About Love

About Love
Part 18



"Baiklah, lakukan apa yang menurut mu benar dan juga baik untuk hatimu".


"Aku sungguh lebih baik sekarang Yoong, serasa sebuah beban sudah terangkat, ya meskipun aku masih membutuhkan waktu untuk menyembuhkannya." Ucap Taeyeon dengan senyum tulusnya.


Yoona memberikan pelukan hangatnya untuk Taeyeon, memberi kekuatan untuk gadis itu, dalam hatinya berdoa semoga sahabat baiknya diberikan kebahagiaan selalu.


...****************...


Senin, adalah hari sibuk untuk sebagian besar orang, termasuk Aiden yang saat ini sibuk mempersiapkan dirinya untuk kembali pada rutinitas kerja seperti biasanya.


Setelah melihat penampilan sempurnanya pada pantulan kaca, pria itu segera bergegas untuk menjemput kekasihnya yang sekaligus adalah sekretarisnya, senyum malu-malu Aiden terlihat jelas pada pantulan kaca kala dia mengingat gadisnya, Yoona.


Setelah mengambil dua lembar roti tawar, Aiden segera keluar meninggalkan apartemennya untuk segera menjemput Yoona.


Aiden telah menyusuri jalanan kota dengan mobilnya, sebelumnya ia telah mengirim pesan singkat pada kekasihnya bahwa ia sedang dalam perjalanan, dan dibalas oleh Yoona, menyuruhnya agar hati-hati dijalan dengan emoticon hati setelahnya.


Sungguh setelah ia resmi menjalin hubungan dengan Yoona harinya terasa sangat indah dan membahagiakan, dia merasa menjadi pria paling beruntung dan bahagia karna memiliki gadis sebaik dan secantik Yoona, berkali-kali pria itu berjanji pada dirinya bahwa ia akan menjaga Yoona sebaik mungkin.


Aiden sudah berada didepan apartemen Yoona, ia sedang menunggu gadis itu membukakan pintu untuknya.


Ceklek..


Yoona, gadis itu menyembulkan kepalanya dibalik pintu, sepertinya gadis itu baru saja selesai mandi, terlihat handuk yang masih melilit pada rambutnya.


"Oppa, ayo masuk dulu." Ucap Yoona masih dibalik pintu yang terbuka sedikit.


Dengan sedikit bingung dan kegugupan, Aiden pun melangkah memasuki apartemen Yoona. Bagaimana tidak gugup, saat ini dia melihat Yoona memakai handuk di kepalanya, tubuh wanita itu ia masih ia sembunyikan dibalik pintu, membuat Aiden berfikir yang tidak-tidak. Tapi pikiran kotor itu langsung sirna ketika ia melangkah masuk dan mendapati Yoona menggunakan handuk kimono ditubuhnya, bukan handuk biasa yang ada di pikirannya. Tapi tetap saja hal seperti itu membuatnya berdebar.


"Oppa, kau belum sarapan bukan? kebetulan Taeyeon Eonni membuat gyeran bbang pagi-pagi buta sebelum berangkat kerja, kau mau mencobanya?"


Aiden mengangguk dan tersenyum tulus pada gadisnya, kemudian duduk pada kursi makan yang tersedia di apartemen tersebut. Pria itu memperhatikan Yoona yang saat ini tengah menyiapkan makanan untuknya, dan sesekali gadis itu tersenyum melihat malu karna ditatap intens oleh kekasihnya.



Yoona telah selesai menyiapkan sarapan untuk Aiden, dia melangkahkan kakinya pada pria itu dan meletakan sebuah piring dan juga segelas susu hangat di meja makan.


"Oppa, kau sarapan dulu dan aku akan berganti pakaian."


Aiden segera manahan tangan Yoona, saat gadis itu berbalik dan akan melangkah pergi.


"Dimana Taeyeon?" Tanya pria itu singkat.


"Bukannya aku sudah mengatakan bahwa Taeyeon Eonni sudah pergi bekerja pagi-pagi buta?" Jawab gadis itu sebal.


Aiden pun mendekat kearah kekasihnya yang sedang merajuk, meraih pinggang gadisnya untuk mendekat pada tubuhnya. Hal itu membuat Yoona terkejut dan menatap Aiden, kedua tangannya ia gunakan untuk menahan dada bidang Aiden, sungguh jantungnya saat ini berdebar sangat kencang.


"Kau tau kan Yoong kalau aku adalah laki-laki normal? Kenapa kau malah menemui ku dengan berpakaian seperti ini? Hanya menutup tubuhmu dengan handuk?" Ucap Aiden menatap Yoona dengan senyum evilnya.


Yoona bergidik ngeri dengan tatapan kekasihnya, ia ingin melepaskan diri dari pelukan Aiden, tapi nihil, usahanya sia-sia, karna Aiden justru tidak memberi cela pada tubuh mereka.


Pria itu semakin mendekatkan wajahnya pada gadisnya, dan cupp...


Aiden mengecup lembut bibir Yoona, sedangkan mata Yoona membola, gadis itu terkejut oleh perlakuan Aiden yang tiba-tiba.


Merasa tak ada penolakan dari Yoona, Aiden merubah kecupan lembut itu jadi pagutan hangat.


Gadis itu mulai menutup matanya, menikmati setiap gerak bibir lembut Aiden. Hingga Yoona mendorong kasar tubuh Aiden saat ia merasa kehabisan nafas.


"Oppa!" Yoona menatap tajam pada Aiden.


Yoona memicingkan matanya, menatap tak percaya pada Aiden setelah apa yang ia lakukan.


"Aku hanya memberimu morning kiss sayang.. ah jangan bilang ini hal pertama untukmu." Aiden menahan tawanya.


"Oh jadi kau mau menyombongkan diri bahwa kau sudah melakukannya berkali-kali Tuan Aiden?" Yoona pun memicingkan kembali matanya menatap Aiden.


"Ayolah Yoong, aku hanya bercanda, kau jangan membuat kita berdua terlambat untuk kekantor sayang."


"Kaulah yang membuat kita terlambat Tuan!"


Yoona pun melangkah pergi meninggalkan Aiden menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Pria itu tertawa dengan tingkah gadisnya. Sejujur hal yang tadi ia lakukan adalah hal pertama juga baginya.


Pria itu pun menikmati gyeran bbang yang tadi disiapkan oleh Yoona.


Gyeran bbang adalah sejenis roti telur yang biasanya disajikan dengan aneka topping, seperti jamur, ham, bacon, sosis, sayuran, dan irisan keju, ini menjadi salah satu makanan yang biasa dijadikan sarapan di Korea.



Didalam kamar Yoona, gadis itu sedang mematut dirinya didepan cermin, ada rona merah di pipinya kala gadis itu menyentuh bibirnya mengingat apa yang tadi di perbuat oleh kekasihnya, ini adalah hal baru baginya, Aiden, pria itu telah mencuri first kiss nya.


Yoona menggelengkan kepalanya, membuyarkan segala bayangannya dan kembali pada kehidupannya untuk segera merias wajahnya. Setelah siap gadis itu pun segera keluar menemui Aiden, dan benar saja Aiden telah menunggunya di living room, pria itu telah menyelesaikan makannya.


Aiden yang menyadari kedatangan Yoona pun segera berdiri.


"Kau sudah siap? Aku sampai merasa bosan menunggumu merias diri, jangan berdandan terlalu cantik Yoong." Pria itu menghampiri gadisnya.


Yoona mengerucutkan bibirnya, dan Aiden segera mengecupnya singkat.


Kemudian pria itu membawa tubuh Yoona ke dalam pelukannya. Menghirup aroma lavender pada gadis itu yang mungkin akan menjadi candu untuknya.


"Aku mencintaimu Yoong." Ucapnya


"Aku juga mencintaimu Oppa." Balas Yoona dengan membalas pelukan erat kekasihnya itu.


Aiden dan Yoona pun segera bergegas untuk menuju kantor mereka, sepanjang perjalanan menuju mobil Aiden terparkir mereka terlihat saling menautkan tangan mereka. Aiden pun membuka pintu mobilnya untuk Yoona, sungguh perlakuan yang begitu manis bagi Yoona.


Aiden pun menghidupkan mesin mobilnya dan segera melaju.


"Oppa?" Yoona membuka percakapan mereka.


"Hmm." Balas Aiden singkat.


"Aku ingin kau bersikap biasa saja saat di kantor ya?" Tatap Yoona penuh harap pada kekasihnya.


"Kenapa?"


"Aku hanya tidak ingin jadi bahan perbincangan para staff di kantor Oppa." Ucap Yoona dan menunduk lesu.


"Baiklah Yoong, apapun yang kau mau, tapi hanya sementara, karna aku ingin menunjukan pada dunia bahwa kau adalah milikku." Aiden menyetujui permintaan Yoona untuk sementara waktu.


Yoona tersenyum tulus menyetujui, dan Aiden pun mengulurkan tangannya untuk menyentuh puncak kepala Yoona, hal kecil yang membuat pipi Yoona memerah.


...****************...