
"Ah, aku baru ingat, tadi aku dan Yoona tidak sengaja bertemu Jessica saat berada di restoran siap saji, tapi dia lebih dulu pergi setelah sedikit berbincang, katanya dia harus menemui mu, kenapa kau malah ada di sini?". Jelas Aiden cukup panjang.
Yoona dan Taeyeon saling melemparkan pandangan mereka, sedangkan Heechul cukup terkejut dengan penjelasan Aiden.
...****************...
"Jessica melihat kalian berdua? Apa Jessica juga tau kalian berdua sedang berkencan?" Dari nada bicaranya sangat jelas terdengar bahwa pria itu sedang mengkhawatirkan sahabatnya.
Taeyeon yang mendengarnya pun hanya bersikap acuh seperti tidak peduli.
"Ya, Jessica mengetahuinya." Aiden menjawab santai pertanyaan dari Kim Heechul.
Pria itu terdiam sejenak, mengepalkan tangannya hingga membuat kukunya memerah, dia menahan marah pada Aiden yang dengan mudahnya menceritakan segalanya pada Jessica, dia marah karna pria di hadapannya tidak peduli akan perasaan sahabatnya. Heechul kemudian beranjak dari tempat duduknya, dia harus menemui Jessica, segera, pikirnya saat ini.
Pria itu menatap Taeyeon yang sedang sibuk dengan makanannya.
"Tae, maafkan aku, aku harus pergi menemui Jessica" Ucap Heechul.
"Pergilah" Jawab gadis itu singkat, tanpa menatap lawan bicaranya. Dia tau hal ini akan terjadi, pada akhirnya pria itu tetap memilih wanita lain.
Pria itu terdiam sejenak, dan segera melangkahkan kakinya meninggalkan apartemen Taeyeon.
Yoona menghembuskan nafasnya kasar saat Heechul benar-benar telah pergi meninggalkan Taeyeon, dia tau situasinya, gadis cantik itu menggenggam tangan sahabatnya, memberinya kekuatan.
Aiden yang tidak menyadari keadaan menjadi berbeda pun nampak tidak peduli. Baginya bukan urusannya untuk ikut campur pada masalah orang lain.
Taeyeon telah menghabiskan makanannya, dia pun beranjak dari duduknya.
"Aiden, Yoong, aku mau istirahat dulu, kalian bisa lanjutkan tanpa aku" Gadis itu pun segera meninggalkan meja makannya.
"Yoong, kau tidak makan?" Tanya Aiden dengan menyentuh tangan gadis itu.
"Tidak oppa, kau bisa menghabiskannya." Jawab Yoona dengan senyum tulusnya.
Saat ini dia benar-benar mengkhawatirkan sahabatnya itu, sejenak dia berfikir ini bisa saja jadi salahnya, andai dia tidak bertemu dengan Jessica dan mengungkapkan segalanya, mungkin saja gadis blonde itu tidak akan mencari Heechul, dan pria itu tidak akan meninggalkan Taeyeon.
Yoona masih terdiam menatap kosong pada meja makannya yang masih berserakan. Aiden yang menyadari akan perubahan ekspresi kekasihnya pun mulai bertanya.
"Yoong, apa ada masalah?" Tanya Aiden lembut. Satu tangannya menyentuh puncak kepala Yoona.
Yoona tersadar dari lamunannya.
"Tidak oppa, ah aku lupa membuatkan americano untukmu!" Gadis itu teringat akan janjinya tadi pada Pria itu.
Saat akan beranjak menuju dapur, Aiden meraih pergelangan tangan Yoona, menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya. Memberikan sentuhan lembut pada puncak kepala sang kekasih, dan Yoona pun dengan ragu membalas pelukan Aiden, mengeratkan pelukan itu, dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang Aiden seakan ingin berbagi apa yang memenuhi isi kepalanya saat ini.
"Yoong, apapun yang terjadi jangan pernah pergi dari sisiku" Ucap Aiden penuh dengan penekanan.
Pria itu seakan tau apa yang ada di pikiran kekasihnya, dan dia mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi, dia tidak bisa kehilangan Yoona, sampai kapanpun.
Yoona terdiam tak merespon ucapan Aiden, dia meneteskan air matanya tanpa suara. Gadis itu tidak mampu menjanjikan apapun pada pria nya, tapi jujur saja, saat ini dia ingin sekali bersikap egois dengan tetap menjadi milik Aiden.
Tidak mendapatkan jawaban dari gadisnya, membuat Aiden melonggarkan pelukannya pada Yoona, menatap gadis itu, sedikit terkejut dengan air mata yang membasahi pipinya gadisnya. Aiden pun menghapus sisa air mata itu.
"Dan apapun yang terjadi, aku pastikan aku tidak akan pernah pergi darimu Yoona. Mengerti?" Ucap Aiden lagi, kali ini penuh tuntutan agar Yoona menjawabnya.
Dan Yoona mengangguk mengerti, Aiden kembali meraih pinggang Yoona untuk memeluknya, pria itu mencium puncak kepala gadisnya dengan penuh rasa sayang.
Setelah beberapa waktu saling berdiam diri dengan posisi saling berpelukan, Aiden memilih untuk pamit pulang, dia rasa Yoona butuh waktu untuk menjernihkan pikirannya.
Yoona pun bergegas membereskan meja makannya, mencuci seluruh alat makan yang kotor, setelah memastikan telah bersih semuanya, gadis itu pun segera memasuki kamarnya, dia ingin segera mengistirahatkan segalanya.
...****************...
Taeyeon, gadis itu menangis. Lagi-lagi dia kalah oleh gadis lain bernama Jessica, baru saja dia merasa sangat bahagia karna Heechul tidak meninggalkannya saat Jessica menghubungi pria itu, tapi ternyata, sama saja, pria itu lebih mengkhawatirkan gadis itu daripada dirinya.
Taeyeon bertekad untuk mengakhiri perasaanya pada Kim Heechul, dia menyerah, dia sadar dia tidak akan mendapatkan kemenangan apapun atas Kim Heechul.
...****************...
Heechul telah sampai tepat didepan pintu apartemen milik Jessica.
Ting tong
Pria itu menekan tombol bell yang menempel pada pintu apartemen.
Ceklek
Pintu itu terbuka, menampilkan sosok cantik dengan kaos berwarna hijau dan celana training berwarna abu-abu, wajahnya tampak flawless meskipun tanpa riasan.
"Heechul Oppa?"
Jessica pun membuka pintu lebih lebar, mempersilakan pria itu untuk masuk. Kim Heechul sepertinya berlari untuk bertemu dengannya, sangat terlihat keringat pria itu yang bercucuran dan juga nafas yang terengah-engah.
Pria itu pun melangkah masuk kedalam apartemen milik Jessica, mendudukkan diri pada salah satu kursi yang berada di living room.
Sedangkan Jessica melangkahkan kakinya menuju pada dapur, tepatnya lemari pendingin yang ada di sana, mengambilkan segelas air mineral dingin untuk sahabatnya itu.
"Oppa? Kau tidak apa-apa?"
Tanya Jessica setelah memberikan segelas air mineral pada Heechul, gadis itu pun mengambil posisi duduk di sebelah pria itu.
Heechul nampak meminum segelas air pemberian Jessica, meneguknya hingga habis, dan menaruh gelas itu dimeja.
"Jessica, kau baik-baik saja?"
Tanya Heechul berhati-hati, pria itu nampak meneliti wajah gadis didepannya itu, baginya Jessica nampak biasa saja, tidak ada kesedihan yang ia khawatirkan tadi.
"Aku? Aku baik-baik saja Oppa, ada apa memangnya?"
"Aku dengar kau tadi bertemu dengan.. Aiden dan juga.. Yoona?"
Heechul sangat berhati-hati dalam ucapannya, dia tidak mau sahabatnya merasakan sedih kala dia menyinggung pasangan itu.
Jessica menghembuskan nafasnya perlahan
sebelum menjawab pertanyaan pria didepannya itu.
"Ya, aku tidak sengaja bertemu mereka tadi, aku juga sudah tau mereka telah menjalin kasih, daaann.. aku juga menghubungimu tadi untuk menceritakan ini, tapi kau malah mengabaikan ku".
Gadis itu mengubah ekspresi nya menjadi kecewa dengan sedikit mengerucutkan bibirnya.
"Maafkan aku Sica~ya".
Heechul menunduk, pria itu merasa bersalah sahabatnya karna telah mengabaikannya.
Gadis itu tertawa melihat ekspresi wajah Kim Heechul, sejujurnya dia memang kecewa hanya saja dia berusaha mengerti, dan juga dia merasa tidak semua hal harus berputar pada dirinya bukan? Jadi kalaupun pria di depannya tadi memang tengah sibuk dengan gadis lain pun, dia tidak masalah.
Heechul mengangkat kepalanya, menoleh pada gadis dengan tawa cemprengnya. Gadis itu benar-benar tidak menunjukan kesedihan setelah tau kenyataan pahit yang diterimanya.
"Kau lucu sekali Oppa, hahaha, aku tidak benar-benar marah padamu, dan juga aku benar-benar baik-baik saja, jadi jangan khawatir". Jessica menunjukan senyum tulusnya pada Kim Heechul.
Sedangkan pria itu menarik tubuh Jessica kedalam pelukannya. Memberikan kekuatan pada gadis itu, meyakinkan gadis itu bahwa dia tidak sendirian.
...****************...