannya! Apa hubungan itu belum jelas?" Kata Gao Huang dengan rasa kesal


"Kau ini--"


"Sudahlah, Gao Zigang. Kita tidak usah terlalu memaksa Huang, itu tidak baik!" Ucap nona Gao dengan nada lembut kepada suaminya


"Aku sudah selesai sarapan" Kata Gao Huang dengan nada datar setelah itu dia meninggalkan meja makan


"Dasar, anak tidak tahu di untung!!" Ucap tuan Gao sangat marah sambil melempar sendok


"Sudah... Sudah... Gao Zigang" Kata nona Gao lagi berusaha meredakan emosi suaminya.


Gao Huang pun mengendarai mobilnya untuk menuju perusahaan keluarganya.


Sebelum mengendarai mobil Gao Huang menatap layar ponselnya terlebih dahulu


"Lulu, kau ada dimana? Aku sangat merindukan dirimu!" Ucap Gao Huang sangat lirih sambil memandang foto Lu Shansan di ponselnya, seakan menyiratkan kerinduan yang sangat dalam kepada gadis yang ada di dalam layar ponselnya itu


Seketika ponsel yang sedang ditatap oleh Gao Huang pun berbunyi, terpampang dilayar ponselnya nama sekertaris Li, yaitu sekertaris pribadinya.


"Halo" Ucap Gao Huang


"....."


"Baiklah, aku segera datang" Ucap Gao Huang lagi dengan nada datar


Gao Huang pun mengakhiri panggilannya dan langsung mengemudikan mobilnya ke perusahaan keluarganya.


*******


"Hei Zizi. Kenapa sudah dua jam belum ada balasan email dari Shansan?" Kata Erxi sambil mengunyah camilan


"Ini kan akhir pekan, memangnya dia sedang sibuk apa?" Kata Erxi dengan wajah cemberut


"Mungkin saja dia punya suatu urusan yang harus diselesaikan" Kata Yang Zhi


"Hufft... Menyebalkan sekali. Apa dia lebih mementingkan pekerjaan daripada membalas email dan berbicara dengan kita?" Kata Erxi kesal


Yang Zhi hanya diam saja, dia tidak menjawab pertanyaan dari Erxi, melainkan dia hanya fokus saja ke film yang sedang dia tonton


Erxi pun menjadi semakin kesal karena perkataannya tidak di dengar oleh Yang Zhi, dia pun kembali memakan camilannya dengan rasa kesal.


"Oh ya, besok aku akan pergi ke suatu tempat apa kau ingin ikut?" Tanya Yang Zhi


Erxi yang masih merasa kesal karena pertanyaannya tadi tidak di dengar oleh Yang Zhi, dia pun hanya diam saja


"Hei Erxi. Apa kau mendengar perkataan ku?" Kata Yang Zhi menatap Erxi


"Aku tidak dengar" Kata Erxi dengan nada ketus


"Kau ini kenapa?" Tanya Yang Zhi dengan rasa penasaran


"Tidak apa-apa" Jawab Erxi singkat


"Dasar aneh" Gumam Yang Zhi


Seketika pun ponsel milik Yang Zhi pun berbunyi, dia pun langsung mengambil ponselnya dan dia merasa terkejut ketika melihat nama seseorang yang menghubunginya


"Senior Gao?" Gumam Yang Zhi dengan rasa heran


"Siapa yang menelepon?" Tanya Erxi


"Senior Gao" Jawab Yang Zhi sambil menunjukkan nama pemanggil yang menghubunginya kepada Erxi


"Untuk apa dia menghubungi mu?" Kata Erxi rasa penasaran


"Aku juga tidak tahu" Kata Yang Zhi dengan nada heran


"Kalau begitu tidak usah diangkat" Kata Erxi


Yang Zhi menuruti perkataan dari Erxi, dia tidak mengangkat panggilan itu, seketika ponselnya tidak lagi berdering.


Namun beberapa detik kemudian ponselnya pun berdering lagi dan ternyata masih senior Gao yang menghubunginya


"Haiyahhh... Untuk apa orang itu menghubungi kita lagi setelah Shansan tidak ada lagi disini? Apa dia belum puas menyakiti Shansan dua tahun lalu?" Kata Erxi dengan rasa marah


"Bagaimana ini Erxi?" Kata Yang Zhi dengan rasa kebingungan


"Bagaimana apanya. Sudah tidak usah diangkat, biarkan saja dia terus menghubungi dirimu!" Kata Erxi dengan kesal


Yang Zhi mengikuti perkataan dari sahabatnya lagi untuk tidak mengangkat panggilan dari Gao Huang, beberapa saat kemudian notifikasi pesan di ponselnya pun berbunyi


"Yang Zhi. Kenapa kau tidak mengangkat panggilan ku? Aku ingin bertanya tentang keberadaan Lulu kepada kalian" {Senior Gao}


"Siapa?" Tanya Erxi


Yang Zhi pun memberikan ponselnya kepada Erxi supaya dia melihat sendiri isi pesan itu


"Sebenarnya apa maunya senior Gao ini?!" Kata Erxi dengan rasa kesal sekali


"Maaf, senior Gao. Kami sedang sangat sibuk hari ini, tidak ada waktu untuk semua pertanyaan mu" {Yang Zhi}


Erxi membalas pesan dari Gao Huang dengan perasaan kesal, lalu mengembalikan ponsel itu kepada Yang Zhi


"Nanti jika senior Gao menghubungi atau mengirim pesan kepada mu lagi, lebih baik abaikan saja, apalagi jika itu berkaitan dengan Shansan" Kata Erxi memberitahu Yang Zhi dengan nada tegas


Yang Zhi pun hanya mengangguk mendengar perkataan dari sahabatnya itu


"Dia adalah sahabat kita, jadi kita harus melindungi dia untuk tidak di sakiti lagi oleh orang yang sama!" Ucap Erxi dengan penuh ketegasan


"Wah... Erxi. Aku tidak menyangka kau adalah orang yang seperti itu!!" Kata Yang Zhi merasa kagum dengan ucapan Erxi


"Kenapa, bukannya benar perkataan ku tadi?" Kata Erxi dengan rasa heran


"Benar, kau benar sekali. Kita harus melindunginya untuk tidak sakit hati lagi!!" Kata Yang Zhi sambil tersenyum puas dengan sikap kesetiakawanan dari sahabatnya yang selalu menyebalkan itu, karena ini baru pertama kalinya dia bersikap tegas seperti itu.