Who Are You..??

Who Are You..??
Part 8



Pagi yang indah nan cerah menyambut semua insan yang hidup di bumi. Suara kicauan burung mengalun merdu bagai sebuah orkestra mahakarya. Kicauannya bagaikan dentuman tuts piano yang dimainkan sang maestro.


Dua bola mata yang masih setia terpejam di atas kasur sederhananya. Menikmati hari minggu, meringkuk dan bergumul di bawah selimutnya. Beberapa saat kemudian terlihat ada sedikit pergerakan di sana. Gadis itu menggeliat sedikit demi sedikit mulai membuka mata cantiknya. Melirik sekitar,, kosong... Kemana semua orang. Iris coklat tua itu kemudian melirik jam yang menempel di atas dinding pintu masuk. Tega sekali Dira dan Vina tak membangunkannya.


" 08.25 apa aku bangun terlalu siang? " tanyanya pada diri sendiri.


" Kemana anak-anak.? "


Dia celingukan seraya mengumpulkan semua ruhnya. Gadis itu mengambil ponsel miliknya, sesaat tercipta garis melengkung di sudut bibirnya, ia tersenyum.


" Sejak kapan aku mulai memasang wallpaper lockscreen ini.. hhiii " gadis itu terkikik merasa geli sendiri. Padahal semalam ketika di dalam taksi ia mengubah sendiri wallpaper ponselnya dengan foto dirinya bersama Meanie yang tengah berada di jembatan Sungai Han. Sungguh manis pikirnya.


Ia beranjak turun dari kasurnya dan melangkah keluar. Karena tak mungkin ia hanya bermalas-malasan di atas kasur. Walaupun tak ada yang melarangnya melakukan itu semua karena hari ini adalah hari minggu. Namun tetap saja ia juga harus tahu diri.


Setelah di luar kamar, gadis itu kebingungan. Entah apa yang harus dilakukan. Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju aula belakang. Setelah sampai di sana ternyata tempat untuk mendaur ulang sampah menjadi sebuah kerajinan itu sepi, tak ada siapapun. Ia membalikan badan dan kembali berjalan. Kali ini tempat yang ia tuju adalah kamar Yoona. Setelah sampai gadis itu pun mengetuk pintu.


tok..


tok..


tok..


" Masuk " sahut sebuah suara dari dalam kamar pemiliknya.


Gadis itu menurunkan handle pintu lantas masuk.


" Good morning Elle " sapa sang pemilik kamar yang sedang duduk fokus di depan meja belajarnya. Ia menyapa seorang gadis yang sudah ia kenal.


" Morning eonni " sapa Elle balik. Ia langsung duduk di kasur eonninya tersebut.


" Tumben.. Ada apa? " tanya Yoona.


" Gak papa eonni aku cuma bingung kemana semua orang ? Sepi sekali..!!" ujarnya.


" Amma sedang menemani anak-anak lari pagi di taman pinggir Sungai Han bersama beberapa pengurus yang lain. " terang Yoona.


Anak-anak yang tinggal di sana yang usianya masih di bawah 10 tahun memang aktivitasnya masih di awasi oleh para pengurus bahkan dipantau langsung oleh Kim Reena.


" Tapi Ara juga tak ada eonni..! " ujar Elle.


" Ah yaa gadis itu. Si Ara juga ikut bersama amma ". ucapnya ." kamu baru bangun Elle " sambunya lagi.


" Hehe iyaa. Oya apa yang sedang eonni lakukan,? " tanya Elle.


" Aku sedang memasarkan hasil karya kerajinan kita di pusat oleh-oleh Kota Seoul. " jawabnya. Elle berdiri dari duduknya melihat apa yang sedang dikerjakan oleh kakak angkatnya tersebut.


" Apakah banyak yang minat eonni.? " tanyanya lagi.


" Peminatnya sih masih sedikit tapi aku tetap berusaha agar banyak orang yang menyukainya. Karena orang-orang lebih memilih membeli sebuah barang yang asli buatan suatu pabrik ketimbang yang terbuat dari limbah daur ulang " Papar Yoona.


" Lalu strategi apa yang Eonni Yonna lakukan untuk mempromosikan hasil kerajinan kita ?


" Selain dari mengunggahnya di medsos Reyeon's House. Aku juga mengirim beberapa gambar sebagai contoh produk kerajinan kita ke beberapa perusahaan dan pengrajin homemade, kadang kala aku juga mendatangi mereka secara langsung " terangnya. "Mudah-mudahan banyak yang tertarik ?" sambunyanya.


" Fighting eonni " .Elle menyemangati


" Aku ingin suatu hari nanti bisa mendirikan perusahaan daur ulang sendiri sampai sukses. Sehingga hidup anak-anak yang tinggal di sini lebih baik lagi " sambil terus tangan dan matanya bekerja menekan tombol-tombol keyboard yang ada di laptop-nya.


Yoona mengungkapkan apa yang menjadi keinginan dan harapannya selama ini.


" God bless you eonni " sahut Elle. Gadis itu pun memeluk wanita yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri tersebut dari belakang.


" Cepatlah mandi dan sarapan ini hampir lewat dari jam 9 " titah Yoona mengelus tangan Elle yang masih melingkar di depan dadanya.


" Baik eonni, aku tinggal yaa " ujar Elle. Gadis itu melepaskan pelukannya ia pun berlalu hendak meninggalkan kamar Yoona.


" Bye sweety " ujar Yoona tanpa mengalihkan tatapan matanya dari screen laptopnya.


Elle meninggalkan kamar Yoona dengan hati yang berbunga. Bagimana bisa ia tidak mengagumi sosok Yoona yang sudah di anggapnya sebagai panutan. Di usianya 19 tahun yang terbilang masih sangat muda. Dia mempunyai hati dan jiwa yang begitu mulia.


Setelah kepergian sang ayah, Yoona bercita-cita mendirikan sendiri perusahaan limbah daur ular agar bisa memberi pekerjaan pada orang-orang yang hidupnya kurang beruntung supaya tidak menjadi gelandangan. Dan yang pasti untuk mengurangi sedikit produksi sampah di negara tersebut.


Selain bercita-cita mempunyai perusahaan besar Yoona juga punya satu impian lagi yaitu menjadi seorang pengacara handal nan terkenal dengan tujuan yang sama yaitu menolong orang yang tidak bisa mendapatkan keadilan. Mulia sekali bukan. Maka dari itu Arisha Yoona selalu berusaha keras mewujudkannya di tengah-tengah kesibukannya kuliah. Ia tak pernah putus asa dan selalu berpikir optimis.


Sungguh beruntung laki-laki yang bisa menjadi suaminya kelak.


Diperjalanan menuju kamarnya, Elle seakan terpompa semangat oleh kata-kata Yoona. Gadis itu benar-benar bersyukur bisa bertemu dan tinggal bersama orang-orang yang mempunyai kasih yang besar. Tak sengaja ia pun berpapasan denga Lee Yoon.


" Oppa "...


" Elle "..


Sahut keduanya bersamaan.


" Kamu dari mana Elle ?" tanya Lee.


" Aku dari kamar Eonni Yonna, oppa sendiri mau kemana ? "


" Ke kamar eomma mau menemuinya " jawab Lee.


" Oh sayang sekali " ..


" Kenapa oppa. ?" tanya Elle.


" Aku hendak ijin mau keluar sama Davi "


" Sama eonni aja, dia ada di kamarnya " Elle memberi saran. Saat Lee hendak melangkah pergi menuju kamar Yoona, tiba-tiba Elle menarik tangan Lee. " Tunggu oppa "pintanya.


Sejenak Lee mengurungkan niatnya.


" Ada apa Elle ? " Lee berbalik badan dan menghadap Elle. Gadis itu kemudian melepaskan cekatan tangannya.


" Kalian berdua mau kemana? "selidik Elle mencondongkan badannya dan memicingkan matanya.


" Kami cuma mau berkunjung ke rumah Davi " Jawab Lee.


" Davi-oppa punya rumah di kota ini? " Elle terkejut seraya mengeraskan suaranya.


" Iyaaa "..


" Boleh aku ikut kalian? " tanya Elle antusias memegang kedua tangan Lee berharap di ijinkan.


Tak ada jawaban. Lee hanya menunduk dan melihat kedua tangannya yang digenggam Elle. Ia terkejut karena ini pertama kali baginya seorang gadis menggengam tangannya.


" Mmmmmmm " Lee berpikir sejenak.


" Boleh yaa boleh yaa " bujuk Elle manja sembari mengayun-ayunkan genggaman tangannya ke kanan & ke kiri. Gadis itu merengek seperti anak kecil yang minta dibelikan permen kapas kepada kakaknya di pasar malam.


" Boleh deh, ikutlah " jawab Lee memberikan ijin kepada Elle. Toh gak ada salahnya jika gadis itu ikut bersama mereka. Davi juga pasti mengijinkannya, mumpung ini hari minggu pikirnya.


" Kamsahamnida-oppa "ucap Elle. Saking senengnya sampai dirinya kegirangan melompat-lompat dan tak sadar memeluk laki-laki di hadapannya cukup erat. Maklumin saja ekspresi kebanyakan seorang wanita jika sedang bahagia pasti seperti itu kan...


deg..


deg..


deg..


Apakah ini sebuah mimpi bagi seorang Kim Lee Yoon, sang master cuek para gadis.


Ooh tidak jelas-jelas ini nyata karena ini pagi hari bukan malam hari.


Lalu bagaimana reaksi Lee..? Sudah sangat jelas ia seperti manekin hidup alias mematung karena lebih dibuat terkejut oleh Elle yang hanya sekedar menggenggam tangannya melainkan ia dipeluk gadis tersebut.


Setelah tersadar Elle melerai pelukannya.


" Maaf oppa, karena begitu senangnya aku jadi memelukmu " Elle membungkukkan badannya meminta maaf.


" Lucu sekali kamu Elle. Lupakan saja. Apa yang membuatmu begitu senang? " tanya Lee seketika merasa bingung.


" Karena aku gak harus sendirian menghabiskan weekend " jawabnya kemudian tersenyum.


" Oh. Kalo gitu aku ijin dulu ke Noona Yoona ".


" Kenapa harus Lee-oppa yang ijin. Kemana Davi-oppa? " tanya Elle.


" Davi-hyung sedang mandi. Jadi aku yang menggantikannya meminta ijin. " papar Lee


" Oh gitu.. Oppa aku siap-siap dulu yaa mau mandi. Jangan lupa tunggu aku. Awas looh kalo sampe ninggalin,, !!" titahnya sedikit mengancam.


" Baiklah. Cepat sana mandi " ucap Lee ia mengacak puncak kepala Elle dengan gemas.


Gadis itu berlari menuju ke kamar dengan girangnya. Sedangkan Lee masih berdiri di posisi yang sama melihat kepergian Elle. Namja itu tersenyum dan menggelengkan kepala. Kekanakan sekali pikirnya. Hanya karena diperbolehkan ikut sampai sebegitu senangnya pakai acara drama memeluk segala.


Setelah Elle lenyap dari jangkaun matanya. Lee berbalik melangkahkan kakinya menuju kamar noonanya untuk meminta ijin.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


Jika suka tolong dukungannya yaa gesss..


Like Vote and Coment.