
Hutan yang asri, penuh kehidupan burung burung yang berterbangan dengan riang.
Terlihatlah sosok elegan seorang pria muda berumur 16 tahun(kira kira:v)
Dia berjalan santai ke tempat para penjaga gerbang masuk dengan santai ke antrian panjang dimana orang orang berkumpul untuk memasuki kota tersebut.
1 jam lamanya akhirnya tiba giliran Yun jiao di periksa oleh para penjaga
"Berhenti, tolong tunjukan kartu identitas anda tuan!" tanya penjaga gerbang
"Maap aku baru ada disini jadi tak mempunya kartu identitas" jawab Yun jiao santuy
"Baiklah ikut kami untuk membuat kartu identitas sementara anda" balas Penjaga tersebut
Yun jiao pun berjalan mengikuti penjaga yang memberi intruksi tersebut hingga sampai ke tempat pos jaga dimana terdapat pria berumur sekitar 40 tahun
"Pria ini ingin membuat kartu identitas sementara" ucap penjaga yang mengantar Yun jiao sambil menunjuknya
"Baik,.. Kemari anak muda ulurkan tanganmu dan sentuh bola ini" kata pria berumur 40 tahun tersebut sambil menunjuk bola berwarna hitam penuh kristal berwarna di dalamnya yang saling bersinar
"Bola ini dapat menunjukan apakah kau pernah berbuat tindak krimal atau tidak walaupun kau menyembunyikannya dengan skill tak berarti di depan bola ini" lanjutnya
Yun jiao pun mengulurkan tangannya tanpa ragu dan cahaya putih bersinar pada bola tersebut yang artinya tidak ada tanda tindak kriminal yang ada pada tubuh Yun jiao
Pria itupun memberikan form identitas yang harus di isi Yun jiao sebelum masuk ke dalam kota
Setelah Yun jiao mengisi semua dia berjalan memasuki kota dengan mencari tempat makan sekaligus informasi bagus tentang keadaan sekitarnya
Hingga dia mencium bau masakan yang lezat dari arah kanannya dan dia pun masuk ke dalam tempat tersebut yang ternyata itu adalah restaurant mewah yang berisi banyak orang dengan 3 lantai terdapat di dalamnya
Lantai 1 berisi untuk masyarakat kota lantai 2 untuk para bangsawan atau petulang yang mampir untuk makan dan lantai 3 berisi orang orang penting yang senang akan kesendiriannya
Tentu saja setiap lantai beda harganya
Yun jiao pun memesan makanan pada lantai ke 3 dimana terdapat 9 kursi saja yang berada terpisah setiap sudutnya, dia memilih yang berada di dekat jendela agar dia bisa menikmati pemandangan yang membuat hatinya tenang hingga dia mendengar percakapan yang menurut dia seru untuk dilakukannya
"Apa kau tau akhir akhir ini kerajaan wei sering di serang oleh para iblis?" ucap pria yang berada pada pojok kirinya yang terdapat 2 orang sedang mengobrol
"Hmm.. Demonlord?" gumam Yun jiao sambil mengerutkan kening
Kerajaan wei dan kerajaan shu terletak tidak terlaluh jauh karena kerajaan mereka di batasi oleh hutan jadi bilamana kerajaan wei di serang tidak menutup kemungkinan kerajaan shu terkena imbas perang antara mereka
Setelah berfikir sejenak akhirnya Yun jiao memutuskan untuk membuat identitasnya dikenal oleh para kerajaan dengan menjadi petulang yang disegani bahkan di takuti
Setelah menyantap makanannya dia pun berjalan ketempat guild petulang setelah bertanya kepada penduduk kota tersebut dia pun sampai di depan guild petualang
Waktu menunjukan matahari akan tenggelam Yun jiao yang sudah tau tempat guild petualang akhirnya menginap dahulu di penginapan dekat guild tersebut
Dia memasuki tempat penginapan itu
'Kriiiing'(bunyi lonceng bahwa pintu terbuka)
"Apakah ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya si recipsionis
"Aku mau menginap 1 malam berapa harganya?" balas Yun jiao
Pelayan itu linglung ketika memandang wajah tampan Yun jiao dimana wajahnya bersinar bagaikan malaikat yang turun ke bumi
"Hei.. Apakah kau mendengarku?" tanya Yun jiao yang memandang wanita itu dengan bingung
"Ehh.. A-ah maap s-saya melamun, bisa tuan semalam hanya 10 koin tembaga jika bersama makan pagi 15 koin tembaga" balas recipsionis itu gugup
"Ya 1 malam saja tak perlu makan karena aku baru makan tadi, ini uangnya" jawab Yun jiao dengan memberikan uangnya
"Baiklah ikuti aku akan ku tunjukan kamarmu tuan" balas recipsionis itu dengan senyum
"Hmm" balas Yun jiao mengangguk
Dia mengikuti recipsionis hingga terlihat kamar di pojok ruangan dan recipsionis itu pun memberikan kunci kamar tersebut dan meninggalkan Yun jiao untuk beristirahat
Setelah masuk Yun jiao pun merebahkan badannya ke atas kasur dan terlelap karena merasa cape dan dia harus dalam keadaan yang baik buat esok paginya.