About Time

About Time
Maylareen And Seandrick



Maylareen


 


Aku maylareen, gadis kaca mata berumur 12 tahun. Aku hidup bersama dengan wanita paruh baya bernama Larry di gubuk tua pinggiran kerajaan.


     Saat aku mencoba bunuh diri dan kupikir aku sudah mati, tapi ternyata tidak, entah kenapa aku tiba-tiba bangun di gubuk tua yang sekarang menjadi tempat tinggalku.


     Sekarang aku hidup di abad 624 M. Aku sendiri-pun tidak tahu bagaimana aku sampai disini. Mungkin, aku menyeberangi lorong waktu seperti yang ada di cerita fiksi yang kubaca di zaman modern.


"Maylaaa...", teriak seorang wanita paruh baya, yap, dia adalah Larrymone, ibuku dimasa ini.


"Iya?", aku pergi menghampirinya dan bertanya ada apa.


"Kau lulus ujian masuk kerajaan", ujarnya.


"Benarkah?", aku pura-pura terkejut dan kembali bertanya. Bagaimana aku tidak lulus jika ujiannya hanya ujian kecil seperti ini, di masa modern aku bahkan lulusan S3 diumur 21 tahun, ujarku dalam hati.


    


      Besok adalah hari pertamaku masuk sekolah, di masa ini masih sekolah kerajaan berbasis asrama, sehingga aku harus tinggal di sekolah itu sampai masa liburan. Aku-pun tidak mempunyai teman karena aku satu-satunya anak yang lulus saat ujian kerajaan. Di masa modern kita harus bayar dan tes untuk masuk sekolah, tapi disini berbeda, asal kau lulus tes, maka kau akan bisa masuk sekolah. Sekolah ini tidak memungut biaya karena sekolah tersebut didirikan oleh kerajaan dan semua keperluan ditanggung kerajaan. Sekolah ini dipenuhi oleh bangsawan, yahh.., meski anak mereka tidak lulus tes masuk, mereka bisa membayar sekolah dengan uang mereka, semacam sogokkan? Setelah lulus, ada beberapa yang terpilih yang nantinya akan masuk akademi kerajaan. Jika sudah masuk akademi kerajaan, maka hidupmu akan terjamin karena murid lulusan akademi kerajaan akan dipekerjakan di istana.


"Belajarlah, semoga setelah lulus, kau bisa lanjut ke akademi kerajaan." (Larry)


"Iya bu, doakan saja." (Mayla)


Aku ke sekolah dengan berjalan kaki, disini tidak ada kendaraan seperti mobil karena disini masih sangat kuno. Ada kereta kuda, tetapi hanya para bangsawan yang menaikinya. Ada kudanya saja, tapi rakyat kecil sepertiku mana mampu membeli kuda. Kemana Lamborghini milikku?ujar hatiku miris. Di masa modern aku bahkan punya 3 Lamborghini pribadi, sekarang satu kuda saja tidak mampu beli, oh Tuhan beri aku kekuatan.


Disekolah.......


Teng....Teng.....


Semua murid dikumpulkan dalam sebuah aula untuk pembagian asrama. Murid disini semua bangsawan jadi mereka punya bahan obrolan seputar kerajaan. Lalu bagaimana dengaku yang hanya bisa duduk meratapi nasib.


"Wah..., ternyata ada orang miskin yang lulus tes masuk, kau bisa bayar dengan apa hmm??", ujar seorang gadis berambut merah itu dengan sombong.


"Hehh..., memangnya aku masuk dengan uang sogokkan sepertimu? Aku masuk sekolah ini dengan tes terhormat nona", balasku dengan sedikit penekanan pada kata "sogokkan".


"Sogokkan?", tanyanya.


"Ups.., aku lupa bahwa masa ini sangat buta kata, bukan apa-apa nona", aku berkata lalu pergi menjauh dari gadis sombong itu.


"Dia meremehkanku!? Lihat saja nanti!", meski jarak jauh, suara cemprengnya itu terdengar dari tempatku. Kita lihat apa yang bisa kau lakukan.


     Pembagian asrama sudah dilaksanakan, aku tidur sendiri karena mungkin mereka menggunakan uang lagi agar tidak sekamar denganku, "Baguslah...., serasa aku yang bayar agar tidur VIP haha". Kasurnya tidak begitu enak, berbeda dengan kasur masa modern, masa kejayaanku.....


Tok...Tok...


Aku terkejut karena tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku. Aku berjalan kearah pintu untuk membuka pintunya.


"Siapa?", tanyaku saat membuka pintu.


"Saya pelayan sekolah nona, saya hanya ingin memberitahu bahwa nona ini akan satu kamar dengan anda karena ia telat daftar ulang tadi pagi. Mohon kerja samanya nona", ujar pria tua itu.


"Oh, yasudah", jawabku


"Itu..., aku Steffany Archer, nama kamu?", ujar gadis itu.


"Maylareen", jawabku.


"Salam kenal", dia berkata sambil tersenyum.


     Aku dan gadis itu awalnya berkenalan namun siapa sangka dia akan jadi teman akrabku, awalnya juga kupikir dia sama sombongnya dengan yang lain, tapi nyatanya dia hanyalah gadis polos yang sedikit bodoh. Mungkin dia berbeda, karena dia memandangku dengan tatapan hangat, tidak seperti gadis tadi yang menatapku dengan tatapan merendahkan yang membuatku tidak nyaman. Bagaimana bisa nyaman? Kehidupan di zaman modern, mereka mencoba berkata-kata manis karena notabennya aku adalah primadona baik sekolah ataupun kampus. Sebenarnya wajahku masih sama cantiknya bedanya hanya sekarang aku memakai kacamata dan rambutku yang biasanya terurai bebas dikuncir layaknya gadis miskin, jadilah seorang Mayla si cupu. Sebenarnya aku sedikit tidak rela wajah cantikku ini diubah jadi gadis cupu, hanya saja aku harus menyesuaikan derajatku. Mana ada gadis jelata wajahnya cantik, putih dan mulus?, itu yang selalu ada dipikiranku sejak awal di dunia ini.


Esok paginya......


"Hei bangunlah! Kita bisa telat kalau kau tidak bangun, kau juga harus mengantri mandi kalau nanti mandinya, kalau kau tidak bangun sekarang kau akan mandi pas jam masuk sekolah, haishhh, HEI!!", teriakanku tak mengusik tidur Fanny, nona kaya memang terbiasa bangun siang, tapi kenapa aku tetap bangun pagi meski aku adalah nona muda pemilik grup Yourie? Ahh harusnya aku lebih menikmati itu, gumamku.


     Aku akhirnya memutuskan pergi ke dapur sekolah dan mengambil air untuk membangunkan Fanny, tetapi sepertinya aku bangun terlalu pagi, lorongnya tidak ada orang, sangat sepi. Aku berjalan ke arah dapur, aku pun sudah mengambil air, tetapi tiba-tiba aku mendengar langkah kaki. Yah..., aku sudah biasa dengan ini, aku hidup di dunia mafia, sering mengendap seperti penyusup, takut apa aku? Aku pun mencoba mendekati ruangan gelap di samping dapur, itu dekat asrama laki-laki, meski dilarang, lihat sebentar bukan masalah lah ya, asalkan tidak ketahuan. Aku berjalan menelusuri ruangan itu dan saat aku menyinari ruangan itu, apa yang kudapat? Nihil!


Klotak..(suara pintu terbuka)


Aku sedikit tersontak mendengarnya, aku pun menoleh ke belakang, namun yang kulihat......


"Maaf mengganggu", aku pun beranjak pergi dari tempat itu.


"Bangun! Ayo bangun!", aku berkata sambil menyipratkan air yang kubawa dari dapur tadi.


"ADUH! INI APA?!", akhirnya dia bangun sambil marah-marah. Aku menatap dia yang bertingkah seperti itu.


"Haha.., kenapa kamu menatapku seperti itu?", dia bertanya saat sudah sadar sepenuhnya.


"Mandilah! Nanti kita telat", jawabku.


"Kamu sudah mandi?", tanya Fanny.


"Sudah", jawabku sambil berjalan ke meja belajar untuk menyiapkan perlengkapan belajar nanti.


"Yasudah, aku mandi dulu", ujarnya dan ia segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan kearah kamar mandi.


_______________________________________


Seandrick


    Seandrick Revenora adalah namaku, pangeran pertama kerajaan Belugart. Tumbuh dilingkungan bangsawan dan disayangi oleh Raja Kelram Revenora dan Ratu Keana Revenora.


    Orang bilang aku memiliki sifat yang dingin dan tidak peduli dengan keadaan sekitar. Orang juga bilang aku tampan, tinggi, berkulit halus bak manusia sempurna.


    Selain fisikku yang bagus, aku memiliki kecerdasan yang tinggi, memiliki banyak bakat, dan sikapku yang selalu tenang. Sayangnya, orang sepertiku tidak tahu caranya tersenyum sejak kejadian yang dialaminya saat ia berumur 5 tahun.


    Disaat para saudaraku berjuang mendapatkan tahta, aku lebih memilih menyendiri dan tidak peduli akan urusan kerajaan. Namun, bakatnku dalam berkuda, memanah, berpedang, dan bakat lainnya itu melebihi saudaraku dan membuatku menjadi pangeran yang disegani rakyatnya. Aku disayangi ayahku Kelram karena menurut dia aku memiliki sifat-sifat seperti seorangng Raja dan mampu meneruskan tahta-nya saat ia sudah meninggal.


    Dari banyak kelebihan yang ada pada diriku, beredar kabar bahwa aku tidak pernah tertarik pada gadis sejak ia menginjak masa remajanya. Aku memang tidak tertarik untuk menikah maka dari itu aku tidak bisa menolak pandangan itu. Saat ini Raja Kelram ingin mengadakan pernikahan antara pangeran Kerajaan Belugart dengan putri Kerajaan Thanderos. Raja memilihku untuk menikah dengan putri Roselie Venofit namun aku menolak. Hal itu membuat Raja memarahiku. Raja terus menekanku untuk menikah, namun Sean tetap menolak. Berdebat merupakan keseharianku dan ayahku.


    Hingga aku masuk sekolah kerajaan, kami baru berhenti berdebat karena aku memilih tidur di asrama. Disekolah itu, keluarga kerajaan boleh memilih ingin tinggal di asrama atau di istana.


_____________________________________


Jangan lupa komen ya, and, saya sendiri lebih butuh komen kalian, jadi krisarnya dibutuhin banget😁