
Marie mengendarai lamborghini Miliknya di jalan raya yang padat Marie berhenti didepan lampu merah
"Wow mobilnya keren" salah satu pengendara motor
Clekk
Clekk
Mobil milik marie banyak yang memfoto dan kagum dengan mobil tersebut
Brrummm
Bruumm
suara sebuah mesin mobil datang dari belakang lalu berhenti di disamping milik marie
Mobil tersebut adalah Mazda rx 7 yang berwarna pink itu membuka kaca hitam nya
dirinya menggunakan kode tangan agar marie juga menurunkan kaca hitam dan marie menyanggupi hal itu
"Seperti nya kau baru. bagaimana kita bermain sebentar? dari sini menuju indah kapuk. itu lumayan jalan yang panjang. bagaimana? anggap lah ini pemanasan" kata perempuan tersebut dengan menggeber mobil nya tersebut
Marie tersenyun mendengar hal tersebut
"Baiklah" kata Marie sambil mengangguk
"Mely. berikan walk talkie nya. perjalanan akan panjang" kata perempuan tersebut
Mely turun dengan nada jengkel dan kesal tetapi karena perintah sahabat nya tersebut pada akhirnya ia menuruti nya.
Pakaian Marie adalah Hot pants dengan Baju yang hampir kelihatan dalamnya. pakaian yang kurang bahan tersebut membuat banyak perhatian.
Apalgi Mely menundukkan kepalanya karena kaca lamborghini itu harus di bawah sehingga pantt nya menuking keatas dan membuat banyak pemotor melihat nya
"Ini talk tolkie untuk mu. jangan sampai kalah" seru Mely sambil memberikan talk tolkie berwarna hitam tersebut
setelah itu mely kembali masuk ke mobil mazda rx 7.
visualnya)
"Jangan sampai kalah!" asal suara itu dari talk tolkie
Marie menaruh Talk tolkie itu di kursi penumpang sebelahnya
"Baiklah" seru marie.
1
2
3
GO
lampu merah telah berwarna hijau dan kedua mobil itu langsung tancap gas dan hanya tersisa asap kebul yg dimakan oleh para pengguna lain.
Bruuuuuuummm
Marie menancapkan mobilnya dengan cepat & gesit nya
Mely melihat mobil lamborghini yang baru mereka temui itu berlari dengan kencang
"Bukankah itu hanya sebuah lamborghini? mengapa kita kalah di kecepatan?" Tanya Perempuan tersebut dengan kesal
"Tha. aku tidak tahu. walaupun mobil mu adalah mobil mazda rx 7 yang di modifkasi tapi kenapa tetap kalah" kata Mely
Tha pun segera mencoba menancapkan gas lebih dalam dan terjadilah sebuah kejaran ekstrem dan mely yang melihat itu segera menggencangkan sambuk mengamannya
"Apakah kamu serius mencoba mengejar dia? Tha" Tanya Mely yang sedikit tidak percaya dan ketakutan
"Apa? kamu takut? dia hanya pedatang yang kebetulan menang" kata Tha dengan sinis
Marie? sementara dirinya sedang asik nya melakukan manuver manuver cantik dan sudah 5 kali ia menorobos lampu merah.
Marie Terus memantapkan kecepatannya dan mulai menggunakan Jalan layang sebagai pintasan kecilnya.
Mobil marie seperti macan yang terbangun dan mengejar mangsa nya.
2 jam kemudian
Marie telah sampai di indah kapuk dan saja melihat mobil penantang kepada dirinya telah datang yang dimana marie menunggu selama 2 jam
"Kemana saja kalian? membeli eksrim? aku disini menunggu" kata Marie dengan nada acuh
"Y--ya sepertinya kamu beruntung. baiklah karena kamu menang. kamu pantas mendengar nama ku. Nama ku Adalah Thalia. Anak Dari CEO Perusahaan Bima Currency" kata Thalia memperkenalkan dengan nada sombongannya
Mely yang mendengar itu pun langsung menyenggolnya
"Tidak boleh gitu. Tha. kamu belum tentu tahu siapa dirinya" kata Mely mencoba berbisik dan menasehati sahabatnya tersebut
"Jangan khawatir. Mobil itu pasti sewaan dan hanya kebetulan dirinya menang. jangan takut" kata Thalia berbisik.
Thalia mendekat kepada marie yang dilihatnya sedang asik dengan handphonenya
"Hey. seharus nya kamu bangga setelah tahu nama ku. orang-orang mendengar nama ku mereka langsung bersujud. kenapa kamu tidak?" Tanya Thalia dengan angkuh
Marie melihat Thalia dengan tatapan jijiknya dan memilih kembali ke mobil daripada melayani orang gila seperti Thalia
"Dari sekian orang angkuh dan sombong yang pernah ku temui tapi tidak seangkuh dirimu" kata Marie dengan sinis
"Dan Dirimu adalah orang kalah. kau hanya tahu jika mobil modif mu bisa mengalahkan ku? Sungguh Lucu bukan?" kata Marie melanjutkannya
Marie pun langsung menancapkan gas nya dan menyisakan Thalia yang merasakan abu putih dari kendaraan marie.
"S---Sialan. Aku akan bertemu ayah untuk membalas dendam kepada perempuan bodoh itu" kata Thalia dengan wajah kesalnya
"Aku tidak yakin. dari banyaknya manusia yang melawan mu memang berakhir tragis tapi aku memiliki firasat yang tidak enak tentang perempuan tersebut. lebih baik kamu hentikan saja" nasehat mely
Thalia menatap mely dengan remeh
"kamu baru saja bertemu dengan nya tapi sudah menjadi sepengecut itu. Apakah kamu tahu? kamu dilarang menasehati diri ku atau aku yang memutuskan nafas orang tua mu" kata Thalia dengan tatapan meremehkan
Sementara itu marie kembali ke hotel tempat ia tinggal
"Selamat Siang. Nona" kata resepsionis melihat marie berjalan dengan anggun.
"Tolong panggil Rangga ke kamar saya. saya memiliki urusan dengannya" Titah Marie kepada resepsionis
"Baik Nona. Rangga akan kami panggil segera menuju kamar anda" kata Resepsionis dengan mengangguk.
Marie tersenyum lalu langkahnya menuju lift dan menekan angka 8 dimana kamarnya berada.
-Bif(suara pintu kamar terbuka
setelah menempelkan kartu hotel kepada pintunya dan langsung melemparkan tas itu disembarang tempat
"sungguh lelah. Hmm" kata Marie sambil melihat pemandangan jakarta
Tok Tok Tok
"masuklah. Rangga. pintunya tidak terkunci" Sahut Marie
Rangga pun dengan segala hormat & sopannya membuka pintu milik marie
"Ada yang bisa saya bantu? Nona" kata Rangga
"Dimana Rumah mu?" Tanya Marie tanpa basa basi
"Ada yang bisa saya bantu? Nona? jika anda lapar mungkin bisa saya buatkan soup untuk anda" kata rangga mencoba untuk tidak menjawab pertanyaan milik marie
Marie mendekat dan mulai mendekat ke arah kupingnya dengan nafas lembut
"D-I-M-A-N-A Rumah mu?" Tanya Marie dengan ejaan 'Dimana'
Tubuh Rangga seperti kena listrik yang berkuataan tinggi hingga bulu kuduknya berdiri
"D--Dekat Stasiun Palmerah" kata Rangga menjawab spontan
"bukankah itu jauh dari tempat mu bekerja & berskolah. kenapa?" Tanya Marie
"tidak alsan khusus tapi hanya ingin gaji yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan" kata Rangga dengan tersenyum
"ambil kertas ini. didalam nya ada nomorku. dan kamu harus memberi alamat mu melalui Media pesan. aku yakin kamu punya alat semacam handphone. bukan?" Kata Marie sambil menyerahkan kertas kecil putih.
Rangga hanya bisa pasrah dan mengambil kertas itu lalu pergi secepatnya sebelum berakhir diluar kendali
"Haha. lihat wajahmu. kamu ingin menerkam ku tapi kamu menyadari akan posisi mu. itu suatu yang bagus. baiklah. kamu bisa pergi" kata Marie mengusir Rangga
Rangga hanya tersenyum malu karena wajahnya begitu tampak dijelaskan oleh seorang marie
"S--Selamat Beristirahat. Nona" kata Rangga.
Marie Pun Menutup pintunya dan mengambil handphonenya
Marie: Elevyn. Raina. Temui aku malam ini di hotel xxx(alamat hotel). ada sebuah masalah yang perlu kita hadapi.
lalu pesan itu terkirim ke dua nomor yang berbeda.
-Raina
Raina bersantai di balkonnya dengan Hot pants yang sexy
"Sayang. bisakah kamu tidak menggunakan Hot pants depan anak kita?" kata pria itu memohon
"Anak Kita? itu anak mu. kamu menghamili mantan kekasih mu dibelakang ku. apakah sopan dengan tindakan mu? sudah bersyukur aku rawat anak itu hingga besar tapi kamu tidak tahu berterimakasih" Tanya Raina
selama 240 hidup tidak pernah dirinya menghikari janji pernikahan dan tidak pernah menusuk begitu juga para pasangan hidupnya tapi baru pertama kalinya dirinya tertusuk.
Perkataan Raina membuat lelaki itu tertusuk akan hal tersebut
"T--" ingin bicara tapi ditutup oleh tangan raina
"aku akan pergi. jagalah rumah jika kamu masih ingin tinggal" kata raina dengan ketus & Dingin
"Ibu--Ibu mau kemana?" Tanya pria dewasa berumur 18 tahun
"Aku bukan ibumu dan selamanya. kemana aku pergi bukan urusanmu. lebih baik kerjakan pekerjaan sekolah mu. aku yakin kamu memilik banyak tugas dari guru-guru mu" kata Raina dengan dingin dan cuek
Raina kembali ke kamar dan mulai bersiap-siap dengan pakaian rok mini hitam ala Boss kantoran
"S---sayang. apakah kamu yakin perpakaian seperti itu? bukankah itu terlalu mencolok?" kata pria tersebut dengan nada cemburu dan menolak raina menggunakan tersebut
"Harman. sudah ku katakan berkali-kali. semenjak kamu menduakan dan anak mu adalah hasil hubungan mu yang gelap maka dari itu urusi dirimu sendiri. bersyukur aku tidak menceraikan dirimu" kata raina dengan lantang
Harman Adalah suami resmi dari raina tetapi cinta raina kepada pudar ketika mengetahui perselingkuhan suaminya
"Setidaknya hargai aku sebagai suami mu!!" Kata harman dengan tangannya mulai menyerang Raina
BRAK
siapa yang terbanting? Tentunya Harman. pria itu terbanting keras hingga Harman mulai Pingsan
"kamu Pikir aku adalah wanita yang gampang kamu kontrol? tentu tidak. jangan sombong dirimu. jangan mentang-mentang kamu adalah suami Raina Del Valia. kamu bisa seenak jidatnya dirimu memukuli ku. Ketahui Derajat mu" kata Raina dengan menancapkan hak sepatunya diperut harman
"Argghh" Harman memuntahkan darah.
"Agung. keluar. kamu bawa ayahmu yang sampah ini kerumah sakit!. uang biaya ada di meja" kata Raina dengan teriak sambil menaruh beberapa juta lembar merah di meja
Setelah itu Raina pergi dengan santai layaknya tidak terjadi apapun.
dengan menggunakan Mobil Ferari merah miliknya itu pun melesat
menuju gerbang keluar komplek
'Tidak biasanya. Makhluk Tua itu ingin bertemu. ada apa?' monolog Raina Dengan bingung juga sambil membaca ulang pesan dari sahabatnya tersebut
...----------------...
...BYE...
...----------------...