
"Oppa, sebelum kau membicarakan suatu hal kepadaku, ijinkan aku mengajukan pertanyaan padamu". Taeyeon berbicara tanpa menatap Heechul, sungai didepannya menjadi objek pandangannya.
Pria itu menatap Taeyeon, menunggu pertanyaan apa yang akan gadis itu ucapkan.
"Apa kali ini kau menghampiriku untuk pelampiasan mu lagi?".
Tanya Taeyeon masih dengan menatap sungai didepannya, dan Heechul pun cukup terkejut dengan pertanyaan gadis itu.
...****************...
"Maafkan aku Tae." Ucap Heechul menyesal.
Taeyeon memejamkan matanya erat.
"Mungkin akan biasa saja rasanya kalo aku tidak memiliki perasaan apapun padamu oppa." Gadis itu berusaha menahan agar tangisnya tidak jatuh.
Heechul mengangkat kepalanya, menatap tak mengerti pada Taeyeon.
"Aku menyukaimu oppa." Ucap Taeyeon balas menatap Kim Heechul dengan air mata yang membasahi pipi cantiknya.
Mata Heechul membola, tak percaya apa yang baru saja ia dengarkan dari bibir Taeyeon. Ada getaran dihatinya kala mendengar ucapan gadis cantik itu.
Taeyeon kembali menatap sungai han didepannya, mengalihkan pandangan dari tatapan Kim Heechul.
"Aku tidak tau kapan tepatnya aku memiliki perasaan padamu, padahal aku jelas tau bahwa hatimu telah dimiliki oleh wanita lain, selama ini aku selalu mengharapkan hari dimana kau lebih mementingkan aku di bandingkan wanita lain, tapi aku tidak pernah mendapatkan itu, saat bersamaku pasti akan berakhir kau pergi begitu saja." Taeyeon berhenti, menghela nafas panjang dan menghembuskan nya.
"Aku akan berhenti oppa, aku akan menyerah setelah ini. Aku tidak bisa terus menerus menahan perasaan ku."
Heechul terdiam, dia masih mencerna semua yang diucapkan oleh Taeyeon, ada rasa bahagia saat mendengar tentang perasaan gadis itu, tapi kemudian hatinya juga merasa sedih saat gadis itu mengucapkan ingin mengakhiri perasaannya.
"Maafkan aku Tae..."
"Tidak oppa, ini bukan salahmu, kita tidak bisa mengendalikan perasaan kita bukan?"
Heechul tidak lagi tau apa yang harus ia katakan kepada Taeyeon, lidah nya kelu hanya untuk mengucapkan apa yang ia rasakan saat ini. Semua ini diluar dugaannya, dia tidak bisa menyakiti perasaan gadis dihadapannya saat ini, tapi dia tidak tau apa harus ia lakukan.
Mereka berdua sama-sama terdiam, tenggelam pada perasaan mereka masing-masing.
"Aku akan mengantarkan mu pulang Tae, aku harus memenuhi permintaan Yoona untuk membawamu kembali dalam keadaan baik." Ucap pria itu sambil memasang seat belt pada tubuhnya.
"Hmm.." Balas Taeyeon.
"Taeyeon, bisakah setelah kita tetap baik-baik saja? bersenda gurau seperti biasanya?" Tanya Heechul sebelum ia menyalakan mesin mobilnya.
Gadis itu menatap Heechul nanar, apakah pria itu benar-benar tidak peduli pada perasaannya?.
Sedetik kemudian Taeyeon kembali menatap objek didepannya.
"Aku rasa aku perlu menghindari mu oppa, aku perlu menata hatiku kembali, jika terus bertemu denganmu, apalagi mendengar mu menyebut gadis lain di hadapanku, aku akan terus melukai diriku sendiri."
Ucap Taeyeon tetap tenang, meskipun sebenarnya ia sedang menahan amarah, bagaimana tidak? Heechul meminta agar setelah mereka tetap baik-baik saja? Meskipun pria itu tau bahwa dirinya akan terluka?
Pria itu menarik napas panjangnya, kemudian menyalakan mesin mobilnya, dan melaju menuju apartemen Taeyeon. Akan lebih baik jika ia segera mengantarkan gadis itu pulang, pikirnya.
Sama saat perjalanan menuju sungai han tadi, perjalan pulang kali ini pun mereka lalui dengan keheningan, tanpa adanya percakapan diantara keduanya.
Tanpa terasa mobil Heechul telah berada di depan Apartemen Taeyeon, ia sengaja tidak memarkirkan mobilnya di gedung apartemen tersebut, karna pasti gadis itu pun tidak mengijinkannya untuk sekedar mampir. Dia rasa Taeyeon butuh waktu untuk sendiri.
"Terimakasih oppa." Ucap Taeyeon singkat dan bergegas keluar dari mobil Kim Heechul tanpa mendengar balasan pria itu.
Heechul pun menghembuskan nafasnya kasar, dia memukul berkali-kali kemudi mobilnya, pria itu marah pada dirinya sendiri karna tidak bisa berbuat apapun untuk gadis itu, gadis yang selalu ada untuknya.
...****************...
Yoona saat ini sedang menikmati hari liburnya dengan membaca novel online pada ponsel pintarnya dan juga ditemani secangkir es coklat serta roti isi.
Nampak sesekali gadis itu melihat jam dinding, pasalnya dia merasa bahwa Taeyeon pergi terlalu lama, kegelisahannya membuat waktu terasa berjalan lambat. Bagaimanapun ia mengkhawatirkan sahabatnya itu, karena Taeyeon pergi dalam keadaan hatinya yang masih berantakan, ditambah lagi yang membawanya pergi adalah Kim Heechul, pria yang menghancurkan hati sahabatnya.
"Aku pulang.." Yoona menoleh cepat kearah sumber suara.
"Eonni, kau baik-baik saja bukan?"
Taeyeon hanya membalas dengan senyum tipisnya. Kemudian gadis mungil itu pun ikut duduk bersama Yoona dan mengambil coklat hangat milik Yoona.
"Kau tau Yoong, Heechul benar-benar brengsek, dia mengajakku pergi tapi tidak memberiku minum sama sekali." Unpat Taeyeon setelah menyesap coklat hangat milik Yoona.
Sedang Yoona terlihat menahan tawanya untuk menanggapi. Melihat sahabatnya sudah mulai mengumpat membuat Yoona merasa lega, dari pada dia harus melihat Taeyeon berdiam diri sepanjang hari.
Yoona juga tidak menanyakan banyak hal kepada Taeyeon tentang kepergiannya, karna baginya, jika sahabatnya akan membagi kisahnya pasti ia akan menceritakannya, jika tidak, dia juga tidak memaksa Taeyeon untuk bercerita.
"Kau tidak menghabiskan hari Minggu mu bersama Aiden?" Tanya Taeyeon sambil menyandarkan punggungnya pada kursi.
"Tidak, aku ingin bersantai di dalam rumah sepanjang hari, dan juga menghabiskan waktu bersama sahabatku yang juga seorang penyanyi terkenal ini.. Kapan lagi kan kau ada waktu untukku." Ucap Yoona terkekeh, dan ikut menyandarkan punggungnya pada kursi.
Taeyeon ikut tertawa bersama Yoona.
"Aku jauh lebih baik sekarang Yoong, setelah aku menyatakan perasaan ku pada Heechul." Taeyeon menghembuskan nafasnya lega.
"Apa?? Kau menyatakan perasaanmu?" Yoona terkejut dengan pernyataan Taeyeon, dan segera mengubah posisinya menjadi duduk tegak menatap tidak percaya pada sahabatnya.
Taeyeon hanya mengangguk dan kembali menyesap coklat panas Yoona.
Yoona tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya, akan tetapi dia pun tak bertanya lebih jauh, karna menurut gadis cantik itu bukan kapasitasnya untuk tau semua hal, dia hanya akan menanggapi ketika Taeyeon menceritakannya sendiri.
"Baiklah, lakukan apa yang menurut mu benar dan juga baik untuk hatimu".
"Aku sungguh lebih baik sekarang Yoong, serasa sebuah beban sudah terangkat, ya meskipun aku masih membutuhkan waktu untuk menyembuhkannya." Ucap Taeyeon dengan senyum tulusnya.
Yoona memberikan pelukan hangatnya untuk Taeyeon, memberi kekuatan untuk gadis itu, dalam hatinya berdoa semoga sahabat baiknya diberikan kebahagiaan selalu.
...****************...