About Love

About Love
Part 15



Heechul mengangkat kepalanya, menoleh pada gadis dengan tawa cemprengnya. Gadis itu benar-benar tidak menunjukan kesedihan setelah tau kenyataan pahit yang diterimanya.


"Kau lucu sekali Oppa, hahaha, aku tidak benar-benar marah padamu, dan juga aku benar-benar baik-baik saja, jadi jangan khawatir". Jessica menunjukan senyum tulusnya pada Kim Heechul.


Sedangkan pria itu menarik tubuh Jessica kedalam pelukannya. Memberikan kekuatan pada gadis itu, meyakinkan gadis itu bahwa dia tidak sendirian.


...****************...


Minggu pagi telah datang, setelah melewati malam panjang dengan air mata, Taeyeon gadis mungil itu telah bangun dari mimpi buruknya. Ya mimpi buruk akan kenyataan pahit yang ia dapatkan kala cintanya benar-benar bertepuk sebelah tangan.


Setelah semalaman menangisi Pria yang selama ini mengisi ruang dihatinya, gadis itu bertekad untuk menyerah pada perasaanya, ia tidak ingin terus menerus merasakan sakit karna selalu berharap Pria itu akan membuka hati untuknya meskipun hanya sedikit.


Taeyeon menghembuskan nafasnya kasar, menutupi matanya dengan tangan kanannya, terlihat bulir bening perlahan mengalir pada pipi putihnya, dia menangis lagi.


"Aish, ini menyebalkan." rutuknya pada diri sendiri.


Gadis itu beranjak dari posisi tidurnya dan melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi, dia ingin membersihkan diri dan menangis sepuasnya dibawah guyuran air shower. Setelah itu dia berjanji tidak akan menangis lagi karna Kim Heechul.


...****************...


Sedangkan didalam kamar milik Yoona, gadis itu duduk termenung menatap dirinya pada pantulan cermin, ada banyak hal yang ia pikirkan saat ini, ada sebuah rasa bersalah yang mengganggu hatinya.


Seandainya saja dia tidak menerima perasaan Aiden Lee, apakah hal ini akan terjadi?


Gadis cantik itu merasa, ini semua terjadi berawal dari dirinya yang menerima perasaan atasannya itu.


Mungkin jika dia tidak menerima perasaan Aiden maka Jessica tidak akan patah hati, dan Kim Heechul tidak perlu mengkhawatirkan Jessica, hal yang saat ini membuat Taeyeon sahabatnya sakit hati.


Gadis itu memejamkan matanya, menahan rasa sesak di dadanya, rasa bersalah, rasa sakit, bingung, semua hal yang ia rasakan saat ini membuat hatinya ngilu.


Drrt...


Getaran pada benda persegi panjang yang ia letakan di atas meja, cukup membuatnya terkejut.


1 Pesan belum terbaca


Yoona pun membuka notifikasi yang ditampilkan oleh layar ponsel pintarnya.


^^^Aiden Lee^^^


^^^Yoong?^^^


Yoona menghembuskan nafasnya yang terasa berat, tanpa membalas pesan Aiden, gadis itu kembali meletakan ponsel pintarnya di atas meja riasnya. Sungguh saat ini dia ingin sejenak menghindari Aiden, menjernihkan pikirannya, untuk kemudian mengambil keputusan langkah mana yang akan ia ambil.


Meneruskan hubungannya dengan Pria yang dicintainya dengan mengorbankan perasaan lain, atau berhenti pada perasaannya.


Setelah mengikat rambutnya, Yoona melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar, dia berfikir akan lebih baik jika saat ini ia membuat sarapan untuknya dan juga Taeyeon, yah meskipun dia tidak sepandai Taeyeon saat memasak.


Yoona saat ini sedang menyiapkan 2 potong sandwich dan 2 gelas susu segar untuk ia nikmati bersama sahabatnya.


"Yoong?" Ucap seorang gadis mungil yang baru saja keluar dari kamarnya, Taeyeon.


"Good morning Eonni !" Sapa Yoona dengan tangan yang masih sibuk menata sandwich dan susu segar di atas meja makan.


"Morning deer." Balas Taeyeon, dia pun mendudukkan diri pada kursi yang ada di meja makan tersebut.


Yoona melepas apronnya dan mengikuti Taeyeon untuk mendudukkan diri berhadapan dengan sahabatnya tersebut.


"Apa kau sudah lebih baik?" Ucap Yoona sambil menyilangkan kedua tangannya di atas meja.


"Hmm, aku lebih baik saat ini setelah menangis semalaman." Balas Taeyeon dengan tawa miris, gadis itu meneguk susu segar dan juga mengambil potongan sandwich yang telah disiapkan oleh Yoona.


Yoona menatap Taeyeon, dia benar-benar merasa bersalah atas apa yang sahabatnya itu alami.


"Maafkan aku." Ucap Yoona menunduk.


"Hey, apa yang kau katakan, ini bukan salahmu Yoong!" Taeyeon meraih tangan sahabatnya, menggenggamnya erat, meyakinkan gadis itu bahwa semua yang terjadi bukanlah salah dirinya.


Yoona mengangkat kepalanya, memberanikan diri untuk menatap Taeyeon, ada bulir bening jatuh di pipinya, dia menangis.


"Jangan menangis Yoong, tentang perasaanku ini tidak ada hubungannya denganmu ataupun Aiden, sejak awal aku memang telah kalah, aku jelas tau siapa pemilik hati Kim Heechul, hanya saja aku selalu tak ingin menyerah." Taeyeon menahan sakit hatinya, dia sudah bertekad untuk tidak menangisi lagi lelaki itu.


Yoona berdiri, melangkahkan kakinya untuk memeluk Taeyeon, memberi kekuatan pada gadis itu.


Taeyeon tersenyum menerima perlakuan dari sang sahabat, baginya ada Yoona disisinya benar-benar mengurangi rasa sakitnya.


"Tak apa Yoong, semua akan baik-baik saja, aku akan membaik seiring waktu berjalan." Ucap Taeyeon menguatkan dirinya sendiri.


...****************...


Jessica dan Heechul sedang menikmati sarapan mereka bersama-sama, ya semalam pria itu memutuskan untuk menginap di apartemen gadis blonde itu, dia ingin benar-benar memastikan bahwa Jessica baik-baik saja dan tidak melakukan hal-hal yang akan menyakiti dirinya.


"Oh Oppa, aku lupa ingin menanyakan hal ini padamu." Ucap Jessica meletakan sendok dan garpu beralih pada segelas air disampingnya.


Sedangkan pria itu menanggapi hanya dengan menaikan kedua alisnya seolah berkata 'Apa?'.


Setelah Jessica meneguk segelas air, ia pun melanjutkan.


"Aku penasaran, kemarin, ketika aku menelfon mu, dan kau meresponnya dengan begitu dingin dan tidak peduli, sebenarnya kau sedang bersama siapa? Hmm?" Jessica menatap tajam pada pria didepannya dengan senyum curiga.


Kim Heechul yang diberi pertanyaan itu oleh Jessica pun mengehentikan aktivitas pada peralatan makannya, dia jadi mengingat kembali bagaimana dia memperlakukan Taeyeon kemarin, begitu saja meninggalkannya untuk kesekian kalinya, terlintas dibayangannya bagaimana ekspresi wajah Taeyeon kemarin, gadis itu terlihat begitu marah dan.. Kecewa.


Pria itu menghembuskan nafasnya perlahan, sedikit sesal karna meninggalkan gadis itu begitu saja, sedangkan gadis dihadapannya masih menunggu jawaban Kim Heechul.


"Tidak ada, aku tidak bersama siapapun." Jawab Heechul singkat dan melanjutkan lagi aktivitas nya.


Sedangkan Jessica memandang tidak percaya pada pria dihadapannya, akan tetapi dia tidak ingin menanyakan lebih lanjut, sebab sangat terlihat sekali Heechul tidak ingin membahas lebih lanjut masalah itu.


Jessica pun segera menyelesaikan aktivitas makannya dan kemudian pada wastafel yang telah penuh dengan peralatan dapur yang kotor.


Selepas perginya Jessica dari hadapannya, Heechul kembali mengingat betapa ia telah begitu jahatnya pada Taeyeon.


...****************...



Ditempat lain, tepatnya di Apartemen Aiden, pria itu sedari tadi uring-uringan dan juga gelisah, sebab Yoona, gadisnya tak kunjung membalas pesan singkat yang ia kirim berkali-kali.


Rasanya Aiden ingin sekali pergi ke apartemen gadis itu, tapi ia sadar semalam suasana hati Taeyeon sedang tidak baik, jadi ia pikir akan lebih baik jika Yoona menemani Taeyeon saat ini, tapi betapa menyebalkannya Yoona, karna malah gadis itu yang kini mengabaikannya.


Pria itu juga sudah berkali-kali mencoba untuk melakukan panggilan pada gadisnya, tapi tak ada satupun panggilan itu dijawab.


Tuut...


Tuutt..


Tuutt..


"Hallo Oppa." Akhirnya gadis itu menerima panggilannya.


"Yoong, apakah ada masalah? kenapa kau tidak membalas pesanku dan juga mengangkat panggilanku?" Aiden menghujani Yoona dengan pertanyaan.


"Oppa, maaf sebenarnya aku..."


...****************...