
Didalam dimensi penuh kegelapan hanya ada hamburan bintang di atasnya yang menghiasinya disitulah berdiri seorang pemuda berumur 17 tahun yang menatap lurus kedalam kegelapan.
Dia terus berjalan lurus menghiraukan sekitarnya, dia hanya mengikuti nalurinya untuk menemukan seseorang yang berarti dalam hidupnya yang telah lama hilang.
"Perasaan ini, suasana ini tak salah lagi ini adalah dimensi hampa" pikir yun jiao
Dimensi hampa adalah dimensi yang terbuat dari kebencian yang mendalam dari seseorang yang melahap dirinya sendiri karena kekosongan hati yang dimilikinya. Di dalam dimensi ini molekul apapun termasuk mana tidak ada di dalamnya jadi berbagai skill atau sihir tidak dapat digunakan disini hanya kekuatan mental dan jiwa seseorang yang bisa bergerak bebas di dalam dimensi ini.
Jika mental dan kekuatan jiwa seseorang itu lemah sudah di pastikan mereka akan terlahap dan musnah didalamnya karena setiap kali bergerak dimensi ini akan menyerap mental dan jiwa seseorang
Tapi itu tidak ada gunanya di hadapan Yun Jiao dimana dia memiliki mental yang tak ada habisnya dan kekuatan jiwa yang besar
Dia terus merasakan meluaskan mentalnya untuk mencari istrinya disini, setelah sekian menit dia menemukannya dia langsung menuju kesana.
Hingga sampailah dia di depan sebuah tempat seperti tempat eksekusi gantung dengan dua tiang penuh corak kuno dan rantai yang berapi api mengekang seseorang wanita.
Yun jiao yang melihat keadaan wanita itu pun merasakan perasaan marah, murka, sedih, dan hampir putus asa
Bagaimana tidak keadaan wanita itu sungguh memperhatikan dengan kulit yang pucat pasi, bibir yang hampir membiru dan jiwa dan mentalnya yang semakin terkikis.
Tak bisa menahan emosinya yun jiao melepaskan semua auranya dan kekuatan mentalnya. Dimensi bergetar retakan dimana mana, guncangan yang besar pun terjadi hingga menandakan akan hancurnya dimensi ini
Dia marah dia sedih bercampur menjadi satu membuat dirinya tak terkendali hingga suara seseorang menyadarkannya.
"Sa-ayang" ucap wanita tersebut dengan membuka mata manisnya yang menampakan mata biru laut yang cerah
"Kamu bangun Yuna?" balas Yun jiao seraya menghancurkan rantai yang mengekangnya
Setelah semua rantai hancur jatuhlah wanita itu, yun jiao dengan sigap menangkapnya dan memeluknya dengan tangisnya yang tak bisa di tahan olehnya
"Yuna aku kembali" Ucapnya dengan air mata yang mengalir dari matanya
"Aku percaya kamu akan datang sayang, aku selalu menunggumu hingga saat ini tiba dan terima kasih telah menyelamatkanku dari dimensi hampa ini" jawab perempuan itu yang adalah Yuna istri Yun jiao seraya tersenyum manis
"Iya ayo keluar dari sini sayang" ucap Yuna sambil memeluk tubuh Yun jiao
Setelah percakapan itu Yun jiao pun menghancurkan dimensi itu dengan kekuatan jiwa dan mentalnya hingga saat sebelum hancur munculah pintu keluar dari dimensi itu dan Yun jiao membawa istrinya dengan cepat masuk ke dalam pintu tersebut sebelum hancurnya dimensi itu
********
Di dataran iblis tepatnya di makam kuno terbukalah pintu dengan keluarnya sosok pemuda dengan wanita yang sedang di gendongnya layaknya tuan putri
"Ini dimana sayang?" tanya Yuna
"Ini adalah dunia lain tepatnya di daratan iblis tempat kau di segel" balas Yun jiao seraya berjalan keluar dari makan kuno tersebut
Tepatnya di kerajaan demon lord yang sedang terdesak akan para naga penjaga neraka dan phoenix kuno, munculah aura milik seseorang yang keluar dari belakang mereka yang lebih mengerikan dari makhluk tersebut yang membuat pertarungan mereka berhenti bahkan banyak prajurit yang telah berjatuhan mati karena tak kuat menahan aura tersebut
Para naga dan phoenix yang melihat wujud pemilik aura tersebut pun langsung menghampirinya dan berlutut
"Tuan dan nyonya selamat kembali" ucap mereka bertiga
"Mm" Balasnya singkat seraya menatap para iblis
Demonlord yang merasa hidupnya diujung tanduk pun berlutut dihadapan sosok tersebut yang membuat semua prajurit dan demon lain terkejut dan ikut berlutut
"Ma-maafkan aku tuan tapi kalo boleh tau apa salah kami hingga kau ingin menghancurkan kerajaan kami" ucapnya pasrah
"Kalian tak salah tetapi mungkin leluhur kalian yang salah, aku tak ingin pusing dengan ini aku akan membiarkan kalian hidup karena keadaan istriku yang lemah ini dan aku akan pergi dari sini" jawab Yun jiao dingin
"Maaf dan terima kasih akan kebaikan tuan" Balas demon lord itu
Yun jiao meminta para binatang kontraknya kembali dan seketika itu juga dia pergi dengan teleport di hadapan mereka yang masih menunduk takut menatapnya.