
Di markas pusat armada angkatan laut sedang di adakannya rapat antara naga langit / tenryuubito, laksamana, dan 5 tetua
"Ada apa kalian mengadakan rapat ini sialan" ucap salah satu naga langit
"Tenanglah, jawab sengoku ada apa?" tanya gorosei
"Ada laporan yonkou shirogami membunuh yonkou bigmom sendirian dan sekarang dia sedang menuju kaido" jawab sengoku
"AAAPPAAA!!!!" teriak semua orang kaget
*BRAAKK
Bunyi meja di pukul oleh salah satu naga langit yang marah
"Dasar bajak laut sialan lebih baik kita kesana bersama sebelum kekacauan lebih parah dan berlanjut" ucap salah satu naga langit
Dengan itu mereka pun menuju ke pulau wano dengan armada besar besaran
Sementara di pulau wano istana kaido, berdirilah sesosok raksasa yang sedang duduk marah dengan laporan bawahannya
"Doflamingo apakah benar yang kau ucapkan itu?" tanya kaido pada orang di depannya
"Benar dan dia sedang menuju kemari kaido-sama" balas doflamingo
"Keparat orang itu KING, QUEEN, JACK siapkan semua orang kita habisi orang itu pergi laksanakan!!" perintah kaido
"Haii kaido-sama" ucap mereka ber tiga serempak
"Khi..khi..khi mati kau pengganggu" pikir doflamingo
Tidak seperti anggota penuh armada angkatan laut dan naga langit yang sudah setengah jalan, shiro sudah berdiri di atas pulau wano menatap ke bawah dengan tatapan datarnya
"Hmm.. Syns Kurasa sekali mendayung 2 gunung terlampaui karena para kotoran pemerintah itu juga kemari" gumam shiro
[Benar tuan]
"Nah mari bersenang senang" pikir shiro
Shiro pun mengarahkan tangannya ke pulau wano tepatnya istana kaido dengan mengucapkan skillnya
(Skill : Phoenix Fire Style)
Terlihatlah nyala api dari tangan shiro yang membentuk burung phoenix dan melesat ke kastil kaido
*BOOOOOOOOOMM
"Kauu!! Berani menyerang kesini" teriak kaido
Sementara kaido berteriak shiro hanya diam dan langsung menghilang cepat dan muncul di belakang doflamingo, kaido pun berusaha mencari nya hingga
"Kau menjijikan dan mengganggu (Skill : Instan Death)" ucap shiro dengan mengeluarkan skillnya dan menyentuh pundak doflamingo
*AAAAARRRRRRGG
Teriakan terdengar keras dengan matinya doflamingo serta kulitnya yang mengering seperti kehabisan darahnya
Kaido yang mendengar teriakan itu terkejut bercampur marah karena anak buahnya di bunuh
"Sialann!!" ucap kaido serta meninju shiro
*BOOOOMMM (Bunyi pukulan kaido meninju tanah)
"Kau meninju apa idiot, pukulan itu seperti ini" ucap shiro yang muncul di belakang kaido dan meninju kaido dengan tangan yang berlapis haki
(Note : serangan tangan kosong shiro/yun jiao sudah mengandung energi destruction)
Kaido yang terkejut lagi akan terlambat beraksi dan terkena pukulan shiro hingga terlempar jauh serta menabrak puluhan rumah hingga di akhiri menabrak gunung di belakangnya yang meninggalkan cekungan di gunung tersebut
"UGHH" kaido memuntahkan darah dari mulutnya
"Bagaimana?" ucap datar shiro
"Pukulannya sial kuat sekali tulangku serasa hancur semuanya" pikir kaido
Shiro yang sudah malas bermain pun ingin mengakhirinya, sebelum dapat mendekat ke kaido komandan bencana kaido menyerang shiro bersama yang langsung di hindari oleh shiro dengan cara menghilang dan muncul kembali di atas mereka
"Hahh" desah shiro
Sia Yang malah langsung menjentikan jarinya, mereka menatap terkejut ke arah shiro karena setelah dia menjentikan jarinya tanah di bawah shiro pun bergetar dan muncul gerbang besar dihiasi api yang sangat panas
Dengan terbukanya gerbang itu keluarlah banyak rantai yang melilit tubuh komandan bencana dan kaido, mereka yang belum pulih dari keterkejutannya hanya bisa menyesalinya di dalam gerbang itu karena mereka sudah di bawa masuk olehnya dimana gerbang itu adalah gerbang neraka yang berisi hanya lautan api yang tak akan padam
"Satu masalah selesai dengan ini tinggal menunggu mereka" pikir shiro
Di kejauhan 100 km dari pulau wano mereka yang melihat ledakan ledakan itu hanya bisa menebak nebak apa yang terjadi, terkecuali garp, sengoku, aokiji, dan kizaru yang tau betul bahwa siapa yang mengakibatkan ledakan itu.
"Masa bodo semoga monster itu sudah melemah" pikir mereka berempat
Perjalanan mereka pun berlanjut dengan kecepatan yang di percepat karena para naga langit yang tak sabar tanpa mereka sadari kematian telah menunggu mereka disana.