
Tok tok tok
"Mel bangun Mel, kamu harus berangkat sekolah pagi ini lho ya."
Took took toook
ketukan pintu kamar itu semakin terdengar kencang sehingga membangunkan Amel yang masih ingin menikmati tidurnya.
"Bangun nak, keburu telat lho."
Amel menguap lebar dengan membentangkan kedua tangannya, kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya.
"Iya bu, aku sudah bangun." Ia pun membuka pintu kamar dan mengucek kedua matanya yang masih terasa begitu pedas untuk dibuka.
"Udah sana buruan mandi"
"Iya bu"
Dengan handuk yang menyampir di bahu kanannya ia berjalan malas menuju kamar mandi. Tak perlu waktu lama, Amel pun segera bersiap untuk berganti seragam sekolah.
"Oh iya hari ini kan ada upacara. Lebih baik aku sedikit lebih cepat."
Hari Senin memang sekolah Amel pasti rutin upacara bendera. Ia harus memastikan bahwa dia membawa dasi dan topi, karena tanpa itu pasti Amel bakalan berada dibarisan khusus siswa yang melanggar peraturan sekolah.
Amel menyabet tas ranselnya dan berjalan cepat menuju meja makan. Nampak Keluarganya sudah lengkap berada disana dan duduk menikmati sarapan masing - masing.
Amel mengambil segelas susu coklat dan meminumnya sampai habis dengan berdiri.
"Amel duduklah dulu, minum pelan - pelan." Kata Ayah Amel.
"Aku takut telat yah." Ia mengambil setumpuk roti dan mengolesinya dengan selai coklat didalamnya.
"Bagaimana audisi kemarin? Sejak pulang kerumah semalam kamu belum cerita apa - apa." Lanjut Ibu Wati yang penasaran.
"Aku masuk tahap selanjutnya bu. Nanti aja aku lanjutin ceritanya ya, Daa." Amel berbicara dengan mulut tersumpal roti dan menghampiri Ayah Ibunya untuk berpamitan ke sekolah.
"Anakmu tu Yah, nggak sopan banget lagi diajak ngobrol malah ngeluyur gitu." Ucap Ibu pada Ayah Amel.
"Ya udah cerita nanti kan bisa, daripada Amel telat ke sekolahnya malah bisa - bisa nanti dia dihukum sama gurunya." Bela Ayah Amel yang paham banget dengan anaknya yang satu itu.
****
Di Sekolah
Semua siswa sudah berkumpul di lapangan upacara bendera sekolah. Mereka berbaris dibarisan kelas masing - masing. Mereka nampak khidmat mengikuti jalannya upacara.
Amel pun mengikuti upacara dengan baik, walaupun cuaca lumayan panas pagi itu tapi Amel semakin bersemangat menghadapi harinya tatkala mengingat bahwasanya kemarin ia berhasil lolos ke tahap selanjutnya dalam ajang menyanyi itu.
Inspektur upacara nampak sedang berpidato panjang. "Dan kemarin beberapa teman kita berjuang dalam ajang perlombaan menyanyi Children Pop Singer, Ada tujuh orang yang ikut serta tapi hanya ada tiga yang lolos ketahap semi final dan minggu depan ketiga teman kita itu harus berjuang lagi untuk bisa lolos ke babak final. Untuk itu mari kita persilakan tiga orang itu untuk maju kesini, mereka adalah Hepta Pertiwi dari kelas delapan E, Amelya Ristiani dari kelas tujuh D, dan Acha Agsesia dari kelas tujuh F. Ketiganya diharapkan segera bisa kedepan saya." Ujar inspektur upacara yang juga merupakan kepala sekolah.
"Ini beneran namaku disebut dan disuruh maju? Sumpah kek gini aja aku udah merasa bangga apalagi kalau bisa sampai jadi juara." Amel pun melangkahkan kakinya dengan mantab.
"Ini dia tiga orang yang masih harus berjuang demi meraih mimpi mereka, mari kita sejenak menudukkan kepala kita dan berdoa agar perjuangan mereka minggu depan dilancarkan dan bisa pulang dengan membawa berita gembira untuk kita semua. Berdoa dipersilakan."
Seketika suasana benar - benar menjadi hening, Amel dan kedua temannya pun berkaca - kaca merasakan support yang begitu luar biasa dari seluruh isi sekolah yang berkenan mendoakan perjuangan mereka.
"Selesai. Terima kasih. Kalian bertiga bisa kembali ke barisan masing - masing." Kata Ibu kepala sekolah mempersilakan.
"Aku masih nggak percaya dapat dukungan dari sekolah seperti ini, sampai - sampai aku diperkenalkan keseluruh warga sekolah."
Setelah Amel sampai kebarisannya semula, ucapan selamat dari teman - teman Amel pun bergantian. "Hari ini aku merasa spesial." Senyum Amel pun tak berhenti berkembang sampai upacara selesai dilaksanakan.
Di kelas
"Kok kamu nggak bilang sama aku sih kalau kamu lolos audisi kemarin?" Ucap Shendy yang tengah berdiri disamping bangku Amel sambil mengacak - acak rambut pacarnya itu.
"Heehee... Kan biar surprise. weeekk 😜" Amel pun meledek pacarnya itu.
"Waaahh kado? Berarti kamu udah tau dong kalau aku lolos audisi, tuh buktinya udah nyiapin kado buat aku." Ungkap Amel seraya menerima bungkusan berbentuk persegi dengan pita warna pink.
"Ya enggak tau lah. Kamu kan nggak ngabarin aku dari kemarin."
"Lhah terus ini kado buat apa?" Tanya Amel kebingungan.
"Kamu tuh ya nggemesin banget deh." Shendy pun mencubit hidung Amel saking gemasnya. "Coba diinget lagi ini tanggal berapa?" Lanjut Shendy.
"Put sekarang tanggal berapa sih?" Amel pun bertanya pada putri yang sedang duduk disebelahnya karena ia benar - benar lupa tanggal berapa hari ini.
"24" Jawab putri dengan cepat.
"Hah berarti........" Sambil mikir
"Ini hari ulang tahunku? Hahaha" Amel tertawa lepas karena merasa bodoh lupa dengan tanggal ulang tahun sendiri.
"hmmm baru inget nih orang." Gumam Shendy.
"Makasih ya sayang. Aku bener - bener lupa."
"Iya sama - sama. Selamat ulang tahun ya sayang, semoga yang terbaik yang kamu dapatkan. Eh dan juga semoga besok kamu bisa menang." Shendy pun menyalami tangan Amel.
"Makasih sekali lagi."
"Selamat ulang tahun ya Mel, aku nggak tau kalau hari ini kamu ulang tahun. waaah kadonya plus plus nih. Udah kemarin lolos audisi, sekarang dapet kado lagi dari pacar tersayang. Ehm ehm." Putri menyalami Amel dan mencium pipi kanan dan kiri Amel.
"Waah aku juga mau dong cipika cipiki sama kamu Yang." Goda Shendy pada Amel.
"Uuh maunya kamu itu Shen." Sela Putri.
"Eh liat kok bisa ya ada ayam dilingkungan sekolah gini." Kata Shendy sambil menunjuk kearah luar kelas. Amel dan Putri pun spontan menengok kearah dimana jari telunjuk Shendy mengarah.
Mereka berdua pun menyadari bahwa mereka telah tertipu oleh kejahilan Shendy.
Amel pun kembali menengok kearah Shendy berdiri tapi ternyata Shendy sudah berada diposisi sejajar tingginya dengan tinggi saat Amel duduk. Dan wajah Shendy pun sudah bersiap didekat kepala Amel. Seolah ia bisa memastikan bahwa setelah Amel menengok kearahnya, bibir Amel akan menyentuh pipi kanan Shendy. Dan.....
Cuupp.. 💋
Benar terbukti bibir Amel tepat kena pipi Shendy. Wajah Amel pun seketika memerah karena malu. Seisi kelas pun menjadi ramai karena banyak yang melihat adegan itu.
"Sumpah aku malu banget. Kenapa juga harus di kelas dan diliat banyak orang?"
Tiba - tiba perasaan Amel menjadi tidak karuan. Seperti akan terjadi sesuatu padanya.
Bahkan setelah adegan itu terjadi, Shendy langsung meninggalkan dia tanpa ada kata maaf terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
*Author*
Coba tebak apa yang terjadi selanjutnya ?
Ikuti terus ceritanya ya...!
Jangan lupa kasih dukungan buat aku dengan like, komen, rate 5, share, dan jadiin favorite biar kamu nggak ketinggalan kalau aku up cerita selanjutnya ya...
Tengkyu 🙏