
zain terus melihat ke arah tasyqi dengan tatapan yang sulit diartikan tatapan sedih dan kerinduan menjadi satu, zain malu tapi disisi lain dia juga sangat rindu dengan perempuannya itu
"oh tasyqia kamu datang aku kira kamu akan tinggal di Korea" ucap seraphina dengan sinis sambil memeluk tangan zain
"aku pulang atau tidak itu bukan urusanmu, kita tidak cukup dekat untuk membahas hal ini sera" tasyqi menjawab santai sambil tersenyum
"ah iya sayang bukan nya kalian berdua sama - sama kuliah di Korea, kalian pasti sering bertemu dong?" tanya seraphina dengan sengaja
"iya begitulah" jawab zain tersenyum canggung sedangkan tasyqi tidak menjawab pertanyaan seraphina hanya menatap tajam ke arah zain
"iya apalagi kalian kan berteman dekat dari SMA, pasti menyenangkan bisa kuliah dan main bareng di negeri orang, benarkan tasyqi?" tanya alex
"alex kami tidak sedekat itu kok, kami sangat jarang bertemu bahkan sibuk dengan urusan masing - masing" jawab tasyqi masih menatap zain dengan tajam
zain kaget dengan jawaban tasyqi yang begitu dingin, suasana berubah menjadi canggung karena percakapan mereka, wira yang menjadi MC menyadari hal itu dan berusaha mencairkan suasana
"hey teman - teman ayo kita mulai permainannya"
botol wine mulai diputar dan menunjuk tepat dihadapan tasyqi
"wah ratu kita hari ini yang pertama kena" ucap rendi kegirangan, rendi teman dekat zain waktu SMA
"baiklah siapa yang akan bertanya pada tasyqi?" tanya wira sang mc
"aku" jawab seraphina dengan cepat
"truth or dare" tanya sera
"truth" jawab tasyqi dengan tatapan tajam
"siapa orang yang kamu suka di ruangan ini?" tanya seraphina
"tidak ada" jawab tasyqi sambil tersenyum
"wah yang benar saja, apa sekarang kamu memiliki pacar?" ucap sera menyindir tasyqi
"wah sera kau banyak tanya sekali, apa kamu sangat tertarik dengan kehidupan pribadi ku?" skakmat jawaban tasyqi membuat sera diam dengan perasaan yang sangat kesal
"mana mungkin wanita secantik tasyqi tidak punya pacar semua lelaki pasti klepek klepek sama dia haha" ucap alex mencairkan suasana
"alex aku pernah berpacaran hanya denganmu saja, aku bukan tipe yang bisa ganti - ganti pasangan dengan mudah" ucap tasyqi sambil memandang zain
zain menatap tajam tasyqi dan mengepalkan tangan nya, hati nya sakit mendengar ucapan tasyqi, tapi dia cukup tahu diri mungkin tasyqi lebih sakit hati oleh nya
"you really? aku sangat tersanjung menjadi satu - satu nya yang pernah menjadi pacar secantik dirimu" ucap alex dengan gembira meletakkan tangan nya di bahu tasyqi
"ah yang benar saja aku tak percaya itu" ucap wira, tasyqi hanya tersenyum tak menanggapi omongan wira
"tapi kenapa kamu tidak pacaran lagi, apa kamu gak bisa move on ya dari alex?" ucap naura dengan sinis yang duduk di sudut meja
naura dulu teman se asrama tasyqi saat SMA, sekaligus wanita yang berselingkuh dengan alex tapi hubungan nya dengan alex tak berjalan lama karena alex mencampakkan nya begitu saja
tasyqi membuang nafas kasar "hah omong kosong apa itu, menurutku sangat merepotkan harus terikat dengan kehidupan orang lain" tersenyum menyunggingkan setengah bibir nya
putaran kedua kali ini fedy yang kena dan dia kalah berkali - kali bahkan fedy sudah sangat mabuk, begitupun dengan teman - teman tasyqi yang lain dila dan reinata kalah, hanya minum dua gelas mereka sudah mabuk, saat putaran terakhir botol itu mengarah pada tasyqi lagi
"kali ini aku yang akan bertanya lagi pada nya, truth or dare?" tanya seraphina tersenyum ketir
"dare" ucap tasyqi dengan singkat
"cium satu orang yang ada di meja ini"
"sera apa yang kau lakukan, kau sudah gila" tanya zain khawatir tasyqi akan melakukan hal itu
semua yang masih sadar menatap ke arah mereka berdua, mereka tidak percaya sera menyuruh tasyqi mencium orang lain, sera sengaja menguji tasyqi dengan tantangan itu, karena dia tahu tasyqi tidak akan pernah membiarkan tubuh nya di sentuh sembarang orang, tapi jika tasyqi menerima nya itu keuntungan bagi sera untuk memperlihatkan pada zain betapa murahannya tasyqia kesayangannya itu
"oke" jawab tasyqi, zain tak menyangka tasyqi akan menerima tantangan itu
tangan tasyqi menyentuh pipi alex lalu mencium bibir alex sambil memejamkan mata nya, alex membulatkan mata nya karena tak percaya tasyqi mencium nya secara tiba - tiba, alex tahu tasyqi bukan perempuan yang bebas seperti itu, alex menyentuh tengkuk tasyqi membalas ciuman nya lebih dalam lagi, mereka berdua terhanyut dalam permainan itu, zain hanya bisa mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosi nya
bukan hanya zain yang kaget melihat kejadian itu, semua orang yang hadir juga terkejut menyaksikan nya, walaupun pergaulan mereka bebas tapi semua orang yang hadir tahu tasyqi bukan perempuan yang bebas seperti itu, sontak saja semua orang bersiul dan bertepuk tangan setelah permainan mereka usai
"aku permisi ke toilet dulu" ucap tasyqi setengah berlari
tak lama zain menyusul tasyqi ke toilet, zain menunggu tasyqi cukup lama di depan pintu toilet, saat tasyqi keluar tasyqi hanya melirik zain sebentar lalu berjalan lurus, namun langkah nya terhenti ketika tangan zain mencengkram nya dengan kuat, zain menyeret tasyqi hingga punggung nya menyentuh dinding dengan sedikit kasar
"zain kamu sudah gila, apa yang... hemmm"
tasyqi tak bisa meneruskan kata - katanya karena zain mencium nya secara kasar dengan tiba - tiba, tasyqi terus meronta dan memukul tangannya ke dada bidang zain, zain melihat tasyqi menangis mulai melepaskan ciuman nya
"apa kau sudah gila" tanya tasyqi
"ya aku gila karena mu, aku akan membersihkan bekas ciuman si brengs*k itu, kamu hanya milik ku tak ada yang boleh menyentuh mu selain aku" ucap zain
dengan emosi yang menggebu, zain mencium tasyqi lagi secara paksa kali ini dia sengaja menggigit bibir tasyqi, saat bibir tasyqi terbuka zain langsung memasukkan lidah nya ke dalam mulut tasyqi mengabsen semua rongga mulut tasyqi dengan lidah nya, tasyqi tidak meresponnya hanya terus menangis sambil memukul dada zain dengan keras, zain tidak menghiraukan tasyqi ciuman nya menuntut lebih dan semakin dalam, saat melihat tasyqi kehabisan nafas zain melepaskan ciumannya
"zain kau menyakitiku" ucap tasyqi sambil terus menangis
"maafkan aku tasyqi, aku hanya tidak suka kamu mencium orang lain, kamu hanya milikku" ucap zain memegang dua tangan tasyqi dengan lembut
"hah milikmu kau bilang, hentikan omong kosongmu memang nya apa hubungan kita zain" tasyqi menepis tangan zain dengan kasar ucapannya meninggi sambil terus menangis
"tasyqi ku mohon jangan seperti ini, ini bukan kamu yang aku kenal"
"tasyqi yang kamu kenal sudah lama hilang, dua tahun lalu, dua tahun selama itu aku menunggumu, hatiku sakit zain tapi disisi lain aku begitu bodoh menunggumu berharap kamu datang dan menjelaskan nya padaku, tapi penantian ku sia - sia" tasyqi berteriak sambil terus menangis
"tasyqi aku tahu aku bodoh, aku tak tahu malu aku mohon maafkan semua kesalahanku" zain menangis menatap tasyqi, tangan nya memegang kedua bahu tasyqi
tangan tasyqi menepis tangan zain yang ada di bahu nya "aku lelah zain aku tak mau melibatkan lagi diriku dengan orang lain, ingat zain kamu yang meninggalkan ku, mari anggap diri kita orang asing, jangan mengingatnya kembali itu hanya akan menyakiti kita berdua, jika suatu saat kita bertemu lagi tak usah saling menyapa" tasyqi berjalan meninggalkan zain mengusap air mata nya yang terus berjatuhan
tasyqi berjalan ke arah meja nya memasang muka se tenang mungkin agar tidak ada yang curiga, dia merebut gelas alex begitu alex akan meminumnya dan langsung menghabiskan wine itu dalam satu teguk
"hey tasyqi pelan - pelan bukankah kau tak biasa minum?" ucap alex khawatir
"aku sedang ingin minum" meminum lagi dua gelas wine penuh
"hey nanti kamu bisa mabuk, apa suasana hatimu sedang buruk?" merebut gelas tasyqi
"alex berikan itu padaku aku sedang ingin minum" berusaha meraih gelas yang ada ditangan alex
"kalau kamu mabuk bagaimana?" tanya alex
"kamu bisa mengantarku pulang bodoh haha" ucap tasyqi yang sudah sedikit mabuk, alex pasrah menyodorkan gelas itu pada tasyqi
tasyqi sudah minum wine gelas ke 8 pandangan nya agak buram dia sudah terlihat sangat mabuk, zain hanya menatap lurus ke arah wanita yang dicintai nya itu
"kau sudah sangat berubah tasyqiku, maafkan aku yang membuatmu seperti ini" dalam batin zain
"tasyqi hentikan kamu sudah sangat mabuk" ucap alex memegang tangan tasyqi yang akan mengambil lagi minuman
"ayo ku antar pulang, ini sudah larut malam" alex menggandeng tangan tasyqi yang sudah sangat mabuk ke pintu keluar
"aku yang akan mengantarkan nya" ucap zain tiba - tiba mengambil alih tasyqi
"hey dia yang meminta ku mengantarnya pulang" ucap alex
"apa aku bisa mempercayakan tasyqi pada lelaki brengs*k seperti mu?" zain tersenyum menyunggingkan sebelah bibir nya
"kau.. aku bukan lelaki brengs*k yang akan menyentuh wanita baik - baik, berikan tasyqi padaku" alex merebut tasyqi dengan paksa
"hey pelan - pelan kau menyakitinya" ucap zain menarik sebelah tangan tasyqi
tasyqi yang merasa sangat pusing samar - samar melihat wajah zain, dia bicara melantur bahkan memaki zain
"hey dasar pria brengs*k, di dunia ini tak ada pria yang setia termasuk kamu dan kamu" tasyqi menunjuk zain dan alex secara bergantian sambil menangis
"aku benci kamu, kamu menyakitiku, kamu membuatku menunggu sangat lama kamu...hoekk" tasyqi tak bisa meneruskan kata - kata nya karena dia muntah ke bajunya zain
zain langsung membawa tasyqi masuk ke mobil nya, sedangkan alex mematung tak percaya mendengar ucapan tasyqi yang sangat kasar, alex tahu tasyqi minum banyak pasti terjadi sesuatu antara dirinya dan zain, zain memasang seat belt untuk tasyqi dan melajukan mobilnya, sepanjang jalan tasyqi terus berbicara tak jelas dan menangis dengan mata terpejam
"kau laki - laki bodoh, dasar tak tahu malu, brengs*k, aku benci kamu sangat benci" tangisannya makin kencang
"maafkan aku tasyqi, aku membuatmu sakit dan semakin menderita" batin zain
zain membawa tasyqi ke apartemen nya, menidurkan tasyqi di ranjang nya, setelah tasyqi tidur dengan nyaman, dia pergi mandi membersihkan diri nya
"selamat tidur tasyqi ku, maafkan aku terus menyakiti mu" mencium kening tasyqi dan menarik selimut tasyqi sampai menutupi lehernya lalu zain tidur di sofa
kira - kira akan seperti apa ya kedepan nya hubungan tasyqi dan zain 😊
To Be Continued ❤️....
teman - teman tolong minta vote, atau like dan komen nya ya karena satu like dan komen kalian adalah kritik membangun yang sangat berguna bagi author untuk terus memperbaiki karya author, terimakasih 😊🙏