VML - Vampire Modern Life

VML - Vampire Modern Life
Pemalu



Tiiiinn


"Sial! Segala pake acara di kunci lagi gerbangnya" kata Marie yang kesal


seorang satpam bernama Barjo itu pun datang dan mengetuk-getuk kaca mobil


Marie pun membuka kacamatanya dan


"pak. Bisa gerbangnya di buka? please. Karena tadi macet banget" kata Marie


"maaf Tidak bisa. Menurut peraturan sekolah begitu" kata Satpam Barjo dengan nada berwibawa


Namun wibawa itu sedikit goyang


"please lah pak. Buka ya gerbangnya. Ini ada uang buat beli kopi dan rokok" kata Marie yang memberikan 1 lembar uang 50k yang biru


"M--Mm Ahemmm. Maaf Tidak bisa. Kamu kira saya apa? Saya adalah satpam yang terdidik dan bebas korupsi" kata Satpam Barjo dengan salah tingkahnya


Marie pun menambah 3 lembar dengan 100k


"Buka Gerbangnya pak. Saya ada urusan dengan anak ini" suara Seorang perempuan tiba-tiba muncul


Barjo pun sontak kaget kehadiran Raina sang kepala sekolah sekolah ini(sulit mengambarkan raina dengan jabatan nya. Cocoknya gimana?)


"B--baik Bu!" kata Barjo dengan tingkah gugupnya


Greeekkk


Pintu gerbang di buka dan mobil Marie pun menancapkan gasnya menuju tempat parkir mobil


"lain kali saya melihat anda disogok oleh siswi atau siswa di sekolah ini untuknmembukkan pagar. Bapak jangan berharap bisa bekerja dengan tenang disini" kata Raina yang memperingati satpam bernama barjo tersebut.


"baik bu. Maafkan saya" kata Barjo dengan menunduk.


Marie turun dari mobil


Tin


Tin(suara mobil yang terkunci).


Marie menunggu Raina di pinggir Lapangan yang jarak antara kantor milik raina dan dirinya tidak sampe 30 langkah


"Ikut saya ke ruangan" kata Raina


Banyak siswa & siswi yang sekitar situ yang mulai memperhatikan Marie yang terdengar dipanggil oleh kepala sekolah itu..


marie tidak peduli dirinya mendapatkan tatapan penasaran dan bertanya-tanya kenapa dirinya dibawa kantor kepala sekolah dari para siswa/i yang melihat marie.


Keduanya akhirnya masuk dan Marie disuruh duduk sementara Raina mengambilkan air putih kepada Marie


"kau mengejek ku?" kata Marie bertanya


"Hahaha. Tidak" kata Raina dengan santai


"apakah seorang pendeta tua ini penasaran kepada seorang vampire tua ini?" Kata Marie dengan menggoda Raina


"Diamlah!" kata Raina dengan mengendarkan pandangannya ke arah lain


"lalu bagaimana?" Tanya Raina kembali


"tentang apa?" Tanya Marie kembali


"ya tentang Mely. Buronan 1 negeri dari akibat kamu menyelamatkan ardian dan memberitahu siapa pelakunya dan kini kamu malah lepas tangan. apa setua itu hingga kamu lupa?" kata Raina dengan mengejek kembali Marie


Marie tidak menjawab dan memilih minum air putih itu walaupun dirinya tak bisa merasakan hal yang seperti manusia umumnya


"aku tak lupa hanya saja aku malas memikirkan nasib selanjutnya orang bodoh itu" kata Marie


"lagipula. aku yakin juga kamu pasti tahu keberadaannya. Bukan?" kata Marie lanjut


drrrriiiinnnnggg


Bel sekolah berbunyi hingga terdengar kantor kepala sekolah milik Raina itu


"bisakah kamu mempercepat apa inti dari pembicaraan ini?" Kata Marie


"Aku menemukan saudari lama mu dan sekarang Dia berada di korea" kata Raina


"S--Sungguh? Kamu menemukan ****** kecil itu?!" kata Marie yang terkejut


"Ya. Tepatnya di seoul. Aku tak menyangka. Salah satu member Blackpink itu memiliki darah keluarga vampire seperti mu" kata Raina dengan memasang wajah terkejutnya


Marie pun bangkit menuju Pintu namum sebelum membuka pintu


"bisakah kamu mengirim alamatnya?" kata Marie


"oke. Itu tak masalah tapi bi--" Raina ingin menyelesaikan perkataannya tetapi marie telah pergi begitu saja bahkan tidak menutup pintunya kembali


"bisakah kah kamu tidak menyogok satpam di lain kali!!" teriak Raina kepada Marie yang jaraknya tidak Jauh itu


Marie hanya memberi jari tengahnya sebagai balasan


"dasar makhluk tua yang tak berguna. Hanya menyusahkan saja" kata Raina dengan kesal menutup pintu..


.


Raina menutup pintu dan alangkah terkejutnya ada sebungkus kuaci di lantai dekat tempat bekas duduk milik marie


"makhluk tua yang pemalu" kata Raina yang segera mengambil kuaci itu dari lantai


...----------------...


...BYE...


...----------------...