YOU ARE MINE ONLY

YOU ARE MINE ONLY
Bab 4



...You Are Mine Only...



Beberapa menit yang lalu dena telah selesai dengan kelasnya dan bergegas menghampiri barra namun kelas masih berlangsung membuatnya menunggu lagi dan lagi.Kini Dena tengah duduk di taman yang tak jauh dari kelas barra.


30 menit kemudian Dena masih setia menunggu kelas barra selesai tanpa memikirkan perutnya yang terus berbunyi menurutnya lebih penting bertemu barra daripada mengisi perutnya.


akhirnya kelas barra telah berakhir, beberapa mahasiswa dan mahasiswi telah keluar dari kelas membuat Dena menghampiri barra.


sesampainya Dena di ambang pintu ia hanya melihat barra dan 3 mahasiswa yang masih duduk di kursinya Masing masing. 3 mahasiswa itu adalah sahabat dekat barra.kenzie,Denis dan argan.


"bar,cewe Lo tuh" ucap Kenzie Danuarta pada barra, saat matanya tak sengaja melihat Dena berada di ambang pintu seperti tengah menunggu.


"bodo" jawab barra sangat cuek.


"kasian dia bar,dari tadi pagi nungguin Lo.lo nya gak ada" sahut Denis


"gak peduli" cetus barra sangat bodo amatan.


"kalau begitu buat gw aja deh kalau Lo nggak peduli" nimbrung argantara zhefryiano yang kerap di panggil argan.si pengoleksi cewek cewek.


"ambil aja gw gak butuh"


"bar,kok Lo gitu sih sama cewek Lo.dena itu pacar Lo bukan barang yang habis dipakai langsung dibuang.jangan sampai Dena di sentuh sama argan bocah prik ini yang ada pacar Lo hancur" cibir Denis tak percaya dengan ucapan barra yang sangat tak peduli pada Dena.


"woy woy apaan maksud Lo?! Lo pikir gw perusak wanita, gini gini gw pecinta wanita" jelas argan


" ckk,yakin lo pecinta wanita ? yang ada sekali Lo sentuh itu wanita gak perawan lagi."


"bilang aja kali Lo iri sama gw,dalam satu malam gw bisa mendapatkan puluhan cewek dan termasuk melakukan apapun pada mereka,gak kaya Lo cupu gamon sama si buta.sudah buta berpenyakitan bukan tipikal gw deh" hina argan


"jangan sesekali Lo ngehina jeje dia lebih baik daripada diri Lo dan cewek cewek Lo murahan!dan apa Lo bilang gw iri, sorry gw gak iri sama pendosa kaya Lo" ucap Denis dengan santainya.


"stop! kalian bisa gak sehari aja gak debat hal yang gak harus di debatkan.dan Lo argan gak seharusnya Lo ngehina Jeje gak usah mancing emosi Denis" kata Kenzie selalu menjadi penengah antara argan dan Denis.


"dan buat Lo bar samperin lah si Dena kasian tau" ucap Kenzie pada barra namun barra masih asik dengan gamenya yang ada di handphone nya.


Dena masih saja menunggu barra di depan pintu tidak ada keinginan untuk masuk kedalam kelas barra.kini hatinya benar benar meronta-ronta ingin bertemu barra.


"aku gak bisa kek gini terus aku harus bertemu kak barra apalagi kak barra sudah ada di depan mata.terserah kak barra mau memaki ku nanti yang penting rindu ini terobati" pikir Dena dalam hatinya


saat Dena ingin melangkah masuk kedalam kelas barra tiba tiba saja tangannya di seret paksa oleh seseorang dan dibawa menjauh dari kelas barra.


bruk


tubuh Dena dihempaskan ke dinding,membuat sang empu kesakitan.


"AW,,,,,,,"rintih Dena


"sakit?" ucap seorang gadis berserta 2 temannya yang tertawa melihat Dena kesakitan.


"kak Lisa,kenapa Kakak mendorong aku? apa salah aku kak?"tanya Dena


"jika aku ada salah aku minta maaf kak,tapi untuk saat ini aku harus ketemu kak barra." kata Dena, saat ia ingin melangkah pergi dari hadapan Lisa dan teman temannya rambutnya langsung ditarik oleh lisa membuat Dena kesakitan


"gw belum selesai ngomong, jangan asal pergi gak punya sopan santun Lo ya. gak pernah di ajarin sama orang tua Lo ya apa artinya sopan santun"


"ya ampun Lisa Lo lupa dia kan gak punya orang tua,dia kan tinggal di panti asuhan tempat anak anak buangan" cibir Bianca


"hahaha lebih tepatnya anak yang tak di inginkan ,anak haram" tambah jesly


"oh iya ya gw lupa" kata lisa


"mau kalian apa?"


"gw cuma ingetin Lo,Lo harus sadar diri siapa barra dan siapa Lo. ingat gak kata barra kemarin apa? jangan temui dia selama seminggu kalau bisa untuk selamanya sih." peringatan lisa


"tapi aku mau ketemu kak barra dan mau ngasih tugasnya"


" lihat dari kejauhan kan bisa gak usah ketemu. barra juga gak mau ketemu sama Lo dan mana tugas barra? sini berikan sama gw.biar gw yang ngasih sama barra. gw satu kelas sama barra kalo Lo lupa"


"tapi,,,"


"pegang kedua belah tangannya!" titah Lisa pada Bianca dan jesly,mereka pun langsung memegang kedua belah tangan Dena membuat Dena tidak bisa bergerak.


Lisa langsung membuka tas Dena dan mengambil laptop yang sering diberikan barra pada Dena untuk mengerjakan tugasnya.


"biar aku aja kak ngasihnya" ucap Dena mencoba meronta ronta namun tenaganya tak sebanding dengan Bianca dan jesly.


"baru aja di bilangin tadi ya, sudah lupa. barra itu gak mau ketemu sama lo, ingat baik baik" peringat Lisa dengan tangan menoyor kepala Dena.


"guys yuk kita cabut kita udah mendapatkan laptopnya, ngapain lama lama sama anak haram ini" ajak Lisa pada teman temannya.meninggalkan Dena seorang diri di lorong yang jauh dari keramaian.


"satu,,,,dua,,,,tiga,,,,"hitung jesly dan Bianca secara bersamaan.


Bruk


dengan kasarnya jesly dan Bianca mendorong tubuh Dena ke dinding membuat rasa sakit itu datang lagi.


setelah kepergian mereka Dena menangis dengan tubuh merosot kebawah.mengingat perlakuan mereka sangat kasar.biasanya mereka hanya memaki Dena dengan kata kata tidak pantas tanpa main tangan tapi kali ini sangat berbeda lebih kasar dari biasanya.


"kak barra,ini sangat sakit kak hiks,,,hiks,,,,hiks,,,," memukul dada kirinya dan memeluk lutut nya menyembunyikan kepalanya diantara lututnya.


tanpa di ketahui Dena ada seorang pria mengamati nya dari kejauhan siapa lagi kalau bukan kaivan.teman sekelas Dena sejak SMP sampai sekarang namun tidak terlalu dekat membuat kai tidak ada nyali untuk melindungi Dena dari Lisa dan teman temannya.


"maafin gw dar,gw gak bisa nolong lo untuk kesekian kalinya,gw terlalu cupu dan terlalu lemah. melihat Lo di caci maki oleh Lisa membuat hati gw sakit karena cuma bisa lihat dari kejauhan dan berdoa untuk lo " rutuk KAI memukul dada kirinya.


sesak sekali melihat orang yang kita cintai harus dicaci maki apalagi ini bukan sekali dua kalinya tapi sudah berjuta juta kali Lisa melakukannya pada dena,korban bullying.


mungkin tahun tahun kemarin kai merasa tenang karena disaat Dena di-bully ada barra yang selalu ngebelain Dena tapi untuk akhir akhir ini barra tak pernah ngebela Dena lagi.ia datang pada Dena hanya memberikan tugas tugas kuliahnya dan menyuruh Dena untuk mengerjakannya.


Bersambung....