
"Naila. Apakah kamu yakin ingin mengenal sahabat mba?" Tanya Raina dengan Ragu
Naila hanya sedikit kebingungan tapi jiwa keponya bertanya-tanya tentang siapa perempuan ini yang telah dianggap oleh raina yang sudah dianggap kakanya tersebut
"Kaka. Apakah dia tidak suka privasinya dilanggar?" Tanya Naila
Naila selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasaan & privasi setiap manusia.
Marie mendengar itu sedikit tertawa tapi itu masi terdengar oleh naila & raina
"Apa yang membuat mu tertawa? makhluk tua?" Tanya Raina dengan heran
"Pendeta Bodoh. tertawa melihat mereka ingin menghargai privasi & menjunjung Nilai-nilai kemanusiaan padahal jaman dulu sekali mereka saling membunuh. bukan kah itu lucu?" kata Marie
Raina yang mendengar itu langsung tahu kepada siapa ucapan sahabatnya itu menuju
dan begitupun naila yang sadar bahwa konsep kehidupannya telah ditertawakan
"Siapa nama mu? Naila? benar? kehidupan mu apakah terlalu bahagia? atau bagaimana? kamu berasal dari masyarakat elit yang mungkin sedikit atau malah tidak mengerti tentang apa yang kamu konsepkan" kata marie
"Ap--apa maksud mu. Aku juga pernah merasakan hidup sebagai rakyat diawal pernikahan ku dengan mas Ardi" kata naila menolak & mencoba lebih tegas
Marie semakin tertawa begitu kencang
"Pendeta Bodoh. Apakah ini makhluk yang tuhan ciptakan?" kata Marie yang menyindir
"Cih. makhluk Tua. bukankah kamu juga sebuah makhluk yang berdiam di tubuh manusia?" Tanya Raina dengan menyindir
Marie hanya tertawa mendengar sinidiran balik sahabatnya tersebut
"Naila. Manusia tidak akan pernah puas apa yang mereka miliki. akan ada selalu wajah orang baru yang berhasil kepuncak dan ada orang baru pula yang menggulingkan wajah lama. Kemanusiaan? Hak Privasi? itu adalah hal yang paling bodoh manusia pernah ciptakan" kata marie melanjutkan
"Banyak Dunia ini mengalami perubahan demi perubahan tapi butuhnya darah sebagai pengorbanan. tidak peduli seberapa modern manusia. akan tetapi manusia selalu bodoh dan rakus akan sesuatu" kata marie
Naila bingung mengapa sahabat mba raina itu terlihat membenci nilai-nilai kemanusiaan
"kamu lupakan saja. Naila. dia emang pemarah tapi dia sayang kok. kamu jangan pikirkan" kata raina segera setelah mengetahui kebingungan naila
Naila hanya mengangguk
"Tentang siapa kami? apakah kamu sungguh ingin mengetahui itu?" kata marie menjawab tiba-tiba
Naila hanya bisa mengangguk pelan karena entah kenapa sensasi di ruangan ini sedikit mengkecam
DUK
Raina memukul kepala marie dan membuat marie mengaduh
"Jangan kau keluarkan semua aura itu. kau bisa membunuhnya makhluk tua!" tegas raina
Marie lalu mencoba tenang sambil menghelus rambutnya dan mendekati naila
"tanganmu" kata marie mencoba meminta tangan naila
"kenapa? apa yang kamu akan lakukan?" Tanya Naila sedikit takut
"Aku ingin bertemu dengan sosok didalam mu" kata marie dengan tenang
Naila yang mendengar itu hanya melongo bukan karena ucapan yang tenang itu tapi melongo karena di abad modern ini banyak yang mempercaya hal tersebut
"Mba Raina. sahabat mba humornya sedikit lucu ya" kata naila yang menanggapi kata-kata marie dengan hal yang lucu
KLEK
Marie mencekik naila hingga membuat pipi naila memerah
"aku tahu kamu disini. keluarlah" kata marie dengan keras
"Oh Kamu mengetahui ku?" Tanya ??
"Aku tahu dan aku sangat kesal ditatap oleh makhluk rendahan seperti mu" kata marie
...----------------...
...BYE...
...----------------...