
Beberapa meter dari tempat Heechul berada, Taeyeon sudah berdiri, dan untuk beberapa detik yang lalu dia dapat melihat perubahan wajah Heechul yang kecewa setelah pria itu menatap layar ponselnya, dan memasukannya kembali kedalam saku celananya, dan Taeyeon dapat menduga alasan dibalik kekecewaan Heechul.
Gadis itu menghembuskan kasar nafasnya. 'Lagi, kau menjadikanku pelarian dari perasaan sedih yang diakibatkan oleh wanita lain'. ucap Taeyeon dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku sudah siap Tuan Kim, jadi jangan kau tekuk terus wajah jelekmu itu! bukan salahku yang membuatmu menunggu lama, tapi kau sendiri terlalu cepat untuk tiba"
Taeyeon berjalan kearah Heechul dengan pakaian kasualnya, tak lupa kacamata hitam dan juga topi untuk penyamarannya. Dia seorang selebriti bukan? Jika ada netizen yang melihatnya berjalan bersama Kim Heechul, bisa menjadi skandal besar untuknya yang sedang naik daun, jadi dia harus menyamarkan penampilannya.
"Memangnya kita mau kemana, kenapa penampilanmu seperti itu?"
Kim Heechul bertanya kepada Taeyeon dengan wajah konyolnya, sedangkan gadis itu hanya mendengus sebal kearah Heechul.
"Oke baiklah, ayo kita berangkat!"
Pria pemilik gummy smile itu pun beranjak dari duduknya, dan menggandeng tangan Taeyeon, lebih tepatnya adalah menarik gadis itu, tapi apa yang dilakukan oleh pria itu sejenak membuat Taeyeon terkejut, dan membuat jantungnya berdetak cepat.
Kini mereka telah berada dilantai basemen, dimana mobil Heechul terparkir, Heechul melepaskan tautan tangannya pada Taeyeon dan menyuruh gadis itu untuk masuk kedalam mobilnya. Setelah menggunakan sabuk pengaman pria itu pun bersiap untuk menyalakan mesin mobilnya.
"Sebenarnya, kau akan mengajakku kemana Tuan Kim?".
Taeyeon bertanya ketika pria itu hendak menjalankan mobilnya, untuk keluar dari gedung Apartemen tersebut.
"Bagaimana jika kita menonton film Nona Kim?".
Gadis pirang itu tersenyum dengan jawaban pria itu.
"Tidak buruk, Baiklah ayo kita menonton" balas Taeyeon begitu antusias.
Selama perjalanan pun mereka terus melontarkan candaan, agar mereka dapat menikmati perjalanan yang menyenangkan. 15 menit berlalu, mereka telah tiba disebuah gedung pusat perbelanjaan, mereka melangkahkan kaki untuk menuju ke Gedung bioskop yang terdapat didalamnya.
Sesampainya mereka ditempat pemutaran film, mereka memilih-milih film apa yang menarik, hingga mereka menjatuhkan pilihan pada film bergenre komedi romantis. Kim Heechul membayar tiket untuk dua orang, dan dengan segera mengajak Taeyeon untuk menuju ke teater.
Heechul dan Taeyeon menikmati film yang mereka pilih dengan satu popcorn ditengah-tengah tempat duduk mereka. Dan terus berlanjut menghabiskan waktu dengan canda tawa.
...****************...
Aiden dan Yoona sedang duduk disalah satu kursi taman yang mereka datangi, setelah Yoona berhenti menangis, pria itu membawa gadisnya untuk menenangkan diri dengan duduk disalah satu kursi yang ada dibawah pohon maple. Yoona, menghapus sisa air mata yang ada disudut matanya, dan menghembuskan nafas pelan, mencoba untuk menenangkan diri dan juga jantungnya.
"Sudah lebih baik?" Tanya Aiden dengan salah satu tangannya membelai puncak kepala Yoona.
Yoona sedikit terkejut dengan perlakuan Aiden, padahal ini bukan yang pertama kali Aiden mengusap puncak kepalanya, tapi tetap saja hal itu membuat jantung Yoona tidak baik-baik saja.
"Ya, aku sudah jauh lebih baik" Yoona menjawab pertanyaan Aiden, dengan menolehkan kepalanya kepada pria itu dengan senyum tulusnya, menunjukan bahwa dia baik-baik saja sekarang.
Aiden pun mengangguk, dan membalas senyum Yoona, tangannya yang tadi ia gunakan untuk membelai kepala Yoona, ia turunkan dan beralih kepada tangan gadis itu, menautkan jemarinya pada jari lentik milik Yoona, dan menggenggam nya erat.
Ucap Aiden dengan tegas, dia telah melabeli Yoona sebagai gadisnya, dan apa yang diucapkan oleh Aiden, hanya ditanggapi sang gadis dengan anggukan. Toh menurut Yoona membantah pernyataan dari seorang Aiden adalah hal yang percuma, karna pria itu tidak akan menerima penolakan, apalagi dia juga sudah tau perasaan Yoona yang sebenarnya.
Aiden tersenyum bahagia menatap Yoona, mengangkat tautan tangan mereka dan mencium punggung tangan Yoona dengan lembut. 'Aku berjanji akan menjagamu dengan baik Yoona', ucapnya dalam hati.
Setelah acara romantis Yoona dan Aiden di taman, pria itu pun mengajak Yoona untuk berjalan-jalan mengelilingi taman tersebut, tak lupa tautan tangan mereka yang terus menggenggam satu sama lain. Mereka terus membicarakan banyak hal, dan kadang tertawa bersama, memancarkan kebahagiaan mereka dengan penuh cinta.
"Ah, ada yang ingin aku bicarakan Yoon, seharusnya aku menyampaikan hal ini kepadamu beberapa waktu yang lalu, Jessica, dia ingin menjadikanmu model untuk salah satu koleksinya, bagaimana?"
Yoona menghentikan langkahnya, mencerna ucapan Aiden dengan baik. Apa tadi yang pria itu katakan? Jessica? Ingin menjadikannya model?? dia tidak salah dengarkan?.
"Model? hahaha, sajangnim, aku ini sekretaris mu, bukan seorang model, bagaimana aku bisa bergaya dan melenggok-lenggok bagai model? sedangkan setiap harinya, aku hanya mengurusi pekerjaan kantormu, ada-ada saja kau". Yoona menanggapi Aiden dengan tertawa.
"Tapi, Yoona, menurut Jessica kau ini sangat cocok untuk koleksi terbarunya saat ini, dan aku rasa Jessica ada benarnya" Aiden masih berusaha untuk meyakinkan Yoona agar menerima tawaran Jessica.
Yoona mulai merasa jengah dengan pembicaraan ini, gadis itu pun melanjutkan langkahnya dan melepas tautan tangannya pada Aiden. Aiden yang menyadari gadisnya tidak mau membahas pembicaraan mereka lebih lanjut pun mulai mengejar langkah cepat Yoona, dan mensejajarkan langkahnya dengan gadis itu, dan menggapai tangan Yoona untuk kembali pada genggamannya.
"Aku tidak akan membahas lagi hal-hal yang tidak kau sukai, maafkan aku"
Ucap Aiden tulus, dan Yoona membalas dengan senyum tulusnya, menandakan bahwa dia tidak lagi sedang merajuk.
Mereka masih terus berjalan mengelilingi taman tersebut dengan saling berpegangan tangan, seperti pasangan pada umumnya. Setelah lelah berjalan, keduanya memasuki sebuah kedai makanan ringan yan berada dekat taman tersebut.
"Kau mau pesan apa Yoona?"
Tanya Aiden saat mereka sampai didalam kedai tersebut, yang ditanya pun memandangi papan menu yang berada di atas meja kasir, dan memilih menu yang menarik untuknya.
"Satu burger dan cola". Jawab Yoona singkat.
"Baiklah".
"Aku akan menunggumu di kursi sebelah sana".
Ucap Yoona sambil menunjukkan pada Aiden bangku yang berada di paling ujung, dan Aiden pun mengangguk tanda menyetujui.
Baru saja Aiden selesai bertransaksi dimeja kasir dan akan melangkahkan kakinya menuju tempat dimana sang kekasih berada, ia dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang tidak ia sangka akan bertemu ditempat seperti ini.
"Hai Aiden, kau disini?". Seru seorang gadis dengan suara cemprengnya.
"Jessica?". Aiden cukup terkejut dengan suara cempreng Jessica, dan hampir saja ia menumpahkan cola yang ada di nampan yang ia bawa bersama dengan pesanan Yoona.
Melihat hal itu pun membuat Jessica maju beberapa langkah dari tempatnya untuk membantu Aiden. Dan untuk waktu beberapa detik, tatapan mereka berdua bertemu, membuat Jessica berdebar.
Beberapa meter dari tempat Jessica dan Aiden berdiri, tepatnya disebuah meja yang berada disudut ruangan, nampak Yoona berdiri dari posisi duduknya, dia juga terkejut oleh kehadiran Jessica, dan memandang tidak suka pada tatapan Jessica untuk Aiden. Yoona cemburu!.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...