YOU ARE MINE ONLY

YOU ARE MINE ONLY
Bab 7



Setelah menimbang nimbang perkataan kai, akhirnya Dena memilih ikut keluar bersama kai.namun ia lebih dulu melangkah maju mendekati pintu untuk keluar lebih dulu.


kai yang menyadari jika Dena akan ikut ia keluar ia sedikit senang karena masih memikirkan dirinya sendiri dibandingkan barra yang notabene nya adalah kekasihnya. tapi tiba tiba saja wajah dena menegang seketika saat handle pintu tidak bisa diputar.


"ada apa ?"tanya kai berada di samping Dena saat menyadari wajah Dena berubah menjadi tegang.


"pintunya gak bisa dibuka" jawab Dena dengan sejujur jujurnya tangan mungilnya masih setia mencoba memutar handle pintu namun hasilnya nihil.


"apa!" kata kai wajahnya penuh keterkejutan.


"sini biar gw coba" kai mengambil alih,ia mencoba memutar handle pintu namun hasilnya sama tidak bisa di buka.


"kayanya kita terkunci digudang" final kai menyadari jika pintu gudang terkunci dari luar.


"nggak nggak kita gak boleh terkunci disini kita harus keluar,kai coba deh dobrak pintu nya mungkin aja bisa" dengan jantung berdetak lebih kencang Dena masih berusaha keras agar pintunya terbuka.


brak


brak


brak


Sekuat tenaga kai mencoba mendobrak pintu pada akhirnya ia menyerah,dengan nafas tak beraturan membuat ia kesulitan bernafas.


"huft,,huft,,,huft,,, gak ada cara lain kita harus nunggu esok hari"


"kenapa harus nunggu esok hari,kenapa gak sekarang aja.kai coba dong dobrak sekali lagi!" pintanya


"pintunya terlalu keras gw gak sanggup buat dobrak pintu sekuat itu.kita tunggu sampai besok semoga aja ada orang lewat dan bantu bukain pintu gudang"


"cuma segitu dong usaha kamu kai,masa nyerah di tengah jalan.ayo lah kai dobrak sekali lagi aku bantu deh.pasti ibu dan adik adik aku nungguin aku karena gak pulang dan juga pasti kak barra cariin aku."


"Tolong!!,,,,,,, siapapun diluar sana, tolong bukain pintun!kami terjebak di dalam gudang.Tolonggggg!!,,,,,,"teriak Dena tangannya terus menggebrak pintu gudang.


"percuma,semua orang gak akan denger.gudang jauh dari jangkauan mahasiswa.mana ada mahasiswa mau sampai kesini.mau Lo teriak sekencang apapun gak ada orang yang denger.sekarang udah jam setengah 6 semua anak anak udah pada pulang apalagi dosen.hanya ada satpam itu pun satpam berjaganya di depan sedangkan kita ada dibelakang." jelas kai.


"aku gak pengen terjebak disini sama kamu,nanti dipikir orang macam macam lagi"


"misalnya Lo terjebak sama kak barra,apa yang akan Lo lakukan?"tanya kai mencoba memposisikan barra menjadi dirinya yang terjebak bersama Dena.


"aku akan melakukan hal yang sama,tapi sekarang aku terjebak sama kamu.gak ada yang bisa lindungi aku,karena aku terjebak sama orang lain yang notabene nya gak akan bisa lindungi aku"


"gw sangat bisa lindungi diri Lo dar,sangat bisa.bahkan gw akan sangat berusaha mencoba keluar dari sini. bukankah terjebak bersama orang yang kita cintai itu adalah hal yang menyenangkan?hanya di tempat ini Lo nyebut nama gw" batin kai.


tiba tiba saja suara petir berbunyi sangat nyaring membuat Dena terkejut dan refleks memeluk kai.


Duar,,,,,


"aku takut,hiks,,,hiks,,," kata Dena sangat ketakutan , mempererat pelukannya pada kai dan menggelamkan kepalanya di dada bidang kai.


"tenang gw ada sini,gw gak akan ninggalin Lo"ucap kai sangat tulus mencoba menenangkan Dena yang ketakutan.dengan tangan mengusap lembut rambut Dena yang tergerai.


"jangan takut Lo gak sendirian, masih ada gw"


setelah petir yang menyambar kepermukaan bumi sedetik kemudian hujan turun begitu lebat membuat anak manusia yang terjebak di dalam gudang kedinginan.


"di luar hujan,percuma jika kita berteriak itu akan sia sia karena gak ada satu orang pun yang dengar teriakan kita"


"lalu kita harus gimana kai?"tanya Dena dengan posisi yang masih memeluk kai, kepalanya ia dongakkan untuk menatap lawan bicara nya


"kita tunggu sampai besok" matanya saling beradu dengan mata Dena didalam kegelapan.


tiba tiba saja ada percikan air yang membasahi mereka membuat mereka harus pindah tempat.


"gw rasa atapnya bocor?" sahut kai mendongak ke atas menatap langit langit atap mencari tau dimana letak atapnya yang bocor.


"terus kita harus gimana?" tanya Dena merenggangkan pelukannya.


"kita ketempat semula awal kita ketemu,gw rasa tempat itu lebih aman.semoga aja atap nya gak bocor"harap kai


Perlahan kai menuntun Dena dengan tangan terus memegang lengan mungil dena.seakan akan tidak boleh terlepas dari genggaman nya.mereka masuk lebih dalam lagi ke gudang.


"Lo istirahat,gw akan jaga Lo" suruh kai pada Dena.


perlahan Dena mendudukkan bokong nya di iringi oleh kai yang duduk di samping Dena. hawa yang sangat dingin membuat Dena sedikit kedinginan apalagi ia hanya memakai dress selutut dengan lengan pendek.kai yang menyadari jika Dena kedinginan ia langsung melepaskan jaketnya dan langsung memakaikan jaketnya ke tubuh Dena.


"Lo kedinginan kan?nih pakai jaket gw biar Lo gak kedinginan" ucap kau menyodorkan jaketnya pada Dena.


"terus Lo gimana?" tanya Dena dikedua belah tangannya ada jaket kai.


"gw kuat,gw gak kedinginan kok" bohong kai padahal ia sangat kedinginan.


"masa kamu gak kedinginan?jangan bohong kai,apalagi kamu cuma pake baju kaos dan di tambah kaosnya sobek.nih pakai aja jaket kamu" kembali menyodorkan jaket kepada kai.


"udah diam gak usah pikirin gw,pikirin diri lo.pake jaket gw kalo Lo gak mau mati cuma gara gara kedinginan" ucap datar kai ia langsung mengambil alih jaket nya dan memasangkan jaket itu ke badan Dena.


Dena termenung saat kai memasang kan jaket ke tubuhnya.hal yang menurutnya sangat kecil jarang sekali barra melakukan nya pada dirinya.


"kai?" panggilan Dena setelah kai selesai memakaikan nya jaket


"hm?"


"do you have anyone you have a crush on?" tanya dena serius.


"kalo ada knp? kalo gak ada kenapa?"


"cuma pengen tau aja,ada nggak?"


"yes, why is that?"


"siapa? zanna?"


"no one, it doesn't matter"


"jujur aja kali kai,pasti zanna kan?" kata dena mencoba memaksa kai mengatakan sejujurnya,ia hanya ingin tau apakah kai memiliki perasaan pada zanna sama seperti zanna yang menyukai kai.


"lebih baik Lo tidur,ini udah malam.gw akan jaga Lo"


"tapi jawab dulu pertanyaan aku.zanna kan orangnya?"


"tidur!"


"aku gak akan tidur sebelum kamu jawab,zanna kan orangnya?"


"iya" jawab lirih kai namun masih bisa didengar oleh Dena.


"tuh kan tebakkan ku bener" kata Dena sangat puas dengan jawaban kai.


"jadi selama ini cinta zanna gak bertepuk sebelah tangan,besok aku akan ngasih tau ke zanna kalau kai memiliki perasaan yang sama" monolog Dena dalam hatinya.


"udah puaskan sama jawaban gw, sekarang Lo tidur!" perintah kai langsung di iyakan oleh Dena.Setelah mendengar perintah kai, Dena langsung merebahkan tubuhnya didekat kai dan menutup kedua matanya.


"andai Lo tau dar bukan zanna dar,tapi Lo Adena Ardara. cewe Yang ada disamping gw saat ini" jawab kai dalam hatinya matanya menatap wajah cantik Dena yang tertidur disampingnya.