Who Are You..??

Who Are You..??
Part 6



Sebulan telah berlalu semenjak Elle tinggal di sana. Dia banyak belajar hal baru dengan cepat. Kini dirinya semakin akrab dengan Mina, Seo juga Yuji yang notabene teman sekelasnya.


Selain Kim Reena dan Yoona, mereka bertigalah yang ikut mengajari Elle tentang apapun entah itu masalah bahasa ataupun adat istiadat di negara tersebut.


Kini Elle tak lagi dipusingkan dengan ingin kembali ke negaranya, Rusia. Toh di sini ia dipertemukan dengan orang-orang yang baik yang mampu menerimanya tanpa sebuah alasan.


Dia sadar akan hal itu, mungkin inilah jalan takdir untuk hidupnya yang di gariskan oleh Tuhan. Walaupun dirinya masih berharap jika suatu hari nanti ia bisa kembali ke negara asalnya.


Setelah makan malam usai, Elle kini tengah berada di ruang baca seorang diri. Besok merupakan weekend jadi malam ini semua penghuni rumah sedikit santai. Anak-anak yang lain pun dibebaskan melakukan apapun apa yang mereka sukai tapi masih dalam bentuk normal. Tak ada salahnya bukan karena dilakukan hanya seminggu sekali.


Setiap malam minggu tiba,  Kim Reena selaku ibu Asuh mengijinkan siapapun keluar rumah dengan syarat sebelum jam 10 malam mereka harus sudah kembali.


Begitupun dengan Elle, gadis itu merasa bosan jika harus berdiam diri di dalam kamar, sedangkan Adira & Raveena berada di aula belakang bersama teman-teman seusianya.


Entah apa yang mereka kerjakan.


Untuk Arabella jangan ditanya bahkan gadis itu tak menampakan diri saat makan malam bersama. Yoona pun sibuk dengan urusannya sendiri.


Bahkan yang semakin membuat dirinya bosan, Mina sahabatnya pun membatalkan janji untuk mengajak dirinya melihat Sungai Han di malam hari. Karena sungai tersebut akan terlihat sangat indah jika saat malam.


Mina menghubunginya tepat sebelum jam makan malam tadi karena ada acara mendadak di keluarga besarnya.  Itulah sebabnya mengapa Elle berada di ruang baca saat ini.


Tap.. Tap.. Tap..


Terdengar suara langkah kaki dari luar ruangan memasuki ruang baca.  Sejenak Elle menghentikan aktivitas membacanya. Melihat siapa yang datang. Seorang lelaki berdiri di ambang pintu, tatapan mata itu kembali bertemu setelah sebulan berlalu.


Canggung...!? Jangan ditanya, itu sudah pasti karena hanya ada mereka berdua di sana.


Senyum...!?  Entahlah. Keduanya nampak bingung harus menunjukan senyum yang seperti apa.


" Hai.. " Davi sejenak memberanikan diri menyapa terlebih dulu Elle.


" Mmmm.. Ha.. Haii " balas Elle tergagap dengan senyum kikuk.


Davian pun masuk, ia langsung menuju rak-rak buku yang terjajar rapih di rungan tersebut. Ia mencari dan mengambil buku yang ia inginkan. Setelah mendapatkannya ia pun menghampiri Elle.


" Boleh aku duduk di sini..? "tanyanya, Davi sudah berdiri di samping meja yang di tempati Elle.


" Oooh silahkan " ujarnya.


Davipun mendudukan tubuhnya di depan Elle. Sebenarnya ia enggan untuk menyambangi gadis itu karena suasana yang canggung. Namun apa boleh buat, ia hanya berdua di ruangan tersebut. Jadi tak ada salahnya jika saling menyapa satu sama lain.


" Aku Davian Barack " ujar Davi mengulurkan tangannya, mencoba mengusir rasa canggung agar suasananya tidak begitu absurd.


Sejenak  Elle kembali menghentikan aktivitas membacanya untuk sekedar menjabat tangan lelaki yang ada dihadapannya saat ini.


" Velina Grizelle " jawab Elle dengan tersenyum begitu manisnya.


" Kau tak keluar malam minggu Elle?" tanya Davi kembali.


" Bukan tak keluar. Tapi tidak jadi, Mina membatalkan rencana kami karena ada acara mendadak di keluarganya.. " jawab Elle.


" Oohh ". Sahut Davi dengan ber-o-ria sambil manggut-manggut.


Keheningan terjadi karena keduanya mulai membaca buku masing-masing. Fokus dengan apa yang ada di tangan mereka.


" Dav..!!!  ".Sebuah suara yang menarik dua orang lawan jenis yang tengah asyik dengan bacaannya. Membuat mereka mengalihkan pandangan ke sumber suara.


" Rupanya kau asyik berduan di sini, aku mencarimu kemana-mana dari tadi.. " suara yang menginterupsi itu tak lain adalah milik Lee Yoon sahabat karib Davi.


Lee kemudian masuk dan menghampiri sahabatnya yang sudah seperti kakak baginya. Duduk di samping Davi dan merangkul pundaknya.


" Hanya karena seorang gadis kau langsung melupakan sahabatmu ini Dav.. Ckk keterlaluan.. ". Cerocos Lee kemudian menurunkan tangannya dari pundak Davi.


" shut up Lee. Bisakah kau hidup tenang tanpa aku sebentar saja,,? Aku hanya menyapa Elle yang kebetulan sedang membaca buku sendirian. " ujar Davian.


" Tapi aku tak bisa hidup tanpamu sebentar saja hyung.. ".Celetuk Lee sembari bergelayut manja di pundak Davi kemudian terkekeh.


Gleeeekkk...


Elle yang sedari tadi memperhatikan dua lelaki dihadapannya itu mendadak tertegun, seakan dirinya pun kesusahan menelan ludahnya sendiri.


Otaknya mulai berpikir, mengingat kembali apa yang diceritakan Mina tentang Meanie sebulan lalu. Mendengar ucapan Lee barusan seakan mempertegas jika mereka berdua Homoseksual, benarkah..??


Namun, tanpa Elle sadari. Justru kini dirinya yang menjadi pusat perhatian dua lelaki dihadapannya itu. Lee dan Davi memanggil namanya dan mengibas-ibaskan tangan mereka bergantian di wajah Elle yang tak bereaksi. Gadis itu seakan tenggelam dalam lamunannya sendiri. Hingga Lee pun menggoyangkan bahunya.


" Elle kau kenapa.? "tanya Lee cemas.


" Aahh.. Ak aku tak apa. Maaf oppa.. " Elle tersentak gelagapan kemudian mengelus tengkuknya merasa kikuk.


" Maaf oppa,, aku hanya sedang tidak fokus.. " kilah Elle menggigit bibir bawahnya merasa tak enak hati.


" Kau pasti tak fokus karena melihat ketampananku kan Elle,, hemm heemm". Celetuk Lee sembari menaik turunkan alisnya kepada Elle.


" PeDe.. " sela Davi seraya menoyor kepala Lee.  Elle yang melihatnya pun terkekeh.


" Oya Elle kenalin aku Kim Lee Yoon, makhluk tertampan di sini.. " ujar Lee begitu narsisnya dan menyodorkan tangannya kemudian dijabat oleh Elle.


" Bisa tidak kau menurunkan sedikit kadar kePeDeanmu itu Lee " .Celetuk Davi memutar bola matanya malas.


" Ooohhh tidak bisa " jawab Lee. 


" Apa kau lupa kalo aku juga makhluk tampan di sini, benar begitu Elle "


yang pada akhirnya Davi yang tak mau kalah dengan Lee. Sedangkan Elle gadis itu hanya tersenyum menanggapi perdebatan tak mutu tersebut.


" Tetap saja kau jadi nomer dua setelah ketampananku Dav.. " umpat Lee..


" sudahlah.. Oppa berdua sebenarnya punya kesamaan ". Sela Elle menengahi perdebatan itu.


" Apaaa..? ".Samber Lee dan Davi bersamaan.


" Sama-sama tampan.. " terang Elle.  Kemudian ketiganya tergelak bersama.


Elle dan Davi kembali melanjutkan bacanya.


" Kalian membosankan sekali weekend begini malah pada baca buku.. " dengus Lee


" Berikan saran agar kami tak bosan Lee..? " sela Davi.


" Bagaimana kalo kita bertiga pergi keluar, menikmati udara segar. Mengunjungi Sungai Han misalnya.  Kau belum tahu kan Elle..? " tawar Lee.


" Sungai Han..!!  Iya aku belum tahu.. " sahut Elle. Langsung menutup buku bacaannya karena antusias mendengar kata Sungai Han.


" Kenapa Elle..? " tanya Davi.


" Aku ingin sekali mengunjungi tempat itu Oppa. Kata Mina Sungai itu sangat indah. Kalo saja Mina tak ada acara mendadak mungkin sekarang kita sudah berada di sana.." Terang Elle dengan wajah sendunya.


" Kalo gitu ayo kita kesana.. " ujar Lee.


" Apa ini tidak terlalu malam Lee oppa..?" tanya Elle.


" Tidak. Di Sungai Han semakin malam suasananya akan semakin ramai akan pengunjung " jelas Lee.


" Tapi peraturan jam nya Oppa..? "


" Kau jangan cemas Elle, masih ada waktu 2 jam sebelum jam 10 malam " papar Davian.


" That's right " sambar Lee.


" Ayoooo " ajak Davian " sebelum larut " sambungnya.


Akhirnya ketiganya pun memutuskan untuk mengunjungi Sungai Han. Berlalu dari ruang baca menuju kamar masing-masing untuk bersiap dan mengganti pakaian dan memakai sepatu tak lupa mereka pun mengenakan jaket. Karena semakin malam udara pasti akan semakin dingin. Apalagi jika kita berada di pinggir sungai atau pantai.


Setelah ketiganya siap.


" Kalian tunggu aku di depan gerbang,  aku ijin dulu ke Eomma Reena. " tutur Davi.


" Oke, ayo Elle ".Ajak Lee.


Akhirnya Lee dan Elle terlebih dulu keluar dan menunggu Davi di depan sembari menunggu kendaraan yang melintas untuk mengantarkan mereka ke Sungai Han. Sedangkan Davi, ia berlari menuju kamar Kim Reena untuk meminta Ijinnya.


Setelah ijin didapatkan dengan syarat sebelum jam 10 malam mereka harus sudah pulang dan tidak meninggalkan ponsel mereka agar tidak sulit dihubungi jika ada keadaan darurat.


Bertepatan dengan Davi yang keluar dari dalam rumah. Sebuah taksi kosong pun berhenti di depan gerbang. Sebenarnya ada banyak kendaraan umum yang populer di Korea Selatan seperti Kereta Bawah Tanah. Namun taksi lebih menjadi pilihan jika jarak tempuh tempat yang akan dikunjungi tidak memakan waktu yang lama.


Mereka masuk kedalan taksi tersebut.  Lee duduk di kursi depan samping supir, sedangkan Elle dan Davi berada di kursi belakang.


Taksi yang membawa mereka melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan Kota Seoul menuju Sungai Han. Ini untuk pertama kalinya bagi ketiganya berjalan bersama.  Oohh tidak, lebih tepatnya ini adalah pertama kalinya bagi Meanie berjalan bersama seorang gadis diantara mereka. Aneh bukan..??!


TBC


Don't forget Like, Vote & Coment yaaa gaiiss..


Arigatougozaimasu..