Who Are You..??

Who Are You..??
Selamat Tinggal...



* 3 bulan kemudian *


hubungan Brandon dan Anna mengalami kemajuan pesat sejak identitas asli Brandon diketahui oleh banyak orang. dan Dewi perlahan memilih menjauh meskipun Ia selalu memperhatikan Brandon dari kejauhan.


"duhh... ni perut kagak bisa kompromi apa yak.." gerutu Dewi. sembelit yang Ia rasakan dari semalam hingga pagi ini membuat Ia tidak fokus dengan pelajaran.


secepat kilat Ia bergegas keluar kelas setelah mendapat izin dari guru yang sedang mengajar di kelasnya.


"huffftt.... lega rasanya,, hehehe" batin Dewi setelah menuntaskan apa yang seharusnya Ia tuntaskan. saat Ia bersiap-siap keluar dari bilik toilet, Ia mendengar suara cekikikan Anna dan kawan-kawannya masuk ke ruang toilet.


"hahahaha... jadi selama ini lo pacaran sama Brandon cuma akting doang? tanya Salsa sahabat Anna.


"iyaa kali gue mau pacaran sama gentong??" mereka tertawa bersama.


setelah Anna dan kawan-kawannya keluar dari ruang toilet, Dewi pun keluar dari bilik toilet tempat Ia bersembunyi.


"haaa... ternyata selama ini dia cuma pura-pura, tapi kalo gue ngomong kayak gini ke Brandon mana bisa tu anak percaya ama omongan gue" gumam Dewi sambil membuka kran air dan mencuci tangannya.


"aku harus selidiki hal ini lebih dalam" sambungnya.


Dewi tidak terima jika Brandon disakiti dengan cara seperti ini. semenjak hari itu, Dewi yang culun menambahkan profesinya selain menjadi kutu buku yaitu menjadi detektif. Ia mengawasi segala gerak-gerik Anna dan tak lupa kamera hp yang selalu standby untuk mengumpulkan bukti-bukti gambar agar bisa nanti Ia tunjukkan kepada Brandon.


Dewi di sela-sela waktunya, baik itu ketika istirahat ataupun jam pulang dan diluar sekolah selalu mengikuti dan mengawasi Anna. Ia rela melakukan hal ini agar Brandon bisa mengetahui perkara sebenarnya tentang hubungannya dengan Anna.


hingga suatu hari, saat Dewi merasakan getaran-getaran nyeri di perutnya.


"sialan ni perut... aduhhh..." gerutu Dewi pada perutnya yang tiba-tiba sakit.


secepat kilat Ia bergegas keluar kelas, tak lupa Ia meminta izin kepada guru yang ada dikelasnya. setibanya Ia di depan toilet cewek, Ia dikagetkan dengan pemandangan yang barusan Ia lihat.


"ya ampun... gue gak salah lihat kan??" batin Dewi langsung berbalik sembunyi di dekat pintu ruang toilet.


Ia pun memberanikan diri untuk mengintip kembali sambil memfoto tiap adegan. rasa sembelit yang Dewi rasakan tadi hilang seketika karena semangat dengan perannya sebagai detektif tidak sia sia selama ini.


"syukur lah... gue tinggal kasih bukti-bukti ini ke Brandon, biar dia tau siapa Anna sebenarnya" gumam Dewi sambil tersenyum.


esoknya menjelang pulang sekolah, Dewi memberanikan diri menunggu di depan kelas Brandon sambil memegang bukti bukti yang selama ini Dewi kumpulkan untuk membuat Brandon percaya dengan kecurangan Anna.


tak lama kemudian, Brandon keluar kelas berbarengan dengan Anna disampingnya.


"Heii... Brandon..." sapa Dewi namun dibalas tatapan dingin dari Brandon.


"hmmm... ada apa?? tumben lo nyapa gue, kirain udah lupa lo sama gue" cibir Brandon diiringi senyuman sinis.


"gue mau ngomong sesuatu sama lo..."


"yaudah ngomong aja kali... apa susahnya?"


"tapi tidak disini..." ucap Dewi sambil melirik ke arah Anna.


Anna yang peka langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. melihat itu, Brandon hendak menyusul Anna namun tangannya ditahan oleh Dewi.


"plis... ini terakhir kalinya, setelah ini gue gak akan memuin lo lagi" ujar Dewi dengan tatapan serius.


"yaudah deh... buruan lo mau ngomong apaan" ucap Brandon tak sabar.


Dewi menarik tangan Brandon menuju kedalam kelas, setelah mereka duduk Dewi langsung memberikan beberapa lembar foto kepada Brandon.


setelah mengamati beberapa lembar foto tersebut, raut muka Brandon memerah seketika.


"apaan nih... maksud lo apa wi!!!" teriak Brandon sambil menghempaskan foto-foto tersebut ke meja.


"i-itu seperti yang lo lihat, itu nyata Brandon..." ujar Dewi memberi penjelasan.


"gue gak nyangka... selama ini gue kira lo sahabat baik gue, ternyata lo cuma ngasih benda benda sampah kayak gini!!!" ucap Brandon penuh amarah.


"gue nyesel udah kenal ama lo wi..." sambungnya, seraya bangkit dari duduk nya.


"lo bakal nyesel Brandon... gue korbankan segalanya buat lo, termasuk melakukan hal-hal bodoh hanya untuk ngasih semua bukti-bukti ini ke lo, tapi apa lo bilang??? sampah...?? ujar Dewi sambil menahan air matanya yang mulai menetes.


"kalau bukan sampah lalu apa!!! gua gak percaya sama gambar-gambar gak jelas kayak gini, ini pasti editan kan...!!!" balas Brandon.


"ternyata lo udah dibutakan oleh cinta... hingga lo gak bisa bedain mana yang asli dan mana yang bukan" ujar Dewi seraya berdiri dan melangkahkan kakinya keluar kelas. sesampainya didepan pintu kelas, Dewi berhenti dan berbalik.


"semoga lo nyesel Brandon... Selamat tinggal..." ucap Dewi kemudian pergi sambil mengusap-usap air matanya yang tumpah.


Brandon masih berdiri di posisinya sambil mengamati gambar-gambar yang sudah berserakan dilantai.


.


.


.


#Goodbye...My Love# wkwkwk 😁