
Waktu berlalu mereka telah sampai di lokasi tepat di malam hari, memakan waktu yang sangat lama dalam perjalanan dan beberapa kali bis yang membawa peserta berhenti untuk menikmati makan siang dan istirahat sejenak. Tak ada acara yang dilakukan mengingat hari telah gelap. Para panitia hanya mengatur peserta menuju penginapan dan menyuruh mereka untuk bersiap-siap menikmati makan malam bersama.
Jane memasuki kamar yang sudah ditentukan, merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk sekedar merenggangkan otot-ototnya yang kaku selama perjalanan. Kamar itu tidak seluas kamarnya, terdapat dua ranjang tingkat dan satu kamar mandi di dalamnya. Ia harus berbagi kamar dengan ketiga rekan yang lain.
Setelah istirahat sejenak Jane bergegas membersihkan diri dan bersiap untuk santap malam dengan yang lainnya. Dengan menggunakan dress panjang santai berwarna putih bergaya bohemian, ia berjalan melewati hamparan rumput yang luas.
Dilihatnya dari kejauhan beberapa pasang meja makan sudah tersedia, tersusun di atas rumput-rumput hijau dengan beberapa lilin kecil di atasnya. Jane duduk di samping teman sekelasnya, setelah mendapatkan makanannya ia segera menyantap sambil berbincang dengan teman-temannya. Tak disangka Dave dan Ken yang baru saja mengambil makan mereka lewat di depan tempat duduk Jane, Jane menyapa terlebih dahulu dan dibalas oleh senyum Dave. Membuat sekitar Jane berteriak-teriak kecil.
Begitulah hari pertama mereka di lokasi, setelah makan malam bersama mereka bersiap untuk istirahat di kamar mereka masing-masing bersiap untuk memulai aktivitas mereka yang sesungguhnya esok hari.
Malam pun berlalu dan pagi menyapa, udara sejuk di pagi hari menerpa. Para mahasiswa sudah berada di luar untuk mengikuti aktivitas pagi yaitu lari pagi bersama. Semua peserta yang ada di lapangan terkejut melihat betapa indahnya kota Cornwall di pagi hari, kota yang berlokasi di barat daya inggris memiliki hamparan padang rumput hijau yang luas dan perumahan yang indah yang malam tadi tak mereka sadari keberadaannya.
Di ujung padang rumput itu terdapat tebing dan di bawahnya terbentang luas lautan yang memiliki warna air laut yang indah. Mereka semua terpesona dengan keindahan kota itu.
Lari pagi pun dimulai, peserta mengikuti beberapa panitia yang sudah berlari terlebih dahulu. Mereka berlari dengan rapi melewati jalan-jalan kecil yang di sekelilingnya masih ditumbuhi hamparan rumput tinggi.
“Hah.. hah.. seberapa jauh lagi kita berlari” ucap Jane sembari memperlambat larinya.
“Aku juga lelah” balas sang teman.
“Ayo Jane.. semangat!! Sedikit lagi kita sampai” ucap Ken yang sedikit mendorong tubuh Jane membantunya untuk berlari kembali, Ken saat itu bertugas mengawasi para peserta.
“Aku tidak kuat lagi Ken” balas Jane terengah. Ken hanya tertawa sembari menyemangati.
Mereka semua berlari hingga sampai di St. Austell di mana tempat untuk aktivitas berikutnya. Clara mengarahkan mereka untuk istirahat sejenak sebelum menikmati santap sarapan yang sudah disediakan di sana, tidak mewah memang hanya beberapa potong sandwitch dan susu hangat tapi sangat cukup untuk mengisi kembali tenaga mereka.
Setelah menyelesaikan sarapan, kegiatan pun kembali dimulai. Satu persatu mereka mencoba berbagai permainan outbound disana, menuruni bukit untuk sampai di gedung Eden Project. Aktivitas mereka berlanjut lama di sana, kemudian ditutup dengan mengunjungi pantai Porthpean untuk menikmati sisa-sisa hari mereka sebelum kembali ke penginapan.
Begitulah kegiatan hari pertama mereka, selama beberapa hari seterusnya diisi dengan kegiatan fisik di alam, meskipun tidak semua menikmati liburan itu. Para panitia terutama anggota students council tidak sepenuhnya merasa ini adalah liburan, mereka harus memastikan agar seluruh acara berjalan dengan baik dan teratur sesuai jadwal mereka.
Di sela kesibukan, beberapa kali Dave mengambil gambar Clara yang sedang bertugas. Sosoknya yang hari itu memakai kaos putih lengan pendek dan celana jeans pendek serta rambut yang terurai bebas yang kadang terhembus oleh angin menjadi pemandangan indah tersendiri untuk Dave.
***
Hari keempat di Cornwall mereka melakukan aktivitas di pantai, melakukan olahraga air ataupun di pinggir pantai. Para peserta dibebaskan memakai pakaian renang mereka, ada teriakan-teriakan kecil seraya melihat kedua senior paling populer memamerkan tubuh atletis dan abs mereka. Ken dan Dave mendapat giliran untuk bertanding volley pantai dengan beberapa mahasiswa lainya. Banyak dari mereka yang menonton aksi dua pria itu, tak sedikit pula yang mengagumi tubuh Ken yang eksotis dan dibasuhi oleh keringat, membuat dia terlihat semakin seksi. Pertandingan pun berlanjut hingga beberapa putaran.
“Ken, kau lihat Clara?” tanya Dave seraya mengambil handuk.
“Tadi dia bilang akan cek lokasi dan beberapa perlengkapan di tempat selanjutnya dengan James” jawab Ken yang menjatuhkan dirinya duduk di atas pasir pantai.
“Dia benar-benar sibuk sejak kita sampai di sini” ucap Dave seraya melempar handuk lainnya untuk Ken.
Benar saja, saat itu Clara merasakan pusing dan tubuhnya sedikit teroleng ke belakang, dengan refleks dia berpegangan pada pohon di belakangnya.
“Astaga Clara kau tidak apa-apa?” tanya Alexa yang juga merupakan teman terdekat Clara yang saat itu ada di sampingnya.
“Tidak apa-apa, a-aku hanya sedikit merasa pusing.” Jawab Clara terbata.
“Wajahmu pucat sekali, ayo aku antar ke ruang kesehatan. Lucie kesini cepat bantu aku!” ucap Alexa sedikit teriak memanggil temannya.
Lucie berlari menghampiri mereka berdua,
“Ada apa ini? Clara kau sakit?” tanya Lucie panik, Clara hanya menggeleng.
“Sudah cepat kau bantu aku” ujar Alexa. Mereka pun berjalan menunu ruang kesehatan yang berada sedikit jauh dari posisi mereka saat ini.
Dan tak lama, Lucie berlari panik mencari sosok Dave ke setiap sisi hingga akhirnya ia menemukannya sedang menjadi seorang juri disebuah permainan.
“Dave!! Tolong Clara!!” teriak Lucie panik.
Dave pun terkejut mendengar perkataan Lucie.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Cerita ini adalah fiksi, jika ada kesalahan dalam penyebutan nama tempat dan penggambaran lokasi harap dimengerti. Semata-mata hanya khayalan Author dan ingatan dari gambaran yang sudah dilihat Author sebelumnya di internet.