What Is Meant By Love

What Is Meant By Love
Keadaan 7.



Jam 15.00


Hari sudah menjelang sore, Elsya dan Elky bersiap untuk menyambut kedatangan teman mereka. elsya menyiapkan camilan dan Elky membantu membuatkan jus. Selain menyiapkan makanan dan minuman, ia juga menyiapkan bahan untuk mading tersebut di ruang belajar.


Rumah keluarga Winarta memang besar dan megah, namun mereka memang kayaraya tapi mereka tak arogan.


Elky menunggu teman-teman di ruang belajar sambil membaca novel dan menggukan earphone nya, sedangkan elsya menunggu mereka di ruang tamu karena ia sudah memberikan alamat rumah pada teman-temannya, kecuali Alex ia kan sudah mengetahui rumah Elsya dan Elky.


Beberapa menit pun berlalu dan akhirnya,


"Ting.. ting.. ting" suara bell rumah nya berbunyi.


"Iya bentar gue bukain pintunya". Elsya berteriak.


'srettt... pintu rumah nya sudah di geser dan terbuka'


"Oh kalian ayo masuk hehe". Ujar Elsya.


"Hehe iya nih". Jawab Rania, Rancy, Manda, dan Yuqi.


"Lho Alex dimana? kalian ngak bareng dia?". Tanya Elsya.


"Emm iyaa belum ketemu nih Elsya". Jawab Rania.


"Oh gitu, ya udah gue anter ke ruang belajar aja ya. marii". Kata Elsya.


"Kenapa ngak di ruang tamu aja sya" Tanya Rancy.


"Ngak lengkap kalo di ruang tamu". Jawab Elsya.


"Ya udah, nnti kemaleman kalo di perlambatan nih" . Ucap Manda(merasa kurang senang).


'Mereka menuju ruang belajar'


"He ternyata rumah nih anak lebih besar daripada rumah gue". (kata manda di dalam hati).


'Di ruang belajar'


"Duduk di sini aja dulu ya, tu bang Elky ada di blakang rak buku yang tinggi itu". Ucap Elsya.


"Okee Sya". Jawab Yuqi, Rania, dan Rancy.


"Em emang nya lho mau kemana Elsya". Tanya Manda.


"Itu alex hehe". Jawab Elsya.


"Eh gue ikut ya". Ujar Manda.


"Emm oke deh". Sahut Elsya.


'Elsya dan manda pergi menuju ruang tamu'.


di sofa ruang tamu,


"Elsya gue mau tanya". Ujar Manda.


"Tanya aja kali". Jawab Elsya.


"Lho suka ya sama Alex". Tanya Manda.


"Emm...... ". Elsya baru saja ingin menjawabnya namun tiba-tiba bel rumah berbunyi dan menghentikan pembicaraan mereka.


"Gue buka dlu ya". Ucap Elsya.


"Eh tapi... em iyadeh". Jawab Manda.


'Elsya membuka pintu'


"Hai boss kecil".Sapa Alex "


jantung elsya berdetak cepat, dan di dalam hati ia mengatakan, wah pakai seragam sekolah aja udah ganteng banget sekarang pakai baju rumahan warna hitam, rambutnya di tata biasa saja, parfume nya juga hampir sama kayak parfume kak elky, ganteng banget widih.


"Eh kok ngak di jawab sih, malah melamun gitu". Ujar Alex.


"eh anu, iyaa gunung es berlava" jawab elsya.


"eh kok gunung es berlava, emang bisa gitu ya es sama api tinggal satu ruang, emang apa maksudnya? " tanya alex.


"iya karna kamu itu orangnya dingin tapi hangat, aku suka aja gitu sama sebutan itu" jawab elsya.


Manda di sofa mengatakan di dalam hati "Ngapain sih mereka berdua lama banget terus ngomongin apaan sih" ucap nya kesal.


"Elsya buruan yuk, pasti yang lainnya nunggu nih". Teriak Manda.


"Iyaa bentar". Sahut Elsya.


"Gunung es masuk yuk". Ujar Elsya(tertawa).


"Siap boss kecil". Jawab Alex


mereka menghampiri manda untuk pergi ke ruang belajar,


"Hai Alex". Sapa Manda.


lagi lagi manda tak di hiraukan Alex, Manda merasa kesal namun demi menjalankan rencanannya ia harus tetap tenang.


'Diruang Belajar'


"Hai semua". Sapa Alex.


"Hai". Mereka menjawab nya bersamaan.


"Em okee". Jawab mereka.


Di dalam hati Rania (aduh kok Elky gantengnya nambah sih, udah gayanya rumahan banget. pakai kaus putih, celana jeans pendek, terus dimana-mana selalu ada earphones nya, rambut masih agak basah, ganteng nya ngak wajar ini mah, terus dia milih gue untuk bantuin dia aahh takut ngak fokus gue nih).


"Ran? kenapa bengong? ". Tanya Elky.


"Ah ngak ngak, ayok langsung buat aja ". Jawab Rania.


"Ya udah yuk". Sahut Elky.


Membuat mading pun berlangsung, mereka mengerjakannya dengan teliti namu,


"Lex gue bantu ya gue rancy sama manda udah selesai nih". Manda menawarkan bantuannya.


"Ngak usah, lho istirahat aj, gue udah bisa ngerjain ini sama Elsya kok". (Jawab alex bernada dingin).


"Ih tambah kesal gue di giniin mulu(dalam hati manda). Em ya udah deh dahh(lisan manda).


"Gunung es berlava, kok lho nyuekin Manda mulu sih? ". Tanya Elsya.


"Boss kecil ngak usah bahas yang ginian ya, dia itu ngak penting.


" Iyaa iyaa" Jawab Elsya.


Kok gini sih kan kasian banget manda nya di cuekin mulu, terus di bilang ngak penting lagi, tapi aneh sama gue kok peduli banget ya, terus gue sedikit ada rasa yang sepertinya spesial di hati gue, gimana ya(gumam Elsya di dalam hati).


Kejadian tadi terjadi juga pada Elky, Rania, Rancy, dan Yuqi.


"Gue bantu ya Rara kecil". Tanya Rancy.


"Em ngak usah ini udah mau selesai raran". Jawab Rania.


"Oh ya udah gue istirahat aja". Sahut Rancy.


"Em Elky gue bantu juga ya", Ujar Yuqi.


Elky tak meresponnya sama sekali.


"ya Udah gue istirahat juga aja". Ucap Yuqi (tetap tersenyum).


Lagi-lagi yuqi tak di hiraukan lagi.


tak lama kemudian mereka akhirnya selesai membuat mading dan beristirahat dan memakan cemilan.


"Kira-kira kegiatan besok apa ya". Ujar Elsya.


"Besok mungkin ada kelas meet dan kemungkinan berlangsung selama 4 hari mendatang". Jawab Alex.


"Lho kok tau? ". Tanya Elsya.


"Rahasia lah". Jawab Alex.


"Idih main rahasia-rahasiaan". Ujar Rania.


"Kan dia sudah bilang rahasia, jadi ngak seharusnya kita berusaha untuk dia mengatakannya, kalau dia udah mengatakannya berarti udah bukan rahasia lagi". Kata elky.


"Em iyaa elky bijak banget ya ". Ucap Yuqi(tersenyum lagi).


"Iyaa lah bisa di jadiin panutan ini hehe". Kata Rania.


"Boleh". jawab elky (tersenyum menghadap rania)


Rania tersenyum kembali dan wajah nya merona karena tersipu malu dengan jawaban Elky padanya.


Malam pun tiba, akhirnya teman-teman bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Ran mau gue antar pulang?". Tanya Elky (bernada hangat).


"Em ngak usah repot-repot gue pulang bareng Rancy aja deh, makasih tawaran nya ya". Ujar Rania.


"Oh ya udah hati-hati ya". Ucap Elky (mengusap kepala Rania).


"(Jantung Rania berdetak sangat cepat) oh okee dahh". Jawab Rania.


"Jaga rania ya Rancy". Ujar Elky.


"Ngak usah di kasih tau, gue bakal laksanain juga kali". Sahut Rancy.


"Gue pulang ya boss kecil". Ucap Alex.


"oke hati-hati ya gunung es berlava". Jawab Elsya.


"Okee bye bye". Kata Alex.


"Bye". Sahut Elsya.


"Elky, Elsya gue pamit pulang ya sama Yuqi, dahhh". Ujar Manda.


Elky langsung masuk tanpa mengeluarkan kata apapun pada Manda dan Yuqi.


"Oke bye bye". Sahut Elsya.


Mereka pun pulang dan di rumah hanya tersisa elsya dan elky yang bersiap tidur untuk istirahat dan pergi kesekolah besok.


"Bang malam". Ucap Elsya.


"Malam sayang". Jawab Elky (sambil memeluk dan mencium kening elsya).


Mereka telah tidur.