
Malam yang makin dingin , aku takut nyamuk walau dari tadi tidak ada namun aku memintak becam untuk mengambil sofel di tas ku. Untuk berjaga jaga
Wiva : becam tolong ambil sofel di tas aku
Becam : hahhahaha hey kekasih ku ini ukuran berapa ( dengan wajak yang senang bangat entah itu dia di paksakan atau untuk membut suasana cerah )
Wiva : aku mintak ambil kan sofel kenapa barang antik aku yang di keluarkan .
Becam : ini. Wiva suka warna pink.
Wiva : ya suka , sudah simpan kaca mata ku dan Sd aku atau jangan jangan kau mau mencoba memakainya
Becam : hahaha no beb. Wah sampo, sikit gigi, odol, sambun biaore,beros, deterjen pun ada pantasan berat bangat.
Wiva : itu pasti ulahnya nenek sama mak ngah. sebenarnya aku belum cek apa saja isi tas renselku . Selain itu apa lagi
Becam : ada payung lipat, power bank, sofel saset, Bra dan celana dalam, P3k tapi botolnya kecil semua untuk menggemat tempat mungkin.
Wiva : lalu
Becam :korek api , permen, itu saja..
Wiva : di kantongnya
Becam : roti 2 bungkus
Wiva : bagus untuk kita sarapan besok pagi
Becam : power bank 2
Wiva : ya itu milik tomi dan hani..
Becam : colat dan tali
Wiva : itu pasti dari sahfa.
Becam : sungguh beruntung kau berasa di keluaga yang penuh cinta aku tak iri karna aku juga seperti itu dan jangan marah kekasih ku aku kan merapikannya kembali.
Becam Cuma angung,bertanda boleh becam menyusun barang yangg di keluarkan tadi aku meraih jaket lalu mendekati api yang kayunya hampir habis becam oun nyusul aku dan kami mebuat api yang besar.. mungkin kayu api tidak akan cukup untukk malam ini kata memutus kan mencari lagi .
Makin gelap dan sunyi, desuran omabak terdengar begitu jelas ,deras angin yang kencang aku menatap kalangit syukurlah bintang dan bulan begitu cerah tidak ada tanda akan hujan turun.
Becam duduk di pasir sektar 100 meter dari pondok kita aku mendekatinya dan aku tak percaya ini dia menetes kan air mata aku tak bertanya kenapa aku hanya memeluk dan memberi dia seamangat.
Becam : boleh aku mencium mu
Wiva : ya
Ciuman becam mendarat di bibir ku aku pun terhanyut dan terbuai dalam ciuman entah perasaan apa yang datang air mata ku pun keluar.
Aku bahagia tapi rasanya waktu sangat singkat. Setelah ciuman hanya kata love you yang keluar dari mulut kita. Aku bersandar di bahu becam dan melihat ke arah laut kiri kanan tidak ada satu pun terlihat cahaya .itu yang membuat aku sungguh merasa jauh.
Becam : ayok kita kembali untuk istirahat, kita akann selamat percayalah
Wiva : ya itu pasti.
Becam : boleh aku panggil bee
Wiba : tentu, aku juga akan panggil kamu boo
Becam : kedengarannya romantis.ayok kita coba
Becam menambah kayu api aku hanya menatapnya dengan senyum bisa bisanya aku jatuh cinta di saat seperti ini dan terjebak dalam pulau enatah berantah namun aku tak menyesal jika tidak ada yang menemukan kami nanti biar lah ini menjadi kisah untuk kita berdua.
Becam : bee jangan melamun
Wiva : hey ya sayang.
Becan : sudah jam 11 malam ayok kita berbaring dan mentap bintang..
Wiva : aku gak bisa dan gak nyaman jika tidak ada bantal .
Becam : bee aku udah menyiap kan semua tu ada kayu ya alasanya kemeja aku gak masalah kan dan aku punya bahu untuk mu.