About Time

About Time
Dunia Ilusi



"Kita sudah jalan sangat jauh, tapi belum menemukan penyihir itu. Jika bukan karena Ayah memiliki hutang budi dengan Vorges, aku tidak harus turun tangan, huhh!"


 


Sepanjang jalan, Sean terus mengeluh dimana ia bisa menemukan penyihir hebat yang dibicarakan pendeta. Saat ia masuk ke wilayah air terjun, terdapat goa yang niatnya akan mereka tempati sementara. Namun, saat mereka menginjakkan kaki ke dalam goa itu, tiba\-tiba Sean terjatuh pingsan, lalu tidak lama kemudian ia mulai berteriak tidak jelas, tersenyum sendiri, menangis, melakukan hal yang aneh. Mayla menyadari bahwa lapisan pelindung goa ini mengandung sihir ilusi, yang artinya......tepat.


 


"Keluarlah, mau melihat kami diam-diam sampai kapan?", ujar Mayla karena ia mendapati seseorang sedang memperhatikan mereka diam-diam.


"Waahhh....., sepertinya kamu tidak terpengaruh dengan sihir ilusi, hebat.....hebat......", tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat.


"Waahhh, sepertinya ini adalah wujud penyihir tua itu saat masih muda, tampan sekali...., sayangnya umurnya sudah 100-an tahun.", ujar Emily kagum.


"Anak muda, kau juga memelihara roh berusia seratus tahun ternyata, kamu penyihir?"


"Ya."


"Apakah ini wujudmu saat muda? Sangat cantik, tetapi aku tidak melihat aura kehidupan yang kuat, hanya samar-samar, kenapa bisa begitu ya?"


"Aku memang masih muda."


"Hehh, muda apanya, berapa umurmu?"


"19 Tahun."


"APA??! Jangan berbohong."


"Untuk apa berbohong, sudahlah bangunkan dia dulu."


"Bukankah kau bisa? Kau kan penyihir tingkat 7."


'Kenapa dia bisa tahu?'


'Dia ini sepertinya lebih tinggi tingkatannya dari kamu, dia bisa melihat tingkatanmu meski sudah kau tutupi, karena penyihir akan mempunyai mata ke-3, dan indranya juga tidak seperti manusia biasa saat ia berada di tingkat 8.'


"Kamu juga seorang petarung, usiamu sepertinya benar-benar 19 tahun dilihat dari usia tulang-tulangmu, dan aku tahu kalau kamu perempuan", ujar penyihir itu yang membuat Mayla kaget.


'Apanih?! Kok dia bisa tau?!'


'Itu adalah salah satu kekuatannya.'


"Kamu jangan membicarakanku dong, aku bisa dengar lho."


"......."


"Sudah, cepat sadarkan dia."


"Huhh, beraninya kamu memerintahku."


"Berani berbuat berani bertanggung jawab."


"Memang aku berbuat apa?"


"........."


 Akhirnya Mayla sendiri yang menghapus sihir ilusi pada Sean karena dibuat kesal oleh penyihir itu. Setelah Sean sadar, mereka menberitahukan maksud kedatangan mereka jauh-jauh kesana. Awalnya penyihir itu menolak dan hampir memberitahukan kalau Mayla bisa menghilangkan sihirnya, namun berhasil dicegah.


"Baiklah, malam ini kita bermalam di goa ini dulu, besok kita akan berangkat. Disekitar goa ada kolam air terjun, jika kalian ingin membersihkan diri bisa kesana. Saya ingin berburu untuk makan malam.", ujar Sang Penyihir setelah mendengar penjelasan mereka.


"Aku akan ikut berburu.", jelas Mayla dalam tulisan sihir.


"Eh tunggu, aku ditinggal sendiri? Dregar, lebih baik kau ikut aku mandi."


"Eh, tidak usah, aku tidak ingin mandi, aku berburu saja."


'Dasar cabul.'


'Dia kan ga tau kamu perempuan May.'


'Tapi kan sama aja.'


"Bhahahahahha", tiba-tiba si penyihir tertawa keras dan membuat mereka terdiam.


"Aku berburu saja."


"Benar, dia akan menemaniku berburu, lagipula tidak baik jika kalian mandi berdua, bhahaha."


"Sebenarnya kamu pengawalku atau dia? Kalau kubilang disini temani aku ya disini."


"......"


"......"


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


"Ayo kita mandi. Kalau sampai aku mencium badanmu bau busuk saat tidur akan kulempar kau keluar.


"Kau mandi duluan saja."


"Kenapa? Kita sama-sama pria, jadi santai saja".


"Aku mau mengumpulkan kayu bakar dulu", Mayla langsung pergi dengan wajah yang mengerut dan sedikit kesal, karena wajahnya sedikit memerah saat ini.


"Ada apa dengannya?"


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Setelah si penyihir datang membawa hasil berburu dan mencucinya, mereka langsung memasak dan memakannya.


"Aku belum tahu nama mu penyihir."


"Namaku Rowland, salam kenal pangeran."


"Rowland....., salam kenal."


"Oiya mengapa pengawalmu tidak melepas penutup wajahnya, bahkan rela memakan daging sisa agar tidak perlu membuka penutup wajahnya."


"......."


'Penyihir tua sialan, dia sengaja meledekku.'


"Pfft..., sudahlah aku mau tidur saja."


Setelah makan, rencananya mereka semua bergegas tidur, kecuali Mayla, dia harus membersihkan dirinya sebelum tidur. Sebelum pergi ke kolam yang ada di sekitar goa, ia harus memastikan semua sudah tidur sebelum ia mandi, seperti cacing kepanasan yang harus bolak-balik dan melihat apa mereka sudah tidur atau belum, terutama Sean.


"Sepertinya tempat ini cocok untuk berlatih, mana mungkin aku melewatkannya."


Mayla biasa memulai latihannya dengan mengendalikan tenaga dalamnya dan berlatih gerakan bela diri, dan setelah ia selesai berlatih bela diri, ia bisa merilekskan tubuhnya lewat latihan sihir. Penggunaan energi pada bela diri tingkat tinggi memiliki sedikit kesamaan dengan penggunaan sihir. Seni bela diri menyalurkan kekuatan mereka ke seluruh tubuh dan membuat tubuh bertenaga, jika sudah di tingkat tinggi, mereka bisa melakukan peringanan tubuh dan banyak hal yang berbeda dengan tingkat bela diri biasa. Berbeda dengan sihir, sihir mengumpulkan energi ke satu titik, lalu mereka menarik mana yang ada di sekitar mereka, lalu melepaskannya sesuai keinginan lewat mantra-mantra. Sihir dalam dunia ini sama seperti sihir lainnya, menggunakan mantra, namun mantra tersebut tidak bisa di dapat lewat buku, namun lewat pelatihan. Jika ia sudah menembus suatu tingkat, ia akan mendapatkan mantra yang muncul dalam alam bawah sadarnya, maka dari itu, setelah penyihir berlatih, mereka biasanya tidur dan pergi ke alam bawah sadar mereka. Tetapi jika ia seorang penyihir tingkat 5 ke-atas, ia bisa menciptakan alam bawah sadar mereka tanpa harus tidur, ruang itu disebut Alam Pengetahuan Sihir.


'Fyuh.., sudah pagi ternyata, latihan disini sungguh menyenangkan, mana ku terisi penuh, sepertinya mereka juga sudah bangun.' -Mayla


'Aku juga merasa segar, aku hanya bisa hidup jika manaku tidak habis, disini sungguh seperti surga.' -Emily


'Dasar dua bocah, bisa-bisanya memanfaatkan rumahku, aku akan memberi pelajaran di jalan nanti, pfft..., pasti akan seru mengerjai mereka.' -Rowland


'Heh..., kau pikir aku tidak bisa mendengar apa yang kau ucapkan dalam hati?' -Mayla


'Lho? Kok?' -Rowland


'Ada apa penyihir tua? Kau kaget?' -Mayla


'Kau...., menembus tingkatan lagi?!' -Rowland


'Tentu saja.'


Mereka berdua tidak sadar bahwa mereka sudah menciptakan suasana yang sedikit mencekam dengan saling bertatapan tajam, dan itu membuat Sean bingung.


"Ekhem..., kapan kita akan jalan?"


"Humph, ayo kita jalan, aku sebal sama pengawalmu itu."


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Saat di istana, Rowland diminta langsung menemui Vorges, Sean dan Mayla juga kesana menemani Rowland. Namun siapa sangka, akan terjadi hal yang tidak terduga.


"Hahahaha, ada apa Verick, apa kau bahagia disana? Harusnya kau berterima kasih padaku", Vorges mulai bertingkah seperti apa yang muncul di pikirannya. Kejadian ini membuat Mayla menyadari sesuatu. Kabar tentang kehadiran sang Penyihir menyebar, dan seluruh isi istana kini berkumpul di depan kediaman Vorges.


'Jangan sembuhkan dia dulu, aku memerlukannya.' -Mayla


'Oh.., baiklah.' -Rowland


'Halo Vorges, kau bisa dengar aku?', Mayla mencoba membuat koneksi antara pikirannya dan dunia ilusi Vorges.


"Kau...., siapa kau?!"


'Kau pasti tidak ingat tapi aku akan tetap bilang, aku Maylareen, gadis yang memohon Raja agar diasingkan ke sungai Emily 5 tahun lalu. Kau pasti sudah tau informasi bahwa Verick mengadopsi seorang gadis, dan akulah gadis itu, putri angkat Verick Rougrish dan Larry Rougrish, dulu kau membakar ayahku hidup-hidup, kau juga sudah membunuh ibuku belum lama ini bukan? Apa kau sudah puas merenggut orang tuaku?'


"Hahahaha, jadi kau ada disini? Kemari kau! Akan kubunuh kau sama seperti mereka, siapa suruh Verick terlahir sebagai keturunan pertama, jadi aku harus membunuhnya, dan aku berhasil saat itu, aku membakarnya hidup-hidup hahahaha, dan aku juga sudah membunuh ibumu dan kau di desa itu, namun siapa sangka kamu malah bergentayangan sekarang."


Kata-kata Vorges itu terdengar sampai luar, dan tanpa sadar ia membongkar perbuatannya sendiri. Hal itu terdengar sampai ke telinga kaisar, dan sekarang kaisar sangat murka, karena Verick yang sudah ia anggap putranya, dibakar hidup-hidup oleh Vorges. Dan, tanpa sadar Mayla pun meneteskan air matanya yang tidak terlihat karena penutup wajahnya.


'Dosa apa yang aku buat, hingga Tuhan selalu merenggut orang tuaku, aku hanya bisa melihat anak-anak lain bermain di pasar malam bersama ayah ibunya. Meski ayahku dan ibuku di dunia ini hanyalah orang tua angkat, Tuhan masih merenggutnya dariku.'


Baru update guys, sorry, akhir-akhir ini sibuk karena urusin sekolah, mungkin nanti aku usahain bikin draft dulu biar kalo sibuk masih bisa lanjut huhu.