VML - Vampire Modern Life

VML - Vampire Modern Life
DPO



"Tapi aku gak menyangka dia akan melakukan hingga sejauh ini. sungguh ****IRI**** nya membutakan semua hal yang ada didalam hidupnya" kata ardi dengan nada seperti menyayangkan tindakan will


"Will. katakan siapa yang menyuruh mu. Aku tahu kamu tidak segila ini. pasti ada hasutan seseorang yang bersama mu" kata ardi memaksa will untuk jujur


"Aku melakukan sendiri! jika aku tidak memiliki naila maka tidak ada seorangpun yang harus memiliki nya termasuk kamu! Ardi" kata Will berteriak


Terdidih darah milik ardi yang mendengar itu


PLAK


"Kamu boleh menyakiti ku dan menghina ku. tapi jika kamu menyentuh naila sehelai rambut pun. maka akulah yang mengantar dirimu ke Tuhan" kata Ardi dengan lantang dan teriak


Ardi terus menampar sambil meminta Will Jujur


"CUKUP!" teriak marie


"Jangan kamu menampar lebih banyak. aku tahu cara membuatnya jujur" kata marie


Marie mendekat sedekat bibir antara bibir


"Lihat mata ku" kata marie


Raina melihat itu paham bahwa marie akan menggunakan kekuataannya


"Mundur ardi darisana" kata Raina


Ardi mendengar hal itu langsung mundur walaupun dirinya tidak tahu apa yang terjadi


BRAK


will terpujuk kaku dan matanya kosong, marie membangunkan tubuh will untuk duduk


"katakan kepada ku siapa yang menyuruh mu?" Tanya Marie


"Mba Raina. Teman mba lagi ngpain?" tanya naila dengan bingung


"aku bisa jelaskan tapi sayangnya itu bukan ranah mu untuk mengetahuinya" kata raina


Naila hanya terdiam melihat marie yang bersinatap secara intens


"Aku bekerja sama dengan mely untuk memisahkan Ardi & Naila karena kami memiliki satu visi yang sama. jika keduanya terpisah. aku akan memiliki Naila dan mely akan memiliki ardi tapi rencana kami 3 tahun terakhir selalu berakhir gagal. melihat ini. kami pun setuju membunuh keduanya lalu mengambil harta naila" kata Will menjelaskan dengan tatapan kosong


Marie menjetikan jarinya dan menjauh untuk bertemu naila


"apakah mely adik kembar mu?" Tanya marie


"Benar. kenapa?" Tanya naila bingung


"Adik mu adalah pelaku dan will lah yang terkena hasutannya" kata marie


"Tidak mungkin! Mely selalu mendukung hubungan dan pernikahan kami" kata Naila menolak fakta


Marie menghelas nafas


"kamu pasti berbohong. Mba Raina. tolong katakan kepada teman mba untuk tidak menyebarkan memfitnah hubungan kami" kata Naila memohon kepada Raina


"TUNDUK!" perintah marie


Brak


tubuh naila langsung tunduk tepat didepan kaki milik marie setelah mendengar perintah marie


"Dengarkan naila. kamu adalah orang yang paling bodoh diantara yang bodoh" kata marie dengan kesal


"Ardi. aku tahu kamu adalah seorang pria dan aku yakin kamu sudah mewaspadai mely" kata marie dengan menyipitkan mata kearah ardi


Ardi melihat sang istri seperti orang yang bersujud didepan kaki milik teman dari raina tersebut dan juga cukip tercengang melihat situasi ini


Wiu wiu wiu wiu-


suara mobil polisi berjumlah 3 diikuti oleh 2 Truk TNI Berdatangan


"Minggir - Minggir " kata polisi berkumis yang memiliki tag name habian


"Adik ku Ardian! Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Habian dengan khawatir


Ardi yang mengangguk


"Aku tidak apa-apa kak!. lepaskan. aku tidak bisa bernafas" kata ardian memohon untuk melepaskan pelukkan dari kakanya tersebut


Habian pun melepaskan pelukkan nya dengan terkekeh


"kaka Kenapa disini?" tanya ardian dengan bingung


"aku mendengar laporan dari masyarakat bahwa ada pelaku yang membawa bom tas dan juga mengatakan bahwa bom itu sudah meledak berkat Anggota TNI Yang kebetulan di KTP dan sebelumnya aku tidak menyangka bahwa Anggota TNI itu adalah kamu" kata Habian menjelaskan kenapa ia bisa disini


"Lalu dimana pelaku itu? aku ingin pukul dia berkali-kali karena membahayakan adik ku tersayang" Tanya Habian dengan menggebu-gebu.


PRAK PRAK


suara sepatu berat dengan senjata laras panjang dan berbaju loreng-loreng


"Hormat pasukan!" teriak salah satu bertopi baret merah


sekitar 25 prajurit itu mengikuti perintah bertopi baret merah tersebut.


Ardian & habian yang melihat itu sepertinya bingung mengapa


"Jendral! kami mendengar laporan mata-mata bahwa anda telah diserang oleh seseorang. katakan kepada kami. kami akan memburu siapapun pelaku tersebut" kata bertopi baret merah yang nama tagnya adalah Nanda


"Lebih baik serahkan saja kepada polisi" kata Ardian


"Kak. Aku menyerahkan Pelaku ini kepada mu. tapi aku minta izin untuk pelaku ini dikawal sampai penjara karena ditakutkan ada pelaku lain yang menyelamatkan atau membunuhnya" kata Ardian


"Tentu. Ardian. kaka akan mengizinkan hanya cukup bawa 5 orang saja" kata Habian


"Baiklah kak. terimakasih" kata Ardian.


"Nanda. kamu kesini" perintah Ardian


"Nanda. pilih 5 orang yang paling kamu percayai & mampu untuk mengawal 1 pelaku ini" kata Ardian


"5 orang? Izin Bertanya! Mengapa harus 5 orang? kami siap untuk anda perintah kepada kami untuk mengawal pelaku ini" kata Nandan dengan bingung mengapa harus 5 orang


"Itu terlalu mencolok dan aku sebagai jendral tidak ingin menggunakan kekuasaan ku untuk kepentingan ku juga!" tegas Ardian


"Siap Salah" Kata Nanda menyesal dengan bertanya demkian


"tak apa. sekarang bawa orang pelaku itu ke mobil polisi" titah Ardian


Nanda pun memilih 5 orang yang dimana ia paling percaya dan bisa dikatakan mampu


"Rizki. Faulan. Imam. Fathan. Haikal" kata Nanda dengan teriak


"SIAP Ndan!" kata Rizki dengan tegas


"Hadir!" kata Faulan dengan tegas


"SIAP!" serempak Bertiga dengan tegas


"Aku perintahkan kalian untuk mengawal pelaku yang menyerang jendral Ardian. Apakah kalian siap bertaruhkan nyawa kalian?" Tanya Nanda dengan teriak


"Kami siap. Kami siap berkorban untuk nama bangsa Indonesia & para Jendral" serempak 5 orang tersebut


Masyarakat yang melihat kekompakkan 5 orang tersebut hanya bisa terenyuh hati mereka


"nanti lulus sma. gua bakal jadi TNI!" kata siswa tersebut


banyak ragam masyarakat yang kagum melihat tekad TNI untuk melindungi bangsa & negara


"katakan sekali lagi. aku tidak mendengar kalian" kata Nanda


"KAMI Siap berkorban untuk negara & bangsa dan Para jendral dengan segenap darah hingga titik menghabisan" serempak 5 orang tersebut dengan lantang & tegas.


Raina & Marie? kedua makhluk itu hanya menonton sambil meminum pesanan mereka disaat banyak masyarakat sekitar yang merekam hal tersebut


"lagi - lagi kau membuat heboh. Makhluk Tua" kata Raina


"Aku? Tentu tidak. aku hanya saja tidak mau naila mati begitu saja. karena aku membutuhkannya" kata Marie menolak dituduh demikian


"Baiklah. Lalu Bagaimana? apakah orang itu tahu jika dia akan sekarat di tanganmu?" Tanya Raina


Marie hanya menggeleng kepalanya.


Raina melihat naila yang masih saja terdiam dan masih menundukkan kepalannya ke tanah


"Makhluk tua. bukan sudah saatnya kamu melepaskannya?" Tanya Raina


"biarkan. dia begitu angkuh untuk menolak fakta" kata Marie.


pelaku telah dibawa dengan dikawal 5 Anggota TNI dan ardian yang masih melihat istrinya masih tertunduk ditanah pun menghampirinya


"dek. bangunlah" kata ardian mencoba membangkitkan tubuh Naila


tapi tubuhnya tidak ada merespon dari hasil usaha ardian membangkitkan tubuh istrinya tersebut


"Dek? Kmu gak apa-apakan?" Tanya Ardian dengan panik


Ardian masih mencoba untuk berusaha bangkitkan tubuh istrinya tersebut.


"Ardian. percuma dan jangan buang-buang tenaga mu. kesadaran Naila berada digenggaman Teman mba" kata raina


Ardian mendengar itu akhirnya paham


"Bismillahrohmanirohim. Wal yatalath-thaf walaa yusy’ironna bikum ahadaa" Doa Ardian sambil mengusap seluruh tubuh naila


"Dengan izin Allah. berdirilah istriku" kata Ardian


BRAK


Tubuh naila tersungkur ketanah ketika doa ardian selesai


Marie hanya tersenyum melihat itu


"Makhluk Tua. kau tidak apa?" Tanya raina dengan khwatir


"Tidak. kenapa? Apakah seorang pendeta bodoh seperti mu mulai khwatir dengan ku?" jawab marie dengan tersenyum


"Kamu tidak merasakan apapun? padahal Ardian telah menghapus genggamanmu di naila dengan Doa & Nama Tuhan nya" kata Raina dengan bingung


"Tidak. Kekuataan Tuhan nya belum menyentuh ku. tapi aku yakin Tuhan yang dipercaya oleh Ardian memiliki kekuataan diatas milik ku" kata marie dengan sedikit senyuman


Raina terheran-heran dengan marie yang memuji Tuhan yang dipercaya oleh ardian padahal marie selalu menghina para Dewa atau Tuhan-Tuhan dari berbagai kepercayaan yang berada dikalangan manusia


"Aku heran dengan mu. Makhluk Tua" kata Raina


"Jika kamu heran dengan ku. maka aku sungguh heran dan memikirkan bagaimana aku bisa bertemu dengan Tuhan yang dipercaya Ardian" kata marie


"Bertemu? bukankah dari awal hidup mu tidak mempercaya keberadaan mereka?" Tanya raina


"Ssst. dulu banyak manusia yang menyerangku dengan rapalan doa-doa dan tidak ada satupun yang menyakiti ku atau menghancurkan kekuataanku. tapi ini berbeda. Aku merasakan Ardian memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap Tuhannya" kata Marie


"Ardian mempercayai Tuhan darimana? apakah dia sama dengan mu? Makhluk Tua?" Tanya Marie


"Tidak. Ardian mempercayai Tuhan dari islam dan Tuhan itu memiliki nama sebagai Allah" kata raina menolak untuk disamakan dengan ardian


"Allah? Nama Tuhan yang dipercaya oleh Ardian? Itu sungguh menarik. mungkin aku akan mempelajari kekuataannya atau mungkin aku bertanya kepada ardian langsung. bagaimana menurut mu? Pendeta Bodoh" kata Marie


Raina tidak menjawab dan dirinya sudah tidak heran melihat perangaian marie yang selalu mencari kekuataan atau beradu kekuataan ketika bertemu dengan seseorang yang kuat


"aku tidak yakin tentang itu" kata Raina


...----------------...


...BYE...


...----------------...