
...YOU ARE MINE ONLY...
..."ku pikir dia telah berubah ternyata aku salah, aku belum memahami sifat aslinya"...
Happy reading
Hari itu tepat, hari senin di bulan Agustus. Seorang gadis cantik sedang berlari di koridor kampus tak lama kemudian akhirnya ia telah sampai di tempat tujuannya, taman belakang kampus.
Ya dia adalah adena ardara gadis yang sangat cantik, anggun, baik hati, pintar namun ia sangat bodoh jika bersama kekasihnya yang bernama barra arqello sanjaya Apapun akan ia lakukan demi kekasihnya. Nyawanya pun akan ia berikan asalkan kekasihnya bahagia.
perlahan dena melangkahkan kakinya menghampiri seorang pria yang tengah bersandar di pohon yang sangat rimbun dengan mata menatap layar laptopnya.
"sayang kamu udah lama ya di sini?" tanya dena duduk di samping kekasihnya.barra hanya diam tanpa memperdulikan pertanyaan Dena.
"sa,,,,"
"pertanyaan itu tidak perlu di jawab tidak penting" potong barra
Dena sudah biasa mendengar balasan dari kekasihnya dengan nada yang sangat ketus, dan menurutnya mungkin itu adalah cara barra menyayanginya.
"sayang kamu udah sarapan? Kalau belum aku bawaain kamu nasi goreng, pagi pagi aku sudah membuatnya spesial untuk kamu. Di makan ya" ucap dena sambil mengambil kotak nasi di dalam tasnya dan langsung menyerahkannya tepat di depan wajah barra.
Barra yang melihat kotak nasi tepat di depan wajahnya langsung melempar kotak nasi itu ke sembarang arah sampai nasi goreng yang di buat dena susah payah harus berhamburan di tanah.
Dena hanya menatap diam melihat nasi gorengnya sudah tergeletak di tanah, sudah pasti tidak bisa di makan lagi.
"kok di buang nasi gorengnya?" tanya dena pada barra dengan mata berkaca kaca.
"gw nggak suka nasi goreng yang lu buat itu sangat kampungan" maki barra
"bukannya kamu suka nasi goreng ya?" tanya dena
"iya gw memang suka nasi goreng tapi bukan nasi goreng yang lu buat itu sangat kampungan, pasti nggak enak dan pasti banyak kuman dalam nasi goreng itu" maki barra bangkit dari duduk nya dan kakinya langsung menendang kotak nasi ke sembarang arah.
"jika kamu tidak menyukainya jangan di buang, aku akan memakannya dengan senang hati" ucap pelan dena dengan wajah yang sedih, ia bersusah payah membuatnya namun di buang sia sia oleh kekasihnya. Benar benar tidak menghargai pikir dena.
"nih makan!!!" ucap barra sambil menginjak nasi goreng yang di buat oleh dena
"kamu benar benar tidak menghargai kerja keras ku, aku susah payah membuatnya. Hiks... Hiks... Hiks..." cicit dena, lulus sudah air matanya membasahi pipinya.
"apa gw ada nyuruh lu untuk membuat nasi goreng? tidak ada kan, itu kemauan lu sendiri!" teriak barra tanpa ada rasa bersalah pada dena.
"kamu berubah, kenapa kamu berubah? Kamu sangat temperamen beda dulu saat pertama kali kita bertemu kamu sangat baik" imbuh dena menatap nanar kekasihnya dengan air mata terus berjatuhan.
"gw nggak pernah berubah inilah sifat asli gw sebenarnya! barra yang dulu sudah mati. Apa lu baru sadar jika kekasihmu ini temperamen? Kemana saja lu hah? " teriak barra tepat di depan wajah Dena.
"lebih baik kita akhiri hubungan kita ini, lagi pula gw tidak ada rasa cinta sedikit dengan lu. gw cuma kasihan sama lu" ucap barra to the point
"nggak nggak nggak, kita jangan putus. ku mohon. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu, kita jangan putus ya" mohon dena sembari menggenggam kedua belah tangan barra
"aku yakin pasti kamu masih cinta sama aku, ku mohon kita jangan putus ya. Aku tau kamu ngomong seperti itu pasti kamu sedang emosikan? Aku akan lakukan apapun untuk kamu asalkan kita jangan putus ya?" imbuh dena sangat berharap pada barra agar ia tidak putus.
"dasar gadis bodoh" maki barra dalam hatinya
"asalkan apa? aku akan lakukan apapun untuk kamu tapi jangan putusi aku ya" mohon dena
"tenang saja gw tidak akan putusi lu tapi kerjakan semua tugas kuliah gw dan jangan ganggu gw selama seminggu ini"
"lalu bagaimana nantinya aku akan memberikan semua tugasnya jika kamu tidak ingin aku ganggu?" tanya dena
"lu bisa memberikan tugas gw pada lisa dan gw harap semua tugas gw harus selesai besok. Kalau sampai tidak selesai juga besok hubungan kita akan jadi taruhannya." cetus barra sambil memberikan laptop kepada dena.
"semua tugas gw ada di dalam laptop itu, lu harus benar benar menjawabnya dengan benar jangan sampai ada yang salah walaupun sedikit pun ingat itu" ancam barra
"baiklah" jawab dena sambil menganggukan kepalanya dengan laptop ia peluk.
Barra langsung meninggalkan dena sendirian di taman belakang, dena hanya menatap nanar punggung barra semakin lama semakin mengecil dan hilang dari pandangannya.
Di kejauhan seorang pria tengah memperhatikan dena dan barra sejak tadi. ia juga melihat perlakuan barra terhadap dena, ia hanya diam tanpa membantu dena yang di maki maki oleh barra.
"dasar gadis bodoh, mau maunya di maki seperti itu dan di manfaatkan, Memang tak punya harga diri. Aku akui dia memang pintar dalam pelajaran tapi sangat bodoh soal percintaan. dan lebih bodohnya aku mencintaimu yang sudah memiliki kekasih. terlebih lebih kamu adalah kekasih kak barra" ucap pria itu dengan mata terus memandang dena.
"itu wajar kai,gak ada yang salah sama sekali. apalagi Dena kan cantik banget pasti semua cowok suka sama dia termasuk lo.walaupun Dena udah punya kekasih nggak ada salahnya kan Lo suka Ama dia" sahut seorang gadis berambut pirang tepat berada di belakang pria itu.
"lisa?sejak kapan Lo di sini?" ucap kaivan heran
"bukankah cinta itu harus di perjuangkan, ya aku tau Lo dan barra itu bersaudara,lebih tepatnya saudara tiri.nggak ada salahnya kan Lo rebut Dena dari barra."
"maksud lo?"
"Apa kamu tega melihat orang yang kamu cintai di hina habis habisan dan di manfaatkan oleh barra? " ucap lisa
"ayolah kai lo harus perjuangin cinta Lo itu, walaupun dengan cara yang salah. gw tau sejak dulu lo memang mencintai dena kan?" tanyanya
"maksud Lo, gw harus rebut dara dari kak barra?" kata kai ia lebih menyukai menyebut Dena dengan nama dara.
"jawaban yang benar" jawab lisa sembari tersenyum tipis pada kai
"cih, gw bukan lah pengecut yang hanya bisa merebut milik orang lain apalagi dia kekasih kakak gw"
"jangan terlalu naif kai, gw tau Lo pasti punya keinginan ingin memiliki dena kan? gw bisa bantu lo untuk mendapatkan dena" tawar lisa
"memang benar dari dulu gw suka sama Dara tapi gak ada terbesit di pikiran gw buat ngerebut Darq dari kak barra dan asal Lo tau itu dulu dan sekarang nggak.so, gw gak butuh Bantuan lo" balas kai dan langsung berlalu meninggalkan lisa seorang diri.
"gw akan bantu Lo kai untuk mendapatkan dena tanpa lo minta" ucap lirih lisa dengan menerbitkan senyum misteriusnya. entah apa yang ia pikirkan, untuk membuat dena jatuh ke dalam pelukan kai.
"Adena Ardara, gadis yang sangat cantik dan pintar namun sangat bodoh.lo gak pantas sama barra,yang pantes bersanding dengan barra itu gw bukan lo" ucap lisa saat ia melihat dena yang masih berdiam diri di taman belakang.
.
.
.
Bersambung....