Who Are You..??

Who Are You..??
Part 11



Tujuh tahun berlalu, kini usia Davi menginjak 15 tahun setelah kejadian dan tragedi yang menimpa keluarga bibinya. Kondisi Ayumi sudah mengalami perubahan yang cukup cepat dengan berbagai macam terapi penyembuhan yang dijalaninya. Kondisinya semakin tenang namun dengan resiko ia tak mengenali dan lupa akan keluarganya sendiri karena efek samping dari obat-obatan yang terus dikonsumsinya.


*flashback Davi 2 off*


*******************************


Cerita berakhir. Seketika cairan bening lolos dari pelupuk mata Davi membasahi pipi kanan dan kirinya. Elle yang menyaksikan keadaan tersebut ikut menitikan air matanya. Ternyata ada orang yang hidupnya lebih menyakitkan ketimbang dirinya.


Sejenak Lee bangkit dari duduknya, menyodorkan segelas air putih yang ia ambil untuk Davi. Berharap agar hyungnya tersebut bisa sedikit lebih tenang. Davi meneguk air tersebut hingga tandas.


" Kau pasti bisa melewati ini semua hyung " ucapnya. Lee mengelus pundak Davi kemudian duduk tepat di samping kanannya.


Elle pun menggenggam tangan kiri Davi seraya menguatkan.


" Setelah kondisi Aunty Ayumi yang jauh lebih tenang sekarang saran dokter apa oppa.? " tanya Elle dengan nada suara yang lembut.


" Dokter menyarankan agar aunty tetap rutin meminum obat serta vitaminya. Dan yang paling terpenting adalah aunty harus mencatat setiap hal-hal penting yang baru ia lakukan agar mudah diingat. Seperti yang dilakukan oleh Bi Aya tadi. "papar Davi. Elle manggut-manggut seraya ia mulai mengerti dengan situasi yang terjadi. Namun tiba-tiba kedua tanyannya memijit pelipisnya.


" Kau kenapa Elle..? "tanya Lee


" Aku pusing oppa "jawab Elle.


Mendengar jawaban Elle Davi panik seketika kemudian menyentuh kepala Elle.


" Kau sakit Elle..? "tanya Davi. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Lalu kamu kenapa Elle.? Jangan buat kami khawatir begini..! "timpal Lee yang ikutan panik.


" Aku hanya pusing mendengar penjelasan Davi-oppa tentang alzheimer dan demensia.." ujarnya.


" Yaaa ampun bikin panik aja kamu Elle. Kirain kenapa-napa.. "sahut Davi.


" Makanya setelah dewasa nanti aku saranin kamu jadi dokter psikiater aja Elle, biar mengerti tentang penyakit tersebut sekaligus kamu bisa menyembuhkan orang-orang dengan kondisi seperti itu.. "sambar Lee


" Mmm baik juga. Aku akan coba pertimbangkan saran Lee-oppa. Tapi oppa harus ceritakan dulu tentang kehidupan pribadimu..! "tawar Elle.


" Kenapa harus..?! "tanya Lee menautkan kedua alisnya.


" Karena itu syarat untuk mempertimbangkan saran oppa yang memintaku untuk jadi dokter psikologi.. "sahut Elle.


" Mana ada syarat macam itu Elle "dengus Lee tak setuju dengan syarat yang diajukan oleh Elle.


" Ada. Kan aku yang membuat dan mengatakannya tadi oppa.. " dengus Elle balik . Gadis itu bersidekap dada dan memanyunkan bibirnya sebal.


" Tak ada yang menarik dikehidupan pribadiku Elle. Jadi tak perlu ku ceritakan apa-apa.. " ucap Lee.


" Pelit sekali sih Lee-oppa. Lagian aku cuma ingin tahu alasanmu bisa tinggal di rumah singgah. Karena Davi-oppa sudah menceritakan sebabnya dia tinggal di sana. Sekarang tinggal dirimu saja..! "lanjut Elle.


" Sudahlah Lee kau mengalah dan ceritakan saja. Lambat laun Elle juga pasti akan tahu entah sekarang ataupun besok. Senang sekali kau menggoda adikmu yang cerewet ini. " Davi menengahi.


" Lihatlah dia semakin manis saja kalo merajuj seperti ini " godanya. Elle hanya memutar bola matanya sebal.


" Kenapa tidak Davi-hyung saja yang menceritakannya pada Elle..? Aku malas " sambar Lee kemudian menyenderkan punggungnya kebelakang.


" Haiiiissshhhh kau ini Lee. Hidupku sudah terlalu rumit. "sambar Davi sambil menoyor pelan kening Lee.


" Hhmm baiklah-baiklah akan ku ceritakan. Kenapa hyung jadi ikut-ikutan ngambek sih kaya Elle saja "dengus Lee.


" Karena kau menyebalkan "sahut Davi dan Elle bersamaan kemudian terkekeh.


Lee pun mulai menceritakan kehidupannya di masa kecil dulu.


Flashback Lee on


Saat usia Kim Lee Yoon 2 tahun, ayahnya yang bernama Tuan Lee meninggal dunia akibat sakit jantung yang dideritanya selama 5 tahun terakhir.


Sejak saat itu ibunya menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Keluarga Lee hanyalah keluarga yang sederhana berbeda dengan keluarga Davi yang kaya raya.


Kebutuhan sehari-hari mereka terpenuhi hanya jika ibunya Nyonya Yoon bekerja saja. Jika tidak makanpun alakadarnya. Jika ibunya pergi bekerja Lee dititipkan ke tetangga dekat rumahnya. Tak jarang pula Lee pun ikut dibawa bekerja oleh ibunya, karena Nyonya Yoon tak enak hati jika harus setiap hari menitipkan Lee.


Nyonya Yoon bekerja serabutan, bekerja memetik buah-buahan serta sayuran di kebun dan ladang milik orang kaya di desanya dengan upah yang tak seberapa.


Kadangkala Nyonya Yoon mencari abalon dan kerang dengan cara menyelam kedasar laut bersama teman-temannya kemudian dijual ke para pengepul.


Istimewa Jeju yang adalah merupakan salah satu dari sembilan provinsi di Republik Korea.


Namun pada suatu hari. Ketika ibunya Lee sedang memetik buah jeruk yang merupakan ciri khas Provinsi Jeju yang terkenal dengan sentra penghasil jeruk mandarin terbanyak.


Nyonya Yoon mengalami kejadian sial. Tangannya dipatuk ular berbisa mematikan.


Ibunya Lee langsung kejang-kejang hingga mulutnya mengeluarkan busa. Teman-temannya yang menyaksikan langsung kejadian tersebut segera melarikannya ke rumah sakit terdekat, tapi sayangnya nyawanya tidak tertolong.


Saat ibunya meninggal usia Lee saat itu 5 tahun. Ia sebatang kara. Karena ia adalah satu-satunya alias anak tunggal keluarga Kim.


Kemudian Lee diasuh oleh tetangganya yang sering dititipi Lee ketika ibunya pergi bekerja karena merasa iba terhadapnya.


Ia diurus selama 2 tahun oleh tetangganya. Namun ketika dia berusia 7 tahun Lee dipindahkan ke Seoul lebih tepatnya ia dititipkan di Reyeon's House. Lee paham betul sebab ia dipindahkan ke Seoul karena putra kandung tetangganya tersebut yang kebetulan seumuran dengan dirinya begitu membencinya karena merasa kasih sayang orang tuanya terbagi semenjak mengasuh Lee. Tak jarang mereka sering berdebat bahkan sampai berkelahi. Itulah mengapa ia bisa tinggal di rumah singgah setahun setelah Davi berada lebih dulu tinggal di sana.


*F**lashback Lee off*


" Ternyata Lee-oppa asli orang Korea "ujar Elle


" Pantas saja oppa tahu banyak tentang Sungai Han "sambungnya.


" Yaaa bagitulah.. "ucap Lee


" Sekarang giliranmu Elle "lanjutnya.


" Giliran apa..? "Elle berkilah


" Ceritakan kehidupanmu..!! " sambar Lee. Davi yang berada di tengah-tengah kedua sahabatnya merasa jengah perdebatan pasti kembali terjadi. Ia lebih memilih menyenderkan punggungnya ke kursi ayunan sambil menikmati perdebatan tersebut.


" Apa. Kalian kan udah tahu aku bisa berada di sini karena tersesat "kilah Elle tetap dengan Kukuhnya.


" Maksudku kehidupanmu di Rusia. Sebelum kau di sini Elle "timpal Lee.


" Lain kali saja. Aku sudah lapar oppa "Elle menggoyang-goyangkan bahu Davi, mencari alasan agar dirinya tak menceritakan apapun untuk saat ini.


" Kau curang sekali Elle "dengus Lee mengacak-acak puncak kepala Elle dengan gemas.


" Sudah cukup hentikan Lee. Kau menyakitinya "bela Davi kemudian menepis tangan Lee yang berada di atas kepala Elle dan mengacak-acak rambutnya.


" Mana berani aku menyakiti seorang gadis Dav, aku hanya gemas aja sama dia.. "sahut Lee.


" Ya udah dilanjut lain kali aja ceritanya. Lebih baik kita masuk karena udah mulai terik. Kita semua makan karena dari pagi belum sarapan. Setelah itu kita ngobrol-ngobrol bersama dengan Aunty Ayumi "sambung Davi


Davi beranjak dari ayunan tersebut kemudian masuk kedalam rumah yang diikuti Elle dan Lee dibelakangnya. Mereka berdua masih saja ribut mempermasalahkan Elle yang tak menceritakan apapun tentang kehidupannya. Davi tak melupakan tujuan utamanya pulang ke rumah untuk bertemu bibi tersayangnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Cuma mau ngingetin kalo suka jangan pada pelit sama like dan votenya yaa...