YOU ARE MINE ONLY

YOU ARE MINE ONLY
Bab 2



YOU ARE MINE ONLY



...


HAPPY READING


Dena langsung menghapus airmatanya, dan sesegera mungkin ia mengerjakan tugas barra di bawah pohon yang sangat rindang.


"lebih baik aku minta izin tidak masuk kelas" pikir dena, ia langsung mengambil ponselnya di dalam tasnya dan menghubungi sahabat karibnya.


Tak butuh waktu yang lama akhirnya panggilan telepon pun terhubung.


"Halo den, ada apa?" Tanya sahabatnya


"itu, boleh kah kamu izinkan aku sama dosen karena hari ini aku tidak masuk kelas"


"kenapa kamu tidak masuk kelas? kamu sakit?" Tanya sahabatnya sedikit khawatir dengan keadaan dena


"tidak, aku tidak sakit"


"lalu? "


"pokoknya aku tidak bisa masuk kelas"


"oke, nanti akan ku izin kan"


"terima kasih zanna"


"sama sama" balas sahabatnya yang bernama zanna Angelina putry


Dena langsung mengakhiri panggilan teleponnya dan memasukkan kembali ponselnya di dalam tasnya.


Dan kembali mengerjakan tugas Barra yang begitu banyak.


💋


Setelah dena mengakhiri panggilan teleponnya pada zanna, zanna kembali melanjutkan bacaannya di novel. namun tak lama kemudian ia melihat kaivan memasuki kelas dan duduk di kursinya yang tak jauh dari zanna


Ya dena satu kelas dengan kaivan namun tak pernah bertegur sapa.


"hai kai" sapa zanna, balas kai dengan senyumannya tipis.


"kok kursi dara kosong?" tanya kai pada zanna yang masih menatap kai penuh cinta namun kai belum menyadarinya.


sejak dulu zanna sudah menyukai kai saat mereka masih di bangku Smp namun kai belum menyadarinya jika zanna menyukainya.


"dena tadi minta izin karena tidak masuk kelas" jawab zanna tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah tampan kai.


"kenapa dia tidak masuk kelas? "


"mungkin sakit" jawab cepat zanna


"sakit? gw tadi melihatnya di taman belakang dan keadaannya baik baik saja tidak sakit" jelas kai


"apa! di taman belakang, sedang apa dia disana?!" pekik zanna


"habis bertemu kak barra" jawab kai acuh


"pasti di suruh barra ngerjakan tugas Barra, dasar bucin, gadis bodoh mau maunya di suruh ngerjakan tugas barra" gerutu zanna


Kai hanya diam mendengarkan ocehan zanna karena jarak tempat ia duduk tak jauh dari meja zanna.


Tak lama kemudian dosen yang memberi materi pada mereka datang.


💋


Jam sudah menunjukkan jam 12 siang namun dena masih berada di taman belakang sambil terus mengerjakan tugas Barra.


"huft,,, tinggal beberapa tugas saja lagi tugas kak barra akan selesai. pasti kak Barra akan sangat senang jika semua tugasnya selesai" ucap dena dengan mata berbinar binar


"astaga, sudah jam 1 siang. lebih baik aku pulang, untuk apa aku masih di sini. aku tidak masuk kelas juga" kata dena sekilas melirik jam tangannya yang sederhana.


Tak membutuhkan waktu yang lama akhirnya dena sampai di panti asuhan tempat tinggalnya selama ini, sejak kecil ia sudah tidak memiliki orang tua bukan karena orangtuanya sudah tiada tapi orang tuanya dengan teganya membuang ia masih menjadi bayi yang baru beberapa hari di lahirkan kedunia.


"kakak sudah pulang?" tanya anak kecil perempuan saat ia melihat dena memasuki ruang tengah.


"tentu saja kakak pulang" balas dena dengan senyumannya ia langsung duduk di samping anak kecil itu dan mengusap lembut rambut anak kecil itu Yang bernama anna.


"kakak pulang sama siapa? sama kak Barra ya?" tanya anak kecil itu


"tidak, kakak pulang sendiri"


"kenapa kak barra tak pernah lagi datang ke sini kak?" tanya anna sedikit kecewa ia sangat berharap barra datang ke panti asuhan dan mengajaknya bermain.


"kak barra sangat sibuk, jadi kak barra tidak ada waktu untuk datang ke sini" jelas dena pada anna


"tapi kapan kak Barra akan ke sini lagi kak?"


"kakak juga tidak tau, apa anna sudah makan?" tanya dena mengalihkan pembicaraan


"sudah kak" jawab cepat anna


"lalu kenapa anna ada di ruang tengah seorang diri? kemana yang lain?" tanya dena sangat heran melihat anna seorang diri di ruang tengah.


" yang lain ada ditanam belakang. kalau anna sedang menunggu kakak pulang sama kak barra tapi ternyata kak Barra nya tidak datang ke sini. coba aja kak barra nya datang ke sini, aku ingin ajak kak Barra bermain." jawab anna sangat kecewa


"nanti kak dena akan ajak kak barra ke sini lagi, dan bisa bermain dengan anna"


"semoga saja kak barra mau ku ajak ke sini" harap dena dalam hatinya


"kakak janji ya akan ajak kak barra ke sini"


"iya kakak janji. ya sudah, kalau begitu kakak ke kamar dulu ya" pamit dena


"iya kak" jawab anna dengan mata terfokus pada maiannya.


Dena langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di lantai 2. setibanya dena di kamarnya ia langsung menghempaskan tubuhnya di kasur minimalisnya.


"sudah lama kak barra tidak mampir ke panti asuhan terakhir ia datang ke sini satu tahun yang lalu, sikapnya juga sedikit kasar tidak seperti waktu pertama kali aku bertemu dengannya." ucap dena pelan sambil mata menatap langit langit kamarnya.


"sepertinya aku benar benar sudah sangat mencintai kak barra, sampai sampai aku tak sadar aku hanya di manfaatkan tapi kenapa jika berhadapan dengannya aku tak bisa berkutik lagi, aku seperti gadis yang sangat bodoh. rela melakukan apapun hanya demi mempertahankan hubungan yang sudah di ujung tanduk, dan aku sudah mendengarnya jika ia sudah tidak memiliki perasaan lagi terhadapku" rutuknya


"huft,,, lebih baik aku melanjutkan mengerjakan tugas kak Barra" ucap lirih dena ia langsung bangkit dari tidurannya dan mengambil laptop yang ada di dalam tasnya.


Berjam jam dena menghabiskan waktu istirahatnya hanya untuk menyelesaikan tugas barra tanpa mempedulikan perutnya yang dari tadi sudah berbunyi.


Akhirnya sekitar jam 7 malam semua tugas barra telah selesai dikerjakan oleh dena.


"akhirnya semua tugas kak barra telah selesai semua" ucap dena sangat lega karena semua tugas barra telah ia selesaikan dalam sehari


"jadi tinggal besok akan ku serahkan pada kak Barra, semoga saja besok barra mau bertemu denganku. baru saja tadi pagi bertemu dengannya sekarang sudah sangat rindu padanya" kata dena tersenyum senyum sambil menggelengkan kepalanya mengingat dirinya sangat bucin pada barra.


Tak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk dari luar.


Tok Tok Tok


"masuk" balas dena sedikit berteriak


Ceklek


"kak dena, kita makan malam yuk. yang lain sudah ada di meja makan" ajak anna


"baik lah, ayo kita ke meja makan" balas dena sambil menggandeng tangan anna yang mungil.


.


.


.


Bersambung.....