YOU ARE MINE ONLY

YOU ARE MINE ONLY
Bab 9



...You Are Mine Only...



...


Brak...


Barra menggebrak meja nya dan bangkit dari duduknya melangkahkan kaki menghampiri meja Jordan dengan wajah menahan amarah.


Brak


Barra menendang meja Jordan ke samping untung saja tidak mengenai mahasiswa lainnya.


"maksud Lo apa?!" menatap tajam Jordan seakan akan ingin menerkamnya saat ini juga.


"santai dong bro"


"santai?Lo sadar gak hah! Lo udah ngehancurin nama baik gw!" tangan kekarnya mencengkeram kuat kerah baju Jordan.


"tenang dong bar,bukankah yang gw bilangin itu fakta gak ada yang mitos" ucap Jordan dengan begitu santai.


"barra!tenengin diri lo,jangan tersulut emosi cuma gara gara si bule kampungan ini." kata Kenzie mencoba menenangkan barra yang sudah tersulut emosi.


"Lo nyuruh gw tenang setelah apa yang dia lakuin ke gw,gw harus tenang.bahkan gw udah gak di ijinin lagi ikut kelas Bu Shinta gw harus tenang.lo gila Kenzie!" kini barra beralih menatap Kenzie, tangannya sudah melepaskan kerah baju Jordan.


"ini masih di area kampus bar,kalo sampe Lo lakuin kekerasan Lo akan di keluarin dari kampus ini!" peringat Kenzie.


"bilang aja kali pengecut" cibir Jordan meremehkan barra dan Kenzie.


saat barra ingin menghantam Jordan tiba tiba saja Denis mengunci tubuhnya supaya tidak lepas kendali.


"lepasin gw!" berontak barra


"gak" tolak Denis


"bahkan sahabat Lo aja ngebela gw bar.sejak tadi sahabat Lo aja gak buka mulut buat ngebela Lo didepan Bu shinta" kompor Jordan tersenyum kemenangan.


"diem Lo!" kata Kenzie


bugh


Jordan terpental kebelakang akibat terkena pukulan dari Kenzie.bukan hanya barra yang tersulut api emosi tapi Kenzie juga.


"Jordan Jordan kayanya Lo salah masuk kandang deh,yang Lo masukin ini kandang singa si raja hutan.sedangkan Lo hanyalah seekor tikus bodoh yang dipaksa masuk ke dalam kandang singa yang notabene memangsa apapun gak Mandang bulu!" sahut argan begitu santai dengan bersedekap dada menatap remeh jordan.


"siapa nyuruh Lo? dibayar berapa sih?sampai sampai mau masuk kandang singa,emangnya gak takut?"


"dulu cupu banget gak lepas dari kacamata bulat lo itu sekarang mana kacamata bulat lo itu pake rambut di pirangin lagi,gak cocok bro.kaya anak kampungan!" hina argan sembari menepuk bahu Jordan.


"barr,kayanya ini salah Dena deh.dia kan yang ngerjain tugas tugas lo.dia sengaja bikin tugas tugas Lo ancur Ampe Lo di permaluin di depan Bu Shinta" ujar Lisa mencoba memancing emosi barra agar barra marah pada Dena.


"bisa jadi dia nyuruh si Jordan buat ngasih tau ke Bu Shinta kalau elo sering nyuruh dia ngerjain tugas Lo" timbal jesly.


"that's right, mungkin dia udah bosan karena Lo selalu nyuruh dia ngerjain tugas tugas Lo.so,dia bales dendam dengan cara manfaatin orang yang ada di sekitar lo.for example,si cupu Jordan yang notabene nya kan satu komplek sama si Dena pasti mereka saling kenal lah." jelas Bianca membenarkan ucapan circle nya.


"dan mereka sama sama dapat keuntungan,istilahnya mutualisme " sambung jesly


"diem!jangan memancing emosi barra dan jangan memojokkan dena.belum tentu Dena seperti itu.apalagi sama barra,pacarnya sendiri.gak masuk akal kalian semua" pangkas Denis.


"argan,seharusnya Lo gak ngeiyain apa yang mereka bilang,itu sama aja menggiring opini mereka yang belum tentu benar" kata Denis menatap tajam argan ia benar benar tak habis fikir dengan sahabatnya satu ini.bukannya memenangkan barra ini malah sebaliknya.


"gw setuju sama mereka,apa yang mereka bilang ada benarnya juga" sahut Kenzie


"Ken,Lo kok membenarkan ucapan mereka ?" komentar Denis tak habis pikir dengan pemikiran Kenzie si paling bijaksana di antara mereka.


"Denis Denis kalo Lo gak percaya tanya aja sama si jordan,siapa yang nyuruh dia?" sahut Lisa menatap tak suka pada Denis.denis melepaskm pelukannya dari badan barra.


"siapa yang nyuruh Lo apalagi ngasih bukti ke Bu Shinta, dapat dari mana Lo bukti itu?!" tanya Denis ia berjongkok menyamaratakan tubuhnya pada Jordan.


Jordan begitu berpikir keras dan detik selanjutnya kepalanya mengangguk anggukkan.


"Lo jangan bohong!!!" mencengkeram kuat kerah baju jordan


" I do not lie!!!" teriak jordan


mendengar jawaban dari Jordan,tiba tiba saja kedua bahu baru naik turun wajahnya memerah menahan amarah yang siap ia ledakkan.


"gadis sialan,Lo harus tanggung semua akibatnya!" umpat barra ia pun pergi keluar kelas meninggalkan sahabat sahabatnya yang masih fokus pada Jordan.


beberapa menit kemudian baru mereka menyadari jika barra sudah tidak ada lagi di tempat.


"bar,barra!!!" panggil Denis


"****! barra pasti mencari Dena. jangan sampai barra melakukan kekerasan pada Dena" ucap lirih Denis ia pun sesegera mungkin mengejar barra diikuti oleh Kenzie dan argan.


setelah kepergian mereka Lisa tersenyum puas.


"permainan baru aja di mulai" ucap Lisa tersenyum menyeringai.


"nih buat lo" lisa melemparkan amplop coklat kepada Jordan "kerja bagus"


mereka bertiga pun pergi meninggalkan Jordan yang hanya sibuk menghitung uang yang di beri lisa.ini semua rencana dari Lisa, menyabotase semua jawaban barra dengan mengganti jawaban yang salah.membayar Jordan agar mau memojokkan barra di depan Bu lisa.bukti? ia sendiri yang mengumpulkannya.berusaha membela barra di depan Bu Lisa agar di anggap pahlawan dan terakhir menggiring opini yang salah seolah olah Dena lah yang salah.


sepanjang koridor kampus barra terus berjalan sangat lebar tatapannya tidak bersahabat sejak tadi,sesekali ia menabrak mahasiswa lain yang menghalanginya jalannya.ia tidak peduli dengan mahasiwa yang mengumpatnya.


setiba ia di depan pintu kelas Dena ia langsung menyelonong masuk tanpa permisi pada dosen yang memberi materi.mata nya mencari cari Dena namun ia tak menemukan Dena di kursi.kursinya kosong.


"di mana Dena?" tanya barra to the point pada zanna.


"gak tau" ketus zanna


brakkkk


"jangan bohong!!!" bentak barra menggebrak meja zanna.


"gw gak tau!" balas zanna dengan suara yang naik satu oktaf.


"hei kamu!!! siapa yang menyuruh kamu masuk sembarangan tanpa permisi apalagi berteriak pada mahasiswi saya!" hardik Bu ajwa menatap tak suka pada barra.


"saya sedang mencari mahasiswi anda,adena ardara.dia dimana?! saya ada urusan dengannya lebih penting dari materi anda!"


"gak sopan ya kamu! fakultas apa kamu? beraninya kamu pada saya .tidak punya sopan santun apa gimana? menyelonong masuk tanpa permisi, mahasiswa atau preman?! adena ardara tidak ada,dia tidak masuk kelas!"


bukannya menjawab pertanyaan Bu ajwa barra lebih memilih pergi dan kembali mencari Dena di tempat lain.


Bersambunggggg.....