You Make My Life Complete

You Make My Life Complete
Mengenalmu



Mereka semua berbincang dengan santai seperti tidak ada yang terjadi, memang tidak ada yang terjadi pikir mereka. Sesekali Dave mengajak bicara Jane agar dia tidak merasa terabaikan, meskipun dia lebih sering bergabung dengan obrolan ketiga sahabatnya. Clara saat itu juga tidak mengeluarkan satu kata pun pada Jane. Jane yang biasanya terlihat komunikatif menjadi sedikit lebih pendiam.


Selang beberapa lama, tiga mahasiswa lain menghampiri meja itu berbincang dengan Dave dan meminta kehadirannya untuk urusan council. Suasana menjadi lebih canggung untuk Jane tanpa Dave, meski ada Ken di sana yang sering mencairkan suasana. Jane tidak bisa membiarkan hal ini terlalu lama, dikumpulkan keberaniannya untuk membuka suara.


“Apa aku mengganggu kalian di sini?” tanya Jane dengan sedikit ragu.


Semua terdiam dan terkejut mendengar ucapan Jane.


“Kenapa kau berpikir seperti itu?” tanya James dengan menatap heran pada Jane.


“iya Jane, kau tidak seperti biasanya. Apa ada sesuatu yang terjadi?” cemas Ken lalu memutar badannya menghadap Jane.


“Tidak... hanya saja aku merasa sedikit...” sebelum melanjutkan ucapannya yang terputus, Clara menyela.


“Apa karena ada aku?” Kali ini Clara melanjutkan.


“Dengar Jane, mungkin aku tidak mengenalmu tapi jika kau memang tidak nyaman berteman dengan kami mengapa kau masih di sini? Nyatanya kau masih duduk di sini karena memang kau nyaman berteman dengan yang lainnya kan? Kenapa kau harus memusingkan hal-hal yang tidak penting seperti itu. Lakukan saja seperti yang biasa kau lakukan” jelas Clara menatap Jane.


Ucapan Clara sedikit mengejutkan Jane, terdengar sangat dingin tapi di saat bersamaan dia sedikit paham kalau Clara menunjukkan jika posisinya tidak membuat masalah sama sekali.


“um.. Jane, mungkin menurutmu ucapan Clara barusan sedikit menusuk, tapi dia memang seperti itu selalu to the point dengan apa yang ia ucapkan. Dia memang terlihat seperti tidak bersahabat, tapi kalau kau mengenalnya dia itu sosok yang baik.” Jelas Ken berusaha untuk menghibur Jane.


Clara hanya melirik ke arah Ken dan sedikit menggelengkan kepalanya.


“Jadi dari awal kau merasa sedikit canggung ya?” Ken melanjutkan kembali ucapannya kali ini dengan nada sedikit riang.


Jane hanya diam dan menundukkan kepalanya,


“Kau tidak perlu berpikiran seperti itu Jane, kita ini berteman kan? Jadi kau tidak perlu merasa canggung. Mungkin saat ini kami tidak banyak mengobrol denganmu, karena kami baru saja bertemu kembali dengan sahabat kami. Tapi kami, aku senang kau ada di sini” jelas Ken.


“Iya... aku minta maaf kalau ucapanku tadi membuat kalian terkejut, ini salahku karena tidak bisa mengerti dan belum menyesuaikan diri dengan baik” balas Jane.


“No kau tidak salah, kau hanya belum mengenal Clara saja. Hehe, kalau begitu aku punya ide bagaimana kalau akhir pekan ini kita pergi bermain bowling? Supaya lebih akrab” ajak Ken dengan semangat.


Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab ucapan Ken, “ayolah... Dave juga pasti setuju kok” bujuk Ken.


“Kau ini memang merepotkan ya Ken” jawab James singkat.


“Aku ikut saja” balas Clara.


“Oke jadi kita pergi ya, kau juga harus ikut ya Jane. Nanti aku jemput kalian semua” ucap Ken dengan riang.


Jane hanya mengangguk dan tersenyum kepada Ken, pikirannya sedikit lebih tenang saat ini. Ternyata sosok wanita yang ada di seberangnya tidak seburuk seperti yang ia bayangkan.


“Ken benar, mungkin aku belum mengenalnya.” Pikir Jane.


***


Sejak saat itu Jane mulai membiasakan diri dengan sosok Clara, meskipun dia tidak banyak berbicara padanya. Ini aneh bagi Jane perihal dia adalah orang yang sangat mudah untuk berteman dengan siapa pun tapi sepertinya tidak dengan Clara. Menurutnya Clara sosok yang lebih tertutup jika dibandingkan dengan Dave, dia tidak akan berbicara jika itu bukan perihal yang penting untuknya. Dia pun jarang tersenyum kepada yang lain, lebih tepatnya dia memiliki ekspresi yang dingin dan tidak bersahabat.


Pagi berikutnya mobil ferrari berwarna merah milik Jane memasuki area kampus, diparkirnya mobil itu dan ia bergegas untuk keluar. Dengan menggunakan rok mini berwarna merah muda, Jane keluar dari mobilnya. Banyak mahasiswa-mahasiswa lain yang berkerumun di sekitar Jane hanya untuk menyapanya, dengan murah senyumnya Jane membalas sapaan mereka.


Jane berjalan melewati koridor menuju kelasnya, dari kejauhan dilihatnya Clara yang sedang berkumpul dan berbincang dengan ketiga teman wanitanya yang diketahui Jane mereka adalah teman dekat Clara selain ketiga pria tampan itu. Jane hanya tersenyum dan menyapa ketika melewati Clara, dan Clara membalas sapaan Jane. Begitulah hari-hari mereka sekarang.


Sore hari di akhir pekan sebuah mobil putih memasuki halaman rumah milik Jane, Ken menepati janjinya untuk menjemput semua teman-temannya untuk pergi menghabiskan akhir pekan mereka bersama. Setelah sampai tepat di depan pintu, Ken telah di sambut oleh Jane.


Ken dan Jane pun segera menuju mobil yang tengah terparkir di halaman. Di dalam mobil sudah ada James yang duduk di bangku depan dan Dave serta Clara yang duduk di bangku tengah, membuat Jane menjadi sedikit canggung karena ia harus duduk bersama dengan Dave dan Clara, di mana saat itu Clara duduk di antara Dave dan Jane. Meskipun begitu ia berusaha menutupi perasaannya.


“Ini ada jus untukmu, aku tidak tahu apa kau suka dengan veggie jus” ucap Clara seraya menyerahkan botol jus kepada Jane.


“Ah terima kasih Clara, kau yang buat ini?” tanya Jane menerima botol jus itu.


“Tidak... asistenku yang membuat kan itu semua untuk kalian” balas Clara, Jane mengiyakan dan tersenyum padanya.


“Baiklah... kita berangkat yaa” seru Ken.


“Hati-hati menyetirnya ya Ken” ucap Jane.


“Tenang saja, kalau dengan Ken kita akan lebih cepat sampai” James membuka suara.


Mobil putih itu melaju meninggalkan kediaman Jane, sepanjang perjalanan mereka mengobrol ringan meskipun lebih banyak Ken yang mengisi suara. Dave tidak banyak membuka suara saat itu, dia disibukkan dengan menikmati chicken wrap yang dibawa oleh Clara. Sesekali Dave menyodorkan makanan yang dipegangnya ke arah Clara seraya menyuapinya. Jane yang melihat kejadian itu pun sedikit mengepalkan tangannya.


Selang satu jam perjalanan, melewati macetnya lalu lintas akhirnya mereka telah sampai di sebuah arena bowling. Mereka memilih spot terakhir disisi kanan, arena tersebut sangat ramai dikarenakan ini adalah akhir pekan. Permainan bowling didominasi oleh ketiga pria tampan itu, mereka memang menguasai permainan tersebut dan terbiasa menghabiskan waktu senggang mereka di tempat ini.


Seketika ketiga pria tampan itu menjadi tontonan untuk pengunjung lain, di tambah dengan penampilan Ken yang sangat terlihat mempesona. Meskipun Ia hanya menggunakan kaos olahraga hitam, tapi pakaian itu membentuk tubuh dan absnya dengan sempurna.


“Kau tidak main Jane?” tanya Clara yang sedang duduk di samping Jane.


“Ah aku tidak bisa, jadi aku melihat saja dari sini” jawab Jane dengan sedikit tertawa kecil.


Clara hanya mengangguk dan berdiri meninggalkan Jane, ia pun menghampiri ketiga temannya yang sedang asik bermain. Clara mencoba beberapa kali putaran, mereka bermain dengan sangat santai dan beberapa kali pula mereka tertawa bersama.


Selang beberapa menit bermain, mereka memutuskan kembali ke tempat duduk untuk istirahat.


“Biar aku ambilkan minum” ucap James meninggalkan tempat duduk dengan mengalungkan handuk kecil pada pundaknya.


“Ayo Jane, masa kau tidak bermain” ucap Ken yang langsung terduduk karena kelelahan.


“Aku belum pernah bermain, jadi kurasa aku tidak bisa” jawab Jane sambil tersenyum malu.


“Mau aku ajarkan?” tanya Dave.


“Kau tidak lelah?”


“Kita di sini kan untuk bermain, jadi tidak ada kata lelah. Ayo” ajak Dave.


Jane pun mengangguk kemudian meninggalkan bangku untuk mengikuti Dave. Mereka berdua berdiri di arena, Dave berdiri tepat di belakang Jane mengalungkan kedua lengannya dari belakang tubuh Jane. Kedua tangan Dave menggenggam tangan Jane yang saat itu memegang bola bowling, seraya mengarahkan Jane bagaimana caranya bermain.


“Hei Clara lebih baik kau melihat wajahku yang tampan ini” ledek Ken, melihat pemandangan barusan Ken cukup memahami situasi saat ini.


Clara hanya memutarkan matanya dan tersenyum, kemudian melempar wajah Ken dengan handuk kecil yang ada di depannya. Mereka berdua hanya tertawa.


DI kejauhan terlihat James yang tengah berdiri melihat ke arah teman-temannya, ekspresinya terlihat tidak terlalu senang saat dia melihat ekspresi Clara barusan.