
Taeyeon, apakah kau merasa seperti ini ketika aku mencari mu, saat sedang ada masalah dengan Jessica, dan meninggalkanmu begitu saja ketika Jessica membutuhkanku? Maafkan aku.
Sesal Heechul dalam hati, ketika mengingat kembali bagaimana dia mengabaikan Taeyeon. Wanita yang selalu meluangkan waktu untuknya.
...****************...
Aiden dan juga Yoona telah sampai di basement yang berada di gedung apartemen Yoona, dan Aiden baru saja memarkirkan mobilnya.
"Oppa, kau bisa langsung pulang saja, aku tau kau lelah, jadi tidak perlu mengantarku sampai atas." ucap Yoona sambil melepaskan sabuk pengamannya.
"Biarkan aku mengantarmu sampai apartemen mu Yoong." Aiden pun bersikeras untuk tetap mengantarkan Yoona dengan selamat, seperti janjinya pada Taeyeon.
Gadis berambut coklat itu pun terdiam tanpa mendebat prianya, baginya percuma juga melarang kekasihnya itu untuk tetap mengantarkan nya.
Mereka berdua melangkahkan kaki mereka dengan tangan yang saling bertautan memasuki gedung apartemen itu, dan bergerak menuju lift yang akan mengantarkan mereka pada tujuan.
Tidak banyak percakapan yang mereka lakukan, keduanya sama-sama tersipu malu, senyuman, dan juga pipi merona jelas sekali terlihat pada paras keduanya. Hingga tak terasa lift pun berhenti pada lantai yang menjadi tujuan mereka.
Langkah kaki mereka terhenti tepat didepan pintu apartemen Yoona, keduanya sama-sama enggan melepaskan tautan tangan mereka.
"Apa Oppa mau masuk dulu? Aku bisa membuatkan Americano untukmu". Gadis itu tertunduk malu, sejujurnya itu hanya alibi saja agar Aiden tidak segera pulang meninggalkannya.
Aiden menahan tawanya, dia mendapatkan ide untuk menggoda gadisnya itu.
"Ah, jadi kekasih ku ini masih ingin bersamaku ternyata" Balas Aiden sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan juga menunjukkan evil smilenya.
Yoona hanya menanggapi Aiden dengan mengerucutkan bibir tipisnya, tanpa merespon ucapan kekasihnya, gadis itu langsung berbalik dan memasukan beberapa angka sebagai kode akses untuk masuk kedalam apartemen nya. Sedangkan Aiden tertawa dan mengikuti langkah kekasihnya.
"Oh, apakah ada tamu? sepatu siapa ini?"
Yoona bergumam pelan ketika pandangannya tertuju pada sepatu laki-laki yang diletakan dengan asal. Gadis itu memicingkan matanya, menaruh curiga bahwa Taeyeon membawa laki-laki kedalam apartemen.
'Tidak mungkin jika ini adalah manajer eonni, bukankah dia memberinya hari libur?' tanyanya dalam hati.
Sedangkan Aiden sedikit bingung melihat tingkah kekasihnya yang hanya bergumam tanpa berniat melangkahkan kakinya. Pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Aiden? Yoona?"
"Kim Heechul?!!"
...****************...
Taeyeon telah selesai pada aktivitas memasaknya. Gadis itu pun segera menghidangkannya di atas meja makan.
"Woaah, Bibimbap !! Masakan mu terlihat enak sekali Tae, aku pasti akan menghabiskannya tanpa tersisa" Seru Heechul.
Pria itu sedari tadi telah menunggu dengan bosan makanan yang akan disajikan oleh gadis mungil itu, saat gadis itu tiba dengan mangkok berisi bibimbap seketika matanya menjadi berbinar dan sangat antusias. Dengan segera Heechul melahap masakan Taeyeon, selain karna rasa lapar yang sudah tidak dapat ditahan, aroma masakan Taeyeon benar-benar menggoda.
"Tae, kau harus tau, ini adalah Bibimbap terenak yang pernah aku makan." Ucap Heechul pada suapan pertama dengan mulutnya yang penuh.
"Terimakasih pujian mu Tuan Kim, kau harus membayar mahal di setiap suapannya." Balas Taeyeon dengan senyum evilnya.
Pria itu hanya melirik sekilas pada Taeyeon, kemudian melanjutkan makannya dengan lahap, dan Taeyeon yang melihat itu hanya menggeleng kan kepala dan tersenyum senang.
tit tit tit tit
Terdengar suara mesin akses pintu, Taeyeon terkejut, seketika dia merasa panik. 'Astaga, itu pasti Yoona, ah bagaimana ini.'
Taeyeon akan merasa malu jika ketahuan membawa seorang pria kedalam apartemen mereka, terlebih jika itu Heechul, pria yang semalam ia tangisi. 'Yoona pasti akan menunjukan tatapan mengejeknya kepadaku'. Batin gadis itu.
"Siapa itu Tae, kenapa kau terlihat gelisah sekali?" tanya Heechul masih dengan makanan di mulutnya.
Kim Heechul, dia tidak menyadari bahwa Taeyeon tinggal satu atap dengan Yoona, karna ini adalah kali pertama ia berkunjung ke rumah Taeyeon, dan sedari tadi dia hanya sibuk dengan ponsel pintarnya, jadi pria itu tidak menyadari adanya banyak foto Taeyeon bersama Yoona.
"Ya ! Apa yang kau lakukan Oppa??" Taeyeon yang menyadari pergerakan pria itu, berusaha untuk menahannya. Tapi pria itu sama sekali tidak menggubris panggilan Taeyeon.
Hingga saat dia tiba di living room yang terhubung dengan pintu masuk, Heechul terkejut melihat sepasang manusia yang ternyata adalah Aiden dan Yoona.
"Aiden? Yoona?"
"Kim Heechul?!!"
Mereka bertiga sama terkejutnya, kecuali Taeyeon, gadis itu mendesah pasrah kala dia ketahuan membawa Heechul kedalam rumahnya.
Saat ini keempat manusia itu tengah duduk saling berhadapan di meja makan, Yoona menatap Taeyeon dengan mata tajamnya, menuntut gadis itu untuk menjelaskan segalanya.
Sedangkan Heechul memilih untuk melanjutkan makannya, disusul Aiden yang juga memakan bibimbap yang disiapkan Taeyeon untuk Yoona.
"Jadi eonni, mari kita jelaskan, mengapa ada Heechul-shi di rumah kita?" tanya Yoona dengan nada penuh penekanan.
Taeyeon menelan salivanya menyusun setiap kata untuk ia ucapkan kepada Yoona.
"Aku yang tiba-tiba kesini Yoona, aku bosan jadi aku menemui Taeyeon". Jawab Heechul ringan setelah menghabiskan satu mangkuk penuh bibimbap buatan Taeyeon.
Yoona menatap tak suka pada Heechul, gadis itu merasa tersinggung dengan jawaban Heechul.
"Jadi kau hanya menemui Taeyeon ketika bosan, Heechul-shi?" Gadis cantik itu menyandarkan punggungnya pada kursi, melipat kedua tangannya di depan dada, dan menatap tajam pada Heechul.
Taeyeon terkejut dengan pertanyaan Yoona, dia merasa suasana tiba-tiba berubah, dia tau bahwa Yoona marah.
Aiden masih belum menyadari perubahan suasana di sekitarnya.
Dan Heechul, pria itu bergidik ngeri pada tatapan tajam milik Yoona, 'apakah aku salah bicara?' tanyanya dalam hati.
"Ti.. tidak, maksudku aku..". Heechul berusaha merangkai jawaban untuk pertanyaan Yoona dengan gugup.
"Yoong, hentikan, kau membuat Kim Heechul takut." Aiden menimpali, ketika ia melihat perubahan wajah Kim Heechul, selama pria itu mengenal Kim Heechul, belum pernah ia temui ekspresi Heechul yang seperti itu.
Yoona menahan tawanya
"Hahaha.. aku hanya bercanda Tuan Kim, dan Taeyeon eonni, maafkan aku".
Taeyeon dan Heechul terdiam, saling menatap, dan kemudian tertawa canggung.
Taeyeon harus berterimakasih pada Aiden, yang telah menyelamatkannya, jujur saja gadis itu takut jika tadi Yoona tidak mengendalikan perasaannya, bisa-bisa ketahuan sudah tentang perasaan yang ia miliki untuk Kim Heechul. 'Aiden, terimakasih' ucapnya dalam hati.
"Ngomong-ngomong kalian berdua, berpacaran?". Tanya pria pemilik gummy smile itu pada Aiden dan Yoona.
Tanpa persetujuan Yoona, Aiden mengangguk malu.
"Woah, tak ku sangka." Heechul menatap takjub pada pasangan kekasih dihadapannya.
"Benarkah? kalian berpacaran?" Seru Taeyeon dengan heboh.
Kali ini giliran Yoona yang mengangguk malu, mengakui semuanya.
"Ah, aku baru ingat, tadi aku dan Yoona tidak sengaja bertemu Jessica saat berada di restoran siap saji, tapi dia lebih dulu pergi setelah sedikit berbincang, katanya dia harus menemui mu, kenapa kau malah ada di sini?". Jelas Aiden cukup panjang.
Yoona dan Taeyeon saling melemparkan pandangan mereka, sedangkan Heechul cukup terkejut dengan penjelasan Aiden.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*gambaran apartemen YoonTae