Who Are You..??

Who Are You..??
Kado Spesial



"lo serius gak mau gue anterin?" tanya Brandon kepada sahabatnya disamping nya.


"enggak deh... gue mau pergi ke suatu tempat dulu, ada hal yang mau gue lakuin" tutur Dewi menolak halus ajakan Brandon.


"yaudah sekalian gue anter..." kemudian dibalas dengan gelengan kepala Dewi.


"okelah kalau begitu..." Brandon pun pasrah.


tak lama kemudian mobil jemputan Brandon pun tiba. setelah mobil itu pergi, Dewi pun bergegas melangkah kan kaki menuju tempat yang Ia tuju.


tempat itu adalah Mall yang tak jauh dari sekolah Dewi. ketika memasuki pusat perbelanjaan itu, Dewi malah bingung akan membeli benda apa yang sekiranya cocok dan sesuai untuk orang yang spesial itu.


besok adalah hari ulang tahun Brandon, dan Dewi tak ingin melewatkan hari bahagia sahabat nya tersebut dengan memberikan hadiah kado istimewa untuk dirinya.


"aduh... gue bingung nih... beli apaan yak" gumam Dewi sambil celingukan sana-sini.


setelah lama menyusuri lantai demi lantai akhirnya mata Dewi berhenti di suatu tempat yang menarik perhatiannya.


"selamat datang di toko kami..." ucap pelayan toko tersebut menyambut kedatangan calon pembelinya.


"ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya pelayan toko tersebut dengan ramah.


"hmmm... saya ingin membelikan hadiah spesial untuk sahabat saya" ujar Dewi ragu-ragu.


"kalau boleh saya tau... sahabat anda cowok atau cewek ya mbak?"


"cowok mbak..." jawab Dewi spontan.


"tunggu sebentar ya mbak..." ujar pelayan tersebut dibalas anggukan Dewi.


tak lama kemudian pelayan itu kembali membawa beberapa merk dan model barang yang hendak Dewi beli.


"silahkan dipilih mbak... yang mana sekiranya cocok untuk sahabatnya mbak"


Dewi pun fokus dan memasang wajah serius karena Ia gak mau salah pilih barang untuk dijadikan kado spesial buat sahabatnya.


"saya pilih ini aja mbak..." ujar Dewi sambil menunjuk barang yang Ia maksud.


"baik sebentar ya mbak... silahkan tunggu di meja kasir ya mbak" ucap pelayan tersebut seraya pergi dengan membawa barang yang dipilih oleh Dewi.


Dewi pun mengikuti arahan pelayan tersebut ke meja kasir dan menunggu barang yang Ia beli dikemas. tak lama kemudian pelayan itu kembali dengan membawa barang yang Dewi beli sekaligus dengan kotak kemasan nya.


setelah selesai melakukan pembayaran, Dewi pun bergegas pulang kerumah dengan perasaan bahagia. karena hadiah yang Ia beli berasal dari uang yang Ia tabung dari uang jajan yang Ia terima dari orang tuanya. setidaknya Ia bisa menabung dan mencoba untuk belajar mandiri meskipun belum bisa bekerja.


ditempat lain, di kediaman keluarga Wibowo.


"ehh... Den Brandon sudah pulang" sapa asisten rumah tangga di rumah kediaman Wibowo. Ia adalah Bi Asih, asisten rumah tangga sekaligus baby sitter Brandon semenjak kecil.


"Ayah sama Mama kemana Bi?" tanya Brandon penasaran.


"mereka pergi ke luar negeri Den..."jawab Bi Asih.


"hmmm... ya sudah lah..." ucap Brandon dengan wajah sedih.


"padahal kan besok aku ulang tahun,, bisa-bisanya mereka pergi tanpa memperdulikan aku" gerutu Brandon didalam hati.


setelah sampai di depan pintu kamarnya, Brandon membuka knop pintu dan...


"dooorrr... dooorrr..." terdengar letupan dari beberapa balon.


"surprise...." teriak Hadi dan istrinya Bella.


wajah Brandon yang semula sedih dan kecewa berganti dengan senyuman bahagia. Ia tak menyangka kedua orangtua nya membuat acara kejutan untuk nya.


meskipun Brandon sudah 17 tahun, tapi sifatnya yang manja dan terkadang kekanak-kanakan sulit untuk dihilangkan.


"selamat ulang tahun sayang..." ucap Bella kepada anak semata wayangnya tersebut.


"selamat yaa Brandon... tak terasa kamu akhirnya sudah memasuki usia dewasa" ucap Hadi seraya memeluk Brandon.


"terima kasih... Mama... Ayah..." ucap Brandon terharu.


setelah selesai berpelukan, Hadi mengeluarkan sebuah kotak untuk diberikan kepada Brandon sebagai hadiah ulang tahun ke 17. Brandon pun dengan senang hati menerima pemberian Ayahnya. kemudian di saat itu juga Ia membuka kotak tersebut dan ternyata isinya adalah....


"wahhh... keren... makasih Ayah" kembali Brandon memeluk erat ayahnya saking senengnya.


dengan sedikit langkah terburu-buru Brandon terjatuh akibat tersandung saat berlari menuju garasi mobil, namun rasa sakit akibat jatuh itu tak menandingi rasa suka cita saat Ia melihat mobil sport berwarna kuning yang sudah menjadi mobil idaman nya.


.


.


.


.


wahhh enak yaa jadi holang khaya wkwkwk


btw Dewi ngasih kado apa yaa... ada yang tau?😁