
Dewi yang saat itu baru sampai di rumah nya merasakan hp nya bergetar di saku bajunya. ternyata Brandon memanggil dengan video call, Dewi menggeser tombol berwarna hijau.
"Heii Dewi... lihatlah apa yg ada di belakang gue..." ujar Brandon tengah memamerkan mobil sport hadiah dari Ayahnya.
"wahhh... keren mobil nya, akhirnya impian lo memiliki mobil sport terwujud". ucap Dewi sambil tersenyum ikut bahagia.
"apa gue bisa menunjukkan identitas asli gue disekolah? gue lelah selalu gagal..." pinta Brandon kepada Dewi.
selama ini Brandon merahasiakan identitas aslinya kepada teman-teman disekolah, dan itu atas persetujuan Ayah dan Ibunya...
ide tersebut berasal dari Dewi, karena dia ingin membantu Brandon supaya orang orang yang dekat dengan dirinya tulus tanpa memandang status keluarganya.
"gue gak yakin juga Brandon... gue takut lo bakal tersakiti ntar" ujar Dewi mencoba menahan keinginan Brandon.
"tapi Wi... gue juga pengen bahagia" ucap Brandon sambil memelas.
mendengar penuturan Brandon, Dewi pun setuju dengan permintaan sahabat nya itu.
"yaudah deh... semerdeka lo deh" jawab Dewi sembari menutup panggilan itu.
"ni anak kok sensi amat yah... tapi bodo amat ahh!!! penting gue sekarang bisa nunjukin identitas asli gue... hahahaha..."
esok paginya di sekolah, para murid dikejutkan dengan hadirnya mobil sport muncul dari gerbang sekolah. mereka penasaran siapa yang mengemudikan mobil tersebut. dengan percaya diri Brandon keluar dari mobil setelah mobil tersebut terparkir di deretan mobil mobil mewah milik murid yang lainnya.
mereka dibuat takjub dengan pemandangan barusan yang mereka lihat. secara spontan mereka mengecek identitas asli dari Brandon melalui smartphone dan ternyata bertepatan hari itu juga Hadi Wibowo selaku pengusaha terbesar di Indonesia itu mengadakan konferensi pers yang menyatakan bahwa Brandon Wibowo merupakan anaknya dan menjadi ahli waris seluruh kekayaannya.
kabar ini sontak membuat geger di sekolah, termasuk Anna yang tidak menyangka orang yang sedang mengejar-ngejarnya itu adalah putra dari pengusaha terbesar di Indonesia.
Dewi yang saat itu hendak menuju ke kelas melihat Brandon dan bergegas ingin menyapanya. namun saat hendak memanggilnya, Ia melihat Brandon sedang menghampiri Anna yang sedang duduk di taman sekolah. Dewi pun hanya bisa mengamati mereka dari kejauhan.
"haiii Anna... ge ngapain lo? tanya Brandon sekedar basa basi
karena selama ini Brandon selalu dicuekin oleh Anna, baik itu sapaan ataupun obrolan lainnya.
tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi, Brandon dan Anna pun bergegas masuk kelas bersamaan. sementara Dewi hanya bisa memendam kesedihan dan beranjak dari tempat berdirinya menuju kelas. Brandon dan Dewi beda kelas sedangkan Anna memang satu kelas dengan Brandon saat memasuki kelas XII dan di situlah Brandon mulai menaruh hati pada Anna sampai sekarang ini.
saat waktu istirahat pun, Brandon pergi ke kantin bersamaan dengan Anna. membuat Dewi pun ragu-ragu untuk datang menghampiri mereka.
"hmmm... ntar aja deh pulang sekolah" gumam Dewi beranjak pergi sambil membawa kotak hadiah ulang tahun untuk Brandon.
namun kesempatan itu tak kunjung datang, karena ketika pulang sekolah, Brandon dan Anna kembali jalan bersamaan sekaligus pulang bareng menggunakan mobil sport milik Brandon.
"ehh itu kan Dewi... kenapa dia malah berdiri kayak patung gitu bukannya nyamperin gue atau ngucapin selamat ulang tahun kek" batin Brandon saat bertatap muka dengan Dewi meskipun dari jarak jauh.
"Heii Brandon... ayok kita pulang" ucap Anna dari dalam mobilnya.
"ohhh... oke..." sembari masuk kedalam mobil dan bergegas keluar dari parkiran sekolah.
Dewi yang masih berdiri di posisinya sambil memegang tasnya merasa kekecewaan yang amat dalam atas perlakuan Brandon.
"bisa bisanya dia enggan menyapa ku... mungkin dia sudah lupa dengan kehadiran ku disini" gumam Dewi yang merasa bahwa Brandon sudah tidak menganggapnya sebagai sahabat nya lagi.
.
.
.
nahhh lohh... ada yg punya sahabat kayak Brandon enggak wkwkwk