
"Ah.. rupanya kau menyadari perasaan ku, aku pikir aku sudah menyimpannya dengan rapi, ternyata masih bisa ketahuan juga"
Yoona diam, dia masih menunggu respon Jessica selanjutnya.
Jessica meraih kedua tangan Yoona yang ada di atas meja, dan menggenggamnya lembut.
"Aku tak apa Yoona, sungguh! Kita tak bisa mengendalikan perasaan kita bukan? Dan lagi, aku juga tidak bisa memaksa seseorang untuk memiliki perasaan yang sama denganku. Aku menyukai Aiden dan Aiden menyukaimu, tak ada yang salah soal itu, jadi kau tidak perlu merasa bersalah, mengerti?"
"Siapa yang menyukai siapa? Apa yang sedang kalian bicarakan?
"Aiden?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dan kenapa kau menggenggam tangan Yoona seperti itu Sica?"
Jessica dan Yoona menarik tangan mereka. Aiden menatap curiga pada kedua gadis itu, tadi saat ia telah selesai menerima panggilan, dan melangkah masuk kembali kedalam kedai, samar-samar ia mendengar percakapan mereka.
Jessica dan Yoona pun sama-sama terkejut atas kedatangan Aiden yang tiba-tiba.
Yoona hanya menunduk, sedang Jessica berfikir alasan apa yang ia gunakan untuk menjawab pertanyaan Aiden.
"Aku dan Yoona sedang membicarakan masalah wanita Aiden, kau tidak perlu tahu tentang itu". Ucap Jessica beralasan dan mengalihkan pandangannya dari tatapan tajam Aiden.
"Sampai harus menggenggam tangan Yoona? Kau mencurigakan!" Aiden melipatkan kedua tangannya dan menyandarkan punggungnya pada kursi.
"Jessica memberiku selamat atas hubungan kita Aiden" Yoona menatap Aiden, meyakinkan pria itu.
"Hanya itu?" Aiden balas menatap Yoona, mencari kebohongan didalam matanya.
"Ya, hanya itu" Ucap Yoona mantap dan masih menatap pria itu.
"Baiklah, aku percaya padamu" Aiden tersenyum pada Yoona dan tatapan tajamnya telah kembali berganti dengan mata teduhnya.
Sedang kedua gadis itu menghembuskan nafas mereka lega. Jessica tersenyum kearah Yoona, dan sebaliknya.
"Kau beruntung Aiden mendapatkan Yoona, jaga dia dengan baik kalo tidak, kau pasti akan menyesal" Jessica beralih menatap Aiden.
"Aku pasti akan menjaganya dengan baik" Balas Aiden dengan meraih tangan Yoona.
Yoona tersenyum menatap Aiden dan berpaling kearah Jessica, memastikan gadis itu baik-baik saja, dan dilihatnya Jessica mengangguk dan tersenyum tulus padanya.
"Kalian benar-benar membuatku iri. Baiklah lanjutkan acara kencan kalian berdua, aku harus pergi bertemu Kim Heechul". Jessica berdiri dari posisi duduknya, menghabiskan sisa minuman yang tinggal seperempat gelas, dan mengambil tas bahunya.
"Hati-hati Jessica" Ucap Yoona tulus.
Jessica hanya membalas dengan senyuman sambil berlalu dan melambaikan tangannya.
Selepas kepergian Jessica, Aiden kembali untuk menikmati lagi kentang goreng yang tadi sudah ia pesan. Sedangkan Yoona masih memikirkan tentang perasaan Jessica, gadis itu tenggelam dalam pikirannya, hingga tak menyadari suara Aiden yang sedari tadi memanggilnya.
"Yoona?"
....
"Sayang?" Aiden menyentuh tangan Yoona, untuk menyadarkan gadis itu. Dan caranya terbukti berhasil mendapatkan respon dari gadisnya.
"Ah, ya? ada apa?" Yoona terkejut ketika tangan Aiden menyentuh lembut tangannya, dan lagi panggilan Aiden yang menyebutnya 'Sayang'.
"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu? hmm?" Ucap Aiden lembut dan semakin menggenggam tangan Yoona.
"Oppa.." Yoona menelan salivanya sebelum melanjutkan ucapannya.
"kenapa kau tidak jatuh cinta pada Jessica? dia gadis yang cantik, dia juga baik, terlebih lagi kalian sudah bersahabat sejak lama, apa tak ada perasaan lain di hatimu untuk Jessica?"
Aiden menghembuskan kasar nafasnya, melepaskan genggaman tangannya pada Yoona, dan meraih gelas colanya untuk ia minum, meletakkannya lagi dan kembali menatap Yoona.
"Aku tak pernah memiliki perasaan apapun untuk Jessica, jika aku memilikinya aku tak mungkin mengungkapkan perasaanku padamu bukan? Jadi jangan tanyakan hal yang aneh seperti itu lagi, mengerti?" Pria itu mengelus puncak kepala Yoona.
"Tapi bagaimana kalau Jessica menyukaimu? Dan apa yang terjadi ketika suatu saat nanti dia mengungkapkannya padamu?" Yoona masih ingin mengetahui jawaban Aiden, gadis itu sepertinya belum puas dengan jawaban kekasihnya.
Sedangkan pria itu memutar bola matanya, mulai jengah dengan pertanyaan Yoona yang menurutnya aneh. Kenapa gadis itu mengatakan hal-hal yang tidak ia mengerti.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau menanyakan hal-hal seperti ini? Kau mencurigai ku?" Pria itu mulai emosi dengan pertanyaan yang diajukan oleh Yoona, terlihat rahangnya yang mulai mengeras, menahan amarah pada Yoona.
Aiden pun mencengkram bahu Yoona lembut, dia tidak ingin menyakiti gadisnya, ditatap matanya dalam, agar Yoona tak meragukan setiap kata yang akan ia ucapkan. Gadis itu menelan salivanya lagi, dia sedikit takut dan gugup atas perlakuan Aiden, gadis itu tau bahwa prianya sedang menahan amarah.
"Dengarkan aku, jangan menyela, dengar sampai aku menyelesaikan ucapan ku. Jika Jessica menyukai ku, itu urusan Jessica, aku tidak bisa mengendalikan perasaannya, dan aku juga tidak bisa memaksakan perasaanku padanya. Aku hanya memiliki perasaan untukmu Yoona, tidak ada yang bisa menggantimu di hatiku sekalipun itu Jessica. Dan aku rasa Jessica wanita yang cukup dewasa untuk menerimanya, jadi berhentilah mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi. Dan berhentilah menanyakan hal-hal yang tidak perlu."
Aiden berusaha meyakinkan Yoona, berharap gadis itu mengerti dan tidak lagi memikirkan hal yang tidak perlu. Dilihatnya gadis itu mengangguk, terdapat bulir bening disudut matanya, dengan cepat Aiden merengkuh Yoona kedalam pelukannya, dengan harapan dapat memberikan ketenangan pada gadisnya. Yoona membalas pelukan Aiden, dia percaya pada pria itu, dan dia berjanji tidak akan menanyakan hal yang membuat pria itu marah.
"Aku mencintaimu Yoona".
"Aku juga mencintaimu Oppa".
...****************...
Jessica baru saja sampai di apartemennya, sedari tadi dia sibuk dengan ponselnya, dia mencoba menghubungi Heechul berkali-kali tapi tidak satupun panggilan itu diangkat oleh sahabatnya itu, disaat seperti ini dia membutuhkan Heechul untuk ada disisinya.
Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar setelah mendudukkan diri pada sofa yang terlihat mewah diruang tengah apartemennya. Ingatannya kembali pada pertemuannya dengan Yoona dan Aiden beberapa waktu lalu, sebenarnya dia merasa sesak kala harus menyaksikan keromantisan yang mereka tunjukan, tapi Jessica sungguh bersyukur Aiden mendapatkan gadis yang baik seperti Yoona. Jessica hanya perlu waktu untuk mengikhlaskan perasaannya yang berakhir seperti ini.
Gadis itu kembali melihat ponselnya, berharap pesan yang tadi ia kirimkan untuk sahabatnya telah dibaca, tapi Jessica harus kembali kecewa ketika melihat tidak ada tanda bahwa Kim Heechul telah membaca pesan singkatnya. Kemana pria itu? Tidak biasanya dia seperti ini, bahkan ketika pria itu sibuk dengan pekerjaannya, dia akan dengan senang hati meninggalkan pekerjaan itu demi dirinya.
Mengingat Kim Heechul, Jessica merasa dirinya benar-benar egois dan gadis yang buruk, dia hanya menginginkan Heechul ketika dia merasa rapuh dan tersakiti, padahal sebenarnya pria itu juga ada diposisi yang sama dengan dirinya, sama-sama sakit karna perasaan mereka sendiri. Dan gadis itu telah berkali-kali menyakiti pria yang baik seperti Kim Heechul.
Jessica kembali mencoba untuk menghubungi Kim Heechul, berharap pria itu mengangkatnya kali ini setidaknya dia ingin tau bahwa pria itu sedang baik-baik saja.
Tut..
Tut..
Tut..
Bip
"Halo?" ucap pria diseberang sana, membuat Jessica merasa lega.
"Kim Heechul, kau mengabaikan ku!" Jessica merajuk
"Maaf Sica, aku sedang bersama seseorang, nanti aku akan menelpon mu"
Dan sambungan telfon terputus begitu saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...