
...You Are Mine Only...
setelah selesai mengobati luka Dena kai mencoba mencari handphone Dena meraba raba lantai dengan hati hati dan pada akhirnya benda pipih ditemukan dengan wujud sudah hancur total.
"nih handphone Lo,gw rasa handphone Lo rusak.layar handphonye aja pecah" jelas kai memberikan handphonenya pada Dena.
"ru-rusak?terus gimana dong cara aku menghubungi kak barra kalau handphone aku rusak?mana gak nyala lagi" tangan mungil nya mencoba menghidupkan kembali handphone nya namun hasilnya nihil.
"percuma handphone Lo rusak,gak bisa di perbaiki lagi" ungkap kai
"kalau gitu boleh nggak aku minjem handphone kamu? pengen nelpon kak barra doang kok" pinta Dena
"maaf bukannya gak mau minjemin tapi baterai handphone gw habis, makanya dari tadi gw gak nyalain senternya"jelas kai
"oh gitu ya gak apa apa kok"
"btw,ngapain kamu di dalam gudang ?" tanya Dena
"ada sesuatu yang gw cari" jawab cepat kai
"gw gak mungkin bilang sejujurnya kalau gw disini juga karena Lo,cuma dengan cara ini agar Lo gak digangguin sama Lisa dan teman temannya" lanjut kai dalam hatinya.
flashback
setelah memastikan Dena baik baik saja kai pergi menemui seseorang.
"Lisa! Lo keterlaluan ,Lo udah kelewat batas pada Dara" bentak Kai pada Lisa yang sedang duduk santai di cafe yang sering dan teman temannya nongkrong untung keadaan cafe masih sepi pengunjung.
"santai dong kai,ya gak guys" balas Lisa dengan senyum manisnya
"santuy aja kali kai,kaya di pantai" sahut jesly menyeruput jus strawberry.
"wait wait,Lo bilang apa tadi? dara ? who is dara?" nimbrung Bianca dengan wajah kebingungan.
"omaygod Bianca,dara itu ya Dena lah.lebih tepatnya panggilan sayang dari kaivan.ututututu pengen deh punya panggilan sayang sama kaya Dena" ucap jesly dengan suara lebaynya
"mau kalian apa ?selalu aja ngejahatin Dara!"
"wow ada yang marah guys,hahahaha" ucap Bianca dengan wajah pura pura terkejut.
"padahal bukan pacarnya Dena ya tapi kok sewot banget sih" Lisa bangkit dari duduknya dengan tangan merapikan jaket kai. dengan cepat nya kai membuang kasar tangan Lisa agar tidak menjalar ketubuhnya.
"ya ampun kai gak usah kasar gitu dong sama Lisa,mau kita kasarin lagi Dena,UPS maksud gw dara nya lo?" ucap Bianca sewot menatap tidak suka perlakuan kai.
"sekali lagi Lo,Lo,dan Lo ngebully dara.gw laporin ke polisi biar kalian di penjara" menunjuk satu persatu wajah mereka.
"wow takuttttttttt, ahahhahahahha " ucap mereka bersamaan dan berakhir gelak tawa mempertawakan ucapan kai yang menurut mereka sebuah lelucon.
"gw gak bercanda!"
"yakin Lo mau laporin kita ke penjara,emang ada bukti?" tanya Bianca menatap remeh lawan bicara nya.
"banyak yang akan jadi saksi"
"sebanyak apapun saksi,itu gak cukup kai?yang dibutuhkan pengadilan itu bukti yang akurat.cupu Lo ya,mau ngelaporin kita tapi gak punya bukti. ha ha ha ha .bodoh" sahut jesly menatap tajam kai.
"kalian lupa siapa gw?"
"kami nggak pernah lupa kai siapa Lo,Lo adalah anak Sanjaya Pratama yang sangat terkenal dan kaya raya. sekaligus anak yang udah ngerusak keluarga barra arqello sanjaya.lo dan ibu Lo itu perusak" kata Lisa sangat lantang dan menekankan kata perusak.
"jaga bicara Lo ya!jangan karena Lo cewek gw gak berani ?Lo salah besar,cewek modelan kaya Lo gak pantas di baikin lebih bagusnya dikasarin" ucap murka kai.setelah mengatakan itu kai berlalu pergi namun saat di ambang pintu langkahnya terhenti mendengar teriakkan Lisa
"oke kai,gw gak akan ganggu Dena lagi dan gak ngehina Lo berserta nyokap Lo tapi gw cuma minta satu permintaan." teriak Lisa membuat kai terdiam sejenak namun tak membuat ia berbalik.
"cariin gw kalung liontin perak yang gak sengaja jatuh di dalam gudang,kalung itu sangat penting." pinta Lisa membuat kai kembali menghampiri nya.
"Lo jangan mengada ada apalagi memanipulasi gw,gw gak bodoh.gw gak pernah liat Lo pake kalung itu.apalagi kalung itu bisa jatuh di dalam gudang!"
"kalung itu sangat berharga hanya hari tertentu gw pake nya. dan kalung itu kayaknya jatuh di gudang beberapa waktu yang lalu gw ngurung Dena di gudang."jelas Lisa dengan raut sedihnya.
"oke oke gw akan cari di gudang dan tepati semua ucapan Lo itu " mungkin dengan cara itu Dena terbebas dari jeratan kekerasan lisa.
"thanks kai" ucap Lisa kembali tersenyum.
sesegera mungkin kai pergi dari hadapan Lisa menuju gudang mencari kalungnya Lisa.
flashback off
"emangnya apaan yang kamu cari ?"tanya Dena lagi ia benar benar ingin tau.
"ah itu tidak penting" ucap kai mengibas ibaskan tangannya di udara.
"Lo bilang apa tadi? mau ketemu kak barra di gudang? Lo salah tempat kali,mana mungkin kak barra mau nemuin Lo di gudang,kaya gak ada tempat lain aja" tanya kai mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"beneran tadi kak barra ngajak aku ketemu di gudang " jawab Dena dengan wajah serius nya.
"bilang secara langsung?"
"enggak,kak barra ngasih taunya lewat WhatsApp" jelas Dena diiringi oleh gelengan kepalanya.
"Lo tanyain gak apa maksud kak barra ngajak Lo ke gudang?"
"kak barra nya gak bales lagi"
"ada yang gak beres, sejak tadi gw gak nemuin itu kalung.tiba tiba aja dara dapat WhatsApp dari kak barra untuk datang ke gudang.jangan jangan, sial ini jebakkan!"umpat kai baru menyadari.
"ayo kita harus keluar dari sini,sebentar lagi malam " ajak kai,tanpa sadar ia meraih tangan Dena untuk ia genggam dan menuntun Dena untuk mengikuti langkah nya menuju ambang pintu.
saat mereka tiba di depan pintu tiba tiba saja Dena menghempaskan tangan kak.
"aku mau nunggu kak barra disini?kalo kamu mau pergi pergi aja!"tolaknya
"kak barra gak akan datang ke sini!"
"aku yakin kak barra pasti datang,dia sendiri yang nyuruh aku datang ke sini sudah pasti kak barra pasti datang!" ucap Dena dengan suara naik satu oktaf.
"bahkan disaat seperti ini Lo masih memprioritaskan kak barra.andai gw di posisi kak barra,gw pasti akan menjadi manusia yang paling berbahagia setiap hari." kata kai dalam hatinya.
"di sini gelap dar,gak ada lampu.dan gw rasa kak barra gak akan datang apalagi bentar lagi malam, apa Lo masih Keukeh nunggu kak barra disini sendirian?" tanya kai sekali lagi mencoba meruntuhkan keyakinan Dena untuk menunggu barra.
"stop manggil aku dara,aku nggak suka kamu manggil aku dara!" bentak Dena
"maaf" ucap lirih kaivan.
sejenak Dena terdiam memikirkan kata kata kai seolah olah mengatakan sebenarnya.bukannya barra telah menyuruhnya untuk tak menemuinya tapi secara tiba tiba barra ngeWhatsAppnya untuk mengajaknya bertemu dan anehnya lagi bertemunya di gudang tidak di cafe, resto atau taman.aneh,pikir dena.
Bersambunggggg.....