
Waktu menunjukan sore hari matahari hampir tenggelam, terlihat phoenix yang terbang menuju desa dengan membawa 1 pria dan 1 anak gadis.
Yun jiao yang melihat cuaca mau petang pun tersenyum karena memang itu rencanya dia untuk membumi hanguskan seluruh bandit beserta tempatnya karena mungkin malam hari para bandit akan berenti meneror desa itu dan itu kesempatan dia mencari markas bandit itu untuk dibereskan
Phoenix itu yang tak lain adalah Azzel turun setelah aba aba Yun jiao, tak jauh dari desa dia lebih memilih berjalan kaki agar penduduk tidak ketakutan karena melihat Azzel
Setelah memasukan Azzel ke dalam dimensi jiwanya Yun jiao pun berjalan bersama Rexsa kedalam desa tersebut hingga dia melihat penduduk desa itu dan menghampirinya
"Um.. Maaf saya adalah petualang yang bertugas membantu desa kalian bisakah tunjukan dimana kepala desa?" tanya Yun jiao kepada penduduk itu
"Ehh.. Baik silahkan ikuti saya tuan" balas sopan penduduk itu
Mereka pun berjalan memasuki desa itu hingga sampai pada sebuah rumah yang lumayan besar untuk penduduk desa dan memasukinya
Tok..tok..tok
"Siapa" balas suara didalam rumah tersebut
"Ini saya kepala desa.. Saya membawa petualang yang ingin menemui anda untuk memburu para bandit" balas penduduk itu
Setelah mendengar penjelas penduduk itu tak butuh waktu lama pintu pun terbuka menampakan seorang pria berumur kira kira 50 tahun
"Ah.. Maaf tuan silahkan kita ngobrol di dalam tuan" ucap kepala desa itu
"Mm..baiklah ayo sasa" balas Yun jiao sambil menggandeng Rexsa
(Sasa adalah panggilan Yun jiao kepada muridnya rexsa ya karena namanya susah jadi sasa aja biar imut:v)
Setelah memasuki rumah tersebut kepala desa pun mempersilahkan duduk Yun jiao dan rexsa
Yun jiao pun duduk bersama rexsa dan percakapan dimulai dengan pertanyaan kepala desa
"Ahh dia adalah muridku rexsa dan namaku Yun jiao tak panggil saja jiao" balas Yun jiao tenang sambil memperkenalkan dirinya
"Hampir lupa saya dimana sopan santunku.. Perkenalkan saya adalah bima kepala desa disini" ucap bima
"Tak perlu terlalu formal pak dan tak perlu kawatir saya sudah memikirkannya. Ngomong ngomong apakah anda tau dimana markas bandit tersebut berada?" balas yun jiao serius
"Untuk apa anda menanyai itu tuan jiao?" balas bima heran
"Saya akan membersihkan mereka hingga mereka tak tersisa agar tak mengganggu kalangan penduduk lagi" kata Yun jiao dingin
"B - baiklah markas mereka berada pada bagian dalam hutan disana terdapat gua satu satunya di tempat itu jadi anda tak perlu bingung mencari gua tersebut" balas bima dengan tanggapan cemas
"Dan sebaiknya berhati hati tuan jiao pemimpin mereka berada pada level honor" lanjutnya
"Ya saya tahu tenang saja.. Saya akan membersihkan mereka sekarang dan bisa saya titipkan murid saya disini?" tanya Yun jiao
Karena dia tidak ingin melihat muridnya melihat adegan mengerikan yang akan terjadi
"Tentu saja tuan jiao saya akan melakukan yang terbaik untuk menjaga murid anda" balas kepala desa itu yang tak lain adalah bima
"Terima kasih saya pergi sekarang" ucap Yun jiao berdiri ingin meninggalkan mereka dan menuju bandit itu
"Hati hati guru murid ini akan baik disini dan menunggumu" ucap rexsa menatap gurunya
"Mm" balas anggukan Yun jiao
diapun pergi dengan Skill Fly nya menuju markas bandit tersebut