
Tidak lama kemudian becam datang dengan membawa daun pisang dan beberapa rumput lainnya. Aku berlali membantunya.
Di bilang daun daun ini untuk alas kita tidur nanti, aku menyusun rumput rumput di bawah pohon yang aku bersihkan tadi dan kemudian di tambah lagi dengan daun pisayang ditasnya supaya kami tidak terlena pasar..
Hari udah mulai gelap kami pun lupa untuk mencari kayu bakar .
Becam : bentar lagi mata hari akan terbenam.. aku cari kayu bakar dulu gak jauh kok di sekitar pantai saja... kau tetap disini
Wiva : aku tidak suka menunggu, berdua akan lebih cepat dan Hasil yang banyak.
Becam : ok .
Aku dan becam mencari kayu bakar di sekitar pantai , lumayan banyak kami mendapatkannya. lalu antar ke tempat kami nginap dan tambah satu kali lagi kami ambil tapi aku sangat haus pas aku balik ke penginapan ala ala wiva dan becam hahahhaha ternyata becam ngak ngikut.
Setelah kayu bakar aku susun aku baru ingat becam kemana aku mencari nya ke tempat tadi tidak ada sama sekali aku mengikuti jejak kakinya di pasir dia mengarah kesemak .
aku terus berjalan dan teriak memanggilnya namun tidak ada balasan sama sekali ,
.
cemas mulai menghantui ku dan ulu sungai di mata aku pun mulai berair. Sejenak aku berhenti dan diam di tengah semak semak aku mendengar suara orang lagi menebang pohon aku mengikuti suara itu setelah di temukan ternyata pohon bambu yang baru saja di tebang aku percaya ini becam tapi sekrang dia dimana.
Wiva : Becam jangan tinggalin aku , kau dimana aku takut .. disini aku Cuma punya kau becam gak ada mama, papa, kakek, nenek, mak ngah, pak ngah dan bahkan karyan aku pun ngak ada .. ya selama ini aku suka menyendiri tapi kali ini aku tidak suka becam tolong jangan petak umpat .( aku bicara sambil terial beserta nangis )
Becam : udah selesai ngocehnya ( berdiri tegak di belakang ku )
Aku kaget mendengar kan suara becam, reflek aku meluk dia entah apa yang di pikirkan becam aku gak peduli yang penting sekrang dia ada di samping aku .
Wiva : ya ya ya aku tau
Becam : pelukannya nanti lagi kita sambung ya
Wiva : maaf, tadi kenapa kamu hilang aku panik
Becam : aku ambil bambu untuk tempat kita ambil air, sekarang ayok kita ke sungai ambil air untuk kita minum.( becam memberi 2 potong bambu dia juga membawa dua)
Setelah nyampek di sungai aku masih sempat mikir untuk mandi tapi becam malah tertawa tapi kalau di pikir pikir gak ada waktu lagi untuk aku membersih kan diri. Ini saja udah gelap setelah mengisi mambu dengan air kita kemabali ke pantai..
becam menyalakan api kami bersandar di pohon dan makan malam kami adalah pisang.
Wiva : apa mereka mencari kita
Becam : percaya lah mereka sekarang sedang mencari kita bahakan keluarga..
Wiva : ya aku percaya. besok kita harus buat sebuah tanda untuk mempermudah orang menemukan kita
Becam : ya aku setuju. Tolong berikan posen ku
Aku membuka tas dan isi nya lengkap .
Becam : waw persiapan yang matang. Untuk 4 hari disini kita tak akan ke habisan nayawa posel hahahha