What Is Meant By Love

What Is Meant By Love
Keadaan 6.



Mereka lari ke kantin dan berhasil melarikan diri dari cewek-cewek itu.


"Is dari dulu lho itu selalu bikin gue panik tau, sampe kapan harus gini mulu raran". Kata Rania.


"Ya, sampe mereka capek,lagian kan emang gue cakep makanya di kejar-kejar mulu". Sahut Rancy (dengan tertawa).


"Idih narsis banget lho, cakep an abang gue lah, abang gue itu ngak ada duanya, udah ganteng cantik pula hehe". Sahut Elsya(memuji Elky).


"Ngomong apaan lho ca? kok bawa-bawa gue sih". Jawab Elky(kurang dengar karena memakai ear phone).


"Ha ngak ada bang, ngak usah di perhatiin ya". Ujar Elsya sambil tertawa.


"Ehm ya udah gue sama manda pesanan makanan ya". Kata Rania.


"Oke Rara kecil". Sahut Rancy (senyum manis).


Rania dan Manda bergegas ke kios kantin, dan memesankan makanan.


"Eh Elky itu memang ganteng banget ya, meskipun dingin kayak gunung es gitu, terus tinggi, putih, rambutnya keren lagi hehe". Rania memuji Elky.


"Eh lho suka sama Elky ya, udah deh ngak usah ngelak sikap sama mata lho itu ngak bisa bohong". Kata Manda.


"Emmm anu Man, tapi jangan kasih tau yang lain ya, please deh yaa". Rania memohon.


"Iyaa iyaa deh". Ucap Manda.


"Duh duh baik banget". Rania memuji.


"Dek ini makanannya". Ucap ibu kantin.


"Oh ini uangnya bu, terima kasih ya". Ujar Rania.


Mereka bergegas kembali ke bangku kantin.


"Hm ini makanannya". Kata Rania.


"Terima kasih". Ujar mereka.


"Iyaa sama-sama". Jawab Rania.


"Eh Elsya, Elky lho mau tau gak..... ". Kata Manda terpotong ucapan Rania.


"Eh apaan sih lho man, diem ngak lho! ". Ucap Rania dengan kesal.


"Ih apaan sih lho geer banget deh". Sahut Manda.


"Emang ada apa man? " jawab elsya.


"Gini tadi tu kita di kasih diskon sama ibu kantin" ujar Manda (tertawa kecil).


Rania lega mendengar ucapan Manda.


"Rania kenapa kok panik? ". Tanya Elky.


"Ah itu anu ngak ada apa-apa cuman anu biasa lah urusan kecil". Jawab Rania (agak bingung).


"Oh gitu ya". Sahut Elky.


"Rara kenapa kalau ada masalah? cerita aja sama Raran". Ujar Rancy.


"Ngak ada apa-apa kok raran, udah ngak usah di peduliin deh ya, kalian juga ngak usah khawatir". Ucap Rania.


"Heleh emang bukan masalah tapi anu ..... ya kan ran". Ejek Manda.


"Syuttt....apaan diem udah makan tu makanan lho, nanti dingin tuh". Rania beralasan.


Mereka makan dan berbincang bincang, waktu demi waktu yang sangat cepat selalu berputar, mereka cepat akrab dan saling berteman. Dan selalu ada teman tambahan.


Saat mereka asyik makan dan berbincang tiba tiba,,


'dorrr! (suara Alex dan Yuqi mengejutkan mereka).


"ahh" (Elsya, Manda, Rania,dan Rancy terkejut, hanya Elky saja yang terlihat santai dan tenang).


"Hai semua" sapa yuqi.


"Hai" sahut mereka.


"Em elky gue boleh gabung disini ya kan". Tanya Alex.


"Iya". Jawab Elky singkat.


"Eh ini anak baru itu ya kan ? ". Tanya Alex.


"Kok lho tau". Tanya Elsya kembali.


"Ya iya lah kan gue pinter". Jawab Alex.


" Narsis banget lho". Sahut Manda.


Alex tak menghiraukan Manda sama sekali.


"Hai gue Alex Ken Alendry Bryan". Sahut Alex.


"Hallo gue, Yuqi Syira Hanata". Yuqi juga memperkenalkan dirinya.


"Salam kenal". Ucap Rancy (tersenyum manis).


"Eh entar, kok lho dingin terus narsis banget sih sama kita, tapi kalau sama Elsya dan Elky lho hangat banget". Tanya Rania.


Elky hanya melirik saja, Elsya terkejut dan pipinya merona, ketika mendengar Rania mengajukan pertanyaan itu.


"Kepo lho". Jawab Alex singkat.


"Rara kecil ternyata masih kepo ya dari dulu". Ujar Rancy.


"Apaan sih raran, diem ngak lho". Sahut Rania.


Hanya Manda dan Yuqi yang diam dan tidak ada topik, karena takut tak di hiraukan lagi. Tapi tiba-tiba.


"Eh mending bahas mading kelas yuk". Saran Manda.


"Oh iya tuh". Jawab Rancy (selalu tersenyum saat berbicara dan membuat orang lain terkesan).


"Iya, tapi kita mau buat di mana ya". Tanya Rania.


"Di rumah gue sama Elsya aja". Elky menawarkannya.


"Setuju tuh". Ucap Yuqi (tersenyum).


"Iyaa mumpung ortu kita lagi dinas". Ujar Elsya.


"oke gue setuju". Jawab Rania.


"Gue juga". Ucap Rancy.


"Eh gue ikut ya Elky". Kata Alex.


"Emang kelas lho ngak ada tugas? ". Tanya Elky bernada dingin.


"Ngak ada, terus bosan juga nih, masa kalian ada kerjaan gue sendiri yang ngak ada, gue bantuin deh ya" Alex memohon.


"Oke". Jawab Elky setuju(singkat).


"Ya udah, gini nanti sepulang sekolah kalian izin sama orang tua masing-masing secara langsung dengan cara ini pasti sopan dan pasti orang tua kalian setuju - setuju aja". Ujar Elsya.


"siap boss kecil". Sahut Alex.


Entah mengapa Yuqi terlihat ramah pada mereka padahal ia menyimpan sebuah dendam, dan jadi berantakan karena melihat Elly tambah dekat dengan Rania. Padahal teman-teman nya tulus berteman dengannya dan ngak seharusnya dia diam-diam menyimpan dendam pada salah satu teman mereka. padahal mereka semua baik, namun demi mendekati Alex ia berpura-pura baik seperti itu.


'Kring...... kring.... kring. bel pulang sekolah berbunyi dan nampak nya semua murid sudah bersiap untuk pulang".


*Di gerbang sekolah*


mereka keluar bareng-bareng.


"Elky gue antar elsya pulang ya". Kata Alex.


"Ngak bisa gue mau pulang bareng sama adek gue sendiri". Jawab Elky sambil merangkulkan tangannya di pundak Elsya (nada yang dingin).


"Lah kok gitu sih, emang Yuqi kemana". Tanya Alex.


"Dia udah pulang duluan, tadi di jemput papanya". Jawab Elsya.


"Oh jadi Yuqi kemarin di anter sama Elky". (gumamnya dalam hati).


"Oh jadi gitu, makin kesel gue ngeliat Elsya lagi lagi bareng Alex". ( kata Manda dalam hati).


"Oh ya udah kalau gitu gue pulang duluan aja deh". Sahut Alex.


"Eh gue ikut ya Alex soalnya supir gue lagi ngak bisa jemput, boleh ngak? ". Tanya Manda.


"Ngak bisa gue". Jawab Alex (dingin).


"Udah antar aja napa, kan dia juga teman kita lex". Ujar Elsya.


"Okee karena boss kecil yang nyuruh, jadi gue mau aja nih". Sahut Alex


Elsya tersipu dengan ucapan Alex.


"Heh makin kurang ajar Elsya". (dalam hati manda).


"Ya udah gue duluan ya sama Rancy. bye bye". Ucap Rania.


"Oh hati-hati". Jawab Elky.


"Oke". (Rania tersipu malu).


"Dah bye bye". Ujar Rancy.


"Byee". Jawab mereka semua.