Who Are You..??

Who Are You..??
Part 9



Seseorang yang dilahirkan kedunia dengan keluarga yang lengkap merupakan anugerah yang begitu indah pemberian Tuhan. Bagaimana tidak, ia pasti akan mendapatkan banyak kasih sayang dan cinta serta kehangatan di tengah-tengah keluarganya. Jika kebahagiaan diartikan dengan sebuah keluarga maka semua orang akan melakukan apapun demi kebahagiaan keluarga mereka.


Keluarga, sebuah ikatan yang terbentuk tanpa kita minta. Ada ikatan darah, ikatan kasih sayang, cinta dan pengorbanan.


Di sebuah rumah yang cukup besar. Tiga orang remaja terlihat memasuki gerbang rumah tersebut. Halaman rumah yang luas namun tampak sepi. Bahkan tak ada security dan penjagaan di depan pintu gerbang.


Pintu gerbang setinggi 3 meter itu terbuka secara otomatis dengan menggunakan sensor kornea mata orang yang sudah dikenali.


Gadis itu berjalan mengekori dua orang laki-laki di depannya. Ia melirik kesana kemari memerhatikan sekitar. Dirinya dibuat terperangah sejak awal melewati pintu gerbang yang terbuka otomatis. Dia memang punya rumah besar di Rusia tapi tidak punya sistem secanggih rumah ini dan untuk apa pikirnya.


Gadis itu tak habis berpikir, jika Davian adalah anak orang kaya yang punya rumah semegah ini, lalu kenapa dia harus repot-repot hidup susah tinggal di rumah singgah.


Di depan pintu masuk ketiganya berdiri. Davian menekan bel yang ada di samping pintu. Setelah beberapa kali pencet pintu itu terbuka. Sesosok wanita berusia sekitar 40 tahunan membuka pintu kemudian tersenyum.


" Yokoso " sambut wanita itu dan membungkukan badan. Davi, Lee dan Elle juga ikut membungkukan badan sebagai salam hormat.


Ketiganya pun masuk ke dalam rumah.


Setelah dipersilahkan Lee dan Elle duduk di ruang tamu. Sedangkan Davian menyusul wanita paruhbaya itu ke dapur.


( yokoso \= selamat datang )


Elle memperhatikan sekeliling kemudian berdiri menyusuri ruang tamu tersebut. Melihat berbagai macam foto yang tergantung di dinding. Sedangkan Lee hanya duduk santai memainkan ponselnya, bermain game favoritnya.


Ruang tamu yang luas dan menyatu dengan ruang keluarga. Di sana terdapat televisi berukuran besar beserta sound systemnya. Sejenak Elle menghentikan langkahnya di depan sebuah bingkai foto yang cukup besar menarik perhatiannya yang menggantung di dekat perapian.


Gadis itu memandangi foto tersebut seraya berfikir 'ini pasti foto keluarga'. Karena dalam foto tersebut ada seorang laki-laki dan perempuan dewasa serta seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun. Sosok anak kecil tersebut tidak lain adalah adalah Davian Barack.


' Mereka pasti orang tua Davi-oppa '. Gumam Elle sembari memandangi frame tersebut.


******


Dilain tempat yaitu di dapur.


" Bi Aya dimana aunty? "tanya Davi kepada wanita yang berdiri di depan pantry sedang membuat minuman.


" Nyonya Ayumi sedang beristirahat di kamarnya tuan ". Jawab wanita tersebut.


Aya Marlina adalah asisten rumah tangga sekaligus pengasuh Davi kepercayaan keluarga Barack. Sudah lebih dari 20 tahun dirinya setia mengabdi di keluarga itu hingga sekarang.


Beragam kejadian dan keadaan sudah Aya lewati bersama keluarga Barack. Aya dulunya adalah pengasuh yang merangkap menjadi asisten rumah tangga kepercayaan keluarga Hideyoshi Barack, ayah dari Davian Barack.


Namun setelah kejadian naas beberapa tahun silam yang mengharuskan dirinya ikut menjadi korban selamat. Ia berpindah menjadi asisten rumah tangga keluarga Daichi Hajime, suami Ayumi Barack adik kandung Hideyoshi. Yang mana artinya Ayumi Hajime adalah bibi Davian Barack.


Tak lama kemudian Bi Aya dan Davi keluar dari dapur menemui orang yang berada di ruang tamu.


" Silahkan dinikmati Tuan Lee dan Nona.. ". Bi Aya menggantung ucapannya tak tahu nama gadis yang duduk bersebelahan dengan Lee. Ia menaruh 3 cangkir teh hangat dan beberapa kueh camilan.


" Namanya Elle bi" sahut Davi memberitahu. Kemudian ia duduk di kursi single sebelah Elle.


" Oh.. halo Nona Elle " sapa Bi Aya.


" Halo bibi, kamsamida untuk cemilannya " ucap Elle.


" Nee nona " bi Aya duduk di kursi single tepat berada di depan Lee dan Elle. Dan menaruh nampan di atas meja sebelum ia duduk.


" Nona temannya Tuan Davi? "tanyanya.


" Iya bi, kebetulan saya tinggal di rumah singgah juga " jawab Elle.


Mengingat rumah singgah Elle kembali dipusingkan dengan pikirannya sendiri. Ada banyak pertanyaan yang berseliweran di otaknya. Mengapa Davi lebih memilih tinggal di rumah singgah ketimbang rumahnya sendiri bersama keluarganya. Hingga pupil coklat tuanya menangkap sosok wanita yang sekiranya berusia 10 tahun lebih muda dari Bi Aya turun dari tangga lantai atas.


" Bi Aya siapa yang datang? " tanyanya mendekat ke ruang tamu. Begitu namanya terdengar dipanggil Bi Aya langsung berdiri menyambangi majikannya tersebut.


" Nyonya anda sudah bangun? " Bi Aya tak langsung menjawab pertanyaan majikannya itu. Ia meraih tangan nyonya dan menuntunnya untuk duduk di kursi yang baru saja ia tempati.


" Siapa mereka bi? "tanyanya lagi. Ketiga anak tersebut hanya diam.


" Mereka sahabat-sahabatnya Tuan Davi nyonya "jawab Bi Aya.


" Oh.. Lalu siapa Davi? "tanya Ayumi.


Jlleeeeeebbbbb....


Seketika Elle terkejut mengangakan sedikit mulutnya. Menatap tak percaya wanita yang sedang duduk di seberanganya itu atas apa yang ia dengar barusan.


'Wanita ini tak mengenal Davi-oppa..! Yang bener saja..?? 'gumam Elle dalam hati.


Tapi itu tak membuat orang yang selain Elle merasa heran atau aneh, karena hal inilah yang pasti akan terjadi setiap kali Davi dan Lee berkungjung ke rumah itu.


Tanpa harus babibu lagi Bi Aya berlari kecil menaiki tangga menuju kamar atas. Tak berapa lama ia pun kembali dengan membawa sebuah buku yang cukup tebal di tangannya.


Bi Aya pun membuka sebuah halaman buku kemudian memperlihatkannya kepada Ayumi, nyonyanya. Ayumi yang mendapati sodoran buku tersebut langsung melihat dan membaca tulisan yang tertulis di dalamnya.


" Da-vi a-da-lah ke-po-na-kan ter-sa-yang-ku ". Ayumi membacanya dengan sedikit terbata.


" Aahh yaa aku ingat dia adalah Davi " sambungnya kemudian berdiri.


" Davi kemarilah nak.. " ucapnya merentangkan tangan. Davi pun berdiri dan memeluk bibi kesayangannya tersebut. Keluarga satu-satunya yang ia miliki.


" Bagaimana keadaan aunty.?" tanya Davi menitikan air mata sekilas kemudian secepatnya menghapusnya.


" Aunty baik-baik saja sayang, lihatlah..!" Ayumi melerai pelukannya dan tersenyum.


" Siapa mereka Dav..? "tanyanya lagi padahal Bi Aya sudah menjelaskannya tadi.


" Mereka sahabatku aunty, yang cowok namanya Lee dan yang cewek namanya Elle ". Jawab Davi menjelaskan kemudian keduanya kembali duduk di kursi masing-masing.


" Apakah aku belum makan bi..? "tanya Ayumi.


Jjllllllleeeeeeebbbbbbbbbbb.....


Untuk kedua kalinya Elle dibikin terkejut mendengar kata-kata wanita yang duduk di depannya itu.


'Aunty ini aneh sekali. Pertama dia bertanya siapa Davi sekarang bertanya lagi apa dirinya sudah makan atau belum. Apa jangan-jangan dia juga tak tahu dan lupa siapa namanya sendiri', masa sudah pikun siih. Padahal ia masih terlihat muda dan cantik..' . Elle bermonolog dalam hati. Kepalanya mulai terasa pusing seperti sedang menonton drama yang episodenya mencapai tahunan saja.


" Anda baru bangun tidur jadi anda belum makan nyonya.. "jawab Bi Aya " Mari nyonya " ajaknya.


" Tuan nona saya permisi dulu " Bi Aya pamit hendak berlalu dan mengajak Ayumi ke ruang makan yang menyatu dengan dapur.


" Silahkan bi "jawab Davi.


Setelah Aunty Ayumi dan Bi Aya tak terlihat. Davi menghembuskan nafas dengan begitu berat dan memejamkan matanya.


Dia harus bersiap menata ulang dan menegarkan hatinya melihat keadaan bibinya yang seperti ini setiap kali ia mengunjungi rumah itu.


" Kau baik-baik saja hyung..? "tanya Lee. Ia paham akan perasaan yang sedang dialami oleh sahabatnya. Sekejap Davi pun membuka matanya.


" Aku gak papa, apa kalian merasa lapar..? Kalian belum makan apapun dari pagi..! " tanya Davi.


" Nantu saja Davi-oppa " ujar Elle.


Sebenarnya Elle begitu lapar namun melihat kesedihan yang terpapar jelas di mata Davi ia mengurungkannya. Toh dia juga sudah makan cemilan yang dihidangkan Bi Aya tadi jadi sedikit bisa mengurangi rasa laparnya. Malah sekarang dirinya berpikir bagimana bisa Davi masih mempedulikan kondisi perut orang lain sedangkan ada kesedihan di dalam hatinya saat ini.


Seppiii...


Heningg....


Sunyiiii....


" Ayo kita ke taman belakang "ajak Davi. Ia langsung berdiri kemudian berjalan menuju taman belakang diekori Lee dan Elle.


Di taman belakang tersebut terdapat sebuah kolam renang yang cukup luas lebarnya. Di sana ada kursi ayunan yang panjang di sebelahnya sebuah meja bundar dengan bangku besi di pinggirnya.


Davi dan Elle duduk di kursi ayunan sedangkan Lee duduk di bangku besi tersebut. Ketiganya tak ada yang bersuara. Mereka fokus memandangi langit yang tercetak jelas di air kolam yang jernih.


" Mmmm Davi-oppa..!! "Elle memecah keheningan. Gadis itu nampak ragu-ragu namun ia sudah tak tahan lagi membendung setiap tanda tanya yang sudah terkumpul di otaknya. Menoleh ke sebelah orang yang berada di sampingnya.


" Tanyakan saja Elle.. "ucap Davi menepis keraguan di setiap kata-kata yang Elle ucapkan tatapannya tetap fokus pada kolam renang. Dirinya mengerti dengan apa yang akan ditanyakan oleh Elle. Gadis di sampingnya tersebut.


" Maaf. Apakah Aunty Ayumi mengalami amnesia..? "ragu-ragu Elle menanyakan pertanyaan tersebut, namun tetap ia harus menanyakannya.


Mendengar pertanyaan Elle, Lee yang duduk dengan posisi menyangga dagunya dengan tangan kanannya seketika menegakkan punggungnya melirik ke arah Davi. Davi pun sama ia beradu pandang dengan Lee.


Kemudian dua laki-laki itu menoleh ke arah Elle.


Mendapat reaksi dari meanie seperti itu, Elle merasa tak enak hati. Apakah dirinya menanyakan hal yang salah dan tak seharusnya ditanyakan.


Berbeda dengan Davi yang mendapatkan pertanyaan tersebut. Dia sekarang berperang dengan hatinya sendiri. Haruskah ia menjawab dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Mengorek kembali luka lama yang selama ini mencoba ia lupakan. Apakah harus ia menceritakan kepada gadis yang baru saja ia anggap sebagai sahabat sekaligus adik perempuannya.


Menceritakan kepada orang luar setelah sebelumnya ia hanya bercerita tentang kisahnya pada Kim Reena, Yoona dan Lee saja.


" Aunty Ayumi tidak amnesia, namun dia sedang mengalami sakit sering lupa.. "sebuah jawaban yang akhirnya lolos dari bibir Davi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Tinggalkan jejaknya yaa zheyeenggg...


Makasih..