
Alex
Seharusnya aku langsung jujur ke Elsya dan Elky, bila mereka mengetahuinya sendiri, akan lebih berbahaya dan pasti mereka bakal kecewa.
Ngak nyangka juga ya yang dulu gue jahilin ternyata udah dewasa, dan tumbuh cantik hahaha.
sebaiknya gue ke rumah Naro aja.
Di Rumah Naro.
'Ting ting ting' bel rumah naro berbunyi dan ayah Naro yang membukakan pintu.
"Hai, selamat malam paman". Sapa Alex (bernada dingin).
"Heh angkuh sekali kamu". Jawab Ayah Naro (Menatap Sinis).
"Bukannya angkuh itu sudah wajar? paman? ". Sahut Alex.
"Masih kecil saja sok pemberani ya, dirimu dan ayah mu sama saja". Ujar ayah Naro.
"Heh bukannya adik kakak itu harus rukun dan bahagia bersama, susah senang harus bersama, paman? ". Ledek Alex.
"Berani-bernaninnya kamu, mengucapkan kata itu! ". Bentak ayah Naro.
Ibu Naro dan Naro kaget karena ada yang berteriak.
"Papa apaan sih teriak-teriak". Ujar mama.
"Ini nih liat, ada anak brandal". Jawab papa Naro.
"Papa apaan ngomong kayak gitu, alex kan keponakan papa sendiri, dan keponakan mama, seenaknya ya ngomong kayak gitu, alex udah kehilangan orang tua seharusnya kita jaga pa kita sayangi,papa udah kehilangan akal ya!" teriak mama.
"Mama apaan sih, bela aja terus anak brandal itu". Sahut papa Naro.
"Sudah lah pa, papa ke kamar aja ngak penting pa! ". Jawab mama Naro.
Ayah Narolangsung pergi.
"Sudah Alex ngak perlu kamu dengarin ucapan paman kamu, Naro ajak gih sepupu kamu ke kamar ya nak". Ujar mama Naro.
" Ma". Jawab Naro.
"Bi, bibi jangan lanjutin pertengakarannya ya sama paman, ini kan juga kesalahan nya Alex, Alex minta maaf ya bi". Ucap Alex.
"Udah ngak usah di pikirin, ikutin Naro ya sayang". Ujar mama Naro.
"Iya bi". Sahut Alex.
Dikamar Naro.
"Iya soal elsya dan elky" jawab alex.
"Emang ada apa sama mereka". Ujar Naro.
"Seharusnya kita kasih tau aja tentang kita yang sebenarnya". Sahut Alex.
"Jangan lex, bahaya ini". Ucap Naro.
"Jujur itu bahaya ya Naro, gimana sih kalo dia tau sendiri malah lebih berbahaya tau ngak sih lho hah". Ujar Alex.
"Iya juga sih, mungkin kalau dia dengar dari kita sendiri pasti dia ngak bakal kecewa sama kita". Sahut Naro.
"Nah maksud gue itu Naro, jadi besok kita datengin Elky dan elsya langsung". Kata Alex.
"Ookee". Sahut Naro.
Saat Alex dan Naro mendiskusikan sesuatu dan pada akhirnya ibu Naro memanggil mereka untuk makan malam
"Naro Alex ayo cepet makan, bareng-bareng nih sayang". Ujar mama Naro.
"Iya ma". Sahut Naro.
Dimeja Makan.
Naro dan Alex turun untuk makan malam namun ada sedikit pertengkaran lagi dan lagi.
"Wah mama enak -enak nih makanannya ". Kata Naro.
"Iyadong, kan ada Alex juga dan sekalian ini kan makanan kesukaan kalian". Ucap mama.
"Bibi, Alex ngerepotin bibi ya? ". Tanya Alex.
"Ngerepotin banget, dasar anak brandal ngak tau malu kamu". Sahut papa Naro, memotong pembicaraan mama Naro.
"Ngak kok sayang, ngak usah hiraukan paman kamu ya, lanjutin aja makannya ya sayang". Ujar mama Naro.
"Iyaa bi terimakasih ya". Kata Alex.
"Iya ngak usah sungkan ya sayang". Sahut mama Naro.
"Iya lex, ngak usah dengerin kata papa ya". Ujar Naro.
"Iyaa iyaa". Ucap Alex.
"Udah di makan ya". Ujar mama Naro.
Mereka makan malam bersama namun ayah Naro tak suka dengan Alex, mungkin saja ada konflik di balik semua ini.