
Sedikit note supaya ga bingung, takutnya kalian bingung bacanya.
1. Ucapan yang di cetak miring itu tulisan sihir buat komunikasi Mayla(Dregar) karenakan ceritanya dia bisu.
Contoh: "Aku akan ikut berburu."
2. Kalau ada obrolan yang pakai tanda ( ' ), artinya mereka komunikasi dalam hati/telepati. Biasanya ini dipake buat komunikasi Emily sama Mayla, atau komunikasi Mayla sama penyihir lain, contohnya sama Rowland, bedanya kalau dibawah tingkat 8, Mayla ga bisa denger karena Rowland bisa pakai effect pelindung suara, kecuali satu tingkat atau lebih tinggi, effectnya ga berpengaruh.
Contoh:
Mayla: 'Apanih? Kok dia tau?'
Emily: 'Itu salah satu kekuatannya.'
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Back To Story
Kaisar yang marah mendengar ucapan Vorges menjatuhkan hukuman mati, setelah Rowland menghapus sihir ilusi dari Vorges, Vorges mengamuk karena raja menghukum mati dia hanya karena Verick. Ia pergi bersama Ryon keluar perbatasan, istana pun mulai membereskan kekacauan yang terjadi.
'Tujuanku sudah selesai, yaitu membalaskan dendam orang tuaku, lalu setelah ini, apa aku akan mati lagi seperti sebelumnya setelah aku kehilangan tujuan hidup?' -Mayla
'Kau pikir aku akan mengijinkanmu mati? Kau lupa dengan janjimu.' -Emily
'Siapa bilang aku lupa? Tujuanmu itu Ryon Rougrish-kan? Kau bersumpah akan mencabut kembali jantungmu yang ada dalam dirinya saat kau memutuskan untuk berdiam di alam manusia dan menjadi roh.' -Mayla
'Ba...bagaimana kamu tahu?' -Emily
'Aku bisa mendengar isi hatimu dan pikiranmu saat kau melihat Ryon datang.' -Mayla
'Kau curang.' -Emily
'Tenang saja, aku tidak melihat penuh kejadiannya kok, aku ingin mendengarnya darimu langsung, begitu akan lebih baik, karena ketika kau mau memberitahu aku, artinya kau sudah siap menghadapi kesedihan terbesarmu yang kau pendam.' -Mayla
'Kenapa kau jadi puitis ya?' -Emily
'Diamlah! Sekarang dendam kau sudah terbalaskan, cepat atau lambat mereka akan dieksekusi mati, sekarang mati pun aku tenang.' -Mayla
'Siapa bilang sudah terbalaskan? Aku kenal dengan baik siapa Ryon, Ryon dan Vorges akan datang membawa kejutan.'
Benar seperti yang Emily bilang, Ryon dan Vorges memberontak, mereka datang bersama ribuan prajurit rahasianya menembus perbatasan luar utara. Raja yang mendengar ini dari salah seorang utusan perbatasan merasa bahwa ia ceroboh karena tidak memikirkan ini, mereka memaksa raja turun tahta jika ia tidak ingin Belugart menjadi danau pertumpahan darah rakyatnya sendiri. Ternyata Vorges selama ini menggelapkan gaji prajurit istana dan menggunakannya untuk menghidupi pasukan rahasianya. Bahkan Ryon Rougrish ikut terlibat dalam penggelapan uang ini. Raja bersumpah akan mencabut gelar 4 keluarga besar dari keluarga Rougrish setelah ia berhasil mengeksekusi mati Vorges dan Ryon. Mungkin perang ini akan berlangsung lama karena baik pihak Vorges ataupun pihak istana membutuhkan waktu untuk menyusun strategi. Untuk menghancurkan istana, Vorges harus bisa menembus 10 benteng pertahanan yang berada di perbatasan wilayah Belugart yang masing-masing benteng dijaga oleh 2 jenderal berbintang. Sekarang ini, posisi mayor jenderal sedang kosong, sedangkan Raja sendiri sudah berumur, pangeran pun masih kalah jauh tingkat bela diri nya sehingga ia tidak mungkin turun tangan sebagai panglima perang ini.
"Dengarkan aku, Sean akan menerima lamaran putri kerajaan Thanderos, dengan begitu kita mempunyai dukungan dari Thanderos. Perang kali ini bukan perang biasa, prajurit rahasia Vorges bukanlah prajurit yang bisa dihadapi prajurit biasa. Setelah Sean menikah, bawa-lah seluruh keluarga kerajaan pergi, setidaknya kalian harus selamat", perintah Raja.
"Tapi ayah, aku tidak ingin menikah", Sean menolak pernikahan itu karena ia memang tidak menyukai Roselie sejak awal.
"Dengarkan aku, kita tidak punya pilihan lain, tanpa adanya Panglima, mustahil kita memenangkan perang ini, namunkita akan berhasil jika Thanderos mendukung kita."
"Tidak, aku bisa menjadi Panglima, aku akan melawan Vorges."
"Diam. Aku melakukan ini untuk kebaikan kita semua, setidaknya aku bisa menyediakan tempat tinggal untuk kalian jika memang kita akan kalah. Vorges bukanlah orang yang bisa kau hadapi, tingkatannya sudah jauh diatasmu."
"......."
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sean terus murung karena ia disuruh menikah dengan Roselie, ia juga merasa tidak mampu melindungi rakyatnya dan keluarganya.
"Hei Dregar, menurutmu aku harus bagaimana?"
"Ikuti perintah ayahmu dan menikah."
"Huhhh, kau juga malah menyuruhku menikah.Tetapi jika ayah tetap kalah, ia akan mati sendirian disini. Lalu aku? Aku malah menikmati hidup di Thanderos bersama Roselie."
"Yang dilakukan ayahmu semua demi kebaikanmu dan keluargamu juga."
"Keluargaku selamat, bagaimana dengan rakyatku? Apa aku harus diam saja saat melihat mereka menghabisi rakyatku?"
'Aku sedikit terharu dengan sikap pedulinya itu.' -Mayla
"Mungkin kau tidak pernah mengalaminya, tetapi jika kehilangan orang tua untuk yang kedua kalinya dalam ingatan yang sama itu sangat menyakitkan".
'Aku mengalaminya, aku sudah mengalaminya.'
"Sudahlah, nanti kuutus kau mengantar Rowland pulang, tidak akan sopan jika menelantarkan dia."
"......"
'Yasudah, aku bantu kamu jadi kuat, selamatkanlah orang tuamu, semoga kau tidak merasakan perasaan yang ku alami.'
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Mayla ditugaskan mengantar Rowland sampai ke goa tempat tinggalnya, mereka memperkirakan ia akan sampai kembali di Belugart dalam 20 hari.
"Kau teleportasi saja, ga usah bikin repot, aku ada urusan."
"Jahatnya, kan yang disuruh mengantarku itu kau, untuk apa aku teleportasi, tempat tinggalku sangat jauh, bisa-bisa mana-ku terkuras banyak."
"Justru itu, kau mau teleportasi sambil membawaku? Akan lebih baik jika teleportasi sendiri, dan memangnya kamu penyihir tingkat berapa? Cepat pergi sana."
"Dasar gadis jahat, huhh! Sampai jumpa, jangan merindukanku ya."
"......."
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Mayla mengubah penampilannya, kembali menggunakan pakaian perempuannya, dan memulai rencananya. Ia menemui Sean yang sedang berlatih di halaman belakang istana.
"Kau masih berharap bisa ikut berperang ya?", ujar Mayla yang sedang duduk di pohon sambil memakan apel.
"Siapa kau?", Sean yang kaget langsung waspada, namun ia juga merasa familiar dengan gadis yang ada di depannya.
"Kau melupakan aku ya pangeran, aku pernah berjanji akan menemuimu lagi."
"Cepat beri tahu siapa kau! Tujuan apa datang kesini?"
"Aku gadis yang kamu tolong dipenjara 5 tahun lalu, yang diasingkan ke danau Emily."
'Jika dia benar-benar gadis 5 tahun lalu, berarti ia berhasil keluar dari wilayah danau itu? Bagaimana ia tidak mati?'
"Kamu menginginkan aku mati?"
Sean mengerutkan alisnya, ia kaget menyadari bahwa gadis dihadapannya itu bisa mendengar ucapannya dalam hati.
"Kalau kamu mau ikut berperang, aku bisa mengajarimu lho."
"Cihh, takutnya kau ini masih seorang petarung amatir."
"Sembarangan, kekuatanku ini 10 kali lipatnya kekuatanmu tau. Kalau tidak percaya, kita bertarung saja."
"Aku tidak melukai perempuan."
"Kau meremehkanku?", Mayla kesal dan langsung menyerang Sean. Mereka bertarung tidak lama, hasilnya pun sudah diketahui, Sean kalah dalam sekejap.
"Netral?"
"Iya, danaunya sekarang sudah menjadi danau biasa."
"Hm, sudahlah, sekarang kamu jadi muridku saja, ku jamin akan naik 5 tingkat dalam satu bulan."
"Memangnya kau sudah ditingkat apa?"
"Pengendalian roh."
"Jangan membohongiku."
"Aku tidak bohong, coba kamu sebutkan ciri khas petarung tingkat pengendalian roh, nanti akan kutunjukan padamu."
"Kamu sudah tingkat pengendalian roh tapi tidak tahu apa saja kekuatanmu, aku jadi ragu."
"Sudah sebutkan saja, aku lupa aku dapat kekuatan apa saat memasuki tahap pengendalian roh."
"Menurut buku yang ku baca, petarung tingkat
pengendalian roh bisa menjalani pelatihan dewa, mereka bisa melakukan hal-hal yang dilakukan penyihir, contohnya mengendalikan pikiran sesorang, mereka juga bisa kloning menjadi beberapa tubuh."
"Sini kukendalikan pikiranmu, kamu pergi ambil minum untukku, jangan menyuruh pelayan", Mayla mengendalikan pikiran Sean dan Sean langsung menuruti perkataannya.
"Hei! Memangnya aku pelayanmu?!"
"Kan aku hanya membuktikannya padamu, jadi sekarang bergurulah padaku, datang ke sini setiap pagi, usahakan tidak ada yang melihatmu."
"Aku belum menyetujuinya lho."
"Kamu mau menikah? Bagaimana jika ayahmu tetap kalah? Semua ada ditanganmu, aku tunggu kamu besok disini, sampai jumpa."
"Tunggu, maukah melatih pasukanku juga? Aku percaya padamu, jadi tolonglah aku."
"Kamu pikir mudah melatih ratusan ribu pasukan? Bisa gila nanti aku."
"Tenang saja, aku dan para jenderal akan membantumu mengatur mereka."
"Aku pernah ada konflik dengan raja, nanti kamu saja yang jadi perantaraku."
"Baiklah."
Keesokan paginya......
"Bagus kamu datang, ayo mulai, kamu pergilah ke ladang perkebunan Kerajaan di halaman belakang, kamu tanam sayuran hijau, tidak boleh meminta bantuan, kalau sampai meminta bantuan, aku tidak akan melatihmu."
"Bagaimana aku mau mengerjakannya? Ladang disana sangat besar, kamu mau melatihku atau menyiksaku?"
"Ikuti saja perintahku, tidak boleh gagal panen, dalam 1 bulan harus sudah tumbuh, jika ada yang bisa panen dalam satu bulan, maka harus panen, nanti setelah panen, sayurannya untukku ya, selamat mengerjakan, tengah hari nanti kau datang ke sini, kita akan berlatih gerakkan, sana mulai!"
"Awas kalau hanya membuang waktu. Lalu para prajurit?"
"Minta semua petani berhenti menanam, suruh prajuritmu menanam semua jenis obat-obatan, sayuran, padi, dan lain-lain. Semua ladang yang ada di wilayah Belugart harus terisi penuh, tidak boleh ada yang kosong."
"Kau ini gila? Memberhentikan petani dan menyuruh prajurit? Bagaimana aku bilang ke ayah?"
"Suruh dia percaya padamu, kita pasti menang."
"Apa jaminannya?"
"Kalau kau masih tidak bisa menerobos, aku turun tangan."
"Mana bisa kau melawan ratusan ribu musuh? Belum lagi ada Vorges."
"Kamu sepertinya belum paham perbedaan jauh petarung tingkat pengendalian roh dengan pembentukan jiwa, aku bahkan bisa membelah bumi dengan pedangku, satu rahasia dariku, aku juga seorang penyihir."
"Hahh??"
"Masih belum menanam?"
Beberapa jam setelahnya.....
"Lelah ya? Sudah ditanam semua?"
"Sudah"
"Hmm, sekarag kita berlatih jurus. Oh iya, nanti pasukkanmu itu berlatih secara bergilir ya, dibagi menjadi 4 kelompok, 1 kelompok perminggu, kalau kau setiap hari."
"Apa?! Bukankah ini tidak adil?"
"Lakukan saja perintahku."
Begitulah hari-hari mereka di jalani, berlatih keras dan bekerja keras juga. Kegiatan setiap harinya semakin banyak, seperti menangkap ikan dengan tangan, menumbuk padi, memanen sayuran, mengangkut air, menambang, bermain tarik tambang, balap karung, berjemur dibawah terik matahari, belajar mengobati luka, latihan bertarung seperti biasanya dan tidur dimalam hari. Para prajurit bergilir untuk latihan dan menjaga istana, para prajurit perbatasan pun digilir, semuanya berjalan sistematis.
"Aku bekerja keras disini, tetapi dia pergi hilang entah kemana, dan yang anehnya, dia selalu tahu apa yang kulakukan."
'Jangan mengeluh, kalau mengeluh, aku jemur kamu satu hari penuh, jika pingsan akan kuberi obat dan kusuruh berjemur lagi.'
"Iya....iya...."
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Ditempat lain......
"Entah apa yang dilakukan Sean dengan para prajurit, kita hanya bisa percaya padanya", ujar Raja.
"Benar, ia bahkan melakukan pekerjaan rakyat biasa, aku tidak mengerti jalan pikirannya", ujar Ratu.
"Tetapi ia bilang kalau gurunya saat ini ada di tingkat pengendalian roh, akhirnya muncul petarung tingkat tinggi setelah ribuan tahun. Aku juga akan menyampaikan surat penolakan lamaran setelah ini, semoga semuanya baik-baik saja."
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
30 hari kemudian.......
"Hari ini kita akan memukul mundur pasukan Vorges dan memenangkan perang, strategi sudah ku pikirkan dan kemungkinan menang seratus persen", ujar seorang gadis yang kini memakai zirah.
"Tetapi apa kau yakin? Ratusan ribu pasukan Vorges itu terlatih baik, mereka juga sudah bersiap lebih lama dari kita."
"Kalau ku bilang kita menang maka kita menang, cukup ingat itu saja."
"Ngomong-ngomong Dregar enak sekali ya...., aku rindu mengerjai dia, latihan denganmu begitu melelahkan. Dia tidak ikut perang nanti, dia ditugaskan memimpin pasukan menjaga keluarga kerajaan nanti."
'Cihh..., kamu mengerjaiku dulu, aku tidak bisa apa-apa, sekaranggantian aku mengerjai kamu, hahahahaha......'
Mayla dan Sean berjalan menuju gerbang istana, mereka akan berangkat ke perbatasan utama benteng ke 4, selama satu bulan pihak istana tidak bergerak, mereka mampu menembus 6 benteng terluar, sekarang rakyat di ungsikan ke wilayah benteng 3. Mereka berangkat ke perkemahan prajurit dan tiba dimalam hari.
"Satu malam untuk istirahat, jangan menyia-nyiakan waktu."
Esok hari.......
'Kloning 2 bagian, tubuh nomor 2, pergilah ke istana dan pimpin pasukkan di benteng ke-2 dan jaga istana.'
Perang.......dimulai.