VML - Vampire Modern Life

VML - Vampire Modern Life
VML - Palsu



"dan bagaimana. apa kamu sudah merasa nyaman tinggal di indonesia?" Tanya Raina dengan santai


"nyaman tentu saja tapi entah kenapa agak risih melihat sampah berserahkan di setiap jalan" kata Marie dengan nada jengah..


Marie sudah berkeliling jakarta dan begitu banyak sampah baik di jalan hingga disebuah got dan lainnya membuat marie yang melihat itu pun sedikit jengah


"hahaha. itulah ibukota. Disetiap negara pasti ada sisi buruknya tapi ayolah aku yakin kamu akan menikmati nya" kata Raina dengan santai menanggapi kelah kesah sahabat lamanya itu..


"jadi selama di jakarta ini. Kamu sudah ngapain?" Tanya Raina dengan memakan kuaci..


"Tidak ada. Hanya jalan-jalan kepantai dan lainnya dan" kata Marie yang sejenak menahan perkataanya


"dan apa?" Tanya Raina dengan penasaran


Marie yang melihat sahabat tuanya itu memiliki rasa penasaran hanya bisa tertawa kecil


"sejak kapan pendeta tua ini malah kepo ?" Tanya Marie dengan nada menggoda


Raina pun hanya membalas dengan melemparkan bekas kuacinya kepada marie


"sialan kau!" kata Raina dengan kesal..


Trrriiiiing


"aku sudah memastikan alamat saudari mu dan memang dirinya sekarang telah menjadi artis terkenal disana" kata Raina


Marie penasaran seberapa terkenal saudarinya tersebut


"baiklah. aku akan kesana tapi entah bagaimana reaksinya jika melihat aku masih hidup" kata Marie dengan penasaran


"baiklah. Sekarang pergilah ke kelas mu jika kamu semakin lama disini akan banyak curiga. Makhluk tua!" kata Raina mengusir marie..


Marie hanya menunjukkan jari tengahnya lalu pergi..


"BISAKAH kau menutup pintu setelah pergi!?" teriak Raina dari ruangannya


Marie hanya melenggang pergi sambil tertawa melihat sahabatnya kesal..


4 siswi yang sebelumnya mengutit marie itu juga melihat tindakan marie yang tertawa


"sebenarnya mereka ada hubungan apaan ya?" kata Nina yang masih penasaran melihat tingkah laku marie & kepseknya itu


"udahlah Nina. Gak ada kerjaan banget ya kita ngutiin orang lain?" Tanya Ridho yang melihat ini sudah tidak benar


"Diam lu ridho. mau gua bilangin ke papa gua buat cabut beasiswa lu?" Tita Nina dengan nada mengancam


Ridho yang mendengar itu pun hanya bisa skmat dan sekaligus ngedumel dalam hatinya


'moga nih anak cepet mati !' gumam Ridho menyumpahi nina


sedangkan Marie kembali ke kelas dan diikuti oleh rombongan nina yang kembali dari luar..


"baiklah anak-anak kita lanjutkan pembahasaan soal kemarin" kata seorang guru perempuan berumur 38 tahun tersebut


3 jam kemudian-


Trrriiiiiinnng - bel pulang


"baiklah anak-anak. sampai hari ini dulu. Besok ibu minta kalian belajar dengan giat dikarenakan 2 minggu lagi kalian akan menghadapi ulangan dari saya" kata guru perempuan tersebut


"baik Bu!!" Serentak Semua murid


Guru telah keluar dan kelas kembali ramai layaknya kebun binatang


"oy fajri. Habis ini kita ke rental PS ya. gua denger disana yang jaga teteh cantik" salah satu murid pria


"anjirlah. Gas kalau gitu. udah lama gua gak main ps. Man" kata Fajri dengan antusias menyambut ajakkan temannya itu..


para murid saling bercengkarama dan juga ada yang pergi


Begitu dengan marie yang bersiap pulang tapi terhenti saat kaki mulai menginjak ambang keluar kelas..


"Marie!!" kata Teriak salah satu pria


Marie melihat siapa yang memanggilnya dan itu ternyata teman sebangkunya


"ada apa. Fasya?" Tanya Marie dengan bingung


"ada apa ada apa. Noh lihat(menunjuk mading kelas yang berisi jadwal piket). Lu hari ini piket jangan kabur!" kata Fasya sambil berjalan untuk menyerahkan Sapu


Marie yang melihat itu pun sedikit tersenyum pahit karena dirinya melupakan satu hal itu


"makasih dah ingetin. Fasya" kata Marie dengan mencoba tersenyum ramah..


TINGTONG


"Kepada Marie Lion Von Biana Kelas XII - IPA. mohon untuk turun menuju Kepala Sekolah. Terimakasih" Suara pengumuman memanggilnya


Marie yang mengetahui namanya dipanggil itu pun sudah tahu siapa dalang memanggilnya


"eh anu. Fasya. gua dipanggil oleh kepsek. Ini gua piket gimana?" Tanya Marie yang pura-pura tidak enakkan


"udah taruh saja nanti sisanya gua yang beresin" kata Fasya sambil menyapu setiap sudut kelas


Marie dengan senang hati menaruh di dekat pintu


"maaf dan makasih ya. Fasya" kata Marie dengan terpaksa untuk senyum


Marie meninggalkan Fasya. Fasya melihat itu hanya bisa menggeleng-geleng kepala


'dasar senyuman palsu' gumam Fasya sambil melanjutkan menyapu..


...----------------...


...BYE...


...----------------...