Who Rules Among The Rulers

Who Rules Among The Rulers
Chapter 34



Di lubang hitam tempat kegelapan yang pekat, terbentuklah sesosok makhluk dengan tanduk yang menjulang tinggi serta 2 sayap hitam yang mengeluarkan aura tak nyaman


"Huhahahaha akhirnya,.. Tunggulah aku makhluk rendah aku akan datang.. Terutama aku akan menarik penguasa itu dahulu huahahaha" ucap sosok tersebut dengan tawanya yang menggetarkan alam semesta


Sementara itu dunia DXD world tempat shiro berada


'Deg..


"Perasaan ku tak enak" pikir shiro


Dia hanya mengabaikan perasaannya dan menuju tempat Asia berada


Di gereja


"Tolong lepaskan aku tolong" teriak asia yang sudah di gantung di atas salib


"Haha dengan ini aku akan mengambik sacred gearmu" tawa reynare


"Benar lebih baik kau diam" ucap doghnaseek


"Oni-sama seperti nya ada iblis keluarga Gremory yang mendatangi kita" ucap malaikat jatuh bernama milltet


"Freed lakukan tugasmu" balas reynare


"Tak usah kau memerintahku" balas seorang pria psycopath bernama freed


Di luar gereja yang sedang kacau karena pertarungan peerege Rias Gremory dengan para malaikat jatuh


"Sial mereka banyak sekali" ucap issei


Setelah menyelesaikan pasukan malaikat jatuh issei, koneko dan kiba pun memasuki gereja yang disambut oleh freed dan doghnaseek


"Freed!!" ucap kiba menggertakan giginya


"Apakah kau anak yang terakhir hidup dan berhasil lolos dari proyek itu haha" balas freed


"Issei kau selamatkan asia biar aku dan koneko yang menangani ini" ucap kiba


"Baiklah kiba kalian hati hati" balas issei


Issei pun langsung masuk kedalam ruang bawah tanah tempat reynare berada


Pertarungan mereka hampir menuju puncaknya dengan rias dan akeno yang melawan kalawarner dan milltet kiba dan koneko melawan freed dan doghnaseek serta issei yang melawan reynare


Hingga mereka tak menyadari munculah pemuda diatas sebuah pohon yang menjulang tinggi memperhatikan mereka


"Eh sudah rame ternyata biarlah aku sedikit terhibur dengan ini" pikir shiro


Dia yang melihat issei kesulitan langsung berteleport ke depannya membuat keterkejutan bagi reynare dan issei


"Siapa kau?" tanya marah reynare


"Aku hanya ingin bersenang senang kau mundurlah cabul biar kutangani ini" balas shiro


"Tak peduli siapapun kau hari ini harus mati" ucap reynare dengan membuat tombak cahayanya dan melemparkannya ke shiro


Whosss


"Awas shiro" teriak issei


"Tenanglah issei" balas santai shiro dengan memegang tombak yang di arahkan padanya tadi


Mereka lagi lagi terkejut bahwa shiro dapat memegang tombak cahaya milik malaikat jatuh


"Harusnya kau yang mati ini ku kembalikan tapi lebih kuat sedikit" ucap shiro dengan melemparkan tombak cahaya yang dipegangnya dengan kekuatan yang telah di tambahkan olehnya


*BOOOOOOMMM


"AAAAAAARRRGGG" teriak reynare dan mati seketika


"Baiklah tugasku selesai sampai jumpa cabul" ucap shiro dan menghilang dari hadapan issei


Dia yang telah menyelesaikan aktifitasnya kembali ke kamarnya.. Akan tetapi tiba tiba portal hitam pekat menariknya secara tiba tiba


"Ini sialan siapa yang menarikkuu.." belum selesai untuk melanjutkan omongannya Dia pun tertarik oleh portal dan memasukinya serta portal hitam itu langsung lenyap meninggalkan kesunyian.


****


di lubang hitam terbentuklah portal hitam pekat dengan mengeluarkan pemuda dari dalam ya dia shiro


"kenapa aku ada di lubang hitam" pikir shiro


dia yang masih bingung pun dikejutkan oleh tawa jahat dari sosok didepannya


"huhahaha bagi penguasa sepertimu akhirnya aku bisa berhadapan dengan mu huhahaha" ucap sosok tersebut


"dan siapa kau?" tanya shiro


"aku adalah makhluk yang akan menghancurkan alam semesta ini huhaha" balas sosok tersebut


"sepertinya perasaan burukku tentang ini maaf kan aku yuna sepertinya aku tak bisa kembali disisimu dan rexsa" pikir shiro


'Deg..


"apakah sesuatu yang buruk terjadi dengan dengan shiro?" pikir yuna cemas karena firasat buruknya


hingga sebuah suara terdengar


"dia sedang melawan makhluk yang kuceritakan semoga dia bisa selamat dari bencana ini" ucap sosok tersebut


yuna yang mendengar itu hanya bisa cemas dan bergumam pelan demi keselamatan suaminya