
"Hallo Oppa." Akhirnya gadis itu menerima panggilannya.
"Yoong, apakah ada masalah? kenapa kau tidak membalas pesanku dan juga mengangkat panggilanku?" Aiden menghujani Yoona dengan pertanyaan.
"Oppa, maaf sebenarnya aku..."
...****************...
"Oppa, maaf sebenarnya aku tadi hanya sedang berfikir". Ucap Yoona di seberang sana.
Aiden mengernyitkan dahinya.
"Yoong? Kau tidak sedang berfikir untuk mengubah keputusanmu bukan?" Tanya Aiden berhati-hati.
Yoona sedikit terkejut dengan ucapan Aiden, pasalnya apa yang diucapkan kekasihnya sangat mendekati apa yang ia pikirkan tadi. Gadis itu segera mengubah ekspresinya dan berdehem.
"Hahaha tidak Oppa, tadi aku hanya sedang berfikir untuk menghabiskan waktuku hari ini bersama Taeyeon eonni."
"Ahh, aku pikir kau akan meninggalkanku." Aiden merasa sedikit lega mendengar pernyataan kekasihnya itu.
"Yoong, jangan pernah berfikir untuk meninggalkan ku, mengerti? Apapun yang terjadi aku akan berdiri di sampingmu, dan aku harap kau juga akan melakukan hal yang sama." Ucap Aiden tegas.
Mata Yoona berkaca-kaca mendengarkan ucapan Aiden.
"Aku mengerti oppa, aku pasti akan selalu berdiri di sampingmu" Jawab Yoona pasti.
"Gadis pintar." Kekeh Aiden.
"Baiklah Yoong, habiskan saja hari minggu mu bersama Taeyeon, rasanya hari ini aku pun akan merebahkan tubuhku sepanjang hari, meskipun aku begitu merindukanmu, tapi aku akan menahannya seharian ini, besok aku pastikan kita akan bertemu dan menyambut hari bersama dengan bahagia."
Yoona menahan tawanya mendengar kalimat yang diucapkan kekasihnya itu.
"Kau ternyata sangat pandai sekali menggoda seorang gadis ya Tuan." Balas Yoona dengan tawa.
Aiden pun sama, dia tertawa setelah mengeluarkan kalimat itu untuk menggoda gadisnya.
"Aku begitu mencintaimu Yoona."
"Aku juga begitu mencintaimu Oppa."
Aiden tersenyum bahagia begitu panggilan itu ditutup oleh Yoona, pria itu benar-benar merasa begitu senang telah berhasil memiliki Yoona dalam hidupnya, dia berjanji akan menjaga gadis itu dengan baik tanpa membuatnya terluka.
...****************...
Taeyeon dan Yoona telah menyelesaikan sarapan pagi mereka dengan ceria seperti biasanya.
"Masakanmu kali ini cukup enak Yoong." Ucap Taeyeon sambil meletakan piring yang ia gunakan ke wastafel tempat cuci piring.
"Aku terima pujian mu itu Eonni, tapi aku rasa kau hanya ingin menghina ku secara halus, sebab aku hanya membuatkan sandwich untukmu". Yoona berdecak sebal pada Taeyeon
Sedangkan Taeyeon terkekeh geli sambil mencuci peralatan makan yang ia dan Yoona telah gunakan.
"Yoong aku rasa dari tadi handphonemu berbunyi terus menerus, sungguh berisik sekali, kenapa kau tidak menjawabnya!" Ucap Taeyeon memerintah sahabatnya itu untuk mengangkatnya.
"Baiklah aku akan menjawabnya." Balas Yoona melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamarnya.
Setelah kepergian Yoona, Taeyeon pun menyibukkan diri untuk membuat secangkir coklat hangat untuk mengurangi rasa pening di kepalanya dan menjernihkan pikirannya.
Gadis mungil itu berencana untuk membaca novel yang belum sempat ia selesaikan dengan ditemani secangkir coklat hangat buatannya. Ketika akan melangkahkan kakinya menuju kamarnya, terdengar suara bel yang dibunyikan.
Ting tong..
Ting tong..
"Aish, siapa kali ini yang mengganggu!".
Taeyeon pun meletakan coklat hangatnya di atas meja, sambil bibirnya bersungut-sungut sebal merutuki seseorang dibalik pintu yang begitu mengganggunya.
"Pasti Aiden yang ingin bertemu dengan Yoona". Ucap Taeyeon sebal.
Ceklekk...
"Oppa?.."
...****************...
Setelah pamit pada Jessica, Heechul segera menuju pada tempat dimana mobilnya terparkir. Pria itu berencana untuk menemui Taeyeon.
Sebenernya Heechul belum tau mengenai perasaan Taeyeon terhadapnya, hanya saja bagi Heechul gadis itu cukup berharga untuknya, karena dia selalu ada untuknya. Dan melihat jelas wajah kecewa yang ditampakkan oleh Taeyeon kemarin, membuat hatinya sakit.
Heechul segera bergegas mengendarai mobilnya menelusuri jalanan menuju apartemen Taeyeon.
Sampai di gedung parkir apartemen tersebut Heechul pun segera berlari menuju lantai dimana apartemen Taeyeon berada, Pria itu menarik nafas dan menghembuskannya pelan, ada perasaan takut dalam dirinya, jika saja Taeyeon menolak untuk bertemu dengannya.
Ting tong..
Ting tong..
Merasa belum mendapat respon Heechul pun menekan tombol bel lagi..
Ceklek..
Heechul dapat melihat gadis mungil itu membuka pintu, gadis cantik meski terlihat begitu berantakan, tak luput dari pandangannya, mata cantiknya terlihat begitu sembab. Apakah Tae menangis semalaman? Tanyanya dalam hati.
Dilihatnya bola mata gadis itu menunjukkan rasa terkejut.
"Oppa?... Ada perlu apa Oppa?" Tanya gadis itu masih belum mempersilakan pria itu untuk masuk.
Heechul merasa gadis didepannya sedikit berbeda, jika biasanya gadis itu akan menyambutnya dengan senyum hangat, tapi kali ini Taeyeon terlihat canggung dan menjaga jarak dengannya.
"Aku.. apakah kau ada waktu? Aku ingin membicarakan suatu hal padamu."
Gadis itu nampak berfikir.
"Baiklah, tapi tidak disini, karna ada Yoona, kau bisa menungguku untuk bersiap."
Taeyeon pun membuka pintunya lebar mempersilakan pria itu untuk masuk dan menunggunya.
Melihat punggung gadis itu menghilang masuk kedalam kamarnya, Heechul mendudukkan dirinya, dan mulai sibuk dengan ponsel pintarnya.
"Heechul-shi?"
Heechul yang sedang sibuk dengan ponsel pintarnya pun mengalihkan pandangannya pada sumber suara.
"Ah, Hai Yoona". Heechul mencoba menyapa Yoona meskipun suasana terasa canggung.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Yoona datar dengan kesan bahwa dia tidak menyukai kehadiran Kim Heechul.
Pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Heechul kemari untuk bertemu denganku Yoong, aku akan pergi bersamanya sebentar, kau tidak perlu khawatir." Ucap Taeyeon saat keluar dari kamar.
Taeyeon sudah siap untuk pergi, dengan kaos oversize nya dan juga celana jeans.
Yoona menatap Taeyeon, seolah bertanya apa yang ia lakukan? Sedangkan gadis mungil itu hanya mengangguk menunjukan bahwa dirinya tidak apa-apa.
Yoona berganti menatap Heechul tajam seolah memberikan peringatan pada pria itu.
"Kau boleh membawanya pergi, tapi pastikan kau akan membawanya pulang dalam keadaan baik-baik saja tanpa terluka sedikit pun."
Setelah itu Yoona pergi begitu saja memasuki kamarnya tanpa menunggu jawaban Kim Heechul. Dan hal benar-benar membuat Heechul merasa tidak enak.
"Ayo oppa!" Ucap Taeyeon sambil melangkahkan kakinya pergi dan sang pria mengekor dibelakangnya.
...****************...
Selama perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan, baik Taeyeon maupun Kim Heechul.
Taeyeon yang sibuk mengalihkan pandangannya pada luar jendela, dan Heechul yang berkonsentrasi saat menyetir.
Taeyeon pun tidak ingin menanyakan kemana Heechul akan membawanya pergi, gadis itu sedang memikirkan banyak kalimat yang ingin ia sampaikan kepada pria yang masih mengisi ruang hatinya itu.
Setelah menempuh perjalanan krang lebih 30 menit Kim Heechul menghentikan laju mobilnya. Pria itu memilih sungai han sebagai tujuannya, karna ia pikir butuh berbicara dengan tenang dan nyaman bersama Taeyeon.
"Kita berbicara disini saja oppa."
Heechul yang tadinya akan membuka pintu mobilnya pun mengurungkan niatnya.
"Kau tidak ingin menghirup udara segar sungai han?".
Taeyeon menggeleng pelan.
"Oppa, sebelum kau membicarakan suatu hal kepadaku, ijinkan aku mengajukan pertanyaan padamu". Taeyeon berbicara tanpa menatap Heechul, sungai didepannya menjadi objek pandangannya.
Pria itu menatap Taeyeon, menunggu pertanyaan apa yang akan gadis itu ucapkan.
"Apa kali ini kau menghampiriku untuk pelampiasan mu lagi?".
Tanya Taeyeon masih dengan menatap sungai didepannya, dan Heechul pun cukup terkejut dengan pertanyaan gadis itu.
...****************...