About Time

About Time
Pelajaran pertama & perlombaan



     Keesokan paginya, para murid diperintahkan untuk memilih 4 pelajaran inti yang akan ia fokuskan nantinya. 4 pelajaran inti itu adalah teknik bertarung, penguasaan materi kesejahteraan negara, kemampuan bersosialisasi dan penguasaan hukum kerajaan, dan yang terakhir adalah penguasaan ilmu sihir. Kebanyakan pemuda memilih teknik bertarung, namun para gadis biasanya lebih ke penguasaan materi. Diantara 4 pelajaran inti itu, penguasaan ilmu sihir lah yang paling sedikit diminati karena sihir terkenal akan kesulitannya.


     Yang membuat Mayla tertarik adalah ilmu sihir. Ia bisa mempelajari teknik bertarung dari buku ayahnya, ia juga bisa ke perpustakaan sekolah jika ingin menguasai materi dan hukum kerajaan. Tetapi kitab sihir satu-satunya yang disegel karena dalam penggunaannya harus diawasi sang guru. Karena itu Mayla memilih penguasaan ilmu sihir untuk dipelajari kedepannya. Tidak disangka, yang memilih sihir hanyalah 5 orang.


     Pelajaran inti itu dilakukan setelah jam pelajaran umum dilakukan. Para murid yang memilih teknin bertarung akan dibawa ke arena pertarungan istana. Sedangkan yang penguasaan materi dibawa ke perpustakaan besar istana. Yang penguasaan hukum ke ruang sidang utama istana dan perpustakaan hukum Belugart. Dan untuk penguasaan sihir, mereka belajar ke aula sihir rahasia istana.


"Hhaha..., gadis miskin itu masuk ke penguasaan sihir? Aku yakin dalam satu minggu kemudian ia akan keluar karena tidak sanggup, hhahahaha", ujar Ghezee sambil menertawakan Mayla.


"Memang kenapa kalau Mayla memilih itu? Daripada kamu, masuk seni bertarung dengan tubuh lemah seperti ini, aku yakin dalam satu minggu tubuhmu akan remuk, hhahaha", sahut Fanny.


Nice girl, ujar Mayla dalam hatinya sambil tersenyum kecil dalam pikirannya.


"Ayo pergi", Mayla mengajak Fanny pergi lalu Fanny mengikutinya. Mayla pergi menuju aula sihir istana sedangkan Fanny pergi ke ruang perpustakaan hukum kerajaan Belugart.


"Lihat saja, setelah aku menguasai pertarungan, aku akan memberi pelajaran padanya", gerutu Ghezee dengan tampang kesal setelah mereka pergi.


Esok hari.......


     Para murid belajar dasar pelajaran inti yang mereka. Di aula sihir, para murid diajarkan untuk memusatkan tenaga dalamnya agar dapat menghasilkan sihir lewat pori-pori kulit ataupun menyalurkannya lewat sebuah benda seperti tongkat sihir.


"Oh Tuhan, apakah aku tidak mempunya tenaga dalam? Kenapa ga muncul-muncul? Hiks...", ujar seorang gadis karena ia sudah mencobanya ratusan kali tapi untuk mengetahui keberadaan tenaga dalamnya saja ia sudah menyerah.


Kuakui ini sulit, aku bahkan hanya bisa merasakan tenaga dalamku namun untuk mengeluarkannya itu hanya bertahan 2 detik, keluh Mayla dalam hatinya.


"Coba fokus pada setiap energi yang kalian miliki, bukan tenaga yang dikeluarkan dari otot tubuh, tetapi setiap energi yang mengalir di dalam tubuh dan yang tidak memerlukan gerakkan otot. Jika kalian masih menggunakan kekuatan otot tubuh kalian, tenaga dalam kalian tidak akan keluar bahkan tidak terlihat", jelas wanita paruh baya yang bernama Belle Develone.


Rileks Mayla..., jangan menggunakan sedikitpun otot tubuh..., Mayla berusaha keras berlatih ilmu ini karena menurutnya ini spesial dan menantang.


3 hari kemudian.....


     Banyak murid yang memilih menyerah mempelajari ilmu sihir ini, karena sudah 3 hari tidak ada peningkatan kemampuan, sedangkan 4 hari lagi akan diadakan perlombaan antarkelompok asrama dan mereka takut tidak bis. Sekarang ini hanya tersisa 2 orang, Mayla dan Roselie. Ya, dia adalah Roselie Venofit yang akan dinikahkan dengan Sean saat ia berusia 16 tahun dan Sean berusia 18 tahun. Hanya tinggal 2 tahun....


4 hari kemudian....


     Perlombaan pelajaran dasar antarkelompok akan dilaksanakan hari ini. Karena cabang sihir angkatan tahun ini juga hanya ada dua orang, maka tes sihir tidak akan dilaksanakan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Masing-masing kelompok mengirim 2 perwakilannya untuk masing-masing cabang perlombaan. Namun, angkatan tahun ini yang berada di Rougrish hanya 6. Akhirnya semuanya kebagian mewakili perlombaan.


     Perlombaan yang pertama seharusnya adalah perlombaan sihir, namun karena tidak ada peserta,  cabang keluarga Eustacia yaitu penguasaan materi. Tes ini menggunakan sistem olimpiade.


     Madam yang menjadi pembawa acara akhirnya memulai acara ini yaitu dengan perlombaan sidang hukum istana. Para peserta dihadapi dengan permasalahan hukum dan harus berdebat sesuai kemampuan bicara mereka. Siapapun yang memenangkan debat akhirnya dialah pemenangnya.


      Perdebatan ini tentang kasus pencurian yang tidak terselesaikan, dan akhirnya salah menghukum seseorang. Saat perdebatan dimulai, hampir semua peserta sudah ikut bicara dalam perang bicara dan menyampaikan berbagai pro dan kontra. Hingga suasana semakin memanas dan hampir mencapai puncak, saat itu terdapat kebuntuan dalam pembicaraan tersebut dan menciptakan suasana hening dengan satu pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang murid.


"Kau bilang dari awal semua bukti sudah menyalahkan tersangka, bagaimana jika bukti itu adalah rekayasa?, kenapa kalian tidak memberi kesempatan kepada tersangka menjelaskan? Jika memang dari awal tidak akan memberikan kesempatan untuk tersangka, lalu apa tujuan diadakan pertemuan itu?", tanya murid itu dengan tatapan kasihannya.


      Dia adalah Fanny. Fanny terngiang-ngiang dengan cerita yang diucapkan Mayla semalam, dan kebetulan itu sangat berhubungan dengan debatnya kali ini. Suasana hening karena pertanyaan itu.


"Karena memang tujuan awal diadakannya pertemuan itu hanyalah untuk mempermalukan tersangka yang notabennya adalah seorang permaisuri saat itu bukan? Saat itu memang terlihat bahwa benda sang Selir ada dalam kediaman sang Permaisuri, namun apa tujuan sang Permaisuri mencurinya disaat ia memiliki yang lebih baik. Untuk memancing agar orang menuduhnya? Itu bukanlah hal yang masuk akal. Merekayasa bukti agar saat sang Permaisuri mengelak tuduhan itu dan dianggap melawan bukti agar dia dijatuhi hukuman yang lebih berat hingga dipenggal seperti itu, itulah tujuan awal sang selir. Terkadang disaat yang penting, mata bisa menutupi kenyataan yang seharusnya bisa dilihat."


     Semua tertegun dengan perkataannya, itu adalah kasus sang Permaisuri terdahulu yang baru selesai saat ia sudah meninggal.


Prok..prok..prok....


"Inilah kenapa aku meminta pihak sekolah mengangkat tema ini, untuk memberi kalian pelajaran tentang bagaimana menghadapi hukum yang sebenarnya, selamat karena kau sudah berani mengungkapkan pendapatmu meski umurmu yang muda", sang Raja berbicara sambil berdiri dan tersenyum.


"Perlombaan pertama dimenangkan oleh Rougrish karena keberanian seorang murid bernama Stefanny Archer yang bahkan mampu membicarakan betapa lemahnya hukum dimasa terdahulu dan dengan lantang menyampaikan aib kerajaan demi kebenaran tanpa mempedulikan akibatnya, inilah orang-orang yang dibutuhkan kerajaan saat ini", pengumuman itu sontak membuat seluruh anggota kelompok Rougrish bertepuk tangan dan berteriak dengan bangganya. Fanny kembali bergabung dengan anggota Rougrish lainnya dan menghampiri Maylareen.


"Kau lihat? Berkat ceritamu dan perkataanmu semalam, aku mampu berani dan menang saat ini, aku harus belajar banyak darimu hhahha", ujar nya sambil memeluk Mayla. Mayla hanya tersenyum dan memeluk Fanny juga.


     Perlombaan kedua juga akan segera dilaksanakan, yaitu olimpiade penguasaan materi. Pada perlombaan ini, Mayla juga tidak mengikutinya karena mereka meremehkan kemampuannya. Mayla tidak peduli dengan hal itu, ia hanya berpikir mungkin mereka akan menyesal karena tidak mengirim seorang sarjana S3 untuk memenangkan olimpiade kecil ini.


     Pertanyaan demi pertanyaan sudah dilontarkan dan dijawab oleh para murid dan menghasilkan Rougrish dan Eustacia di final. Pertanyaan terakhir ini akan menentukan siapa pemenangnya dengan 2 pointnya.


"Silahkan peserta melihat pertanyaan dalam kertas yang sudah disediakan!"



"Apa ada yang bisa menjawabnya?", ia bertanya namun suasana tetap hening yang tidak menemukan adanya tanda-tanda peserta yang akan menjawabnya.


"Jika diantara seluruh anggota Rougriash dan Eustacia baik peserta, atapun yang bukan peserta termasuk senior, jika ada yang bisa menjawabnya, maka anggota dari kelompok itu mewakili kelompoknya untuk menang", tiba-tiba sang Raja memberitahu hal tersebut namun masih saja tidak ada tanda-tanda orang yang akan menjawabnya.


Prok..prok..prok..


Sang Raja tiba-tiba berdiri dan memberikan tepuk tangannya yang memecah keheningan itu.


"Jenius, siapa namamu?", tanya Raja.


"Maylareen"


"Pemenangnya sudah ditemukan, dengan ini dinyatakan bahwa perlombaan ini juga dimenangkan oleh Rougrish", ujar madam yang menilai perlombaan ini yang disambut riuh oleh anggota kelompok Rougrish.


"Gadis miskin itu....", geram Ghezee.


     Seluruh murid diperintahkan untuk ke arena pertarungan istana untuk memulai perlombaan terakhir yaitu seni bertarung. Tahun ini perlombaan yang dilakukan adalah berkuda dan memanah. Karena Mayla belum mengikuti satupun perlombaan, ia mau tidak mau harus mengikuti perlombaan kali ini meski ada yang tidak setuju karena status Mayla yang dianggap wanita lemah, namun ini sudah peraturan perlombaan. Seluruh peserta diperintahkan untuk mengganti pakaian mereka dan untuk peserta perempuan harus menguncir rambutnya agar tidak mengganggu pergerakkan.


     Dari kelompok Rougrish ada Eric Soviesch dan Maylareen yang akan maju, dari Eustacia ada Roger Giostera dan Ellie Giostera, Crish Venofit dan Ghezee Loraine dari Liensder, Jordan Liensder dan Jane Shoulmant dari Develone.


Aku akan membalas dendam lewat perlombaan ini gadis jelek, ujar Ghezee dalam hatinya.


   Mayla sudah mengganti pakaiannya dan mengikat rambut hitamnya dengan tinggi. Penampilan ini adalah wajah Mayla yang sesungguhnya. Aku yakin aku akan menjadi topik pembicaraan lagi, huft...


     Setelah Mayla keluar, tiba-tiba Eric menghampirinya dan tertegun saat melihat penampilan Mayla yang sekarang. Mayla terkejut karena ia gagal merahasiakan wajahnya dari siapapun karena saat ini Eric terlanjur melihatnya. Ia berniat menyembunyikannya karena saat ini ia sangat berbeda dengan gadis yang menggunakan dress kusut dengan warna yang sudah luntur, rambut yang dikuncir kebawah dan menutupi wajah, mata yang tertutup kacamata yang membuat wajahnya terlihat sangat suram. Sekarang adalah Mayla yang berpakaian seperti petarung, rambut yang diikat tinggi menampilkan wibawanya, wajah mulus, bibir pink alami, hidung mancung, wajah ramping dan matanya yang melihat tajam.


      Dia terlihat seperti wanita yang gagah dan kuat dengan proporsi tubuh sempurna, dia bahkan lebih cantik dari putri bangsawan meski tidak memakai riasan wajah, pikir Eric sambil terpana dengan gadis didepannya.


"Kau terlihat cantik dengan pakaian ini, kau pasti bisa, usahalah sekuat tenaga", ujar Eric dengan senyum ramahnya ke Mayla.


"Terima kasih", jawab Mayla dan menutup wajahnya dengan kain hitam dengan kuat, setelah itu ia langsung pergi melihat kudanya.


Dia benar-benar cantik, namun dia sulit didekati, pikir Eric dalam hatinya.


     Perlombaan dimulai dengan perlombaan berkuda dan berpedang pria. Lalu disusul oleh perlombaan berkuda dan memanah wanita. Setelah dimulai, perlombaan ini disambut riuh oleh seluruh murid karena memang selain sihir, perlombaan bertarunglah yang paling diminati oleh semua murid Amune.


    


"Aku yakin Rougrish akan menang pada perlombaan pria dan kalah pada perlombaan wanita"


"Aku juga berpikir seperti itu"


"Eric terlihat tampan dan gagah ya Tuhann...."


"Kudengar keluarga Soviesch menempati kemampuan bertarung terhebat kedua setelah Rougrish"


     Perlombaan babak pertama sudah selesai dan menyisakan Eric Soviesch dan Crish Venofit di final. Pertarungan mereka terlihat sengit melihat banyak luka yang ada di tubuh keduanya. Awalnya Crish Venofit sedikit unggul dibandingkan Eric Soviesch, namun hasil akhir dapat berubah. Pemenang pertarungan ini adalah Eric Soviesch.


     Setelah perlombaan pria selesai, giliran perlombaan wanita. Seluruh peserta diberi tahu untuk memasuki arena bertarung. Satu-persatu dari mereka muncul. Namun, Mayla muncul, keadaan menjadi sedikit tidak menyenangkan.


"Pasti dia malu dengan wajahnya sehingga menutupinya dengan penutup wajah hhahaha"


"Iya, bagaimana jika penutup wajahnya itu di bukabuka, dia akan malu hahahaha"


"Dia satu-satunya yang menutupi wajahnya"


"Ghezee jauh lebih baik dibandingkan dia saat ini"


"Iya, Ghezee cantik dan dia juga masih dikawasan bangsawan"


     Pertandingan diawali dengan berkuda, lalu memanah, dan berkuda sambil memanah saat final. Yang pertama adalah Liensder melawan Eustacia. Perlombaan itu dimenangkan oleh Ghezee Loraine dari kelompok Liensder. Pertarungan kedua adalah pertarungan antara Develone dan Rougrish. Pertarungan berkuda akan segera dimulai setelah hitungan mundur. Mayla dan Jane sudah bersiap di garis awal. Pada awalnya Mayla ada dibelakang, namun setelah mendekati garis finish, ia mampu madahului Jane dan menjadi pemenang babak berkuda.


Jika hanya berkuda atau memanah aku bisa karena sudah mempelajarinya di masa modern. Untung aku sudah mempelajari teknik yang berbeda dengan teknin modern dari buku ayah, ujar Mayla dalam hatinya.


Semua orang yang menonton perlombaan itu terkejut, bagaimana seorang gadis jelata bisa memenangkan perlombaan dari seorang bangsawan.


Begitupula dengan perlombaan memanah. Saat mata tajam Mayla menentukan sasaran, ia menari busur panah dengan kuatnya. Ia melepaskan busur itu dan...., busur itu menancap di tengah lingkaran. Ia sudah biasa melakukannya didunia modern dengan pistol karena ayahnya mafia. Mayla memenangkannya dan maju ke babak selanjutnya. Itu membuat satu sekolah membicarakannya.


__________________________________


Thx for reading