About Love

About Love
Part 10



"Jessica?". Aiden cukup terkejut dengan suara cempreng Jessica, dan hampir saja ia menumpahkan cola yang ada di nampan yang ia bawa bersama dengan pesanan Yoona.


Melihat hal itu pun membuat Jessica maju beberapa langkah dari tempatnya untuk membantu Aiden. Dan untuk waktu beberapa detik, tatapan mereka berdua bertemu, membuat Jessica berdebar.


Beberapa meter dari tempat Jessica dan Aiden berdiri, tepatnya disebuah meja yang berada disudut ruangan, nampak Yoona berdiri dari posisi duduknya, dia juga terkejut oleh kehadiran Jessica, dan memandang tidak suka pada tatapan Jessica untuk Aiden. Yoona cemburu!.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Yoona, Aiden, dan Jessica, sedang duduk di meja yang sama. Jessica sebenarnya cukup terkejut karna ternyata Aiden sedang bersama dengan Yoona, terlebih lagi dihari minggu, jadi sudah pasti Aiden dan Yoona bersama bukan untuk urusan pekerjaan, dan itu cukup menarik perhatian Jessica untuk tau lebih dalam lagi.


"Jadi kalian sedang menghabiskan hari libur kalian bersama-sama?".


Ucap Jessica hati-hati membuka percakapan sambil meminum cola yang tadi sudah ia pesan.


"Ya, seperti yang kau lihat, aku baru saja menyatakan perasaanku pada Yoona" Balas sang pria dengan sangat ringan tanpa beban dan rasa percaya diri yang tinggi.


Balasan Aiden cukup membuat dada Jessica terasa nyeri, dia sudah tau kalau sahabatnya itu memang memiliki perasaan pada Yoona, tapi dia tidak pernah menyangka bahwa dia akan berada pada posisi seperti ini.


Yoona yang juga mendengar apa yang diucapkan Aiden pun terkejut, dia melirik takut pada gadis cantik yang duduk berhadapan dengan Aiden, dapat jelas dilihat oleh Yoona perubahan ekspresi Jessica ketika Aiden mengucapkan kalimat itu, dan hal itu membuat Yoona tak enak hati pada Jessica, sebab dia tau gadis itu juga memiliki perasaan untuk Aiden.


"Waah.. benarkah? lalu apa jawabanmu Yoona?"


Jessica beralih menatap Yoona yang sedang sibuk mengaduk-aduk cola yang ada dihadapannya.


Yoona terkejut akan pertanyaan Jessica yang tiba-tiba, gadis itu pun mendongakkan kepalanya menatap lawan bicaranya, menurutnya tatapan Jessica saat ini seperti sedang mengintimidasinya, gadis blonde itu sedang cemburu, pikir Yoona.


"Yoona tidak menjawabnya Jessica, tapi aku tau dia juga memiliki perasaan yang sama sepertiku, jadi aku tidak membutuhkan jawabannya"


Yoona dan Jessica sama-sama mengalihkan pandangan mereka kepada Aiden, Yoona dengan ekspresinya yang terkejut dan Jessica dengan ekspresi sinisnya seperti meremehkan.


Jessica pun tertawa, diikuti Yoona yang membuang muka pada Aiden.


"Kau sangat percaya diri sekali ya Aiden Lee"


Yoona mengangguk menyetujui ucapan Jessica.


"Aku tidak percaya diri, tapi memang begitu kenyataannya Sica"


"Benarkah seperti itu Yoona?"


Jessica mencoba mencari kebenarannya dengan bertanya pada Yoona, dan Yoona pun tersenyum menatap Jessica dan beralih pada Aiden.


"Tidak". jawab Yoona tegas.


Jessica yang mendengar jawaban Yoona sedikit terkejut dan kemudian tertawa mengejek Aiden, Yoona pun ikut tertawa setelah melihat ekspresi Aiden.


Suasana canggung diantara ketiganya pun mencair perlahan, mereka terus melontarkan candaan dan tawa satu sama lain, tapi Yoona dan Jessica lebih sering bekerja sama untuk membully Aiden.


"Ah Yoona, aku hampir lupa, apakah Aiden sudah menyampaikan pesanku? Aku ingin kau menjadi model untuk koleksi terbaruku, bagaimana?"


Yoona mengerjapkan matanya beberapa kali, kalo tadi yang menyampaikan hal ini Aiden, ia akan dengan mudah menolaknya, tapi kali ini Jessica yang menyampaikan hal tersebut kepada dirinya, jika ia menolaknya ia akan merasa tak enak hati lagi pada gadis itu.


Aiden juga menunggu jawaban Yoona, kali ini dia tidak ingin menjembatani pembicaraan kedua gadis itu, meskipun dia tau apa jawaban Yoona, menurutnya akan lebih baik jika gadisnya menyampaikan sendiri pendapatnya pada sahabatnya itu.


"Ehm, Jessica begini, aku tidak bermaksud menolak tawaranmu, tapi kau tau sendiri aku tidak berpengalaman dalam bidang tersebut, aku tidak mau nantinya aku malah merepotkan semua orang yang bekerja untukku dan membuatmu malu."


Ucap Yoona dengan perasaan menyesal, dia takut mengecewakan Jessica untuk kesekian kalinya.


Jessica mencoba untuk meyakinkan Yoona, dan memohon. Jujur saja, produk Jessica kali ini memang terinspirasi oleh Yoona, maka dari itu Jessica bersikeras untuk melibatkan Yoona sebagai modelnya.


Yoona melihat kesungguhan hati Jessica, dia pikir awalnya gadis dengan suara cempreng itu akan membencinya karna telah merebut seseorang yang ia cintai, alih-alih memandang tidak suka pada Yoona, Jessica justru mengajaknya untuk terlibat pada bisnisnya. Jessica sungguh baik, ucap Yoona dalam hati.


Aiden yang sedari tadi hanya diam dan menyimak pembicaraan mereka pun mulai mencoba melibatkan diri, pria dengan paras tampan itu meraih tangan Yoona dan menggenggamnya.


"Bagaimana kalau kau coba dulu? benar yang dikatakan oleh Jessica, Heechul bisa mengajarimu dengan baik, dia fotografer handal di bidangnya dan juga dapat diandalkan. Jessica juga pasti akan membantumu".


Jessica melihat tautan tangan Yoona dan Aiden, meskipun ngilu terasa dihatinya, ia mencoba baik-baik saja. Semua akan segera berlalu jika aku terbiasa, pikir Jessica.


Menyadari tatapan Jessica yang tertuju pada tautan tangannya dan Aiden, Yoona pun mencoba melepaskan tangannya dengan perlahan, agar Aiden tidak menyadarinya. Gadis itu menarik nafas perlahan dan menghembuskannya.


"Baiklah, aku akan mencobanya dahulu, tapi jika aku mengacaukan semuanya, aku tidak akan melanjutkannya"


Ucap Yoona, pada akhirnya dia menyerah oleh bujuk dan rayu Jessica maupun Aiden.


Jessica begitu senang mendengar jawaban Yoona, dia pun tersenyum tulus pada gadis itu, dan berkali-kali mengucapkan terimakasih.


Drrt drrt drrt


Sebuah ponsel yang tergeletak dimeja itu bergetar, sepertinya menandakan adanya panggilan masuk di ponsel tersebut, baik Yoona, Jessica, maupun Aiden, melihat layar ponsel mereka masing-masing untuk mengetahui sumber getaran tersebut.


"Ah, sepertinya ponselku, aku permisi sebentar, kalian bisa melanjutkan pembicaraan kalian tanpa aku."


Aiden menunjukan ponselnya, memberitahu kedua gadis itu bahwa ponselnya lah yang berbunyi, kemudian pria itu beranjak untuk mengangkat telfon tersebut diluar kedai.


Sepeninggal Aiden, suasana diantara Yoona dan Jessica kembali terasa canggung, mereka sama-sama menyibukkan diri dengan ponsel mereka masing-masing.


"Jessica-shi?"


Yoona mengawali pembicaraan mereka dengan ekspresi yang cukup serius.


"Ya Yoona, ada apa?"


Jessica mendongak menatap Yoona, dan meletakkan ponsel pintarnya kembali keatas meja.


"Aku dengan tulus ingin meminta maaf kepadamu atas Aiden"


Jessica tertawa kecil, dia sangat mengerti kemana arah pembicaraannya Yoona.


"Ah.. rupanya kau menyadari perasaan ku, aku pikir aku sudah menyimpannya dengan rapi, ternyata masih bisa ketahuan juga"


Yoona diam, dia masih menunggu respon Jessica selanjutnya.


Jessica meraih kedua tangan Yoona yang ada di atas meja, dan menggenggamnya lembut.


"Aku tak apa Yoona, sungguh! Kita tak bisa mengendalikan perasaan kita bukan? Dan lagi, aku juga tidak bisa memaksa seseorang untuk memiliki perasaan yang sama denganku. Aku menyukai Aiden dan Aiden menyukaimu, tak ada yang salah soal itu, jadi kau tidak perlu merasa bersalah, mengerti?"


"Siapa yang menyukai siapa? Apa yang sedang kalian bicarakan?


"Aiden?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...