What Is Meant By Love

What Is Meant By Love
Keadaan 1.



Dikelas.


"Eh dari pada ngak ada kerjaan, ke kantin yuk, sekalian keliling-keliling liat gedung sekolah ini". Ajak Manda.


"Nah iya, ayo sapa tau ada kakel-kakel yang ganteng-ganteng gitu hehe". Sahut Rania.


"Ah lho mah cowok mulu". Jawab Manda.


"Jadi gimana nih? ". Tanya rania.


_


"Bang lu ikut gak?". Tanya Elsya.


"Eh ikut deh, sapatau aja dapet teman". Sahut Elky


"Okee ayo".sahut Elsya lagi.


Di bangku kantin.


"Man, lu mau apa? sekalian gue pesanin nih, em Eca Juga mau apa? Eki juga? ".nya Rania.


"Gue minum aja deh, es coklat ya". Jawab manda


"Gue minum juga deh, cappucino ya". Ujar Elsya.


"Gue temenin lho aja ya, sekalian cari teman". Ajak Elky.


"Ehmm gakpapa nih?". Tanya Rania ke Elky dengan rasa sedikit malu.


" Iya gakpapa, sekali-sekali,ya udah ayo". Jawab elky dengan nada agak dingin.


"Bentar gue kembali ca." Ujar Elky ke Elsya.


"Sip bang." Jawab Elsya.


di kios kantin


"Bu saya pesan es coklat, cappuccino, sama milkshake strawberry ya". Rania.


"Saya cappuccino juga ya bu,gula nya gak usah terlalu banyak ya". Elky juga memesan dengan nada dingin, seperti biasa ia selalu dingin terhadap orang lain kecuali sang adik seorang.


Mereka duduk dan mengobrol sambil menunggu pesanan.


"Kamu suka cappuccino ya? ". Tanya Rania.


"Iyaa". Jawab Elky singkat.


"Elsya juga pesan cappuccino, apa itu minuman favorite kalian? ". Raina menannya lagi.


"Iyaa sejak kecil kami selalu memiliki kesamaan dari hoby dll ". Jawab Elky.


"Oh gitu". Kata Rania.


"Kalau lho suka strawberry? ". Tanya Elky ke Rania.


"Hm iya aku sangat mengutamakan strawberry". Jawab Rania.


*Pesanan sudah siap, dan mereka kembali ke bangku yang di duduki adiknya dan teman yang lain*


"Eh ini pesanannya udah datang". Ujar Rania.


"Akhirnya". Sahut Elsya&Manda.


"Bang lho udah ada teman?". Ucap Elsya.


"Belum ca". Jawab Elky.


"Ouh gitu". Kata Elsya.


*Seketika hening*


"Eh gue duluan ke kelas ya, mau baca buku". Kata Elky memecahkan keheningan.


"Eh gue ikut bang". Kata Elsya Yang mau ikut.


"Iyaa ayok ".


"Eh gue balik ke kelas ya, bye Rania, Manda". ujar Elsya, namun Elky tetap dingin.


*Setelah Elky dan Elsya pergi*


"Eh Eki itu dingin banget ha? tapi kalo sama adeknya sendiri hangat banget". Kata Manda.


"Yaelah, eh gue nanya balik lagi, lho sama kakak lo gimana? ". Jawab Rania.


"Ya gue baik lah sama abang gue, terus sayang banget gue sama abang gue". Sahut Manda.


"Ah iya ya, gue belum ngotak tadi hehe". Jawab Manda.


"Ha kapan lu ngotaknya kalau ga di jelasin hahaha". Kata Rania mengejek.


*Saat menuju ke kelas*


[Eki dan Eca mendengarkan music menggunakan ear phone].


' Bruk ' Eca tak sengaja menabrak seorang pria yang sedang mendengarkan music dengan headset.


"eh aduh maaf-maaf ga sengaja". Ucap Elsya dengan merasa bersalah.


' Eca terkejut melihat pria yang tertabrak olehnya, ia terpesona dengan pria itu, pria itu tinggi sekali hampir sama dengan kakaknya, rambutnya bewarna abu-abu, dan matanya sangat indah coklat sempurna'


, alisnya cukup tebal dengan dua cukuran alisnya, ia ber-jamper hitam -putih, kulitnya sebanding dengan kulit Elsya sendiri. '


"Eh gapapa, lagian ga sengaja juga". Jawabnya dengan tutur kata yang terdengar lembut dan hangat.


"Eh baiklah, eh boleh gue tau nama lho? ". Tanya Elsya, dan Elky tetap menunduk mendengarkan music.


"Boleh dong, nama gue Alex Ken Alendry Bryan. bisa di panggil alex bisa di panggil ken juga. oh iya kalau nama kamu? ". Jawab Alex dan menannya kembali.


"Emm nama gue Elsya Rindy Dito Winarta". Jawab Elsya.


"Nama mu cantik kayak orangnya ya".ujar Alex [merona]


"Ah bisa aja hahaha".Sahut Elsya.


"Oh iya orang yang di samping lho? Pacar lho ya? ". Tanya Alex.


"Ha ngak mungkin, muka mirip gini di bilang pacar gue, ini kenalin kembaran gue, dia sebagai kakak". Jawab Elsya Dengan memperkenalkan kakaknya.


"Hai, kenalin Elky Rendy Dito Winarta". Elky memperkenalkan diri.


"Oh hai, gue Alex Ken Alendry Bryan".sahut Alex[sambil menjabat tangan Elky].


"Ehm maaf gue dan kakak gue buru-buru udah dulu ya" kata Elsya kepada Alex.


"Eh iya see you next time".jawab Alex


"See you".balas Elsya.


"Eh ayo bang".ucap Elsya.


"yuk".jawab Elky.


*Di saat Elsya dan Elky pergi*


Baru pertama kali gue ketemu gadis yang gue ngak bisa cuekin, dan gue deg-degan banget, dia juga cantik, pendek, hangat, keliatannya ceria banget orangnya, terus cepat akrab, rambutnya sangat indah. Eh ya tuhan mengapa aku memikirkan ini [di dalam hati Alex]. Alex pun pergi menuju kelasnya juga. dan ternyata ia melewati kelas Elsya dan Elky, ia tersenyum melihat Elsya membaca novel, rasanya ia selalu bahagia ketika melihat Elsya, padahal Elsya adalah orang yang baru saja ia kenal. Alex pun mampir ke kelas Elsya dan Elky.


*Sampai di kelas 10 A, kelas Elsya dan Elky*


"Hai lagi apa? ". Tanya Alex [mengejutkan Elsya dan Elky].


"Eh bikin kaget aja lho Lex".sahut Elsya[sambil terkejut].


"Kalian berdua aja ya disini, abang ke taman aja sambil baca dan dengerin lagu". Ucap Elky.


"Oh anu iya bang". Jawab Elsya [agak gugup karena di tinggal berdua saja].


*Elky pun pergi*


"Oh iya, kok lho bisa kesini?".tanya Elsya pada Alex


"Eh gini kelas gue 10 B, jadi aku lewatin kelas lho, ngak sengaja liat lho sama Elky lagi membaca terus hari ini kan jam-kos, gue bingung mau ngapain jam-kos gini, jadi aku mampir deh ke kelas lho hehe, kenapa gue ganggu ya?".Jawab Alex [agak bingung].


"Oh gitu, ngak ganggu kok, gue malah senang ada teman hehe, jadi kalau lho sama gue itu ngak usah sungkan".Sahut Elsya [dengan hangat].


"Okee, eh gue mau nanya, kakak lho itu kenapa? " kata Alex.


"Emangnya kakak gue kenapa? emang ada apa? ".Jawab Elsya [terlihat bingung].


"Kakak lho itu dingin banget sama orang, tapi kalo sama lho itu terlihat sayang dan hangat banget sama kamu? ".Ujar Alex.


"Oh ini, dari pertama kita berdua lahir, dia memang terlihat sangat dingin, dengan matanya yang terlihat tajam dan bewarna hijau itu, pada umur 5 tahun gue dan dia berjalan-jalan ke taman, tiba-tiba ada anak pria lainnya yang mendatangi kami, dan mereka pengen main sama gue, tapi bang Eki gak ngijinin sama sekali, terus mereka marah besar dan mencoba untuk berkelahi sama bang Eki, bang Eki menerima perkelahian itu, bang Eki marah besar jika ada orang lain menyentuh gue, anak-anak itu di hajar oleh bang Eki habis-habisan dan menangis meminta maaf dengan meronta-ronta, lalu bang Eki membiarkan mereka, bang Eki Mengajakku pulang. setibanya di rumah, orang tua anak-anak yang di taman itu mendatangi orang tua kami, dan meminta pertanggung jawaban atas luka yang di tubuh mereka. Papa sangat bingung dengan sikap bang Elky, akhirnya papa dan mama mendiskusikan dengan orang tua anak-anak itu. papa mengatakan kepada semua orang tua anak-anak itu bahwa sikap bang Eki itu terbawa dari awal lahirnya kami. orang tua mereka ingin melihat kami. mama pun membawa kami ke lantai bawah dan bertemu dengan orang tua anak anak itu. setibanya di bawah orang tua mereka terkejut melihat bang Eki yang menatap mereka dengan tatapan dingin dan tajam, mereka langsung mengatakan setuju untuk berdamai, mereka langsung pergi dan bang Eki tidak meminta maaf sedikitpun, karena kata maaf itu hanya keluar jika ia merasa bersalah padaku saja, bukan orang lain." Elsya menceritakannya pada Alex.


"Eh dia tak mengizinkan orang lain bersamamu, tapi mengapa ia mengizinkan gue main sama lho? ".Tanya Alex kembali.


"Eh iya ya, aneh sekali, tapi ia mungkin percaya padamu".jawab Elsya.


"Ternyata abang lho cukup baik".pendapat Alex.


"Haha iya".Kata Elsya.


*Elsya dan Alex Semakin terlihat akrab*.