
aku rindu mereka semua aku juga rindu pekerjaan ku . aku cuma ingin pulang tapi bagai mana caranya mkita cuma makn roti dan pisang .
wiva : boo apa yang akan kita lakukan . dan bagai mana jika hujan
becam : kita akan membuat pondok atau tempat berteduh dan kita juga perlu bendera..
wiva : lalu apa saja yang kita butuhkan ?
bacam : pertama kita cari bambu dan akar setelah itu dun pisang dan rumput lainnya.
tanpa basa basi kita langsung menuju ke rumpun bambu, becam melarang aku untuk medekat karna bakal repot jika badan aku gatal bukannya lebai tapi hanya di bagian sensitif aku doang yang di tutup kain selaiin itu terbuka. mekap mendapatkan 5 potong bambu kecil namum panjang.
becam : bee di belakang mu ada akar, tolong ambil dan ini pakai lah pedang ini ( sambil memberikan pisau ke aku dengan senyumnya yang lebar hingga sedikit gisulnya nampah aduh buat aku makin meleleh ) .
wiva : ok . boo akan kah kita bertahan disini ?
becam : ambil akarnya dulu lalu kita kembali kepantai. dan kita akan mendirikan bendera suapaya gampang untuk orang menemukan kita.
wiva : ya.
becam : bee ayo lah jangan gitu sayang kita akan bertahan.
terik mata hari membakar kulit kita , keringan pun bercucuran entah itu keringan kecapean, kepanasan atau pun karna lapar mungkin ke tiga tiganya menyatu. namun semngat kita tetap ada.
becam membuat ketangka atap rumah ala ala becam hahahha. dan aku mendirikan bendera di tengah pantai , benderanya baju kemeja becam .
becam : bendera yang bangus ( dia teriak dari bawah pohon yang hampir 100 m jaraknya dari tempat aku mendirikan bendera ini.)
wiva : ya .. harus kah kita memberi hormat.
becam : tentu. tapi itu nanti sekrang kemarilah kekasih ku aku sudah menyiam kan jus untuk mu bee
haha jus apa an jus cinta kali ya. aku berjalan menuju ke becam yang lagi terdampar di atas pasir . seteah minum aku pun ikut rebahan di atas pasir .
wiva ; terimakasih pohon kau mengingat kan aku kepada pohon baik ku.
becam : hahhaha ada ada saja.
wiva : terimakasih sudah melindungi kekasih ku dari terik mata hari . ini tidak adil pohon aku mendirikan mendera tidaka ada yang melindungi.
wiva : boo aku lapar
becam : sayang kita masih punya pisang. dan aku juga punya tinggal pilih mau pisang yang mana ( sambil memasang wajah genit)
wiva : pisang yang di hutan boo
becam : hahahaha dua dua nya punya hutan bee
wiva : boo.... jangan manjing nafsu aku, bahaya nanti
becam : waw ... sayang seberapa bahayanya
wiva : jika mau tau kenyangkan perut ku dulu boo
becam : yaya.. bangun lah pangeran nu akan mengupas pisang untuk mu tuan putri hahahahha.
wiva : terimakasih pangeran ku... sayang waw kerangka yang bagus , lalu akan di tutup pakek apa ?
becam : tentu saja bagus. nanti di tutup pekek daun pisan dan beberapa rumput lain. sayang setelah kenyang makan pisang kuning makan pisang tanpa kuliat lagi ya (pasang wajah sok imut )
wiva : sudah dong becandanya. selesaikan dulu pekerjaan mu baru ku makan pisang mu..
becam : ini mah kecil, bee cukup duduk diam dan bersantai dan boo akan mencari daun daun.
wiva : bee ikut
becam : jangan
wiva : hey kekasih ku aku tidak bisa dan tdak tahan untuk menunggu .. aku benci di manja yang ingin berteduh bukan aku saja boo juga kan jadi izin kan aku ikut.
becam : sayang
wiva : mau cepat aku makan pisang mu kan syang
becam : oh sayang aku tak bisa menolak. ayok jalan