YOU ARE MINE ONLY

YOU ARE MINE ONLY
Bab 11



...you are mine only...



Di sisi lain,zanna baru saja keluar dari kelasnya, setelah selesai Bu ajwa memberikan materi. di sepanjang koridor ia berjalan dengan tatapan mata yang kosong.


"tumben barra cari Dena?tapi sekarang Dena dimana ya? hari ini gak masuk,apa Dena sakit atau ah bodo ngapain gw mikirin dia!"monolog zanna begitu acuh pada Dena.


tiba tiba saja dari arah belakang ada seseorang pria tak sengaja menabrak bahu zanna membuat zanna tersungkur ke lantai.


"awwww...." ucap zanna kesakitan


"maaf maaf " ucap pria itu.


zanna bangkit dari duduknya ia langsung menatap tajam wajah pria itu.


"maaf maaf,Lo pikir dengan cara Lo minta maaf bahu gw gak sakit lagi! gak punya mata apa gimana? nabrak orang sembarangan!" hardik zanna begitu garang.


"sorry gak sengaja"


"ada apa sih sampe nabrak gw sembarangan? abis di kejar anjing atau setan atau juga abis dikejar rentenir"


"gw mau ke gudang"


"gudang? ngapain? kaya gak ada tempat tongkrongan aja"


"Lo belum tau ya?di gudang ada yang berbuat mesum"jelasnya


"berbuat mesum? jangan ngaco mana ada,lagian nih ya gudang kan angker mana ada orang mau berbuat mesum di tempat itu,kalau mau berbuat mesum tuh di hotel "


"kalau gak percaya lihat aja sana di gudang.semua anak anak banyak yang ke sana mau liat siapa yang berbuat mesum itu! kalau Lo mau ikut yuk bareng gw mumpung gw mau ke sana.biar gw videoin terus viralin deh"


tanpa pikir panjang lagi zanna mengikuti pria itu ke gudang.membutuhkan waktu yang begitu lama untuk mereka sampai di gudang karena banyak sekali mahasiswa dan mahasiswi lainnya yang memenuhi lorong menuju ke gudang.


"permisi" kata zanna pada mahasiswa lainnya agar memberi ia jalan.


sedikit demi sedikit zanna mulai menyusup di keramaian anak anak sampai ia bisa masuk ke gudang.dengan kepala celingak-celinguk mencari tahu siapa orang yang berbuat mesum.


"ya ampun bar,kayanya sih mereka abis melakukan hubungan suami-istri deh.coba Lo lihat ada cairan merah di dress Dena,bisa jadikan itu darah keperawanan nya.segala pake jaket kai lagi buat nutupi tanda tanda percintaan mereka."


"Dena?"monolog zanna kening nya berkerut


"enggak itu bohong ,aku dan kaivan terjebak di gudang.gudangnya di kunci dari luar dan ini darah karena aku terluka"


"itu kan suara Dena" monolog nya lagi


"masa? kok gw gak percaya ya? guys kalian percaya gak apa yang di ucapin sama Dena?"


"gw pribadi gak sih lis,tampang sok polos tapi nyatanya murahan.cuih" sahut Bianca.


"kak barra harus percaya ya, aku sama kaivan gak ngelakuin apa pun itu.sumpah"


"Dena,kaivan,Lisa,Bianca,barra?ini sebenarnya ada apa sih ? ada apa sama mereka?" monolog zanna masih kebingungan apa yang terjadi pada mereka.


perlahan zanna mulai melangkah maju tanpa sadar ia sudah barada di antara barra dan denis. di depan nya sudah ada Dena dan kaivan.terlihat pakaian yang dikenakan begitu lusuh.


"kak barra ini cuma ke salah pahaman,kami terkurung di gudang.kami sama sekali tidak melakukan hal aneh" ungkap dena.


"seharusnya aku yang marah sama kak barra, kenapa kakak tidak datang menemui ku di gudang?!"


"aku gak ngaco,kak barra sendiri yang ngeWhatsApp aku buat ketemu sama aku di gudang"


"Lo jangan ngebalikin fakta deh,di sini Lo yang salah.jangan nyalahin gw.murahan tetap murahan!"


"aku gak bohong"


"mana buktinya?!"


tangan Dena terulur mengambil benda pipih di dalam tasnya "di handphone sini tapi handphone nya rusak"


"itu artinya Lo bohong,mana ada gw ngechat lo kemarin . kemarin aja handphone gw mati, apalagi sampai ngechat Lo di room chat." sangkal barra.


"hiks....hiks,,,, tapi beneran kakak,kak barra nyuruh aku buat datang ke gudang buat ketemu kak barra"


"jadi Lo nyalahin gw ! " hardik barra menatap nyalang Dena yang sudah menangis.


"asal Lo tau ya,semua tugas tugas yang Lo kerjakan itu gak bener semuanya!,Lo sengaja ya ngancurin semua tugas tugas gw biar gw dapat nilai jelek,iya?!! bahkan gw udah gak di ijinkan lagi ikut kelas Bu Shinta puas Lo?!!" teriak barra tepat di wajah Dena.


"bar, tenangin diri Lo" kata Denis begitu lemah lembut.


Dengan tubuh begitu bergetar akibat bentakan dari barra membuat Dena menangis semakin menjadi jadi.


"enak ya tidur berduaan di gudang sampai melakukan hubungan terlarang tanpa sepengetahuan gw,bikin nilai gw jelek.dan segala ngebalikin fakta lagi.seolah olah gw yang salah dasar wanita murahan! ternyata gw salah besar tentang Lo,Lo lebih murah dari cewek cewek nya argan bahkan saking murahnya gak ada nilai nominal.murah banget!"


Deg


hinaan demi hinaan barra lontarkan tanpa memikirkan perasaan Dena,seolah olah hati nya tengah di iris iris dengan pisau tajam,sangat sakit.


kaivan yang mendengar hinaan itu membuat ia tak tahan lagi,ingin rasanya ia memberi barra bogem mentah tepat di mulut barra agar barra tak lagi menghina Dena.


"Dena,apa bener yang aku lihat ini sekarang? kalian melakukan hal yang tak seharusnya tidak kalian lakukan." tanya zanna pada Dena wajahnya tak bisa bohong kalau ia sangat terkejut.


"zanna kamu sejak kapan ada di sini?" tanya Dena sangat tercengang melihat keberadaan zanna yang ada disamping barra.mungkin ia hanya fokus pada barra sampai tidak melihat ke beradaan zanna sahabatnya.


"bukan itu jawaban yang aku mau den,jawab sejujurnya apa kalian melakukan hubungan suami-istri?"


"enggak zan,kamu harus percaya sama aku ya.aku sama kaivan gak melakukan apapun di gudang ini" jelas dena sejujur jujurnya.


"ya ampun zanna,Lo jadi sahabat jangan mau dikibulin sama si dena.maling mana ada ngaku" sahut jesly yang berada di samping Lisa.


"kamu percaya kan sama aku zan?aku gak bohong.kami terjebak" tutur Dena sekali lagi ia sangat mengharapkan jika zanna sahabatnya mempercayai nya setidaknya dari ribuan orang yang tidak mempercayai nya seenggaknya zanna lah selaku sahabatnya mempercayai.


dengan entengnya zanna menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan.


"kasian ya gak ada yang percaya sama Lo,cup cup cup" tutur lisa mengejek Dena.


"Dena harus di keluarkan dari kampus kita!" sorak salah satu mahasiswa


"usir Dena dari kampus kita!"


"cabut beasiswa Dena,dia gak pantas mendapatkan beasiswa itu!!!"


sorakan demi sorakan Dena terima dengan lapang dada tapi ia tidak bisa menerima jika sahabat dan kekasihnya tak mempercayai.


Bersambunggggg.....